Anda di halaman 1dari 3

PENGKAJIAN STATUS GIZI

RSU. ADHYAKSA

No. Dokumen

No. Revisi :

Halaman :

RSUA/SPO/GIZI/K3KL.2

00

1/2

Ditetapkan,
Direktur

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
Pengertian

Tanggal Terbit
Dr. Dyah Eko Judihartanti
NIP. 197108172006042044
Hygiene sanitasi makanan adalah upaya untuk mengendalikan faktor
makanan, orang, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin
dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan.
Perilaku adalah kebiasaan dan sikap bekerja yang sesuai dengan proses
kerja yang benar dan tepat.
Penjamah Makanan adalah orang yang secara langsung berhubungan
dengan makanan dan peralatan melalui tahap persiapan, pembersihan,
pengolahan, pengangkutan sampai dengan penyajian
Ruang lingkup prosedur ini adalah bagaimana perlakuan sanitasi terhadap
bangunan, ruangan, sarana dan peralatan yang digunakan, perlakuan
sanitasi terhadap bahan makanan / makanan yang sudah matang dan
bagaimana perilaku, kebiasaan dan sikap bekerja dari tenaga penjamah

Tujuan

makanan
1. Tersedianya acuan dalam pelaksanaan hygiene sanitasi di Instalasi Gizi
2. Terwujudnya perilaku kerja yang sehat dan benar dalam penanganan
makanan
3. Tersedianya makanan yang berkualitas baik dan aman bagi konsumen

Kebijakan
Prosedur

1. Bangunan dan Ruangan


1.1. Pembersihan lantai, dinding dan kamar mandi dilakukan setiap hari oleh
cleaning service denganpengawasan Penyelia Produksi dan Distribusi
Makanan
1.2. Pembersihan plafon sekali dalam seminggu oleh cleaning service dengan
pengawasan Penyelia Produksi dan Distribusi Makanan

PENGKAJIAN STATUS GIZI

RSU. ADHYAKSA

No. Dokumen

No. Revisi :

Halaman :

RSUA/SPO/GIZI/K3KL.2

00

1/2

1.3. Pembuangan sampah dilakukan tiga kali sehari oleh cleaning service
dengan pengawasan oleh Penyelia Produksi dan Distribusi

Makanan

Kontrol tehadap tikus, kecoa dan lalat dilakukan seminggu sekali oleh pihak
ketiga dengan pengawasan dari staf Kesling
2. Bahan Makanan dan Makanan
2.1. Pemilihan bahan makanan yang bermutu baik, dengan membuat spesifikasi
bahan makanan yang rinci dan lengkap, termasuk penentuan masa
kadaluarsa dilakukan setiap bulan dalam Perencanaan Bahan Makanan
yang dibuat oleh Kepala Instalasi Gizi
2.2. Pengecekan penyimpanan bahan makanan sesuai dengan jenis bahan
makanan pada ruang penyimpanan dengan suhu tertentu dilakukan 2 kali
sehari oleh Penyelia Produksi
2.3. Pengawasan pengolahan makanan yang benar, mulai dari persiapan bahan
makanan ( membersihkan, memotong, mengupas dsb ), pemasakan sampai
makanan siap disajikan dilakukan setiap hari oleh Penyelia Produksi
2.4. Pemeriksaan bakteriologi makanan matang dilakukan setiap tiga
bulan oleh Instalasi Sanitasi
3. Hygiene Tenaga Penjamah Makanan
3.1. Syarat Kesehatan
3.1.1.

Pemeriksaan kesehatan secara periodik, sekali setahun


yang dikoordinasi oleh bagian Sumber Daya Manusia
(Syarat dari petugas/ tenaga penjamah makanan adalah
sehat, tidak menderita penyakit kulit, penyakit menular dan
luka bakar )

3.1.2.

Pemeriksaan usap dubur ( Rectal Swab ) dilakukan 2 kali


setahun yang dilakukan di Laboratorium dikoordinasikan
oleh staf Kesling

3.2. Perilaku, Kebiasaan dan sikap bekerja


3.2.1.

Cuci tangan sebelum/ sesudah bekerja, setiap keluar dari

PENGKAJIAN STATUS GIZI

RSU. ADHYAKSA

No. Dokumen

No. Revisi :

Halaman :

RSUA/SPO/GIZI/K3KL.2

00

1/2

toilet, sesudah menjamah bahan yang kotor


3.2.2.

Kuku dipotong pendek, tangan tanpa perhiasan

3.2.3.

Selama bekerja tidak menggaruk kepala, muka, hidung


dan bagian tubuh lain yang dapat menimbulkan kuman

3.2.4.

Alihkan muka dari makanan dan alat-alat makan dan


minum bila batuk atau bersin

3.2.5.

Tidak merokok di ruang kerja

3.2.6.

Pakaian kerja ( topi, celemek ) dalam keadaan bersih

3.2.7.

Pergunakan masker dalam keadaan batuk dan atau Flu

3.2.8.

Pergunakan sarung tangan plastik, sendok, garpu atau


alat

Unit Terkait

lainnya ketika menjamah makanan yang sudah

masak
1. Instalasi Gizi Bagian
2. Sumber Daya Manusia