Anda di halaman 1dari 40

BIOMEKANIKA

Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi

Teknik Industri Universitas Gunadarma

Biomekanika
Biomekanika = Mekanika biologi organisme
Biomekanika merupakan alat yang dapat mencegah beban
kerja
Mempelajari fungsi dan struktur bagian tubuh serta efeknya
tekanan/beban internal/eksternal terhadapnya.
Beban berat yang kumulatif dapat menyebabkan kelainan
fisik.
Dirasakan sebagai gejala pertama sakit: sesuatu yang tidak
comfortable
Bila tidak diperhatikan dapat menyebabkan kecelakaan di
kemudian hari

Biomekanika


Biomekanika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari


interaksi fisik antara pekerja dengan mesin, material dan
peralatan dengan tujuan untuk meminimumkan keluhan pada
sistem kerangka otot agar produktivitas kerja dapat
meningkat.
Pendekatan biomekanika  tubuh manusia sebagai suatu
sistem yang terdiri dari elemen-elemen yang saling berkait
dan terhubung satu sama lain, melalui sendi-sendi dan
jaringan otot yang ada.
Prinsip-prinsip fisika digunakan untuk menyatakan
tegangan mekanik pada tubuh dan gaya otot yang
diperlukan untuk membagi tegangan-tegangan tersebut.

Arm Lift

Floor Lift

Leg Lift

High Near Lift

Biostatic
Biost

High Far Lift

Torso Lift

Biodynamic

Application of Biomechanics >>


Manual Task

Application of Biomechanics >>


Sports

Application of
Biomechanics
>> Hospitals
activities

Struktur Tubuh Manusia

TULANG (BONES)  investigasi pada L5/S1.

SAMBUNGAN (JOINTS)  aplikasi teori fisika


(beban, massa, gaya, momen) pada tubuh
manusia.

OTOT (MUSCLE)  aerobic & anaerobic


metabolism.

Lumbar - Sacrum


Dalam banyak kegiatan penanganan material


seperti mengangkat, membawa, mendorong dan
menarik, gaya-gaya yang signifikan terjadi pada
tulang belakang bagian bawah yaitu pada ruas
lumbar ke-5 dan sacrum ke-1 (L5/S1), lokasi
dimana sering terjadi cedera punggung.

Anatomy of the
Human Spine

Link - Joint


Didalam melakukan analisa biomekanik, tubuh


manusia dipandang sebagai suatu sistem yang
terdiri dari link (penghubung) dan joint
(sambungan).

Link Joint (2)




Menurut Ghaffin & Anderson (1984), tubuh manusia


terdiri dari enam link yaitu:
Link lengan bawah yang dibatasi joint pergelangan tangan
dan siku.
 Link lengan atas yang dibatasi joint siku dan bahu.
 Link punggung yang dibatasi joint bahu dan pinggul.
 Link paha yang dibatasi joint pinggul dan lutut.
 Link betis yang dibatasi joint lutut dan mata kaki.
 Link kaki yang dibatasi joint mata kaki dan telapak kaki.


Biomechanics Analysis

Aerobic vs. Anaerobic Metabolism

Aerobic


Anaerobic


Use of O2, efficient, high capacity


No O2, inefficient, low capacity

Aerobic used during normal work (exercise) levels,


anaerobic added during extreme demands
Anaerobic metabolism -> lactic acid (pain, cramps,
tremors)

How to measure ?
Biostatics :
Apply Newtons Law
 Use RULA (Rapid Upper Limb Assessment)
Use REBA (Rapid Entire Body Assessment)
Biodynamic :




Apply advanced Newtons Law


Manual material handling (NIOSHs Law)
Simulation

HUKUM NEWTON I
Selama tidak ada resultan gaya yang bekerja pada
sebuah benda maka benda tersebut akan selalu pada
keadaannya, yaitu benda yang diam akan selalu diam dan
benda yang bergerak akan bergerak dengan kecepatan
konstan.
Selama tidak ada resultan gaya yang bekerja
pada sebuah benda maka benda tersebut akan
a=0
F=0
selalu pada keadaannya, yaitu benda yang diam
akan selalu diam dan benda yang bergerak akan
bergerak dengan kecepatan
konstan.

1. Maximum Permissible Limit (MPL)


Merupakan batas besarnya gaya tekan pada segmen L5/S1 dari
kegiatan pengangkatan dalam satuan Newton yang distandarkan
oleh NIOSH (National Instiute of Occupational Safety and Health)
tahun 1981.
1. Besar gaya tekannya adalah di bawah 6500 N pada L5/S1.
2. Batasan gaya angkatan normal (the Action Limit) sebesar
3500 pada L5/S1.
Apabila : Fc < AL (aman), AL < Fc < MPL (perlu hati-hati) dan Fc >
MPL (berbahaya).
Batasan gaya angkat maksimum yang diijinkan , yang
direkomendasikan NIOSH (1991) adalah berdasarkan gaya tekan
sebesar 6500 N pd L5/S1 , namun hanya 1% wanita dan 25% pria
yang diperkirakan mampu melewati batasan angkat ini
(Nurmianto, 1996).

