Anda di halaman 1dari 12

4.

Kuesioner Wilayah Survey di Sumba Timur


4.1 KUESIONER KABUPATEN SUMBA TIMUR
PELAKSANAAN SURVEY
Wilayah Survey
Tgl. Survey
Nama Personil

2. NTT
Tgl:.10..........
Bulan:..Juni.............
No
Nama
Instansi
1
Erlin Chaerlinatun
KPDT
2
Sri Rahayu
LAPAN
3
Sutopo
B2TE BPPT
4
Noor Fachrizal
B2TE BPPT

Tahun:.2009...
No. Hp
081380857471
081315621670
08129777405
081314330021

1. Data Umum Dan Keenergian Wilayah Kapupaten SUMBA TIMUR


1.1 Kontak person
No.
Nama Lengkap
Institusi/Jabatan
Alamat Institusi
Kota
No. Telpon/HP
No Fax.
e-mail

1
Michael
Bappeda Sumba Timur/Ka Bid Fispra

Waingapu

1.2 Deskripsi Umum Wilayah Kabupaten Sumba Timur


Nama Kabupaten/Kodya:
Nama Provinsi
Posisi Geografi (deg)
Luas wilayah (km2)
Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk:
Jumlah Kecamatan/Desa
Batas wilayah:

Sumba Timur
NTT
9 16 10 20
(LS)
119 45 120 52 (BT)
7000,5
(daratan)
(Air)
215,214 (2007)
(Jiwa)
1,9 (th 2000)
(%)
22
(Kec.)
140/16
(Desa/Kel)
Sumba Barat
(Barat)
Laut Sabu
(Timur)
Selat Sumba
(Utara)
Lautan Hindia
(Selatan)
PDRB (Rp) (Harga Berlaku) 2007
977,036,074
(Total)
4,127,591
(per kapita)
Pertumbuhan ekonomi (%)
5.15
(2007)
(2008)
Lampirkan data kabupaten/kodya dalam angka (geografi, demografi, ekonomi, dll) per kecamatan, jika ada.

1.3 Data Keenergian Wilayah Kabupaten Sumba Timur


1.3.1 Data Produksi dan Konsumsi Energi (listrik)
Produksi listrik total (kWh/tahun 2007)
16,471,998
Rasio elektrifikasi (%)
22%
Kapasitas pembangkit listrik terpasang (MVA)
5.32
Jenis pembangkit/sumber energi yang digunakan
PLTD, PLTS, PLTB
Jenis dan kontribusi energi terbarukan (%)
PLTS, PLTB
Konsumsi energi listrik (kWh/tahun 2007)
14,232,087
Pola pemakaian per hari
24 jam
Jelaskan rencana
Menurut rencana Penyediaan Listrik (RPTL) 2005-2014, daya terpasang
pengembangan
hingga 2009 adalah 5.32 MVA, dengan daya mampu 3.99 MVA, perkiraan
kelistrikan (gunakan
beban puncak 2.99 MVA, dan produksi 12.5 GWh.
lembar tambahan jika
Sedangkan sampai 2014 adalah 7.32 MVA, daya mampu 5.49 MVA,
kurang):
dengan beban puncak 4.2 MVA, dan produksi 17.7 GWh.

Jelaskan kebijakan
bidang
ketenagalistrikan
(gunakan lembar
tambahan jika kurang):
Lampirkan data energi wilayah dalam angka, jika ada.
1.3.2 Status Keenergian Kecamatan/Desa
Pembangkit Listrik
Pengembangan energi
Jml
yang ada
daerah terbarukan
No
tertingg Nama daerah
ya tidak Jenis
Kapasitas
Jenis ET
al
(kVA)
potensial
1
Pandawai
14,739

PLN
5 desa
Ds Watumbaka
Angin
Genset
Palakahembi
Surya
PLTS
Kadumbul
2
Kahaungu Eti
7,792

