Anda di halaman 1dari 10

Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran menyatakan bahwa pencapaian secara organisasi tergantung pada


penentuan kebutuhan dan keinginan pasar serta penyampaian kepuasan yang didambakan itu
lebih efektif dan efesien dibandingkan pesaing. Konsep pemasaran dinyatakan dengan cara
yang berwarna-warni seperti :
1. Kami mewujudkan keinginan anda
2. Terbang untuk melayani
3. Kami tidak puas sebeluma anda puas
4. Dan kami bisa melebihi harapan anda (Kotler & Amstrong, 2005:21).
Konsep pemasaran dan konsep penjualan pempunyai pengertian yang berbeda. Konsep
penjualan mempunyai perspektif dari dalam keluar. Konsep itu sendiri dimulai dengan
pabrik, berfokus pada produk perusahaan yang sudah ada dan melakukan penjualan dan
promosi besar-besaran untuk memperoleh penjualan yang mampu mendatangkan laba.
Sebaliknya konsep pemasaran mempunyai perspektif dari luar ke dalam.Konsep itu
memusatkan perhatian penuh pada penaklukan pelanggan mendapatkan penjualan jangka
pendek.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa, konsep pemasaran merupakan proses
pendistribusian barang yang dilakukan dari luar ke dalam supaya memperoleh laba dan
kepuasan pelanggan. Pelanggan itu sendiri adalah orang yang paling penting dalam
perusahaan, pelanggan itu sendiri tidak tergantung pada kita. Kita tergantung pada pelanggan.
Dalam lingkungan yang berubah, manajemen pemasaran harus dapat berusaha agar produk
yang di keluarkan oleh perusahaan dapat bertahan di pasar.Ada beberapa kiat yang harus di
lakukan manajemen pemasaran untuk mempertahankan produknya di lingkunag yang
berubah yaitu membuat rencana pemasaran, berikut langkah-langkahnya:

Mendefinisikan situasi bisnis

Mendefinisikan segmen pasar

Mempertimbangkan keunggulan dan kelemahan produk

Penetapan tujuan dan sasaran

Mendefinisikan strategi pemasaran

Monotior kemajuan usaha pemasaran

Strategi pemasaran

1. Strategi penetrasi pasar


Dalam pola ini, kita memasarkan produk yang sudah ada kepada existing customers.
Para pelanggan diharapkan makin lebih banyak membeli produk kita. Hal ini
dilakukan melalui promosi produk secara gencar ataupun resposisi bran. Disini
produk tidak diubah sama sekali dan juga tidak mencari pelanggan baru.
2. Strategi pengembangan pasar
Dalam pola ini, kita memasarkan produk yang sudah ada kepada pasar baru. Pasar
dikembangkan supaya muncul para pelanggan baru. Misal pengembangan pasar
ekspor atau mencari area penjualan baru.
3. Strategi pengembangan produk
Dalam pola ini, kita membuat dan memasarkan produk baru kepada para pelanggan
yang sudah ada. Disini kita melakukan inovasi produk atau pengenalan produk baru
kepada para pelanggan yang sudah kita miliki. Pola ini sering terjadi pada produk
mobil misalnya. Para produsen mobil secara berkala mengeluarkan tipe baru, dan
kemudian memasarkannya kepada para pelanggan loyal mereka.
4. Segmentasi pasar
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok
pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang
berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda.
Atau segmentasi pasar bisa diartikan segmentasi pasar adalah proses
pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisia
perbedaan antara pembeli di pasar.
Tindakan membagi pasar menjadi kelompok pembeli berbeda dengan kebutuhan,
karakteristik, atau perilaku berbeda yang mungkin memerlukan produk atau bauran
pemasaran terpisah. Segmentasi ini dilakukan dengan membagi konsumen ke dalam
segmen-segmen berdasarkan bagaimana tingkah laku, perasaan, dan cara konsumen
menggunakan barang/situasi pemakaian, dan loyalitas merek. Cara untuk membuat
segmen ini yaitu dengan membagi pasar ke dalam pengguna dan non-pengguna
produk.
Marketing mix (Bauran Pemasaran Jasa)
Salah satu strategi yang berhubungan dengan kegiatan pemasaran perusahaan adalah
marketing mix strategy yang didefinisikan oleh Kotler dan Armstrong (1997) yang
menyatakan bahwa marketing mix as the set of controllable marketing variables that the firm
bleads to produce the response it wants in the target market.
Dari definisi diatas dapat diartikan bahwa bauran pemasaran merupakan variablevariabel terkendali yang digabungkan untuk menghasilkan tanggapan yang diharapkan dari
pasarsasaran. Dan untuk usaha jasa terdapat 7 unsur marketing mix (Marketing Mix-7p)
yaitu: Produk, Price, Promotion, Place, Partisipant, Proses, Dan Physical Evidence.
Product (produk)
Produk merupakan elemen penting dalam sebuah program pemasaran. Strategi produk dapat
mempengaruhi strategi pemasaran lainnya. Pembelian sebuah produk bukan hanya sekedar
untuk memiliki produk tersebut tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan
konsumen.
Price (Harga)

