Anda di halaman 1dari 22

ASUHAN KEBIDANAN

PARENTCRAFT EDUCATION

Disusun oleh
Kelompok 3
1.
2.
3.
4.

EFA NURHIDAYAH
ONI DIA KUMALA
TIKA RAHAYU
TRIANA

PROGRAM STUDI DIV KEBIDANAN FAKULTAS KEDOKTERAN


UNIVERSITAS MALAHAYATI
BANDAR LAMPUNG
2016
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Kehamilan mempengaruhi seluruh anggota keluarga. Setiap anggota keluarga
memerlukan proses adaptasi yang bergantung pada budaya dan
lingkungannya.Wanita segala umur selama masa kehamilannya beradaptasi
untuk berperan sebagai ibu, suatu proses belajar yang komplek secara sosial
dan kognitif.
Pada kehamilan awal tidak ada yang berbeda ,ketika fetusnya mulai bergerak
pada trimester ke 2 wanita tersebut mulai menaruh perhatian pada
kehamilannya dan menjalin percakapan dengan ibunya atau teman lain yang
pernah hamil. Kehamilan adalah suatu krisis yang mematangkan dan dapat
menimbulkan stres,tetapi imbalannya adalah wanita tersebut siap menghadapi
fase baru untuk bertanggung jawab dan perawatan .
Konsep dirinya berubah ,siap menjadi orang tua dan menyiapkan peran
barunya.Secara bertahap ia berubah dari memperhatikan dirinya sendiri dan
punya kebebasan menjadi berkomitmen untuk bertanggung jawab kepada
makhluk lain.
Seorang wanita memiliki daur hidup yang sangat unik dimulai dari bayi balita
anak-anak , remaja, dewasa dan menopous. Diperlukan suatu bimbingan agar
seorang wanita dapat mencapai peran nya dengan baik. Salah satu peran yang
sangat penting bagi wanita yaitu peran sebai ibu.
Memberikan asuhan yang komperhensif pada wanita dapat dimulai dari masa
kehamilan, melahirkan, menyusui dan membesarkan anak.
Dalam pembahasan ini kami akan membahas tentang parentalcarf education
dan birthpalan sebagi usaha untuk mengoptimalkan peran ibu dalam mendidik
anak nya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. PARENTCRAFT EDUCATION (PERSIAPAN MENJADI ORANG TUA)


PENGERTIAN
Parentcraft education adalah pendidikan dan penyuluhan yg diberikan
kepada orang tua untuk persiapan menghadapi kelahiran dan juga persiapan untuk
menjadi orang tua.
TUGAS PERKEMBANGAN IBU SELAMA HAMIL
Meliputi :
a. Identifikasi peran ibu.
Peran ibu dimulai pada kehidupan seorang perempuan menjadi seorang ibu dari
anaknya.
Persepsi lingkungan sosialnya tentang aturan peran wanita dapat mempengaruhi
pilihannya antara menjadi ibu atau perempuan karier,menikah atau tetap
membujang atau menjadi bebas daripada tergantung orang
Perempuan yang menyukai bayi atau anak-anak mempunyai motivasi untuk
menerima kehamilan dan menjadi ibu.
b. Hubungan interpersonal ibu.
Kedekatan hubungan membuat ibu hamil lebih siap untuk berperan sebagai ibu.
Diperlukan komunikasi yang efektif antara ibu dengan suami dan keluarganya.
Hubungan ibu dengan anak dimulai selama hamil ,ketika ibu menghayal dan

memimpikan dirinya sebagai ibu. Ibu ingin mendekat, menghangatkan,berce rita


kepada

bayinya

dan

mencoba

membayangkan

adanya

tangisan

bayi,memperkirakan adanya gangguan terhadap kurangnya kebebasan dan


kegiatan mengasuh anak.