Genset
9 desa
Ds Kotak Kawau
Angin
PLTB
Kamanggih
Surya
Catatan : di Pandawai hanya desa Kawangu dan Watumbaka yang mendapatkan listrik PLN, itupun hanya
yang di tepi jalan beraspal, sebagian lagi menggunakan genset, beberapa mendapatkan PLTS dan PLTB, tidak
ada data kapasitasnya. Sedangkan Kahaungu Eti tidak mendapatkan dari jaringan PLN, hanya Genset, dan
beberapa PLTB, namun yang terkunjungi sudah tidak berfungsi.
Lampirkan data konsumsi energi, jik ada.
Nama
Kecamatan/
Desa

Jumlah
Pddk

Terlistriki

2. Potensi Energi Angin dan EBT Lainnya


2.1 Kontak person
Nama Lengkap
Institusi
Alamat Institusi
Kota
No. Telpon/HP
No Fax.
e-mail

Dinas Pertambangan dan Energi


Jl. Soeharto No.11
Waingapu
0387-61348

2.2 Potensi Energi Angin


No
1
2
3
4
5

Kecamatan/Desa
Ds Watumbaka, kec
Pandawai
Ds Palakahembi, kec
Pandawai
Ds Kadumbul, kec
Pandawai
Ds Kotak Kawau, kec
Kahaungu Eti
Ds Kamanggih, kec
Kahaungu Eti

Kecepatan
sesaat (m/s)
36

Sistem Terpasang (kW)

Kontak Person/Instansi

Kincir angin, dipasang LSM


Windrock 1996, rusak

36
36
36

3x100W dan 1x300W, KUD,


1997, Batere rusak

36

2.3 Potensi Energi Lainnya


2

No
1

Kecamatan/Desa
Kec. Metawai Lapawu

Jenis Energi
Potensi
Mikrohidro
Head 6-60 m, sepanjang musim

Kec. Karera

Mikrohidro

Head 5-8m, sepanjang musim

Kec. Lewa

Mikrohidro

Head 10-75m, sepanjang musim

Kec. Lewa Tidas

Mikrohidro

Head 20m, sepanjang musim

Kec. Kambata M.

Mikrohidro

Head 15-200m, sepanjang musim

Kontak Person/Instansi

LEMBAR HALAMAN TAMBAHAN


Sumba Timur memiliki 22 kecamatan, dengan ibukota Waingapu.
Potensi angin di Kecamatan Kahaungu Eti dan Pandawai saat pengukuran cukup besar, tetapi sesuai
sifatnya, berubah-ubah dengan cepat. Umumnya di kabupaten Sumba Timur di wilayah tengah dan utara
yang memiliki daerah cukup terbuka, cenderung berkontur datar dengan sedikit perbukitan landai,
didominasi savana dengan sedikit pepohonan tinggi (berbeda dengan daerah selatan yang cenderung
berbukit-bukit dan lebih subur banyak pepohonan yang relatif lebih tinggi), ini menambah potensi
kesinambungan bertiupnya angin di Sumba Timur ini. Karena itu kecamatan Pandawai dan Kahaungu Eti
memiliki potensial secara visual dan intuitif untuk memanfaatkan energi angin sebagai sumber energi.
Melihat letaknya ke
Sebagian besar desa di Kec. Pandawai penduduk tinggal berkelompok, sedangkan di Kahaungu Eti
penduduk tersebar.
Dari 48,908 rumah tangga di kabupaten Sumba Timur, hanya tredapat 10,807 pelanggan PLN, artiya hanya
22%. Beberapa kecamatan, atau desa menggunakan generator terisolasi, baik dari bantuan pemda atau
luar Sumba, yang pada akhirnya pengelolaan beberapa Genset diserahkan ke PLN. Tidak diketahu data
rinci, generator listrik perdesaan ini yang masih dikelola secara swadaya dan yang telah diserahkan ke PLN.
Kebutuhan air tawar/air minum bagi masyarakat kabupaten Sumba Timur beberapa tahun terakhir ini telah
terpenuhi dengan adanya sumur gali yang berdiameter 1 2 meter dengan kedalaman tanah berbeda-beda
tiap kecamatan dalam > 7 meter dan PAM yang dikelola koprasi. Air bersih ini sebagaan besar digunakan
penduduk untuk kebutuhan air minum, memasak dan MCK. Dibeberapa tempat seperti diwilayah disekitar
kacamatan Kahaungu Eti untuk mendapatkan air warga pada umumnya harus berjalan jauh. Kebutuhan air
bersih untuk tiap keluarga kurang memadai.
Sumber air sebagian masyarakat yang dekat Waingapu sudah mendapatkan pasokan PDAM, meski secara
keseluruhan kecamatan sekitar Waingapu, hanya 14% yang dapat terlayani PDAM. Solusi lain dengan
menyediakan penampungan air hujan (PAH). Sumber air lain adalah sumur bor, sungai dan dari mata air.
Pada kedua kecamatan ditemukan beberapa instalasi kincir angin, semuanya pada kondisi tidak dapat
digunakan :
Lokasi survey di Dusun Londalima, Ds Kotak Kawau Kec. Kahaungu Eti. Desa Kotak Kawau ada sekitar 272
KK, telah terpasang 2x100W dan 1x300W, KUD, 1997, buatan Korea, Batere rusak (terpasang di rumah
Bpk. H. Raga).
Ada kincir angin yang masih beroperasi (berputar baling2nya) milik pribadi pengusaha ternak, tidak dapat
dikunjungi karena letaknya jauh dari jalan umum. Tidak diketahui apakah masih menghasilkan listrik dan
apakah masih berfungsi.
Di dusun Walakiri desa Watumbaka Kecamatan Pandawai sudah terpasang 1unit (tidak diketahu
kapasitasnya) sejak 1996, oleh LSM Windrock, namun 3 bulan beroperasi terjadi kerusakan, hingga saat ini
sudah tak beroperasi. Rumah di desa Watumbaka terkumpul, lokasi survey ada 129 KK, dengan mata
pencarian sebagai nelayan dan petani.
Survei Lokasi dalam rangka rencana pemanfaatan PLTB
di Kabupaten Sumba Timur
3