Menurut Monroe (2005) menyatakan bahwa harga merupakan pengorbanan ekonomis yang
dilakukan pelanggan untuk memperoleh produk atau jasa. Selain itu harga salah satu faktor
penting konsumen dalam mengambil keputusan untuk melakukan transaksi atau tidak (Engel,
Blackwell dan Miniard, 1996).
Harga dikatakan mahal, murah atau biasa-biasa saja dari setiap individu tidaklah harus sama,
karena tergantung dari persepsi individu yang dilatar belakangi oleh lingkungan kehidupan
dan kondisi individu (Schifman and Kanuk, 2001).

Promotion (promosi)
Promosi adalah kegiatan mengkomunikasikan informasi dari penjual kepada konsumen atau
pihak lain dalam saluran penjualan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku. Melalui
periklanan suatu perusahaan mengarahkan komunikasi persuasif pada pembeli sasaran dan
masyarakat melalui media-media yang disebut dengan media massa seperti Koran, majalah,
tabloid, radio, televise dan direct mail (Baker, 2000:7).
Media promosi yang dapat digunakan pada bisnis ini antara lain (1) Periklanan, (2) Promosi
penjualan, (3) Publisitas dan hubungan masyarakat, dan (4) Pemasaran langsung. Penentuan
media promosi yang akan digunakan didasarkan pada jenis dan bentuk produk itu sendiri.
Place (Saluran Distribusi)
Kotler (2000: 96) menyatakan bahwa Saluran distribusi terdiri dari seperangkat lembaga
yang melakukan segala kegiatan (Fungsi) yang digunakan untuk menyalurkan produk dan
status pemiliknya dari produsen ke konsumen. Dari definisi diatas dapat diartikan bahwa
saluran distribusi suatu barang adalah keseluruhan kegiatan atau fungsi untuk memindahkan
produk disertai dengan hak pemiliknya dari produsen ke konsumen akhir atau pemakai
industri.
Distribusi berkaitan dengan kemudahan memperoleh produk di pasar dan tersedia saat
konsumen mencarinya. Distribusi memperli hatkan berbagai kegiatan yang dilakukan
perusahaan untuk menjadikan produk atau jasa dipe roleh dan tersedia bagi konsumen
sasaran.
Hal penting lainnya yang harus diperhatikan ialah pemilihan lokasi usaha. Anda bisa melihat
contohnya lewat berbagai Bakery yang berdiri di sepanjang jalan yang sibuk dan dilalui oleh
banyak orang.
Pemilihan lokasi tersebut merupakan salah satu strategi mereka untuk menjaring pelanggan.
Karena itu, pilihlah lokasi usaha yang strategis dan tepat agar usaha anda dapat dijangkau
oleh pelanggan.
People (Partisipan)
Yang dimaksud partisipan disini adalah karyawan penyedia jasa layanan maupun penjualan,
atau orang-orang yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses layanan
itu sendiri, misalnya dalam jasa kecantikan :diantaranya adalah para reception, dokter, dan
beauty therapis.
Process (Proses)