TUJUAN
Membantu keluarga agar mampu menyesuaikan dengan kebutuhan
Peran menjadi orang tua dapat dicapai terutama melalui pendidikan
Klien menerima informasi yang ditujukan untuk membantu mereka
mengembangkan pemahaman dasar: reproduksi, perkembangan janin,
bagaimana cara merawat diri mereka sendiri selama dan setelah kehamilan,
pengaruh positif dan negatif pada kehamilan dan hasilnya.
Memberikan para calon orang tua pengetahuan dan ketrampilan yang perlu
untuk mengatasi stres selama kehamilan, persalinan, dan kelahiran
Menyiapkan calon orang tua menjadi konsumen perawatan kesehatan yang
terinformasi.
Membantu ibu dalam mengatasi nyeri dengan menggunakan teknik
penatalaksanaan nyeri dan intervensi farmakologik yang minimal
Membantu para orang tua dalam mencapai pengalaman persalinan dan
kelahiran yang positif, aman, dan memuaskan.

Hubungan ibu & anak berkembang dalam 3 fase selama hamil.


FASE 1
Ia menerima kenyataan biologis tentang kehamilan dengan pernyataan Saya
Hamil dan menyatakan ide tentang anak di dalam tubuhnya dan gam baran
dirinya sbb:
- Pikiran terpusat pada dirinya
- Menyadari kenyataan dirinya hamil
- Fetus adalah bagian dirinya
- Fetus seolah olah tidak nyata
FASE 2
Pada saat ini ibu merasakan sbb:
- Menerima tumbuhnya fetus yang merupakan makhluk yang berbeda deng an
dirinya.
- Timbulnya pernyataan Saya Akan Mempunyai Bayi
-

Terlibat dalam hubungan ibu dan anak ,asuhan dan tanggung jawab .
- Mengembangkan pelekatan (attachment).
- Menerima kenyataan ,mendengar DJJ dan merasakan gerakan anak .

FASE 3
Ini adalah proses attachment dan ibu merasakan sbb:
- Merasa realistik
- Mempersiapkan kelahiran
- Mempersiapkan menjadi orang tua

- Spekulasi mengenai jenis kelamin anak


- Keluarga berinteraksi dengan menempelkan telinganya ke perut ibu dan
berbicara
dengan bayinya.

EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KELAHIRAN ANAK


a. Penelitian membuktikan bahwa kelas persiapan kelahiran anak dapat
meningkatkan kepuasan ,mengurangi jumlah nyeri yang dilaporkan ,dan
meningkatkan perasaan perasaan kontrol bagi wanita hamil dan pasangannya.
b. Baik seorang wanita menginginkan atau dapat melakukannya, mengikuti kelas
persiapan kelahiran anak bergantung pada faktor- faktor budaya dan sosial
ekonomi dan pilihan individu.
c. Mempelajari penurunan stres dan teknik teknik relaksasi meminimkan wanita
untuk mengatasi beratnya persalinan secara lebih efektif.
d. Bagi wanita dan pasangannya menikmati kesempatan untuk berbagi perasaaan
takut dan harapan mereka tentang kehamilan dengan orang lain.
e. Kesehatan neonatus ditingkatkan dengan pengobatan yang minimal .
f. Ikatan orang tua dan BBL terjalin waktu kelahiran.

Tugas Perkembangan Ibu Selama Hamil (How)


Meliputi :
a.

Identifikasi peran ibu.


Peran ibu dimulai pada kehidupan seorang perempuan menjadi seorang ibu
dari anaknya.Persepsi lingkungan sosialnya tentang aturan peran wanita
dapat mempengaruhi pilihannya antara menjadi ibu atau perempuan
karier,menikah atau tetap membujang atau menjadi bebas daripada
tergantung orang. Perempuan yang menyukai bayi atau anak-anak
mempunyai motivasi untuk menerima kehamilan dan menjadi ibu.

b.

Hubungan interpersonal ibu.


Kedekatan hubungan membuat ibu hamil lebih siap untuk berperan sebagai
ibu. Diperlukan komunikasi yang efektif antara ibu dengan suami dan
keluarganya.Hubungan ibu dengan anak dimulai selama hamil,ketika ibu
menghayal dan memimpikan dirinya sebagai ibu. Ibu ingin mendekat,
menghangatkan, bercerita kepada bayinya dan mencoba membayangkan
adanya tangisan bayi, atau pun memperkirakan adanya gangguan terhadap
kurangnya kebebasan dan kegiatan mengasuh anak.

