Anda di halaman 1dari 15

Lembar Informasi dan Kesediaan

(Information and Consent Form)


Saya, dr. Hilda, M. Kes dari Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur. Saya ingin mengajak
Anda untuk berpartisipasi dalam penelitian kami yang berjudul Model Pembentukan Niat
Perawat Dalam Menerapkan Patient Safety Melalui Pendekatan Theory Of Planned
Behavior /TPB yang akan dilaksanakan oleh tim peneliti yang beranggotakan:
1. Hj. Noorhidayah, SE, M.Kes
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model pembentukan niat perawat dalam
menerapkan patient safety melalui pendekatan Theory Of Planned Behavior /TPB.
Tujuan khusus :
a. Mengetahui bagaimana sikap perawat dalam menerapkan patient safety.
b. Menganalisis norma subjektif mana yang paling berperan dalam membentuk niat
perawat dalam menerapkan patient safety.
c. Menganalisis pengaruh kontrol perilaku terhadap pembentukan niat perawat dalam
menerapkan patient safety.
d. Menganalisis apakah komunikasi dapat menumbuhkan niat perawat dalam
menerapkan patient safety
Partisipasi Anda dalam penelitian ini adalah sukarela tanpa paksaan. Anda berhak untuk
menolak keikutsertaan dan berhak pula untuk mengundurkan diri dari penelitian ini,
meskipun anda sudah menyatakan kesediaan untuk berpartisipasi. Tidak akan ada kerugian
atau sanksi apa pun (termasuk kehilangan perawatan kesehatan maupun terapi yang
seharusnya Anda terima) yang akan Anda alami akibat penolakan atau pengunduran diri
Anda. Jika Anda memutuskan untuk tidak berpartisipasi atau mengundurkan diri dari
penelitian ini, Anda dapat melakukannya kapan pun.
Prosedur yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah/meliputi perizinan dari direktur
RSUD AW Sjahranie, menyampaikan surat izin kepada kepala ruangan, pengambilan data
data partisipan menggunakan kuesioner dan observasi yang dilakukan oleh enumerator
mengenai karakteristik, sikap, norma subjektif mana yang paling berperan, pengaruh kontrol
perilaku dan tehnik komunikasi. Anda hanya diminta untuk mengisi kuesioner.
Partisipasi Anda dalam penelitian ini dapat memberikan manfaat untuk anda/orang lain
berupa informasi tentang model pembentukan niat perawat dalam menerapkan patient safety.
Tidak ada risiko medis maupun non medis yang timbul akibat penelitian ini. Kami akan
menjaga kerahasiaan identitas dan data yang anda berikan.
Anda akan mendapatkan bahan kontak berupa satu paket bahan pencegah infeksi ditambah
satu buah pulpen yang diberikan pada saat enumerator kami membagikan dan mengumpulkan
kuesioner.
Kami menjamin kerahasiaan seluruh data dan tidak akan mengeluarkan atau
mempublikasikan informasi tentang data diri Anda tanpa ijin langsung dari Anda sebagai
partisipan. Data penelitian hanya bisa diakses oleh peneliti dan akan disimpan oleh peneliti
selama 1 tahun dan data arsip akan dibakar bila tidak digunakan lagi.

Jika Anda memiliki pertanyaan apapun terkait prosedur penelitian, atau membutuhkan
klarifikasi serta tambahan informasi tentang penelitian ini, Anda dapat menghubungi:
dr. Hilda, M.Kes
Alamat : Jl. Wolter Monginsidi no 38, Samarinda
Telp
: 0541 7032253 (kantor)
Hp
: 081396065616
Jika Anda bersedia untuk berpartisipasi maka Anda akan mendapatkan satu salinan dari
lembar informasi dan kesediaan ini. Tandatangan Anda pada lembar ini menunjukkan
kesediaan Anda untuk menjadi partisipan dalam penelitian.

Tanggal: ..
Tandatangan Partisipan atau Wali*,

.......
(Nama lengkap dengan huruf balok)
*Yang bertandatangan adalah orangtua atau wali dari partisipan:
Nama

: .

Usia

: .

Alamat: ...
Alamat orangtua/wali

..
No. telp orangtua/wali: ..