Proses adalah kegiatan yang menunjukkan bagaimana pelayanan diberikan kepada konsumen
selama melakukan pembelian barang. Pengelola usaha melalui front liner sering menawarkan
berbagai macam bentuk pelayanan untuk tujuan menarik konsumen. Fasilitas jasa konsultasi
gratis, pengiriman produk, credit card, card member dan fasilitas layanan yang berpengaruh
pada image perusahaan.
Physical evidence (Lingkungan fisik)
Lingkungan fisik adalah keadaan atau kondisi yang di dalamnya juga termasuk suasana.
Karakteristik lingkungan fisik merupakan segi paling nampak dalam kaitannya dengan
situasi. Yang dimaksud dengan situasi ini adalah situasi dan kondisi geografi dan lingkungan
institusi, dekorasi, ruangan, suara, aroma, cahaya, cuaca, pelatakan dan layout yang nampak
atau lingkungan yang penting sebagai obyek stimuli (Belk 1974 dalam Assael 1992).
Dari ketujuh elemen marketing mix tersebut yang merupakan kunci sukses bagi sebuah usaha
(jasa yang bertempat/salon/spa/warnet) diantaranya adalah kelengkapan produk layanan yang
siap ditawarkan (one stop service), lokasi yang strategis, keramahan dan efektivitas
pelayanan, tempat parkir yang memadai, dan fasilitas lain pendukung kenyamanan
konsumen.
Walaupun sebagai seorang mahasiswa teknik, saya juga sempat mendapat mata kuliah
tentang entrepreneurship lo. Kali ini saya ingin share beberapa materi tentang konsep-konsep
pemasaran dari tugas yang sempat diberikan dosen :)
Menggunakan Internet Marketing
Salah satu strategi pemasaran yang sedang gencar dilakukan ialah internet marketing. Dengan
menampilkan produk usaha anda pada situs jejaring sosial, maka anda dapat mengetahui
bagaimana selera konsumen dan apa yang mereka butuhkan. Semakin hari aktivitas jual beli
melalui online shop semakin marak dilakukan.
Para konsumen cenderung ingin berbelanja dalam ruang yang lebih privat dan terhindar dari
keramaian. Internet membuka pintu yang lebar bagi anda untuk berinovasi.
Anda dapat menampilkan produk usaha anda pada website, blog, facebook, dan situs lainnya,
dengan memasang foto-foto yang sekiranya dapat menarik konsumen. Dengan menggunakan
internet marketing, anda juga dapat berinteraksi secara langsung dengan konsumen tanpa
dibatasi ruang dan waktu.

Apakah strategi pemasaran 7P itu?


Dalam marketing mix perusahaan jasa khususnya, ada unsur-unsur atau elemen yang menjadi
dasar pertimbangan pengambilan keputusan dalam pembuatan strategi komunikasi
pemasaran, yaitu 7P : product, price, place, promotion, people, process, dan physical
evidence.