Tujuan
a. Membantu keluarga agar mampu menyesuaikan dengan kebutuhan
b. Peran menjadi orang tua dapat dicapai terutama melalui pendidikan
c. Klien menerima informasi yang ditujukan untuk membantu
mengembangkan

pemahaman

dasar:

reproduksi,

perkembangan

mereka
janin,

bagaimana cara merawat diri mereka sendiri selama dan setelah kehamilan,
pengaruh positif dan negatif pada kehamilan dan hasilnya.
d. Memberikan para calon orang tua pengetahuan dan ketrampilan yang perlu untuk
mengatasi stres selama kehamilan, persalinan, dan kelahiran
e. Menyiapkan calon orang tua menjadi konsumen perawatan kesehatan yang
terinformasi.
f. Membantu ibu

dalam

mengatasi

nyeri

dengan

menggunakan

teknik

penatalaksanaan nyeri dan intervensi farmakologik yang minimal


g. Membantu para orang tua dalam mencapai pengalaman persalinan dan kelahiran
yang positif, aman, dan memuaskan.

B. BIRTH PLAN (PERENCANAAN PERSALINAN)


1.
What
Birth Plan (Rencana persalinan) adalah rencana tindakan yang dibuat
ibu,anggota keluarganya dan bidan.
Dengan adanya rencana persalinan akan mengurangi kebingungan dan
kekacauan pada saat persalinan dan meningkatkan kemungkinan bahwa
ibu akan menerima asuhan yang sesuai serta tepat waktu.
Birth Plan adalah "rancangan" berupa catatan tentang pilihan metode,
tempat dan persiapan bersalin selama hamil. Menurut berbagai penelitian,
ibu dapat "menciptakan" pengalaman positif terhadap persalinan dengan
membuat birth plan (perencanaan kelahiran). Birth vision adalah
"gambaran" secara ide atau visi yang dituangkan di dalam birth plan.
2.

Where
Perencaan persalinan biasanya dilakukan ketika pemeriksaan kehamilan
di klinik maupun di rumah. Perencanaan persalinan biasanya diputuskan
bersama pasangan dan keluarga. Perencanaan ini biasanya diputuskan
ketika TM III karena sudah diketahui apakah kelahiran bisa normal atau
tidak, karena apabila ada penyulit maka biasanya proses kelahiran akan
dilakukan di rumah sakit ataupun rumah bersalinan dengan fasilitas yang
lengkap untuk menghindari terjadinya masalah.

3.

When
Birth plan bias dilakukan dari TM I kehamilan, tapi biasanya keputusan
akhir terjadi saat TM III.

4.

Why
Birth plan dilakukan untuk memastikan bahwa ibu dan keluarga
mendapatkan pelayanan yang terbaik dan telah merencanakan semuanya
dari awal agar tidak terjadi masalah yang dapat membahayakan nyawa
ibu dan anak ketika proses persalinan.

5.

How
5 komponen penting dalam rencana persalinan :

Langkah 1: Membuat rencana persalinan Idealnya setiap keluarga


seharusnya mempunyai kesempatan untuk membuat suatu rencana
persalinan.
Hal-hal dibawah ini harus digali dan diputuskan dalam membuat rencana
persalinan tersebut:

Tempat persalinan
Memilih tenaga kesehatan yang terlatih
Bagaimana menghubungi tenaga kesehatan tersebut
Bagaimana transpotasi ke tempat persalinan
Siapa yang akan menemani pada saat persalinan
Berapa banyak biaya yang dibutuhkan dan bagaimana cara

mengumpulkan biaya tersebut.


Siapa yang akan menjaga keluarganya jika ibu tidak ada.