Yang menyampaikan informasi:

(Nama lengkap dengan huruf balok)

KUESIONER PENELITIAN
MODEL PEMBENTUKAN NIAT PERAWAT DALAM MENERAPKAN PATIENT
SAFETY MELALUI PENDEKATAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR /TPB
A. KARAKTERISTIK PERAWAT PELAKSANA
Petunjuk Pengisian :
Nomor Kode

:
(diisi oleh peneliti/ Enumerator)

Ruangan

1. Umur Responden : ...... tahun


2. Tingkat pendidikan :
1. SPK
2. D3 Keperawatan
3. D4 Keperawatan
4. S1 Keperawatan + Ners
5. S1 Keperawatan
6. S2 Keperawatan
4. Status kepegawaian : 1. PNS
5. Jenis Kelamin

: 1. Laki-laki

2. Pegawai Non PNS


2. Perempuan

6. Lama bekerja di RSUD AW Sjahranie :


1.
2.
3.
4.
5.

5 tahun
5 tahun
> 5 s/d 10 tahun
>15 s/d 20 tahun
> 20 tahun

7. Status Pernikahan : 1. Menikah

2. Belum Menikah

B. PENGETAHUAN PERAWAT
Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang sesuai menurut anda
(Keterangan : B = Benar , S = Salah)
N
O
1

PERTANYAAN
Yang dimaksud dengan keselamatan pasien ( patient safety) adalah

7
8

10
11

12

13

14

15

proses dalam suatu rumah sakit yang memberikan pelayanan pasien


yang lebih aman
Yang dimaksud dengan insiden keselamtan pasien (IKP)adalah
kesalahan medis (medcal error), kejadian yang tidak diharapkan
(KTD) dan nyaris cedera (KNC)
Sistem keselamatan pasien hanya meliputi assesmen risiko,
identifikasi risiko dan tidak termasuk pengelolaan hal yang
berhubungan dengan risiko selama pasien di rumah sakit
KTD adalah suatu kejadian yang tidak diharapkan yang
mengakibatkan cedera pasien akibat melaksanakan tindakan atau
tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil, bukan penyakit
dasarnya atau kondisi pasien.
Insiden keselamatan pasien adalah setiap kejadian yang tidak
disengaja dan tidak diharapkan, yang dapat mengakibatkan atau
berpotensi mengakibatkan cedera pada pasien
Kejadian Sentinel adalah kejadian yang mengakibatkan kematian
atau cedera serius, biasanya dipakai untuk kejadian yang sangat tidak
diharapkan atau tidak dapat diterima, seperti operasi pada bagian
tubuh yang salah
Tujuan dari sistem keselamatan pasien adalah untuk mencegah dan
mengurangi terjadinya KTD, KNC, KPC dan Sentinel
Tujuan penggunaan identitas pasien dengan minimal dua parameter
adalah untuk mencegah dan mengurangi kemungkinan terjadinya
insiden keselamatan pasien (IKP)
Pasien diidentifikasi menggunakan dua identitas pasien (nama pasien
sesuai tanda pengenal dan tanggal lahir pasien), tidak boleh
menggunakan nomor kamar atau lokasi pasien
Tujuan pemasangan gelang identitas pada pasien untuk memastikan
kebenaran identitas pasien selama pasien dirawat
Pemasangan gelang identitas pasien untuk menunjukkan jenis
kelamin pada pergelangan tangan kiri warna biru muda untuk pasien
laki-laki dan warna merah muda untuk pasien perempuan
Identifikasi dilakukan terhadap pasien penerima pengobatan dan
transfusi darah, pengambilan spesimen, penerima prosedur
keperawatan
Penggunaan identitas pasien dengan menggunakan minimal dua
parameter dimaksudkan untuk menghindari kesalahan disebabkan
kesamaan atau kemiripan nama pasien
Penggunaan identitas pasien dengan minimal dua parameter
dimaksudkan untuk kelengkapan data, tidak untuk mencegah dan
mengurangi kemungkinan terjadinya KTD
Nama pasien, tanggal lahir, nomor rekam medik dan alamat pasien
dapat dipakai untuk identifikasi pasien dan harus tertulis pada gelang
tangan pasien.