Alat bauran pemasaran yang paling mendasar adalah produk (product), penawaran berwujud
perusahaan kepada pasar, yang mencakup kualitas, rancangan, bentuk, merek, dan kemasan
produk.
Alat bauran lain yang juga penting adalah harga (price), yaitu jumlah uang yang pelanggan
bayar untuk produk tertentu. Keputusan- keputusan seperti pemberlakuan harga eceran,
potongan harga, dan periode pembayaran terdapat didalamnya.
Tempat/lokasi (place), alat bauran lainnya, termasuk berbagai kegiatan yang dilakukan
perusahaan untuk membuat produk dapat diperoleh dan tersedia bagi pelanggan sasaran.
Kegiatan identifikasi, perekrutan, dan menghubungkan berbagai penyedia fasilitas pemasaran
untuk menyediakan produk dan pelayanannya secara efisien kepada pasar sasaran merupakan
beberapa aktifitas yang biasa dilakukan pada sisi ini.
Promosi (promotion) meliputi seluruh kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk
mengkomunikasikan dan mempromosikan produknya kepada pasar sasaran, termasuk di
dalamnya adalah kegiatan seperti periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, serta
pemasaran langsung dan online.
Manusia (people), menyangkut seluruh aspek yang berkaitan dengan orang-orang yang
berkecimpung di dalam perusahaan. Yang biasa menjadi pertimbangan dalam menentukan
keputusan pada sisi ini diantaranya adalah sikap karyawan, pelatihan karyawan, penampilan,
dan lain-lain.
Proses (process), bagaimana pelayanan dapat diterima dengan sebaik mungkin oleh
pelanggan. Termasuk di dalamnya adalah standarisasi pengawasan kualitas, jaminan kualitas,
sistem antrian, waktu tunggu pelanggan, dan lain-lain.
Dan yang terakhir adalah bukti fisik (physical evidence), yaitu segala bentuk fisik perusahaan
yang dapat menarik minat pelanggan.Yang termasuk di dalamnya adalah bangunan, dekorasi,
alat transportasi, dan lain-lain.
Sebutkan unsur dari 7P yang digunakan dalam pemasaran produk dan pemasaran jasa!
Semua unsur 7P, baik product, price, place, promotion, people, process, dan physical
evidence, semua digunakan dalam pemasaran baik produk maupun jasa. Karena dalam
pemasaran, ketujuh hal tersebut sangat mempengaruhi laku atau tidaknya produk maupun
jasa yang akan kita jual ke konsumen.
Apa yang dimaksud dengan STP (Segmentation, Target, Positioning)?
STP adalah singkatan dari Segmentation, Targeting dan Positioning . Segmentation adalah
upaya memetakan atau pasar dengan memilah-milahkan konsumen sesuai persamaan di
antara mereka. Pemilahan ini bisa berdasarkan usia, tempat tinggal, penghasilan, gaya hidup,
atau bagaimana cara mereka mengkonsumsi produk. Targeting dilakukan setelah memetakan
pasar, tahap targeting seperti namanya adalah membidik kelompok konsumen mana yang
akan kita tuju untuk menjadi sasaran penjualan. Positioning A]dilakukan apabila target pasar
sudah jelas, positioning adalah bagaimana kita menjelaskan posisi produk kepada konsumen.
Apa beda produk kita dibandingkan kompetitor dan apa saja keunggulannya.
Segmentasi (Segmentation)
Menurut Solomon dan Elnora (2003:221), segmentasi adalah The process of dividing a
larger market into smaller pieces based on one or more meaningful, shared characteristic.
Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah

dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien
dalam rangka memberikan kepuasan bagi konsumen. Selain itu perusahaan dapat melakukan
program-program pemasaran yang terpisah untuk memenuhi kebutuhan khas masing-masing
segmen.
Ada beberapa variabel segmentasi yaitu:
1. Demografis
Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan
variabel demografis sepert: Usia, jenis kelamin, besarnya keluarga, pendapatan, ras,
pendidikan, pekerjaan, geografis.
2. Psikografis
Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang
berlainan menurut kelas sosial, gaya hidup, kepribadian, dan lain-lain. Informasi demografis
sangat berguna, tetapi tidak selalu menyediakan informasi yang cukup untuk membagi
konsumen ke dalam segmen-segmen, sehingga diperlukan segmen berdasarkan psychografis
untuk lebih memahami karakteristik konsumen.
3. Perilaku
Segmentasi ini dilakukan dengan membagi konsumen ke dalam segmen-segmen berdasarkan
bagaimana tingkah laku, perasaan, dan cara konsumen menggunakan barang/situasi
pemakaian, dan loyalitas merek. Cara untuk membuat segmen ini yaitu dengan membagi
pasar ke dalam pengguna dan non-pengguna produk.
Agar segmen pasar dapat bermanfaat maka harus memenuhi beberapa karakteristik:
Measurable : Ukuran, daya beli, dan profil segmen harus dapat diukur meskipun ada
beberapa variabel yang sulit diukur.
Accessible : Segmen pasar harus dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
Substantial : Segmen pasar harus cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani
Differentiable : Segmen-segmen dapat dipisahkan secara konseptual dan memberikan
tanggapan yang berbeda terhadap elemen-elemen dan bauran pemasaran yang berbeda.
Actionable : Program yang efektif dapat dibuat untuk menarik dan melayani segmensegmen yang bersangkutan.
Langkah dalam mengembangkan segmentasi yaitu:
1. Mensegmen pasar menggunakan variabel-variabel permintaan, seperti kebutuhan
konsumen, manfaat yang dicari, dan situasi pemakaian.
2. Mendeskripsikan segmen pasar yang diidentifikasikan dengan menggunakan variabelvariabel yang dapat membantu perusahaan memahami cara melayani kebutuhan konsumen
tersebut dan cara berkomunikasi dengan konsumen.
Targeting
Menurut Solomon dan Elnora (2003:232), Target market ialah Group that a firm selects to
turn into customers as a result of segmentation and targeting.
Setelah pasar dibagi-bagi dalam segmen-segmen, maka perusahaan harus memutuskan
suatu strategi target market.
Perusahaan dapat memilih dari empat strategi peliputan pasar:
1. Undifferentiated targeting strategy, strategi ini menganggap suatu pasar sebagai satu pasar
besar dengan kebutuhan yang serupa, sehingga hanya ada satu bauran pemasaran yang
digunakan untuk melayani semua pasar.
Perusahaan mengandalkan produksi, distribusi, dan periklanan massa guna menciptakan citra
superior di mata sebagian besar konsumen.
2. Differentiated targeting strategy, perusahaan menghasilkan beberapa produk yang memiliki

