Anda di halaman 1dari 8

ABSTRAK

Respirasi berarti satu inspirasi dan satu ekspirasi. Frekuensi pernapasan adalah
intensitas memasukkan atau mengeluarkan udara per menit. Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi frekuensi pernafasan yaitu jenis kelamin, usia, suhu tubuh, posisi tubuh
dan kebiasaan olah raga. Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita kira-kira 20
sampai 25 persen lebih kecil daripada pria. Praktikum ini mengukur volume inspirasi
dan ekspirasi normal dari pernafasan, mengukur besar kapasitas paru paru yang dapat
diisi udara, dan mengukur volume paru paru yang dapat menampung udara
pernafasan normal selama 1 menit. Untuk mengukur volume ekspirasi dan inspirasi
menggunakan alat respirometer rakitan, ditarik nafas secara normal lalu dilepaskan
ujung selang dari mulut anda dengan posisi tinggi dilihat skalanya bandingkan hasilnya
dengan dahulu melakukan olahraga dan seorang perokok. Untuk mengukur kapasitas
vital ditarik nafas dalam sekuatnya kemudian hembuskan sekuat sekuatnya lalu
dilepaskan ujung selang dari mulut anda dengan posisi lebih tinggi dari kedudukan gelas
ukur dilihat skalanya bandingkan hasilnya dengan dahulu melakukan olahraga dan
seorang perokok. Untuk mengukur volume kapasitas total dihitung frekuensi pernafasan
dada dan bandingkan hasilnya dengan dahulu melakukan olahraga dan seorang
perokok. Hasil praktikum ini Pada keadaan normal setelah olahraga frekuensi
pernafasan lebih tinggi dan pada jenis kelamin frekuensi pernafasan laki laki lebih
tinggi dari pada perempuan. Tekanan darah dan volume nafas seorang perokok rendah.
Kata kunci : Kapasitas vital, respirometer, ekspirasi, inspirasi
TUJUAN PERCOBAAN
1. Mengukur

volume

HIPOTESIS
inspirasi

dan

ekspirasi normal dari pernafasan.


2. Mengukur besar kapasitas paru
paru yang dapat diisi udara
3. Mengukur volume paru paru yang
dapat menampung udara pernafasan
normal selama 1 menit.

Pada keadaan normal setelah


olahraga

frekuensi

pernafasan

lebih

tinggi dan pada jenis kelamin frekuensi


pernafasan laki laki lebih tinggi dari
pada perempuan. Tekanan darah dan
volume nafas seorang perokok rendah.

1. DASAR TEORI

untuk mempertahankan agar alveoli

tetap

Respirasi berarti satu inspirasi dan

sedikit

menggembung,

juga

satu ekspirasi. Seorang dewasa normal

beberapa udara masih tetap ada pada

melakukan 14-18 kali respirasi setiap

saluran udara pernapasan. Udara ini

menit, dan dalam keadaan istirahat

disebut udara residu, jumlahnya kira-kira

sebanyak 12-15 kali. Selama ini paru-

1.200ml.

paru mempertukarkan udara di dalamnya


denagn

atmosfir.

volume

udara

Untuk

yang

mengukur

dipertukarkan,

dipergunakan spirometer (respirometer).

Frekuensi
intensitas

pernapasan

adalah

memasukkan

atau

mengeluarkan udara per menit. Pada


umumnya intensitas pernapasan pada

Selama proses bernapas normal,

manusia berkisar antara 16 - 18 kali.

kira-kira 500ml udara bergerak ke

Frekuensi respirasi dipengaruhi oleh

saluran napas dalam setiap inspirasi, dan

beberapa faktor, seperti: usia, jenis

jumlah yang sama bergerak keluar dalam

kelamin, aktifitas, kondisi fisik, suhu

setiap ekspirasi. Hanya kira-kira 350 ml

tubuh dan posisi tubuh (Anonim, 2009).

volume

tidal

benar-benar

mencapai

Menurut

Basoeki

(2000),

alveoli, sedangkan yang 150ml tetap

respirasi seorang dewasa normal adalah

berada di hidung, faring, trakhea, dan

14-18 kali per menit, sedangkan dalam

bronkhi, yang disebut sebagai volume

keadaan istirahat 12-15 kali. Irama dasar

udara mati.