Kecamatan :
1. Haharu
2. Matawai La pawu
3. Pinu Pahar
4. Rindi
5. Nggaha Ori Angu
6. Kecamatan Kahaungu Eti
7. Tabundung
8. Paberiwai
9. Karera
10. Umalulu
11. Pahunga Lodu
12. Kota Waingapu
13. Wulla Waijelu
14. Pandawai
15. Kecamatan Lewa
16. Kambata Mapambuhang
17. Kambera
18. Lewa Tidahu
19. Katala Hamulingu
20. Ngadu Ngala
21. Mahu
22. Kanatang

Gambar : Batas Wilayah 22 Kecamatan di Kabupaten Sumba Timut NTT

Gambar : Peta & letak lokasi survei di Kab. Sumba Timur


Letak geogafis lokasi survei :
Ds Palakahembi, kec Pandawai : 09o 4127 LS dan 120o 30 12.5 BT, pada ketinggian 17 m dari
permukaan laut
Ds Kadumbul, kec Pandawai 09o 41 50 LS dan 120o 32 19.9 BT pada ketinggian 17 m diatas
permukaan laut
Ds Kotak Kawau, kec Kahaungu Eti , 09o 44 39.2 LS dan 120o 29 12.7 BT pada ketinggian 100
m dari permukaan laut
Ds Watumbaka, kec Pandawai : 09o 37 46.2 LS dan 120o 25 38.9 BT, pada ketinggian 12 m
diatas permukaan laut

Hasil Survei Lokasi alam rangka rencana pemanfaatan PLTB:


I. Di Desa Palakahembi, Kec. Pandawai

Letak geogafis lokasi survei : Ds Watumbaka, kec Pandawai : 09o 37 46.2 LS dan 120o 25 38.9
BT, pada ketinggian 17 m diatas permukaan laut.

Jarak lokasi ke Waingapu ibu kota Sumba Timur sekitar 30 km

Luas desa : 54.9 km2

Sarana umum yang ada : Taman kanak2 (TK) swata, Sekolah Dasar (3 buah), Kantor desa (1 buah),
gereja (9 buah), dan ada jalan raya transfortasi umum (bus) dari Waingapu.

