Anda di halaman 1dari 3

Nama : Ulfa Nurajizah

Nim : 1431011004

RESPIRASI AEROB DAN ANAEROB PADA TINGKAT SELULER DAN JARINGAN


Respirasi sel adalah reaksi oksidasi-reduksi bahan makanan menjadi
energi dalam bentuk ATP yang terjadi di dalam organel mitokondria.
Respirasi terbagi 2 yaitu :
1) Respirasi Aerob
Respirasi aerob adalah reaksi katabolisme yang membutuhkan suasana aerobik sehingga
dibutuhkan oksigen, dan reaksi ini menghasilkan energi dalam jumlah besar. Energi ini dihasilkan dan
disimpan dalam bentuk energi kimia yang siap digunakan, yaitu ATP. Pelepasan gugus posfat
menghasilkan energi yang digunakan langsung oleh sel untuk melangsungkan reaksi-reaksi kimia,
pertumbuhan, transportasi, gerak, reproduksi, dll. Reaksi respirasi aerob secara sederhana adalah :
C6H12O6 + 6O2

6CO2 + 6H2O

Proses respirasi aerob berlangsung dalam 3 tahap yang berurutan, yaitu :

Glikolisis
Terjadi di sitoplasma sel.
Proses penguraian I molekul glukosa menjadi 2 molekul Asam piruvat, 2 ATP dan 2
NADH2
Siklus Krebs
Terjadi di lumen mitokondria.
Proses pembentukan senyawa antara, 2 ATP, 2 FADH2, 10 NADH 2
Senyawa antara digunakan untuk sintesis senyawa lain.
2 FADH2, 10 NADH 2 di oksidasi di rantai respiratoris untuk dikonversi menjadi
energi dalam bentuk ATP
Dekarboksilasi Oksidatif
Terjadi di membran luar mitokondria.
Proses penguraian 2 molekul Asam piruvat menjadi 2 molekul asetil KoA, 2 CO2
dan 2 NADH2.
Rantai Respiratoris
Terjadi pada membran dalam mitokondria
Reaksi oksidasi NADH2 dan FADH2 yang dihasilkan dari tiga reaksi sebelumnya
untuk menghasilkan ATP
Melalui rangkaian enzim/komplek dalam membrane
1 molekul NADH2 menghasilkan 3 ATP
1 molekul FADH2 menghasilkan 2 ATP
Hasil oksidasi gula menghasilkan :
- ATP
- NADH2 dan FADH2 (pembawa elektron berenergi tinggi)
Elektron berenergi tinggi dalam NADH2 dan FADH2
dilewatkan setahap demi setahap ke tingkat energi yang rendah dan akhirnya diterima
oksigen (O2)

2) Respirasi Anaerob
Oksigen diperlukan dalam respirasi aerob sebagai penerima H yang terakhir dan membentuk
H2O. Bila berlangsung aktivitas respirasi yang sangat intensif seperti pada kontraksi otot yang berat
akan terjadi kekurangan oksigen yang menyebabkan berlangsungnya respirasi anaerob. Contoh
respirasi anaerob adalah fermentasi asam laktat pada otot, dan fermentasi alkohol yang dilakukan oleh
jamur Sacharromyces (ragi).

Fermentasi asam laktat

Asam piruvat yang terbentuk pada glikolisis tidak memasuki daur Krebs dan rantai transpor
elektron karena tak ada oksigen sebagai penerima H yang terakhir. Akibatnya asam piruvat direduksi
karena menerima H dari NADH yang terbentuk saat glikolisis, dan terbentuklah asam laktat yang
menyebabkan rasa lelah pada otot. Peristiwa ini hanya menghasilkan 2 ATP untuk setiap mol glukosa
yang direspirasi.
CH3.CO.COOH + NADH > CH3.CHOH.COOH + NAD + E
(asam piruvat)

(asam laktat)

Fermentasi pada otot hewan dan manusia saat kontraksi berlebihan :

Konsekuensi fermentasi asam laktat :

Timbunan asam laktat menurunkan pH otot sehingga kapasitas serat otot menurun,
menimbulkan rasa lelah.
Asam laktat dibawa ke liver, dan diubah kembali menjadi asam piruvat jika oksigen telah
cukup kembali.
Pada respirasi anaerob hanya dihasilkan 2 ATP (per 1 molekul glukosa)

Fermentasi alkohol

Pada fermentasi alkohol asam piruvat diubah menjadi asetaldehid yang kemudian menerima H dari
NADH sehingga terbentuk etanol. Reaksi ini juga menghasilkan 2 ATP.
CH3.CO.COOH > CH3.CHO + NADH > C2H50H + NAD + E
(asam piruvat)

(asetaldehid)

(etanol)