16

17
18
19

20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

Proses komunikasi berupa perintah lengkap atau informasi hasil


pemeriksaan secara lisan via telepon dicatat, dibaca ulang oleh si
penerima diberi stempel read back dan verifikasi oleh pemberi
perintah dalam waktu 24 jam
Komunikasi efektif adalah komunikasi yang diulang-ulang, tidak
berkaitan dengan instruksi verbal/lisan dan via telepon
Operan jaga dilakukan dari satu shift ke shift berikutnya merupakan
bagian dari komunikasi berkesinambungan
Merupakan hal yang potensial bagi terjadinya kesalahan di Rumah
sakit disebabkan banyak jenis obat dan jenis pemeriksaan dan
prosedur
Perawat menyimpan obat high alert dengan memberi garis merah
pada sisi lemari penyimpanan
Seorang pasien yang mempunyai alergi obat tertentu harus terpasang
gelang identitas warna kuning pada pergelangan tangan kanan
Keamanan pemberian obat-obat kepada pasien tidak perlu
diperhatikan perawat, karena sudah dijamin oleh bagian apotik
Membatasi jumlah pengunjung pasien dan keluarganya bukan
dimaksudkan untuk mengurangi risiko infeksi nosokomial
Tindakan lebih ketat dalam hand-hygiene hanya ditujukan untuk
perawat karena perawat yang lebih sering kontak dengan pasien
Cuci tangan hanya dilakukan saat sebelum dan sesudah menyentuh
pasien
Hanya pasien yang masuk melalui IGD dilakukan pengkajian tentang
risiko pasien jatuh.
Pasien jatuh 1-2 kali dalam satu bulan terakhir diberi skoring 3
Asesmen pasien dengan kemungkinan risiko jatuh hanya dilakukan
perawat saat pasien pertama masuk perawatan
Pengkajian ulang risiko jatuh wajib dilakukan pada pasien yang akan
pindah dari ruangan atau bangsal lain.
Asesmen risiko ulang kemungkinan pasien jatuh selama dalam
perawatan dimaksudkan untuk mencegah dan mengurangi KTD
pasien jatuh.

C. SIKAP
Petunjuk pengisian :
Berilah penilaian atas masing-masing pernyataan dibawah ini dengan memberi tanda silang
(X) pada kolom pilihan yang sesuai menurut saudara. Dengan penjelasan :
SS

= Sangat setuju

= Setuju

KS

= Kurang setuju

TS

= Tidak setuju

STS

= Sangat tidak setuju

No
1
2
3

4
5
6
7
8
9
10
11

12
13
14
15

PERNYATAAN
Penerapan sistem keselamatan rumah sakit dalam asuhan
keperawatan menjamin pasien lebih aman
Menurut saya identifikasi pasien tidak perlu dilakukan karena
sudah hafal dengan pasien saya
Memperhatikan setiap upaya pencegahan infeksi nosokomial
pasien selama dalam perawatan rumah sakit merupakan hal
yang sangat penting
Saya menerapkan standar keselamatan pasien pada pekerjaan
sehari-hari tanpa diawasi orang lain.
Rekan-rekan sesama perawat tidak mungkin berbuat terjadinya
kasus IKP dalam melaksanakan tindakan keperawatan.
Setiap terjadinya Insiden Keselamatan Pasien harus
dilaporkan, bukan untuk ditutupi atau disembunyikan.
Implementasi sistem keselamatan pasien memerlukan
keterlibatan pasien dan keluarganya.
Dalam implementasi sistem keselamatan pasien hak-hak
pasien perlu dijelaskan lagi.
Perlu ditulis lengkap dan dibacakan ulang untuk instruksi
dokter yang diberikan melalui verbal/lisan dan via telepon
Dalam menerapkan sistem keselamatan pasien tidak termasuk
mendidik pasien dan keluarganya.
Penggunaan identitas pasien dengan minimal dua parameter
hanya penting pada saat memberikan obat-obat suntikan dan
melaksanakan transfusi darah.
Dalam implementasi sistem keselamatan pasien tidak untuk
mencari-cari kesalahan rekan sekerja atau petugas lainnya
Hasil kritis pemeriksaan penunjang perlu segera dilaporkan
kepada dokter
Diperlukan perhatian tinggi keamanan pemberian obat-obat
kepada pasien
Memerlukan perhatian cermat pemberian dosis obat kepada
pasien