Langkah2: Membuat rencana untuk mengambil keputusan jika terjadi


kegawatdaruratan pada saat mengambil keputusan utama tidak ada.
Penting bagi bidan dan keluarga untuk mendiskusikan:

Siapa pembuat keputusan utama dalam keluarga


Siapa yang akan membuat keputusan jika pembuat keputusan utama
tidak ada saat terjadi kegawatdaruratan?
Langkah 3: Mempersiapkan system transportasi jika kegawatdaruratan
Rencana ini perlu dipersiapkan lebih dini dalam kehamilan dan harus
terdiri dari elemen-elemen dibawah ini:

Dimana ibu akan bersalin (desa,fasilitas kesehatan,rumah sakit)


Bagaimana cara menjangkau tingkat asuhan yang lebih lanjut jika

terjadi kegawat daruratan


Ke fasilitas kesehatan yang mana ibu tersebut harus dirujuk
Bagaimana cara mendapatkan dana jika terjadi kegawat daruratan
Bagaimana cara mencari donor darah yang potensial
Langkah 4: Membuat rencana/pola menabung
Keluarga seharusnya dianjurkan untuk menabung sejumlah uang sehingga
dana akan tersedia untuk asuhan selama kehamilan dan jika terjadi
kegawat daruratan.Banyak sekali kasus ,dimana ibu tidak mencari asuhan

atau mendapatkan asuhan karena mereka tidak mempunyai dana yang


diperlukan.
Persalinan normal umumnya membutuhkan biaya yang relatif ringan.
Namun, bila persalinan diperkirakan harus dilakukan dengan tindakan
operatif, maka persiapan dana yang lumayan besar harus segera dilakukan.
Untuk mengetahui apakah nanti akan dilakukan sesar, pasangan harus
selalu berkonsultasi ke dokter. Lewat konsultasi ini diharapkan, segala
kemungkinan yang bakal terjadi bisa lebih dicermati.
Bila diperkirakan lahir dengan sesar, pasangan tentunya sudah bisa
berancang-ancang mempersiapkan dananya sejak jauh hari. Bila dana
sudah terkumpul, otomatis beban mental suami juga bisa lebih teratasi.
Langkah 5: Mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk persalinan.
Seorang ibu dapat mempersiapkan segala sesuatunya untuk persalinan.
Setelah minggu-minggu terakhir kehamilan anda waktu persiapan akan
terasa begitu sedikit. Dan kapan waktu persalinan akan terjadi kadang tak
dapat dipastikan. Adalah lebih baik jika anda sudah mempersiapkan apa
saja yang harus dibawa ke rumah sakit pada saat hari yang ditunggu
tersebut tiba.

MENYUSUN RENCANA PERSALINAN


a.

Rencana

kelahiran

dapat

membantu

menyiapkan

wanita

dan

Pasangannya,dalam mencapai tujuan yang realitas ,yang berhubungan dengan


perhatian terhadap keamanan ibu dan bayi.
b.

Pendidikan kelahiran anak membantu pasangan dalam membuat pilihan


pilihan penting ,yang akan masuk ke dalam rencana kelahiran yang tertulis.
Pilihan- pilihan yang penting tsb meliputi :

1) Memilih penolong persalinan .


2)

Menentukan tempat mereka menginginkan kelahiran itu dilakukan ( RS,


rumah, dll)

3)

Memutuskan untuk menggunakan obat atau tidak, untuk mengatasi nyeri


persalinan.

4)

Memutuskan intervensi medis apa yang dapat diterima atau tidak dapat
diterima selama persalinan dan kelahiran (SC, vakum, forcep )

5)

Memutuskan tipe kegiatan untuk dilakukan selama persalinan (berjalan,


nonton video, dll )

6) Memutuskan arah kejadian pasca partum


c.

Pasangan baru harus memahami bahwa rencana kelahiran mungkin perlu


dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan yang specifik dan tuntutan keadaan
pengalaman kelahiran individual mereka.

10

PROGRAM PENDIDIKAN PRANATAL


A. Metode pengajaran
Meliputi :
a.

Pengajaran dan konseling individual

b.

Kelompok dan kelas berstruktur seperti kelas, kelompok konseling, atau


kelompok diskusi.

c.