respirasi dikendalikan oleh sistem saraf

Bila kita melakukan inspirasi


normal

dan

kemudian

dalam medula oblongata dan spons.

melakukan

Usia: makin tambah usia, makin

ekspirasi sekuat-kuatnya, kita akan dapat

kecil

mendorong

Anak-anak

disebut

volume

pernafasannya daripada orang dewasa.

cadangan ekspiratori. Susudah volume

Hal ini disebabkan anak-anak masih

udara

dalam

ini

cadangan

ekspiratori

usia

banyak

seseorang.

udara,

udara

lebih

respirasi

1.200ml

volume

keluar

frekuensi

pertumbuhan

frekuensi

sehingga

dihembuskan, sejumlah udara masih

banyak memerlukan energi. Oleh sebab

tetap berada dalam paru-paru karena

itu, kebutuhannya akan oksigen juga

tekanan

lebih banyak dibandingkan orang tua

intrapleural

lebih

rendah

sehingga udara yang tinggal ini dipakai

(Anonim, 2009).

Jenis Kelamin: laki-laki lebih


banyak

frekuensi

meningkat sampai sebanyak 30 kali

pernafasannya

lipat. Harus ada mekanisme untuk

daripada perempuan. semakin banyak

menyesuaikan usaha respirasi terhadap

energi yang dibutuhkan, berarti semakin

tuntutan metabolik.

banyak pula O2 yang diambil dari udara.

Suhu tubuh: suhu yang tinggi,

Hal ini terjadi karena laki-laki umumnya

meningkatkan

beraktivitas

Semakin tinggi suhu tubuh (demam)

lebih

banyak

daripada

perempuan (Anonim, 2009).

maka

frekuensi

frekuensi

respirasi.

pernapasan

akan

Aktifitas dan kondisi fisik: makin

semakin cepat. Di lingkungan yang

terlatih fisik seseorang, makin kecil

panas tubuh mengalami peningkatan

frekuensi respirasinya. Jika diperhatikan,

metabolisme

orang yang melakukan aktivitas kerja

suhu agar tetap stabil. Untuk itu tubuh

membutuhkan

harus

energi,

memiliki

untuk

lebih

mempertahankan

banyak

mengeluarkan

frekuensi pernapasan yang besar pula.

keringat agar menurunkan suhu tubuh.

Berarti, semakin berat kerjanya maka

Aktivitas ini membutuhkan energi yang

semakin banyak kebutuhan energinya,

dihasilkan dari peristiwa oksidasi dengan

sehingga

menggunakan oksigen sehingga akan

frekuensi

pernapasannya

semakin cepat (Anonim, 2009).


Setelah

melakukan

dibutuhkan oksigen yang lebih banyak


aktivitas

(misalnya: berlari), metabolisme dalam


tubuh

meningkat

2009).

untuk

Posisi tubuh, posisi berbaring

metabolisme asam laktat dalam sel yang

frekuensi respirasi 13/menit, dan pada

banyak menghasilkan CO2 dan panas.

posisi duduk 18/menit dan 22/menit

Selama berlari, penggunaan O2 oleh otot

pada

yang bekerja bertambah. Sehingga PO2

pernapasan meningkat saat berjalan atau

dalam

berlari

jaringan

terutama

untuk meningkatkan frekuensi (Anonim,

dan

dalam

darah

posisi

berdiri.

dibandingkan

Frekuensi

posisi

diam.

menurun. Difusi O2 dan darah ke

frekuensi pernapasan posisi berdiri lebih

jaringan bertambah sehingga PO2 darah

cepat

pada otot berkurang dan pelepasan O2

Frekuensi

dari hemoglobin meningkat. Selama

terlentang lebih cepat dibandingkan

olahraga, penggunaan oksigen dapat

posisi tengkurap (Anonim, 2009).

dibandingkan
pernapasan

posisi
posisi

duduk.
tidur

Namun, masih banyak factor-faktor

Pusat

kontrol

oblongata

yang
juga

ada

di

lain yang lebih dominan mempengaruhi

medulla

membantu

frekuensi pernapasan yaitu.

