Anda di halaman 1dari 4

BAB 1.

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Perekonomian Indonesia saat ini sedang berkembang pesat. Masyarakat

Ekonomi ASEAN (MEA) sudah dibuka untuk semua penduduk ASEAN.


Kebijakan tersebut menuntut warga negara Indonesia untuk lebih tanggap dalam
memanfaatkan peluang yang ada. Lapangan pekerjaan yang masih minim tidak
bisa menjamin kesejahteraan masyarakat luas.
Salah satu alternatif mengatasi masalah tersebut adalah dengan
menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Menurut Drucker (1985)
mengartikan kewirausahaan sebagai semangat, kemampuan, sikap dan perilaku
individu dalam menangani usaha (kegiatan) yang mengarah pada upaya mencari,
menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan
meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan
atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. Menjadi seorang wirausaha adalah
orang yang mampu melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah
organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. Apabila mampu menjadi
wirausaha maka kemandirian dalam ekonomi dapat ditingkatkan dan membantu
kesejahteraan masyarakat disekitarnya.
Oleh karena itu, wawancara ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana
pengusaha sukses dalam menjalankan bisnisnya dan diharapkan mampu
memberikan informasi mengenai kewirausahaan.
1.2

Tujuan
Adapun tujuan dari wawancara yaitu :
a. Untuk mengetahui latar belakang profil usaha sukses
b. Untuk mendapatkan informasi bagaimana menjadi wirausahawan
sukses
c. Untuk membangkitkan motivasi generasi muda dalam berwirausaha
d. Untuk memahami cara wawancara dan mengumpulkan informasi

Pusat oleh oleh menjadi suatu jujukan para wisatawan dari luar
kota untuk membawa buah tangan yang khas dari kota yang mereka tuju.
Jember merupakan suatu kota yang banyak dikunjungi oleh para
wisatawan lokal maupun mancanegara. Salah satu pusat oleh oleh yang
terkenal di Jember adalah Purnama Jati.
Ibu Firdausi Nirwanawati (57 tahun) merupakan salah satu pemilik usaha
keluarga Purnama Jati yang bergerak dibidang oleh oleh makanan. Berdasarkan
wawancara yang dilakukan, usaha Purnama Jati didirikan pada tahun 2000. Awal
mula didirikannya usaha tersebut karena suami dari Ibu Firdausi mengambil
pensiun dini, kemudian untuk menambahn pemasukan keluarga Ibu Firdausi
membuka usaha wartel. Namun, di era teknologi yang semakin maju usaha
tersebut tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Hal tersebut membuat Ibu
Firdausi berpikir untuk membuat usaha makanan skala rumahan. Usaha tersebut
adalah prol tape dengan inovasi terbaru dengan tambahan keju. Prol tape yang
diproduksi hanya sebatas 1 loyang saja dengan modal awal yang sangat pas
pasan. Dikarenakan prol tape yang dibuat sangat enak dan menarik minat saudara
Ibu Firdausi, maka saudara tersebut menawarkan untuk dijual di dalam tokonya.
Toko tersebut adalah toko oleh oleh Primadona yang sudah terkenal
sebelumnya. Ditengah produksi pembuatan prol tape, Ibu Firdausi diajak
bekerjasama untuk membuka kedai mie. Usaha tersebut cukup sukses, namun Ibu
Firdausi merasa waktu yang digunakan habis untuk usaha tersebut karena selama
usaha mie ayam juga diselingi oleh membuat prol tape keju yang menguras
banyak tenaga dan membuat Ibu Firdausi kelelahan. Berdasarkan hal tersebut, Ibu
Firdausi memilih untuk berkonsentrasi pada pembuatan prol tape keju. Lambat
laun produksi prol tape keju milik Ibu Firdausi semakin meningkat sehingga
memutuskan untuk membuka toko oleh oleh sendiri dengan produk unggulan
prol tape keju.
Banyaknya peminat prol tape keju, Ibu Firdausi membuat inovasi dengan
bahan yang sama. Inovasi tersebut antara lain pia tape, pie tape, brownies tape.
Harga yang dijual berkisar antara belasan hingga pulahan ribu. Dibandingkan
harga awal pembuatan hingga sekarang meningkat pesat. Dari harga Rp. 4000

