Anda di halaman 1dari 11

Tugas Analisis Laporan Keuangan

Anggota Kelompok 5:
Fauzan Renaldi - 2011.130.236
Nabila Insani Karimah - 2012.130.129
Anthony Susanto - 2012.130.217
Lucrecia Valeria Edamara - 2013.130.017
Lie Kris Santo - 2013.130.132

Kelas : F
Dosen : Atty Yuniawati, S.E., MBA., CMA.,

Universitas Katolik Parahyangan


Bandung
2015
DAFTAR ISI

GAMBARAN UMUM LINGKUNGAN BISNIS (BUSINESS ENVIRONMENT)..........2


SWOT ANALYSIS............................................................................................................7
PORTERS 5 INDUSTRY ANALYSIS (PORTERS FIVE FORCES)..............................9
REFERENSI....................................................................................................................10

GAMBARAN UMUM LINGKUNGAN BISNIS (BUSINESS


ENVIRONMENT)
Gudang Garam Tbk. merupakan salah satu perusahaan produsen kretek (rokok) terbesar di
Indonesia. Diawali dari Industri Rumah Tangga (Perusahaan Perseorangan) kecil yang didirikan
pada tanggal 26 Juni 1958 oleh Surya Wonowidjojo. Pada tahun 1969 Gudang Garam berubah
dari Perusahaan Perseorangan menjadi Firma, lalu pada tahun 1971 berubah (lagi) menjadi PT.
Pada tahun 1971 setelah menjadi PT, ada campur tangan pemerintah yang memberikan
dukungan berupa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan semakin mendukung
perkembangan usaha perusahaan. Setelah beberapa tahun berinovasi dan menjadi perusahaan
besar, pada tahun 1990 Gudang Garam mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa
Efek Surabaya dan sekaligus merubah status perusahaannya menjadi perusahaan terbuka hingga
saat ini1.
Gudang Garam Tbk memiliki berbagai macam produk rokok yang telah dikenal luas di
Indonesia. Gudang Garam Tbk memiliki 15 jenis rokok yang terbagi kedalam 4 jenis yaitu: Full
Flavored, Light & Mild, Sifaret Kretek, dan Sigaret Kretek Linting. Beberapa diantaranya telah
diproduksi dan menghasilkan profit yang signifikan bagi perusahaan, yang berarti perusahaan
cukup diterima di dalam masyarakat Indonesia.
Didukung dengan tata kelola perusahaan yang baik, hingga saat ini Gudang Garam Tbk
telah memilik 5 anak perusahaan yang mendukung kegiatan utama perusahaan, diantaranya:

PT. Surya Pamenang


PT Surya Pamenang adalah sebuah perusahaan produsen kertas karton untuk bahan
kemasan yang menempati lahan seluas 40 hektar di Kediri, Jawa Timur. Perusahaan mulai
beroperasi di tahun 1993 dan memiliki kapasitas produksi sebesar 150 ribu ton per tahun.
PT. Surya Madistrindo
PT Surya Madistrindo didirikan pada tahun 2002 dan mulai beroperasi di tahun 2004
dalam bidang distribusi dan field marketing. Di tahun 2009, perusahaan ini ditunjuk
sebagai distributor tunggal produk Perseroan.
PT. Graha Surya Media
PT Graha Surya Media didirikan pada tahun 2007 dan saat ini bergerak dalam
bidang jasa hiburan.
PT. Surya Air
Didirikan pada tahun 2010, PT Surya Air menyediakan layanan jasa pengangkutan
udara tidak berjadwal.
PT. Surya Inti Tembakau
Didirikan pada tahun 2012, PT Surya Inti Tembakau bergerak di bidang industri
pengolahan tembakau.

1Keterangan lebih lengkap profil perusahaan di


www.gudanggaramtbk.com/tentang_kami

Berikut ini merupakan contoh produkproduk Gudang Garam:

Sebagai sebuah perusahaan yang besar, Gudang Garam Tbk tidak hanya menitikberatkan
fokus pada pencarian profit saja. Gudang Garam Tbk memiliki komitmen untuk berkontribusi
pada pembagunan masyarakat yang diwujudnyatakan melalui program Corporate Social
Responsibility (CSR) dalam hal:

Lingkungan
Melaksanakan kegiatan penyelamatan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas
dalam kegiatan "Ekspedisi Brantas" dengan menanam pohon, menebar benih ikan untuk
pengembangan komunitas budidaya ikan, menyumbangkan berbagai fasilitas untuk
menciptakan sekaligus memelihara lingkungan sekitar dan alam yang lebih hijau.
Masyarakat
Memberikan bantuan bahan kebutuhan pokok kepada sejumlah yayasan, panti
asuhan, panti wreda dan panti cacat, merenovasi rumah tidak layak huni, mendanai
kegiatan pengadaan kamar mandi, kamar kecil dan tempat mencuci dengan memasang
pipa dan bak air untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan prasarana bagi warga
setempat.
Pendidikan
Memberikan beasiswa dan bantuan renovasi sekolah dan ruang kelas serta sarana
sekolah seperti meja, kursi, lemari buku, alat tulis, laptop dan seragam, membuka
kesempatan magang di Perseroan bagi pelajar dan mahasiswa, serta melayani kunjungan
akademis/studi banding dari berbagai institusi pendidikan.
Keagamaan
Memberikan bantuan pengadaan pos pengamanan bagi pihak kepolisian
menjelang Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, selama bulan Ramadhan
berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan keagamaan seperti kegiatan buka puasa
bersama seluruh lapisan masyarakat, mulai dari para pemimpin masyarakat, pemuka
agama dan pejabat pemerintah termasuk aparat keamanan setempat.
Olahraga
Memberikan bantuan untuk penyelenggaraan program olahraga di daerah, terutama
tenis meja dan bola basket, menjadi sponsor untuk olahragawan yang mengikuti
turnamen di tingkat daerah maupun kabupaten dan di luar negeri.
Kesehatan
Menyumbangkan darah dalam program donor darah yang diselenggarakan oleh
Palang Merah Indonesia, memberikan bantuan operasi gratis bagi 23 penderita bibir
sumbing yang berasal dari keluarga tidak mampu, menyelenggarakan program
pemeriksaaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga desa di Kediri.

