Anda di halaman 1dari 1

II.

2 ASITES
II.2.1 Definisi
Asites adalah penimbunan cairan secara abnormal di dalam rongga peritoneum.
II.2.2 Pengobatan
1. Tirah baring
Tirah baring dapat memperbaiki efektivitas iuretika, pada pasien asites transudat yang
berhubungan dengan hipertensi porta. Tirah baring akan menyebabkan aktivitas
simpatis dan sistem renin angiotensin aldosteron menurun sehingga dapat
memperbaiki aliran darah ginjal dan filtrasi glomerulus.
2. Diet
Diet rendah garam ringan sampai sedang dapat membantu diuresis. Konsumsi NaCl
perhari sebaiknya dibatasi hingga 40 60 meq/hari.
3. Diuretika
Diuretika yang dianjurkan adalah diuretika yang bekerja sebagai antialdosteron, yaitu
spironolakton. Diuretika ini merupakan diuretika hemat kalium, bekerja di tubulus
distal dan menahan reabsorpsi natrium. Efektivitas obat ini bergantung pada kadarnya
di plasma, semakin tinggi maka semakin efektif. Dosis yang dianjurkan adalah 100
600 mg/hari. Diuretika loop sering dibutuhkan sebagai kombinasi.
Target yang sebaiknya dicapai dengan tirah baring, diet rendah garam, dan terapi
diuretika adalah peningkatan diuresis sehingga berat badan turun 400 800 g/hari.
Pasien yang disertai edema perifer penurunan berat badan dapat sampai 1500 g/hari.
4. Terapi parasentesis
Setiap liter cairan asites yang dikeluarkan sebaiknya diikuti dengan substitusi albumin
parenteral sebanyak 6 8 gram. Parasentesis asites sebaiknya tidak dilakukan pada
pasien sirosis dengan Child Pugh C, kecuali asites tersebut refrakter.
5. Pengobatan terhadap penyakit yang mendasari
Asites sebagai komplikasi penyakit-penyakit yang dapat diobati,
menyembuhkan penyakit yang mendasari akan dapat menghilangkan asites.

dengan