Jumlah penduduk 3,656 jiwa terkelompok dalam 832 KK, 28 RT, 8 RW, 4 dusun

Sudah berlistrik ( PLTS) 5 KK, belum berlistrik 757 KK

Latar belakang pendidikan secara umum lulusan SD

Mata pencaharian penduduk didominasi sebagai peternak sapi dan kambing

Letak desa dipinggir jalan dengan komposisi rumah berkumpul dengan jarak antar rumah 10 /d 150
m

Kondisi lokasi /desa cukup terbuka dengan struktur tanah karang cukup keras seperti batu kapur dan
hanya ditumbuhi rerumputan. Kondisi ini harus menjadi perhatian apabila memasang pondasi dalam
implementasi PLTB

Kecepatan angin rata-rata terukur pada saat melakukan survei 4.09m/dt, wind rose arah angin
datang dari arah barat.

Sumber air bersih dari PDAM yang dikelola koperasi dan bisa juga dengan sumur gali dengan
kedalaman 30 m

Jenis rintangan atau obstacle dilokasi ini relative tidak ada.

Kondisi perlistrikan ada genset . . . . kVA

Sarana perbengkelan, pertokoan dan keperluan bahan bangunan ada di Waingapu

Penggunaan PLTB ( Pembangkit Listrik Tenaga Bayu ) dilokasi ini belum ada, sebagai pendukung
dalam perencanaan dalam pemanfaatan SKEA ( Sistem Konversi Energi Angin ) akan digunakan

data angin hasil pengukuran pada tahun 1995 sebagai acuan dalam penghitungan energi. Ringkasan
data potensi angin, disajikan dalam tabel berikut :

Bulan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Rata-rata

Tabel : Data potensi angin Palakahembi , Sumba Timur , tahun 1995


Letak geografis pengukuran 09o42' 01" LS, 120o29' 35" BT
Kecepatan Angin rata-rata ( m/dt )
Kecepatan Angin maximum ( m/dt )
10 m
24 m
10 m
24 m
2.9
3.5
8.2
10.2
2.8
3.5
12.9
13.9
2.7
3.7
9.0
10.2
3.1
3.7
7.4
8.2
3.9
4.6
8.3
8.9
4.4
5.1
9.4
8.9
4.5
5.1
10.1
10.9
4.8
5.4
9.6
10.3
4.2
4.7
10.7
11.5
4.2
4.7
10.2
10.9
3.2
3.6
9.1
9.9
2.8
3.3
8.8
10.2
3.6
4.2
Kec. max. Tinggi 10 m : 12.9 m/dt
Kec. max. Tinggi 24 m : 13.9 m/dt

Gambar : Peta posisi lokasi Palakahembi

Gambar : Arah belakang mobil ini adalah letak desa Palaka Hembi
II Desa Kadumbul, Kec. Pandawai
( secara umum kondisi lokasi Desa ini mirip desa Palaka Hembi )

Letak geogafis lokasi survei Desa Kadumbul, kec Pandawai 09o 41 50 LS dan 120o 32 19.9
BT pada ketinggian 17 m diatas permukaan laut
6

Jarak lokasi ke Waingapu ibu kota Sumba Timur sekitar 50 km


Luas wilayah Kedumpul 50.2 km2
Sarana umum yang ada :1 TK ( sekolah taman kanak2), 1 Sekolah dasar, kantor desa (1buah ), 5
gereja , dan ada jalan raya transfortasi umum ( bus ) dari Waingapu.
Jumlah penduduk 1,612 jiwa terkelompok dalam 385 KK
Sudah berlistrik ( PLTS) 5 KK, belum berlistrik 380 KK
Latar belakang pendidikan secara umum lulusan SD
Mata pencahairian penduduk didominasi sebagai peternak sapi dan kambing
Letak desa dipinggir jalan dengan komposisi rumah berkumpul dengan jarak antar rumah 10 s/d 100
m
Kondisi lokasi cukup terbuka dengan struktur tanah karang cukup keras seperti batu kapur dan hanya
ditumbuhi rerumputan
Sumber air bersih dari PDAM yang dikelola koprasi dan bisa juga dengan sumur gali dengan
kedalaman 30 m
Kecapatan angin rata-rata terukur pada saat melakukan survei 3.5 m/dt, wind rose arah angin datang
dari arah timur
Jenis rintangan atau obstacle dilokasi ini relative tidak ada / cukup terbuka.
Sarana perbengkelan, pertokoan dan keperluan bahan bangunan ada di Waingapu
Penggunaan PLTB ( Pembangkit Listrik Tenaga Bayu ) dilokasi ini belum ada, sebagai pendukung
dalam perencanaan dalam pemanfaatan SKEA ( Sistem Konversi Energi Angin ) akan digunakan
data angin hasil pengukuran di Tabel : A diatas pada tahun 1995 sebagai acuan dalam penghitungan
energi.

