Anda di halaman 1dari 2

Secara

langsung
Inhalasi asap

Zat kimia
(toksin)
Masuk ke
alveolus
Membrane
alveolus
rusak

Secara tdk
langsung
trauma
Penekanan pd
paru
Fungsi ventilasi
menurun
Distress
pernafasan

ARDS
Difusi o2 dan
co2 tdk
tercapai

Kerusakan
membran
alveoli

Kolaps
alveoli

Compliance
paru
menurun

O2 co2
Permeabilitas
kapiler
Cairan
berpindah di
ruang intertisial
Penurunan
aliran
darah&caira
n dlm alveoli
Kerusakan
surfaktan&sel yg
membentuk

Pernapasan
menjadi
berat

Kebutuhan
O2 ke
jaringan

Ventilasi
pada alveoli

Suplai o2 ke
jaringan
adekuat

Gg.
Pertukaran

Perfusi
jaringan
perifer

Epitel alveolar
Kerusakan
jaringan
MANIFESTASI
rusak
DEFINISI ARDS
ETIOLOGI
paru
KLINIS
Memicu mediator kimiawi
ARDS adalah syndrome
Secara
O2 kejaringan
Penurunan
(histamine, serotamin,
klinis yg ditandai dg
langsun
kesadaran
penurunan progresif
g
Ekpansi
mental
Pening
kandungan
arteri
(inhalas
inflamas oksigen
Takikardi, paru
katan
yg
terjadi
setelah
penyakit
i
asap)
Hiperter
i
takipnea
suhu
PEMERIKSA
Fungsi paru
atau cedera serius
mi

Dyspnea dg
tubuh
AN

Secara
ter-gg.
(Brunner dan
kesulitan
PENUNJANG
tidak
Suddarth,2001:615)
bernafas
langsun
ARDS
Terdapat
Fotorontg
g
adalahbentukkususgagalna
retraksi
ent dada
(trauma
fasygditandai dg
interkusta
Pemeriksa
)
hipoksemiaygjelasdantidak
Sianosis
an lab
dapatdiatasi dg
Hipoksemia
Radiogra
penanganankonfensional
m dada

Suplai o2

Metabolisme

38 ATP
tidak
Lemas
Intoleran
si
aktivitas

Dx: Gg. Pola tidur


Nafsu makan

Sesa
k
nafa
s

Nyeri
dada

Asupan
makanan

gg. pola
tidur

Peningkatan
PENATALAKSANAAN
Pola nafas
frekuensi
inefektif
pernafasan
Diuretic untuk mengurangi
beban cairan dan obat
perangsang jantung
Terapi oksigen dan ventilasi
mekanis sering diberikan
Kadang-kadang diberikan
obat anti inflamasi

NOC:
BB
NIC:

Perubahan
nutrisi <
dari
kebutuhan

DAFTAR PUSTAKA
Bunner, Suddath, dkk, 2001. Keperawatan
Medikal Bedah. Jakarta:EGC
Price, Sylvia. A. 2004. Patofisiologi Konsep
Klinis Proses-Proses Penyakit.Jakarta:EGC
Amin Huda Nurarif dan Kusuma.2013.
Aplikasi Asuhan Keparawatan Berdasarkan
Diagnosa Medisdan Nanda NIC-NOC. Jakarta:
Mediaction Publishing
Dx: Perubahan nutrisi <dari kebutuhan tubuh
NOC

Dx: Polanafasinefektif
NOC:
Dx: Hipertermi
Respiratory status: ventilation
NOC
Respiratory status: Airway
patency
Suhu tubuh normal, nadi, RR,
Vital sign status
normal
NIC:
Posisikanpasienuntukmemaksi
NIC
malkanventilasi
Bersihkanmuluthidung
secret
Monitor
suhu tubuh sesering
trakea
mugkin

Nutritional status : food and fluid intake


Dx: Ketidakefektifanperfusijaringanperifer
Nutritional status : nutrient intake
Weight control
NOC:
NIC
Circulation status
Nutritional Management
Tissue perfusion : cerebral
1. Kaji adanya alergi makanan
NIC:
2. Anjurkan pasien untuk meningkatkan intake Fe
Gunakansarungtanganuntukproteksi
3. Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein
Monitor
dan vitamin
adanyadaerahtertentuyghanyapekaterhad
Nutritional Monitoring
appanasataudinginatautajam,
tumpul.
1. Monitor tipe dan jumlah
aktivitas yang bisa
Intruksikankeluargauntukmenobserfasikulit
dilakukan
jikaadaisiataulaserasi
2. Monitor adanya penurunan BB
3. Monitor
kulit
kering
dan
perubahan

Dx: IntoleransiAktivitas
NOC:
Dx: Gg. Pertukaran gas
Energy conservation
NOC:
Activity tolerance
Self
care: ADLS
Respiratory
status: gas exchange
NIC:
Respiratori status: ventilation
Bantu
Vital sign status
NIC:klienuntukmengidentifikasiaktivitasygmampudilakukan
Bantu
klienuntukmemilihaktivitaskonsistenygsesuia
dg
Identivikasi
pasien
kemampuanfisikpsikologidan
social
perlunyapemasanganalatjalannafasbuatan
Kolaborasikan
dg tenagarehabilitasidlmmerencanakan
Monitor rata-rata,
kedalamaniramadanusaharespirasi
program terapiygtepat
Catatpergerakan
dada amatikesimestrisan,
penggunaanotottambahan,