karakteritik yang berbeda. Konsumen membutuhkan variasi dan perubahan sehingga


perusahaan berusaha untuk menawarkan berbagai macam produk yang bisa memenuhi variasi
kebutuhan tersebut.
3. Concentrated targeting strategy, perusahaan lebih memfokuskan menawarkan beberapa
produk pada satu segmen yang dianggap paling potensial.
4. Custom targeting strategy, lebih mengarah kepada pendekatan terhadap konsumen secara
individual.
Langkah dalam mengembangkan targeting yaitu:
1. Mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen dengan menggunakan variable-variabel
yang dapat mengkuantifikasi kemungkinan permintaan dari setiap segmen, biaya melayani
setiap segmen, dan kesesuaian antara kompetensi inti perusahaan dan peluang pasar sasaran.
2. Memilih satu atau lebih segmen sasaran yang ingin dilayani berdasarkan potensi laba
segmen tersebut dan kesesuaiannya dengan strategi korporat perusahaan.
Positioning
Menurut Solomon, dan Elnora (2003:235), Positioning ialah Developing a marketing
strategy aimed at influencing how a particular market segment perceives a good or service in
comparison to the competition. Penentuan posisi pasar menunjukkan bagaimana
suatu produk dapat dibedakan dari para pesaingnya.
Ada beberapa positioning yang dapat dilakukan:
a. Positioning berdasarkan perbedaan produk.
Pendekatan ini dapat dilakukan jika produk suatu perusahaan mempunyai kekuatan yang
lebih dibandingkan dengan pesaing dan konsumen harus merasakan benar adanya perbedaan
dan manfaatnya.
b. Positioning berdasarkan atribut produk atau keuntungan dari produk tersebut.
Pendekatan ini berusaha mengidentifikasikan atribut apa yang dimiliki suatu produk dan
manfaat yang dirasakan oleh kosumen atas produk tersebut.
c. Positioning berdasarkan pengguna produk.
Pendekatan ini hampir sama dengan targeting dimana lebih menekankan pada siapa pengguna
produk.
d. Positioning berdasarkan pemakaian produk.
Pendekatan ini digunakan dengan membedakan pada saat apa produk tersebut
dikonsumsi.
e. Positioning berdasarkan pesaing.
Pendekatan ini digunakan dengan membandingkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki
oleh pesaing sehingga konsumen dapat memilih produk mana yang lebih baik.
f. Positioning berdasarkan kategori produk.
Pendekatan ini digunakan untuk bersaing secara langsung dalam kategori produk, terutama
ditujukan untuk pemecahan masalah yang sering dihadapi oleh pelanggan.
g. Positioning berdasarkan asosiasi.
Pendekatan ini mengasosiasikan produk yang dihasilkan dengan asosiasi yang dimiliki oleh
produk lain. Harapannya adalah sebagian asosiasi tersebut dapat memberikan kesan positif
terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
h. Positioning berdasarkan masalah.
Pendekatan ini digunakan untuk menunjukkan kepada konsumen bahwa produk yang
ditawarkan memiliki positioning untuk dapat memecahkan masalah.
Langkah dalam mengembangkan strategi positioning yaitu:
1. Mengidentifikasi Keunggulan Kompetitif. Jika perusahaan dapat menentukan posisinya
sendiri sebagai yang memberikan nilai superior kepada sasaran terpilih, maka ia memperoleh
keunggulan komparatif.

2. Dalam menawarkan produk dengan suatu competitive advantage, perusahaan harus


meyediakan suatu alasan mengapa pelanggan akan merasa bahwa produk dari perusahaan
yang bersangkutan lebih baik daripada para pesaingnya.
3. Perusahaan harus mengevaluasi respon dari target market sehingga dapat memodifikasi
strategi bila dibutuhkan
Strategi Penentuan Harga
Ketika suatu perusahaan telah menetapkan harga dasar dari suatu produk barang atau jasa
maka perusahaan dapat menentukan strategi harga dengan mempertimbangkan berbagai
faktor seperti harga kompetitor, tujuan perusahaan dan daur hidup produk. Strategi tersebut
dapat digunakan untuk produk yang baru maupun yang lama sesuai dengan situasi dan
kondisi yang ada.
Berikut ini merupakan berbagai pilihan teknik / strategi penentuan harga :
A. Stretegi Penentuan Harga Pada Produk Baru
1. Skimming Price
Strategi skimming adalah menetapkan harga awal yang tinggi ketika produk baru diluncurkan
dan semakin lama akan terus turun harganya. Contoh handphone nokia, laptop, komputer, dan
lain sebagainya.
2. Penetration Price / Harga Penetrasi
Strategi harga penetrasi adalah menentukan harga awal yang rendah serendah-rendahnya atau
murah dengan tujuan untuk penetrasi pasar dengan cepat dan juga membangun loyalitas
merek dari pada konsumen. Contoh : tarif layanan operator baru three / 3, mie selera rakyat,
so klin MB, dan lain-lain.
B. Stretegi Penentuan Harga Yang Mempengaruhi Psikologis Konsumen
1. Prestige Pricing / Harga Prestis
Strategi harga Prestige Price adalah menetapkan harga yang tinggi demi membentuk image
kualitas produk yang tinggi yang umumnya dipakai untuk produk shopping dan specialty.
Contoh : roll royce, rolex, guess, gianni versace, prada, vertu, dan lain sebagainya.
2. Odd Pricing / Harga Ganjil
trategi harga odd price adalah menetapkan harga yang ganjil atau sedikit di bawah harga yang
telah ditentukan dengan tujuan secara psikologis pembeli akan mengira produk yang akan
dibeli lebih murah. Contoh : Barang yang tadinya dihargai Rp. 100.000,- diubah menjadi Rp.
99.990,- di mana konsumen mungkin akan melihat 99.990 jauh lebih murah daripada Rp.
100.000,-.
3. Multiple-Unit Pricing / Harga Rabat
Strategi harga multiple unit price adalah memberikan potongan harga tertentu apabila
konsumen membeli produk dalam jumlah yang banyak. Contoh : Jika harga sebuah
sebungkus indomie goreng pedas adalah Rp. 1.500,- maka konsumen cukup membayar Rp.
1.ooo,- perbungkus jika membeli satu dus isi 40 bungkus indomie.
4. Price Lining / Harga Lini
Strategi harga lining pricing adalah memberikan cakupan harga yang berbeda pada lini
produk yang beda. Contoh : bioskop grup 21 memberikan harga standar untuk konsumen