mempertahankan homeostasis dengan

Emosi seseorang

cara memonitor kadar CO2 dalam darah

Perasaan seseorang

dan mengatur jumlah CO2 yang dibuang

Kejiwaan seseorang.

oleh alveoli saat ekspirasi. Petunjuk

Energi dan aura seseorang

utama mengenai konsentrasi CO2 datang

Latihan dan kebatinan seseorang

dari munculnya sedikit perubahan pH

Dalam

darah

keadaaan

normal,

dan

cairan

jaringan

yang

kegiatan inspirasi dan ekpirasi atau

menggenangi otak. CO2 bereaksi dengan

menghirup dan menghembuskan udara

H2O untuk membentuk H2CO3, yang

dalam bernapas hanya menggunakan

akan menurunkan pH. Ketika pusat

sekitar 500 cc volume udara pernapasan

control yang ada di medulla oblongata

(kapasitas tidal = 500 cc). Fase

mendeteksi adanya penurunan pH, pusat

ekspirasi merupakan fase berelaksasinya

control tersebut akan meningkatkan

otot

kedalaman

diafragma

(kembali

ke

posisi

dan

laju

pernapasan.n

semula, mengembang) sehingga rongga

Kelebihan CO2 dibuang dalam udara

dada mengecil dan tekanan menjadi

ekspirasi. Peningkatan konsentrasi CO2

lebih besar, akibatnya udara keluar dari

umumnya

paru-paru (Mrwaldi, 2009).

mengenai adanya penurunan konsentrasi

Sel-sel

tubuh

terus

menerus

merupakan

indikasi

kuat

O2, karena CO2 dihasilkan melalui

menggunakan O2 untuk reaksi metabolik

proses

yang melepaskan energi dari molekul

konsumsi O2, yakni respirasi seluler

nutrien dan menghasilkan ATP. Pada

(Alvyanto, 2009).

saat

yang

sama,

reaksi

ini

yang

sama

dengan

juga

melepaskan Karbon dioksida. Karena

2. ALAT DAN BAHAN

jumlah karbondioksida yang berlimpah

Alat :

akan

menghasilkan

keasaman

proses

yang

1. Respirometer
dari

rakitan

(yang

baskom

plastik,

bersifat racun bagi tubuh, maka CO2

terdiri

yang berlimpah harus dibuang dengan

selang plastik dan gelas ukur 1

cepat dari sel tubuh.

liter).

2. Jam untuk mengukur waktu

4. dilakukan seperti diatas dengan


terlebih

3. METODE KERJA

dahulu

melakukan

olahraga, bandingkan hasilnya.

3.1. Mengukur volume ekspirasi dan

3.3. Mengukur volume kapasitas total

inspirasi

1. Ditarik nafas dalam dalam

1. Disiapkan respirometer rakitan

sekuatnya,

2. Ditarik

selang plastic hembuskan sekuat

nafas

secara

normal,

kemudian cepat cepat ke dalam

2. Dihitung

3. Disegera lepaskan ujung selang

dada.

dari mulut anda dengan posisi lebih

vital

4. Dilihat skala perubahan pada gelas

dikalikan

frekuensi

4. Dilakukan seperti diatas dengan

volume tidal pada pernafasan anda

terlebih

5. Dilakukan seperti diatas terlebih

dahulu

melakukan

olahraga, bandingkan hasilnya.

olahraga,

bandingkan hasilnya.

4.

3.2. Mengukur kapasitas vital

DATA PENGAMATAN

4.1. Mengukur volume ekspirasi dan

1. Ditarik nafas dalam dalam


kemudian

pernafasan

pernafasan dalam 1 menit.

ukur, volume tersebut merupakan

sekuatnya,

frekuensi

3. Kapasitas total adalah kapasitas

tinggi dari kedudukan gelas ukur.

melakukan

melalui

kuatnya.

gelas ukur melalui selang plastic

dahulu

kemudian

melalui

inspirasi
4.1.1. Data Laki laki

selang plastik hembuskan sekuat


kuatnya.

Volume Tidal
Perlakuan

Inspirasi

Ekspirasi

Normal

160

260

dari mulut anda dengan posisi lebih

Suka

120

740

tinggi dari kedudukan gelas ukur.