untuk ukuran standar menjadi Rp. 26.000. Hal tersebut disebabkan karena
meningkatnya harga pokok dan menjaga kualitas.
Purnama Jati semakin hari semakin dikenal oleh masyarakat luas. Banyak
toko oleh oleh kecil yang memesan prol tape keju milik Ibu Firdausi karean
tuntutan semakin banyak,maka membutuhkan karyawan. Dalam proses produksi
sebanyak 15 karyawan dengan batas waktu produksi hingga pukul 4 sore dan toko
sebanyak 2 orang dengan sistem kerja shift pagi dan sore. Bagian administrasi
dilakukan oleh anak Ibu Firdausi. Ibu Firdausi memperoleh resep memasak dari
majalah masakan, untuk mempertahankan kualitas produk Ibu Firdausi membeli
produk sejenis dari wirausahawan lain kemudian membandingkan dengan yang
beliau miliki dan memperbaiki kekurangan kualitas apabila dinilai kurang
memuaskan.
Setiap usaha selalu terdapat masalah yang harus dihadapi sama halnya
dengan Purnama Jati, masalah yang sering dijumpai adalah dipermainkan oleh
pembeli yang tidak bertanggung jawab,dan toko-toko kecil yang tidak melakukan
return juga karyawan yang menjual produk prol tape untuk mengambil
keuntungan sendiri. Hal tersebut membuat Ibu Firdausi lebih berhati-hati dalam
mecari relasi dan memperkerjakan karyawan. Melakukan konfirmasi dengan tokotoko yang dijadikan relasi merupakan salah satu cara untuk mengatasi
permasalahn dan memperkerjakan karyawan dengan mengutamakan kejujuran
tidak memandang latar belakang pendidikan dari karyawan. Kemudian banyaknya
pesaing menjadi tantangan bagi Ibu Firdausi, cara yang dilakukan dengan
mempertahankan kualitas produk dengan harga tetap meskipun harga bahan
pokok meningkat. Hal tersebut bisa dirasakan oleh Ibu Firdausi karena
keuntungan yang diperoleh terbilang kecil. Namun, bagi jiwa wirausahawan
mendapatkan profit kecil lebih baik daripada tidak sama sekali asalkan produksi
dilakukan secara terus menerus, prinsip dari Ibu Firdausi membuahkan hasil
beliau menyatakan bahwa sampai saat ini belum menerima komplain dari
pelanggannya
Keuntungan lainnya juga didapatkan oleh Purnama Jati dari pentitipan
produk olahan dari usaha lain,pengusaha yang menitipkan barangnya berasal dari

Jember,Lumajang,Banyuwangi dan Bondowoso. Sehingga Purnama Jati tidak


hanya menjualkan produk Prol tape yang menambah pemasukan dari toko. Karena
tuntutan produksi yang semakin banyak dan penitipan makanan semakin beragam
seperti Es Apollo,Tahu Dinamit,Jamu bubuk,makanan ringan khas daerah,dan
minuman ringan, pada tahun 2014 Purnama Jati memperluas lahan produksi
dengan membangun toko yang lebih besar yang sekarang dijadikan pusat
penjualan.
Ibu Firdausi berharap untuk kemajuan usaha yang digeluti adalah bekerja
dengan orang yang jujur, diberi kesempatan untuk memperluas jaringan dengan
membuka toko yang lebih besar. Beliau memberi motivasi kepada para pengusaha
muda jika ingin memulai wirausaha dimulai dengan modal yang kecil namun
dapat memberikan keuntungan yang besar, memiliki insting yang kuat atau
passion terhadap usaha yang akan dilakukan,konsisten terhadap usaha yang
dijalani, tidak mudah putus asa apabila terjadi hal-hal yang tidak diharapkan dan
yang terpenting adalah banyak bersedekah dan banyak berdoa agak rezeki yang
diberikan oleh Allah SWT menjadi berkah.