SS

KS

TS

STS

16
17
18

19

20
21
22
23

24
25
26
27
28

29

30

31

Memerlukan perhatian khusus rupa dan kemasan obat-obatan


yang mempunyai kemiripan
Memerlukan pengkajian pasien dengan riwayat alergi obat
Tidak perlu dilaporkan secara tertulis apabila ada pasien jatuh
dalam perawatan, karena berdampak merugikan bagi
pelayanan asuhan keperawatan
Ketika suatu event (seperti : kesalahan diagnosis, kesalahan
treatmen/penanganan pasien,pasien jatuh, kegagalan peralatan,
dll) dilaporkan, hal tersebut terasa seperti mencatat aib sendiri,
daripada mencatat masalahnya.
Tidak selalu diperlukan upaya verifikasi untuk
akurasi/ketepatan komunikasi verbal/lisan dan via telepon
Perawat perlu melakukan asesmen ulang untuk pasien pasien
dengan risiko jatuh selama dalam perawatan
Pasien-pasien dengan kemungkinan risiko jatuh lebih besar
perlu dilakukan tindakan pencegahan
Perawat memerlukan perhatian lebih ketat dalam hand hygiene
untuk tindakan keperawatan khusus untuk pasien penyakit
menular atau pasien isolasi.
Program patient safety belum pernah disosialisasikan
Sejak program patient safety di perkenalkan proses pelayanan
tidak mengalami perubahan
Program keselamatan pasien dapat meningkatan
kualitas pelayanan rumah sakit.
Setiap rumah sakit wajib menerapkan program
keselamatan pasien.
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
pegawai tentang keselamatan pasien sangat
bermanfaat demi kelancaran program keselamatan
pasien.
Saya bersedia melaporkan setiap kejadian tidak
diinginkan / adverse event yang terjadi ketika saya
sedang bertugas di rumah sakit baik yang saya
lakukan ataupun yang dilakukan oleh teman kerja
saya.
Setiap kejadian nyaris cidera yang dialami pasien
yang terjadi pada saat jam tugas saya perlu
dilaporkan hanya jika ada keluhan dari pasien.
Setiap KTD yang terjadi adalah sepenuhnya
kesalahan petugas jaga yang bertugas pada saat
kejadian tersebut terjadi.

D. NORMA SUBYEKTIF
Petunjuk pengisian :
Berilah penilaian atas masing-masing pernyataan dibawah ini dengan memberi tanda silang
(X) pada kolom pilihan yang sesuai menurut saudara. Dengan penjelasan :
SS

= Sangat setuju

= Setuju

KS

= Kurang setuju

TS

= Tidak setuju

STS

= Sangat tidak setuju

No
1

3
4

6
7

PERNYATAAN
SS
Saya takut kalau tidak menerapkan program patient
karena manajemen rumah sakit sudah sering
mengadakan sosialisasi penerapan patient safety
Manajer mempelajari akar permasalahan yang terjadi
tiap kali ada Kejadian Tidak Diinginkan terjadi
sehingga saya harus bekerja lebih hati-hati
Manajer benar-benar memperhatikan kebutuhan tiap
unit demi kelancaran program keselamatan pasien.
Keselamatan pasien masih menjadi prioritas utam
a
manajemen rumah sakit.
Manajemen rumah sakit baru memperhatik
an
masalah keselamatan pasien setelah adanya Kejadian
Tidak Diinginkan
Kepala ruangan menyediakan iklim kerja
yang nyaman demi meningkatkan keselamatan pasien
Atasan saya mempertimbangkan secara serius, saran
dari staf menyangkut peningkatan program patient
safety
Atasan saya mengabaikan masalah patient safety yang
terus terjadi secara berulang, sehingga saya juga malas
menerapkan
Saya menerapkan program patient safety karena teman
sejawat saya juga menerapkan

KS

TS

STS

10

Saya menerapkan patient safety karena takut kalau


keluarga saya dirawat tidak diperlakukan safety oleh
sejawat saya

E. KONTROL PERILAKU YANG DIPERSEPSIKAN


Petunjuk pengisian :
Berilah penilaian atas masing-masing pernyataan dibawah ini dengan memberi tanda silang
(X) pada kolom pilihan yang sesuai menurut saudara. Dengan penjelasan :
SS

= Sangat setuju

= Setuju

KS

= Kurang setuju

TS

= Tidak setuju

STS

= Sangat tidak setuju

No
1

2
3

4
5
6

PERNYATAAN
SS
Saya tidak terdorong mendukung penerapan program
patient safety karena tidak mengubah status saya sebagai
perawat (karier mentok)
Jasa pelayanan yang saya terima tidak ada hubungannya
dengan program patient safety
Menurut saya program patient safety kurang penting
dalam meningkatkan pendapatan RS dan kesejahteraan
karyawan RS
Saya mendukung penerapan program patient safety agar
masyarakat lebih percaya dengan RS tempat saya bekerja
Saya termotivasi menerapkan program patient safety
karena ada komplain dari pelanggan
Atasan saya memberikan pujian ketika melihat pekerjaan
dilakukan sesuai dengan prosedur patient safety