2-D Model of the Elbow:

From Chaffin, DB and Andersson, GBJ (1991) Occupational Biomechanics. Fig 6.2

JAWAB :

Perlu kita ketahui bahwa seorang operator bekerja tidak hanya


lengan saja yang mengeluarkan tenaga, tetapi bagian tubuh yang
lain seperti punggung, paha, betis dll.
Dalam biomekanik perhitungan guna mencari moment dan gaya
dapat dilakukan dengan cara menghitung gaya dan mement secara
parsial atau menghitung tiap segmen yang menyusun tubuh
manusia. Berat dari masing masing segmen dibawah ini didapat
dari besarnya prosentase dikali dengan gaya berat dari orang
tersebut.

untuk mencapai keseimbangan tubuh pada aktivitas


pengangkatan, moment pada L5/S1 tersebut diimbangi
gaya otot pada spinal erector (FM) yang cukup besar dan
juga gaya perut (FA) sebagai pengaruh tekanan perut (PA)
atau Abdominal Pressure yang berfungsi untuk membantu
kestabilan badan karena pengaruh momen dan gaya yang
ada

MODEL BIOMEKANIKA
TULANG BELAKANG
(CHAFFIN, 1991)

2. Recommended Weight Limit (RWL)


Recommended Weight Limit merupakan rekomendasi batas beban
yang dapat diangkat oleh manusia tanpa menimbulkan cidera
meskipun pekerjaan tersebut dilakukan secara repetitive dan dalam
jangka waktu yang cukup lama. RWL ini ditetapkan oleh NIOSH pada
tahun 1991 di Amerika Serikat.
Persamaan NIOSH berlaku pada keadaan:
1. Beban yang diberikan adalah beban statis, tidak ada penambahan
ataupun pengurangan beban di tengah tengah pekerjaan.
2. Beban diangkat dengan kedua tangan.
3. Pengangkatan atau penurunan benda dilakukan dalam waktu
maksimal 8 jam.
4. Pengangkatan atau penurunan benda tidak boleh dilakukan saat
duduk atau berlutut.
5. Tempat kerja tidak sempit.

Persamaan untuk menentukan beban yang direkomendasikan untuk


diangkat seorang pekerja dalam kondisi tertentu menurut NIOSH
adalah sbb:
RWL = LC x HM x VM x DM x AM x FM x CM
Keterangan:
LC = konstanta pembebanan = 23 kg
HM = faktor pengali horizontal = 25 / H
FM = faktor pengali frekuensi (Frequency Multiplier) *lihat tabel 1
CM = faktor pengali kopling (handle) * lihat tabel 2
VM = Faktor pengali vertikal

DM = Faktor pengali perpindahan

AM = Faktor pengali asimetrik

Keterangan:
H = jarak beban terhadap titik pusat
tubuh
V = jarak beban terhadap lantai
D =jarak perpindahan beban secara
vertical
A = sudut simetri putaran yang
dibentuk tubuh
Untuk Frekuensi Pengali ditentukan
dengan menggunakan tabel FM
dibawah ini dengan mengetahui
frekuensi angkatan tiap menitnya dan
juga nilai V dalam inchi.

Keterangan: untuk
frekuensi pengangkatan
kurang atau hanya 1 kali
dalam 5 menit ditetapkan
F = 2 Lift/mnt.

Untuk Faktor Pengali coupling (handle) dapat ditentukan pada


Tabel 1.2 berikut:

Musculoskeletal Disorder (MSDs)




Musculoskeletal disorders (MSDs) atau gangguan


otot rangka merupakan kerusakan

pada

otot, saraf, tendon, ligament, persendian,


kartilago, dan discus invertebralis.


Kerusakan pada otot dapat berupa ketegangan


otot, inflamasi, dan degenerasi.

Sedangkan kerusakan pada tulang dapat berupa


memar, mikro faktur, patah, atau terpelintir.

Penyebab MSDs
1.

2.

Kelelahan dan keletihan terus menerus yang


disebabkan oleh frekuensi atau periode waktu yang
lama dari usaha otot, dihubungkan dengan
pengulangan atau usaha yang terus menerus dari
bagian tubuh yang sama meliputi posisi tubuh yang
statis;
Kerusakan tiba-tiba yang disebabkan oleh aktivitas
yang sangat kuat/berat atau pergerakan yang tak
terduga.

Jenis-jenis keluhan MSDs


1.

Sakit Leher  peningkatan tegangan otot atau myalgia, leher miring atau kaku leher.

2.

Nyeri Punggung  gejala nyeri punggung yang spesifik seperti herniasi lumbal,
arthiritis, ataupun spasme otot.

3.

Carpal Tunnel Syndrome  kumpulan gejala yang mengenai tangan dan pergelangan
tangan yang diakibatkan iritasi dan nervus medianus.

4.

De Quervains Tenosynovitis  Penyakit ini mengenai pergelangan tangan, ibu jari, dan
terkadang lengan bawah, disebabkan oleh inflamasi tenosinovium dan dua tendon
yang berasa di ibu jari pergelangan tangan.

5.

Thoracic Outlet Syndrome  Merupakan keadaan yang mempengaruhi bahu, lengan,


dan tangan yang ditandai dengan nyeri, kelemahan, dan mati rasa pada daerah
tersebut

6.

Tennis Elbow  keadaan inflamasi tendon ekstensor, tendon yang berasal dari siku
lengan bawah dan berjalan keluar ke pergelangan tangan.

7.

Low Back Pain  terjadi apabila ada penekanan pada daerah lumbal yaitu L4 dan
L5. Apabila dalam pelaksanaan pekerjaan posisi tubuh membungkuk ke depan maka
akan terjadi penekanan pada discus.