Tur fasilitas yang tersedia dan pilihan yang ditawarkan (misal: kamar
bersalin, bidan yang bertanggung jawab)

B. Program pendidikan pranatal


1. Tinjauan
Program pendidikan kelahiran anak pranatal sangat bervariasi
a. Lama, tujuan, isi, dan biayanya. Lazimnya setiap kelas mencakup 4
sampai 8 jam materi dan jangka waktunya 4 sampai 8 minggu
b. Kelas trimester I umumnya berfokus pada hal-hal seperti perubahan
fisiologis dini, perkembangan janin, seksualitas selama kehamilan, dan
nutrisi.
c. Kelas trimester II dan III dapat berfokus pada persiapan kelahiran, menjadi
orang tua, dan perawatan BBL
2. Materi program pendidikan pranatal.
a. Perawatan pranatal dan perencanaan:

11

b. Nutrisi,latihan,dan istirahat.
c. Ketidaknyamanan dan tindakan perawatan mandiri
d. Memilih lingkungan melahirkan, penolong persalinan dan pendekatan
kelahiran.
e. Pengenalan tanda bahaya selama kehamilan yang mencakup
perdarahan vagina, sakit kepala, muntah terus menerus, nyeri
abdomen, edema, peningkatan suhu, pertambahan BB dengan
cepat,dll.
f. Perkembangan janin
g. Penggunaan obat-obatan, alkohol, dan merokok oleh ibu.
h. Nutrisi ibu
3. Materi program pendidikan saat melahirkan
a. Persiapan persalinan dan kelahiran:
b. Proses kelahiran
c. Teknik pernapasan dan latihan relaksasi
d. Menyusun rencana kelahiran, termasuk rencana menuju tempat persalinan dan
pengaturan perawatan anak.

12

e. Pemahaman pemantauan janin


f. Hidrasi selama persalinan
g. Analgesik dan anastesi
h. Persiapan terhadap kemungkinan kelahiran sesar.

13

KONSELING SEBELUM KEHAMILAN


a.

Konseling genetika

Konseling genetika sebagian besar dilakukan dengan anamnesis diantaranya :


1. Riwayat keluarga, apakah ada keturunan dengan kelainan kongenital atau
kelainan jiwa.
2. Apakah pernah menerima tambahan hormon estrogen atau estradiol, ketika
masih dalam kandungan atau setelah lahir.
3. Bagaimana riwayat kehamilan, persalinan yang pernah dialaminya.
4. Bagaimana keadaan sosial ekonomi keluarga saat ini.
5. Apakah sudah siap psikologis dan sosial ekonomi untuk saat ini.
6. Keinginan untuk mendapat jenis kelamin anak tertentu.
7. Indikasi khusus untuk melakukan konseling dan pemeriksaan genetik
adalah umur 35 tahun dan terdapat keturunan dengan kelainan kongenital
atau kelainan jiwa.
b. Konseling penyakit maternal
Beberapa penyakit dan kebiasaan ibu, diketahui memberikan pengaruh yang
buruk terhadap tumbuh kembangnya janin dalam rahim. Oleh karena itu
pemeriksaan dasar, menemukan secara dini dan memberikan pengobatan sehingga
dapat lebih memberikan peluang untuk well development growth intra uteri.
Penyakit penyakit tersebut diantaranya :

14

1. Penyakit diabetes mellitus


2. Penyakit jantung
3. Penyakit ginjal
4. Penyakit hipertensi
5. Penyakit epilepsi
6. Penyakit thromboemboli
7. Penyakit endokrin lainnya
Kebiasaan ibu yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin dalam rahim
adalah:
1. Merokok terutama jika tiap hari lebih dari 10 batang
2. Peminum alkohol
3. pemakai obat obatan penenang
c. Konseling penyakit hubungan seksual
Infeksi pada kehamilan dapat memberikan pengaruh kepada bayi dapat
dijabarkan sebagai berikut :
1. Infeksi yang hanya berpengaruh terhadap ibunya :
a. Infeksi alat perkemihan bagian bawah.

15

b.