KS

TS

STS

F. KOMUNIKASI
Petunjuk pengisian :
Berilah penilaian atas masing-masing pernyataan dibawah ini dengan memberi tanda silang
(X) pada kolom pilihan yang sesuai menurut saudara. Dengan penjelasan :
SS

= Sangat setuju

= Setuju

KS

= Kurang setuju

TS

= Tidak setuju

STS

= Sangat tidak setuju

No
1
2
3

7
8

PERNYATAAN
Informasi tentang KTD tidak pernah dilaporkan dalam
rekam medis
Kami mendapat umpan balik positif apabila ada suatu
kejadian yang dilaporkan
Setiap orang wajib memperingatkan apabila meliha
t
segala sesuatu yang dapat mengancam keselamata
n
pasien.
Setiap masalah pasien yang terjadi dirumah sa
kit
selalu didiskusikan bersama dan dicari ja
lan
keluarnya
Pegawai bebas menyatakan pendapat dan membe
ri
usulan kebijakan yang sesuai untuk diterapkan.
Di unit ini, kami mendiskusikan bagaimana c
ara
mencegah terjadinya kesalahan atau Kejadian Tida
k
Diinginkan.
Staff tidak diberi kesempatan untuk bertanya apabila
ada sesuatu yang berjalan tidak semestinya.
Informasi perawatan pasien yang penting seringkal
i
hilang saat pergantian shift.
Sering terjadi masalah sewaktu operan antar unit.

SS

KS

TS

STS

G. KOMUNIKASI SBAR ( Situation, Background, Assesment, Recommendation)


Petunjuk pengisian :
Berilah penilaian atas masing-masing pernyataan dibawah ini dengan memberi tanda silang
(X) pada kolom pilihan yang sesuai menurut saudara. Dengan penjelasan :
TP

= Tidak Pernah

= Jarang

KD

= Kadang-kadan

= Sering

SL

= Selalu

No

PERNYATAAN

TP

K
D

Keterbukaan/Kolaborasi:

Saya merasa terburu-buru berkomunikasi dengan dokter


melalui telepon
2
Saya merasa bahwa dokter tidak ingin berurusan dengan
masalah yang dikomunikasikan melalui telepon
3
Dokter tidak mempertimbangkan pandangan perawat
ketika membuat keputusan tentang pasien.
4
Saya khawatir bahwa dokter menginstruksikan sesuatu
yang tidak sesuai atau tidak perlu
Logistik :
5
Saya sulit menemukan tempat yang tenang untuk
menelepon dokter
6
Saya sulit menghubungi dokter
7
Saya merasa tidak cukup waktu untuk mengatakan sesuatu
kepada dokter
8
Saya sulit menemukan waktu yang tepat untuk menelepon
dokter
Etika :
9
Saya akan mengantisipasi ketika dokter tidak senang atau
tersinggung saat ditelepon
10 Dokter menginterupsi (menghentikan) pembicaraan telepon
sebelum saya mengakhiri laporan pasien.
11 Saya merasa tidak tidak dihormati setelah berinteraksi

SL

13

dengan dokter melalui telepon


Saya merasa dokter berkata tidak sopan ketika ditelepon
tentang pasien
Saya merasa frustasi setelah berinteraksi dengan dokter

No

PERNYATAAN

12

TP

K
D

Hambatan Bahasa :
14 Saya menemukan bahasa atau logat bahasa dokter yang
sulit untuk dimengerti apa yang diucapkannya
15 Saya sulit mengerti apa yang dimaksud oleh dokter
mengenai istilah medis.
16 Saya merasa dokter sulit mengerti apa yang perawat
ucapkan mengenai bahasa atau logat bahasa perawat
Persiapan Komunikasi :
17 Saya merasa bahwa saya mengganggu dokter
18 Saya ragu-ragu untuk menelepon dokter
19 Saya tidak menerapkan teknik komunikasi SBAR karena
belum pernah di sosialisasikan

SL

H. NIAT
Petunjuk pengisian :
Berilah penilaian atas masing-masing pernyataan dibawah ini dengan memberi tanda silang
(X) pada kolom pilihan yang sesuai menurut saudara. Dengan penjelasan :
SS