bioskop jenis standard dan mengenakan harga yang lebih mahal pada konsumen bioskop 21
jenis premier.
5. Leader Pricing / Pemimpin Harga
Strategi harga leader price adalah menetapkan harga lebih rendah daripada harga pasar / harga
normal untuk meningkatkan omset penjualan / pembeli. Contoh : biasanya ritel jenis
hipermarket memberikan promosi harga yang lebih murah daripada harga normal.
C. Stretegi Penentuan Harga Diskon / Potongan Harga
Strategi harga diskon pada penjual adalah strategi dengan memberikan potongan harga dari
harga yang duah ditetapkan demi meningkatkan penjualan suatu produk barang atau jasa.
Diskon dapat diberikan pada umum dalam bentuk diskon kuantitas, diskon pembayaran
tunai / cash, trade discount. Contoh : Bila membeli
D. Stretegi Penentuan Harga Kompetitif
1. Relative Pricing / Harga Relatif
Strategi harga relative price adalah menentukan harga di atas, di bawah atau sama dengan
tingkat harga persaingan di mana gerakan harganya mengikuti gerakan pesaing.
2. Follow The Leader Pricing
Strategi harga follow the leader price adalah penetapan harga produk baik barang maupun
jasa diserahkan para pimpinan pasar / pemimpin pasar dan tidak menetapkan harga sendiri.
Strategi Produk
Keputusan yang diambil oleh sebuah perusahaan mengenai produk yang ditawarkan memiliki
dampak penting terhadap kinerja perusahaan. Sebagian keputusan bisnis berdampak cukup
luas, misalnya pilihan mengenai produk baru dan pengembangan-pengembangan produk.
Keputusan-keputusan seperti ini berkaitan di setiap bidang fungsional dan mempengaruhi
segala lapisan organisasi perusahaan.
Sebuah produk adalah segala sesuatu yang memiliki nilai disuatu pasar sasaran dimana
kemampuannya memberikan manfaat dan kepuasan termasuk benda, jasa organisasi, tempat,
orang dan ide. Cara memandang produk seperti ini meliputi situasi yang luas termasuk
barang-barang konkrit dan jasa-jasa bersifat abstrak.
Produk merupakan faktor dasar untuk melaksanakan suatu strategi bisnis, walaupun secara
keseluruhan faktor ini tidak menjamin kesuksesan suatu perusahaan. Oleh karena itu,
produk-produk perusahaan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Perubahan kebutuhan dan keinginan pasar menjelaskan mengapa banyak perusahaan
memberikan perhatian penuh pada perencanaan portofolio produk. Strategi produk seringkali
merupakan komponen kunci dalam rencana manajemen puncak untuk memperbaiki kinerja
suatu bisnis. Tindakan-tindakannya mencakup modifikasi produk, perkenalan produk baru,
dan penghapusan produk.