Gambar : Peta posisi lokasi Desa Kedumpul


III. Dusun Londalima, Desa Kotak Kawau, Kec. Kahaungu Eti

Letak geogafis lokasi survei : Desa Kotakawu, 09o 44 39.2 LS dan 120o 29 12.7 BT pada
ketinggian 100 m dari permukaan laut
Jarak lokasi ke Waingapu ibu kota Sumba Timur sekitar 45 km
Sarana umum yang ada : Sekolah Dasar Negeri ( 2 sekolah ), 1 buah puskesmas, kantor desa, 3
gereja, dan ada jalan raya transfortasi umum ( bus ) dari Waingapu.
Jumlah Jumlah Penduduk 1,178 jiwa terkelompok dalam 272 KK, 17 RT, 6 RW
Latar belakang pendidikan secara umum lulusan SD
Mata pencahairian penduduk didominasi sebagai peternak sapi dan kambing
Letak desa dipinggir jalan raya arah Kamangih - Waingapu
Komposisi rumah berkumpul ditepi kiri kanan jalan dengan jarak antar rumah 10 s/d150 m

Kondisi lokasi cukup terbuka dengan struktur tanah karang cukup keras seperti batu kapur dan hanya
ditumbuhi rerumputan
Sumber air bersih yang dikelola koprasi ( KUD )
Jenis rintangan atau obstacle dilokasi ini relative tidak ada.
Sarana perbengkelan, pertokoan dan keperluan bahan bangunan ada di Waingapu
Sumber informasi Ketua LPPM Bp. H. Raga
Kecapatan angin rata-rata terukur pada saat melakukan survei 4.09 m/dt, arah angin dari barat
Perlistrikan dari PLN Waingapu ada 7 pelanggan, denga pemakai 5,345 kWH dengan nilai
pemakaian Rp. 6,795,608,- ( harga per kWH Rp. 1,272,- )
Penggunaan PLTB ( Pembangkit Listrik Tenaga Bayu ) dilokasi ini sudah pernah ada. Terdapat 4 unit
turbin angin kapasitas 1unit 300 watt dan 3 unit kapasitas 100 watt dengan kondisi tidak operasi
(batere rusak) tetapi sebagai pendukung dalam perencanaan dalam pemanfaatan PLTB akan
digunakan data angin hasil pengukuran pada tahun 1995 Desa Kamanggih sebagai acuan dalam
penghitungan energi. Ringkasan data potensi angin, disajikan dalam tabel B berikut :

Bulan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Rata-rata

Tabel : Data Angin Desa Kamanggih, Sumba Timur, NTT, tahun 1997
Letak geografis pengukuran : 09o55' 05" LS dan 120o27' 48" BT
Kecepatan Angin rata-rata ( m/dt )
Kecepatan Angin maximum ( m/dt )
10 m
15 m
10 m
15 m
3.6
4.1
10.0
10.7
3.3
3.9
10.1
11.9
3.5
4.0
8.2
9.6
4.7
5.1
8.6
9.2
3.6
3.9
8.4
9.1
4.7
5.1
10.2
10.6
5.3
5.7
9.4
9.8
4.1
4.5
8.8
9.2
4.5
4.8
9.8
10.7
3.9
4.2
9.6
8.6
3.5
3.8
8.7
9.1
2.3
2.6
9.5
10.4
3.9
4.3
Kec. max. Tinggi 10 m :10.2 m/dt
Kec. max. Tinggi 15 m : 11.9 m/dt