= Sangat setuju

= Setuju

KS

= Kurang setuju

TS

= Tidak setuju

STS

= Sangat tidak setuju

No

PERNYATAAN

Sebelum melakukan tindakan terhadap pasien saya


selalu melakukan identifikasi pasien terlebih dahulu

Saya selalu melakukan komunikasi yang efektif baik


dengan dokter maupun dengan teman sejawat

Saya cenderung mengecek kembali ketepatan obat


yang akan diberikan kepada pasien

4
5
6
7

Untuk menghindari KTD Saya selalu melakukan


pekerjaan sesuai SOP
Saya selalu melakukan sterilisasi alat sebelum
digunakan untuk pasien
Saya cenderung menggunakan handscoon bila akan
melakukan tindakan terhadap pasien.
Saya cenderung bekerja untuk pengurangan risiko
pasien jatuh

SS

KS

TS

STS

INSTRUMEN PENELITIAN

MODEL PEMBENTUKAN NIAT PERAWAT DALAM MENERAPKAN PATIENT


SAFETY MELALUI PENDEKATAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR /TPB

OBSERVASI PENERAPAN STANDART KESELAMATN PASIEN


Nama Responden : ............................................. (initial)
Ruang

: .............................................

Petunjuk : Beri tanda silang (X) pada kolom sesuai dengan yang dilakukan perawat.
NO

PERNYATAAN

Ketepatan identifikasi pasien


1
Perawat selalu melakukan identifikasi saat menerima pasien baru
2
Perawat melakukan identifikasi pasien ketika akan memberikan obat
3
Perawat menanyakan/ mencocokkan nama dan melihat no RM pasien
sebelum memberikan obat
4
Perawat selalu melakukan identifikasi pasien saat akan memberikan
transfusi darah
5
Perawat melakukan identifikasi sebelum mengambil darah atau
specimen lainnya
6
Perawat melakukan identifikasi sebelum melakukan perawatan atau
prosedur tindakan lainnya
Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai
7
Perawat sebelum memberikan obat, menjelaskan kepada pasien
indikasi, efek samping, dosis, cara pemberian obat.
8
Perawat selalu memonitor secara ketat pemberian obat higt alert
9
Perawat selalu melakukan verifikasi terhadap obat yang akan
diberikan kepada pasien
10
Perawat menyimpan obat beresiko tinggi dan diberi tanda merah
bertulis high alert
11
Perawat selalu memberi label elektrolit berisiko tinggi dan
menyimpan dalam lemari terkunci
12
Perawat melaksanakan program terapi dengan menggunakan 7
prinsip pemberian obat
Peningkatan komunikasi efektif
13
Perawat selalu memperkenalkan diri kepada pasien
14
Perawat selalu mendokumentasikan pada catatan terintegrasi setiap
terjadi perubahan kondisi pasien
15
Perawat selalu menulis instruksi yang diterima melalui telepon pada
lembar catatan perkembangan terintegrasi
16
Perawat membacakan kembali instruksi dokter dan memberikan
tanda cap readback pada catatan terintegrasi agar diverifikasi oleh

Dilakukan
Ya
Tidak

dokter yang bersangkutan


17

Perawat memintakan tanda tangan dokter sebagai hasil read back


tersebut dalam waktu 1x24 jam
18
Perawat selalu melakukan komunikasi efektif dengan handover serta
melakukan proses verifikasi informasi yang diterima dengan cara
mengulang kembali (repeat back) dan membaca kembali (read back)
Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
19
Perawat melakukan cuci tangan dengan 6 langkah proses hand
hygiene
20
Perawat selalu mencuci tangan sebelum menyentuh pasien
21
Perawat selalu mencuci tangan sesudah menyentuh pasien
22
Perawat selalu mencuci tangan sebelum tindakan septik/aseptik
23
Perawat selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang
benda disekitar pasien
24
Perawat selalu mencuci tangan sesudah terkena cairan tubuh pasien
Pengurangan risiko pasien jatuh
25
Perawat selalu melakukan pengkajian pasien risiko jatuh pasien yang
baru masuk
26
Perawat selalu melakukan pengkajian ulang risiko jatuh setiap
pergantian shift
27
Perawat melakukan pengkajian pada pasien yang akan pindah ke
ruang lain.
28
Perawat selalu melakukan observasi tiap 2 jam sekali pada pasien
dengan resiko jatuh sedang sampai tinggi
29
Perawat selalu memakaikan gelang warna kuning pada pasien dengan
resiko jatuh sedang sampai dengan tinggi
30
Perawat selalu melakukan restrain pada pasien yang gelisah

Samarinda, ............................2016
Observer

......................................................