Struktur Organisasi Gudang Garam

Dewan Komisaris
Presiden K omisaris : Juni Setiawati Wonowidjojo
Komisaris Independen
: Frank Willem van Gelder
Komisaris
: Lucas Mulia Suhardja
Direksi
Presiden Direktur : Susilo Wonowidjojo
Direktur : Heru Budiman
Direktur : Herry Susianto
Direktur : Buana Susilo
Direktur : Fajar Sumeru
Direktur : Istata Taswin Siddharta
Direktur : Sony Sasono Rahmadi

SWOT ANALYSIS
Weakness

Strength
SWOT

Threats

Opportunity

(Internal)

(Eksternal)

Strength
Memiliki kualitas bahan baku dan cita rasa rokok yang khas.
Kredibilitas perusahaan yang lebih dari setengah abad berdiri menjadi dasar terbentuknya kepercayaan dan menjadi hal penting dalam
pengembangan bisnis.
Memiliki penggunaan teknologi pencampuran tembakau secara khusus serta berbagai teknologi pendukung yang menghasilkan rokok dengan
tar rendah dan sesuai keinginan konsumen.
Brand Awareness yang tinggi terhadap produk-produk yang rendah tar dan nikotin sehingga menjadi kekuatan pemasaran.
Produk terbagi kedalam berbagai kelas dan ragam yang memenuhi setiap segmen pasar di Indonesia.
Memilik jangkauan distribusi yang luas dan terorganisir karena adanya bantuan beberapa perusahaan distributor serta kantor cabang yang
tersebar di seluruh Indonesia.

Weakness
Mindset pada produk sebagai rokok orang tua, sehingga sulit melakukan penetrasi pada segmen pasar usia muda.
Lambatnya pengembangan dan inovasi produk membuat produk mulai ditinggalkan konsumen kelas usia muda.
Kurang diminatinya produk rokok Gudang Garam di pasar internasional.
Rokok kretek tidak dapat menggeser kedudukan rokok putih sebagai nomor 1 di luar negeri.
Kurangnya promosi pada aneka jenis produk yang ditawarkan Gudang Garam.
Biaya yang cukup mahal dikarenakan biaya produksi yang cukup mahal.

Opportunity
Jumlah perokok Indonesia yang sangat besar merupakan pasar potensial untuk produk Gudang Garam.
Produk pada pangsa pasar rokok diminati konsumen Indonesia terutama dari kalangan menengah kebawah.

Threats
Peraturan anti-merokok dari pemerintah (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia no. 40 tahun 2013).

Pembatasan promosi dari produk rokok yang mulai dilakukan pemerintah dalam pembatasan yang menyangkut media dan promosi melalui PP
No.81/1999.

PORTERS 5 INDUSTRY ANALYSIS (PORTERS FIVE FORCES)

Competition of industry
Banyaknya saingan perusahaan yang menyediakan produk sejenis, seperti: PT. Sampoerna Tbk., PT. Djarum, PT. Bentoel International
Investama Tbk.

Threat of substitute products


Isu kesehatan rokok menyebabkan adanya inisiatif dari masyarakat untuk menggunakan barang pengganti rokok, seperti: rokok
elektrik. Tetapi rokok masih sangat diminati, sehingga ancaman dari barang pengganti relatif kecil.

Threat of new entrants


Perusahaan rokok yang relatif kecil bila dibandingkan dengan Gudang Garam, seperti: Perusahaan rokok Jamrud Khatulistiwa,
Gudang Baru, Cengkeh Kidjang, dan perusahaan lain yang memasuki industri rokok di Indonesia.

Bargaining power of Suppliers


Bahan baku dibeli dari petani baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan dimana telah dilakukan kesepakatan antara
kedua belah pihak, kekuatan tawar menawar dari pemasok relatif kecil karena di Indonesia terdapat banyak lahan cengkeh dan tembakau
sehingga petani tidak dapat terlalu menekan untuk melakukan tawar menawar.

Bargaining power of Customers


Berbagai macam merk dan jenis rokok yang ada di industri rokok Indonesia menyebabkan banyaknya pilihan bagi para konsumen
sehingga konsumen dapat memilih produk sesuai selera, kekuatan tawar menawar pembeli tinggi.

10

REFERENSI :
1. www.gudanggaramtbk.com
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia no. 40 Tahun 2013 mengenai Peta Jalan Pengendalian Dampak Konsumsi Rokok Bagi Kesehatan.
3. Peraturan Pemerintah no. 81 tahun 1999 mengenai Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan

11