Peta posisi geografis Desa Kotakawu

Gambar : PLTB di Kotak Kawau

IV. Dusun Walakiri, Desa Watumbaka, Kecamatan Pandawai


Ds Watumbaka, kec Pandawai : 09o 37 46.2 LS dan 120o 25 38.9 BT, pada ketinggian 12 m
diatas permukaan laut

Luas desa Watumbaka 53 km2

Jarak lokasi ke Waingapu ibu kota Sumba Timur sekitar 21 km

Letak lokasi di desa Watumbaka ada di pinggir pantai dan berjarak sekitar 5 km dari jalan raya arah
Kamangih - Waingapu

Sarana umum yang ada di desa Watumbaka : Sekolah Dasar Negeri ( 2 sekolah ), kantor desa, 1
masjid, 4 gereja, dan ada jalan raya transfortasi umum ( bus ) dari Waingapu.

Jumlah Penduduk 1,462 jiwa terkelompok dalam 314 KK, 12 RT, 4 RW

Latar belakang pendidikan secara umum lulusan SD

Mata pencahairian penduduk didominasi sebagai peternak dan nelayan

Komposisi rumah berkumpul ditepi kiri kanan jalan desa dengan jarak antar rumah 10 s/d100 m

Kondisi tanah gembur, dipinggir pantai utara dan tanah cukup subur sebagai perkebunan

Sumber air bersih dengan sumur gali ( hampir tiap rumah punya sumur ) dengan kedalaman kurang
dari 6 m

Jenis rintangan atau obstacle yang terdapat di Dusun Walakiri, desa Watumbaka didominasi oleh
pepohonan ( paling banyak pohon kelapa ) dengan ketinggian 10 15 meter.

Sarana bengkel listrik dan mekanik ada di Waingapu, toko bangunan, pertokoan untuk keperluan
rumah tangga ada di ibu kota kecamatan Pandawai.
9

Kecapatan angin rata-rata terukur pada saat melakukan survei 3.22 m/dt, arah angin dari arah utara.
Penerangan rumah tangga menggunakan lampu strongking, dengan rata-rata menghabiskan minyak
tanah 1 liter dalam semalam ( hidup dari jam 6 sore samapai jam 12 malam )
Harga minyak tanah di dusun Walakiri ini per liter Rp. 3,500,Tidak ada akses listrik PLN ke lokasi di dusun walakiri ini, cukup jauh dari jalan desa yang memiliki
lintasan jaringan PLN.
Penggunaan PLTB dilokasi ini sudah pernah ada, dipasang pada tahun 1997, 1 unit PLTB Wind
Rock untuk pemompaan air bersih ( kondisi saat ini sudah tidak beroperasi / rusak ).
Dalam implementasi sebagai pendukung dalam perencanaan dalam pemanfaatan PLTB akan
digunakan data angin hasil pengukuran pada tahun 1995 Desa Kamanggih sebagai acuan dalam
penghitungan energi. Ringkasan data potensi angin, disajikan dalam tabel berikut :

Bulan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Rata-rata

Tabel : Data Angin Desa Kamanggih, Sumba Timur, NTT, tahun 1997
Letak geografis pengukuran : 09o55' 05" LS dan 120o27' 48" BT
Kecepatan Angin rata-rata ( m/dt )
Kecepatan Angin maximum ( m/dt )
10 m
15 m
10 m
15 m
3.6
4.1
10.0
10.7
3.3
3.9
10.1
11.9
3.5
4.0
8.2
9.6
4.7
5.1
8.6
9.2
3.6
3.9
8.4
9.1
4.7
5.1
10.2
10.6
5.3
5.7
9.4
9.8
4.1
4.5
8.8
9.2
4.5
4.8
9.8
10.7
3.9
4.2
9.6
8.6
3.5
3.8
8.7
9.1
2.3
2.6
9.5
10.4
3.9
4.3
Kec. max. Tinggi 10 m :10.2 m/dt
Kec. max. Tinggi 15 m : 11.9 m/dt

10

Peta posisi geografis Dusun Walakiri , Desa Watumbaka

Gambar : Tanya jawab dengan tokoh masyarakat di dusun Walakiri

Gambar : Secara Umum Kondisi Pemukaan Tanah di P. Sumba

11

Peternakan Kambing dan Kuda

12