Infeksi bakterial vaginosis yang dapat berkembang menjadi infeksi


puerperium.

c. Infeksi jamur dan parasit : candida albicans dan trichomonas vaginalis.


d. Infeksi hubungan seksual yang menyebabkan gangguan janin, terdiri :
e. Infeksi rubella, sitomegalo virus, parvovirus.
f. Toksoplasmosis
g. HIV
2. Infeksi yang dapat menimbulkan morbiditas dan mortalitas keduanya, terdiri :
a. STD pada umumnya ( sifilis dan GO, HIV AIDS )
b. Infeksi lainnya ( rubella, malaria, khorioamnionitis )
c. Penyebab fisik
d. Hipertermi
e.

Radiasi berlebihan

menyebabkan infertil, gangguan IQ, mikrosepali,

gangguan pertumbuhan mental dan janin, down sindrom.


f. Penyakit karena pekerjaan dan lingkungan yang dapat

mempengaruhi janin

( pekerja industri logam )

EVALUASI

Sesi akhir mencakup evaluasi peserta kursus dan sosialisasi penyerahan


sertifikat

Outcome program parencraft education

Mayoritas klien dan pasangannya akan berpartisipasi didalam program.

16

Klien akan membantu dalam kemajuan program dengan berpartisipasi dalam


program ini dan membuat saran mengenai daerah-daerah di mana perubahan
bisa / harus dilakukan untuk lebih memenuhi kebutuhan mereka dan orangorang sesama peserta.

17

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Parentcraft education adalah pendidikan dan penyuluhan yg diberikan kepada
orang tua untuk persiapan menghadapi kelahiran dan juga persiapan untuk
menjadi orang tua.
Parentcraft Education dilaksanakan di fasilitas kesehatan umum ataupun
ketika ada pasangan yang mendatangi tenaga kesehatan (bidan) untuk
mendapatkan konseling dan penjeasan tentang persiapan-persiapan yang
diperlukan.
Birth Plan (Rencana persalinan) adalah rencana tindakan yang dibuat
ibu,anggota keluarganya dan bidan.
Dengan adanya rencana persalinan akan mengurangi kebingungan dan
kekacauan pada saat persalinan dan meningkatkan kemungkinan bahwa ibu
akan menerima asuhan yang sesuai serta tepat waktu.
Birth Plan adalah "rancangan" berupa catatan tentang pilihan metode, tempat
dan persiapan bersalin selama hamil. Menurut berbagai penelitian, ibu dapat
"menciptakan" pengalaman positif terhadap persalinan dengan membuat birth
plan (perencanaan kelahiran). Birth vision adalah "gambaran" secara ide atau
visi yang dituangkan di dalam birth plan.

18

DAFTAR PUSTAKA
Asrinah, dkk. 2010. Asuhan Kebidanan Masa Kehamilan. Graha Ilmu;
Yogyakarta.
Bryar.Rosamund. 2008. Teori Praktik Kebidanan. Jakarta; EGC
Henderson, Christine, Kathleen Jones. 2005. Buku ajar konsep kebidanan.
Jakarta; EGC.
https://izzatijannah.wordpress.com diakses tanggal 6 April 2015 pukul 15.40 WIB
Kusmiyati, Yuni. Dan Heni puji Wahyuningsih. 2009. Perawatan Ibu Hamil
(Asuhan Ibu Hamil). Yogyakarta; Fitramaya.
Rukiah, Ai yeyen.Dkk. 2009.Asuhan Kebidanan I (Kehamilan). Jakarta: TIM.
Salmah.dkk. 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal. Jakarta; EGC

19

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat
dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini jauh dari sempurna,
untuk itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun
guna perbaikan pada masa yang akan datang.
Semoga pembuatan makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan
pembaca pada umumnya.

Bandar Lampung,

Oktober 2015

Penulis

20

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................
i
DAFTAR ISI.............................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................
1
A. Latar belakang .....................................................................................................
1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................
2
A. Parentcraft Education (Persiapan Menjadi Orang Tua).......................................
2
B. Birth Plan (Perencanaan Persalinan)....................................................................
3
BAB III PENUTUP .................................................................................................
8
A. Kesimpulan .........................................................................................................
8
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN JURNAL

iiii

21