Olahraga
60

240

2. Disegera lepaskan ujung selang

3. Dilihat skala perubahan pada gelas

Perokok

ukur, volume tersebut merupakan


kapasitas vital pada pernafasan

4.1.2. Data Perempuan

anda.

Volume Tidal
Perlakuan

Inspirasi

Ekspirasi

Normal

400

600

Suka

100

300

60

Olahraga
Perokok

60.000

Normal

Normal

=28

=48.720

Olahraga

Olahraga

20.400

80.400

9800

58.520

4.2. Mengukur kapasitas vital


4.2.1. Data laki laki
4.3.2. Data Perempuan

Kapasitas Vital
Perlakuan

Inspirasi

Ekspirasi

Normal

1160

1160

Suka

1000

340

Kapasitas Total

Total
Frekuensi Inspirasi

Ekspirasi

1740

Ekspirasi

350

4.2.1. Data Perempuan


Kapasitas Vital
Perlakuan

Inspirasi
&

Olahraga
Perokok

Kapasitas

33

25.740

22.440

48.180

64

12.800

21.760

34.560

Normal

Normal

= -

= -

Inspirasi

Ekspirasi

Normal

780

680

Olahraga

Olahraga

Suka

200

340

= -

= -

Olahraga
Perokok

5. PEMBAHASAN
Pada perlakuan pertama adalah

4.3. Mengukur volume kapasitas total

normal,

4.3.1. Data Laki laki


Kapasitas Total

Kapasitas
Total

Frekuensi Inspirasi

35

40.600

Ekspirasi

40.600

pelaku menghirup udara dengan inspirasi


kemudian

pelaku

menghembuskan udara sekuat mungkin


pada

respirometer

rakitan.

Dari

Inspirasi

percobaan ini pada laki laki untuk

&

perlakuan normal inspirasi didapat 160

Ekspirasi

cc sedangkan ekspirasi didapat 240 cc.

81.200

sedangkan

pada

perempuan

didapat

perlakuan normal inspirasi 400 cc dan

ekspirasi 600 cc. untuk percobaan

untuk

kapasitas total normal untuk laki laki

Kapasitas vital paru dapat dipengaruhi

di dapat 1160 cc dan ekspirasi sebesar

oleh kebiasaan seseorang melakukan

1160 cc. dan perempuan normal didapat

olahraga. Olah raga dapat meningkatkan

inspirasi 780 cc dan ekspirasi 680 cc.

aliran darah melalui paru-paru sehingga

Volume dan kapasitas seluruh paru pada

menyebabkan oksigen dapat berdifusi ke

wanita kira-kira 20 sampai 25 persen

dalam kapiler paru dengan volume yang

lebih kecil daripada pria, dan lebih besar

lebih besar atau maksimum. Kapasitas

lagi pada atletis dan orang yang bertubuh

vital pada seorang atletis lebih besar

besar daripada orang yang bertubuh

daripada

kecil dan astenis (Guyton & Hall,

berolahraga. Kebiasaan olah raga akan

1997:605). Kapasitas paru pada pria

meningkatkan kapasitas paru dan akan

lebih besar yaitu 4,8 L dibandingkan

meningkat 30 40 % (Guyton & Hall,

pada wanita yaitu 3,1 L (Tambayong,

1997). Pada keadaan normal setelah

2001).

olahraga
Untuk perlakuan suka olahraga

didapat data laki laki inspirasi, sebesar

melakukan

orang

aktivitas

yang

frekuensi

lainnya.

tidak

pernafasan

pernah

lebih

tinggi dan pada jenis kelamin frekuensi


(Hipotesis diterima).

120 cc dan ekspirasi sebesar 740 cc.


sedangkan

perempuan

didapat

data

KESIMPULAN

inspirasi sebesar 100 cc dan ekspirasi

Volume dan kapasitas seluruh paru pada

300 cc. kapasitas vital orang suka

wanita kira-kira 20 sampai 25 persen

olahraga didapat sebesar inspirasi 1000

lebih kecil daripada pria, dan lebih besar

cc dan ekspirasi 340 cc. sedangkan

lagi pada atletis dan orang yang bertubuh

perempuan inspirasi 200 cc dan ekspirasi

besar daripada orang yang bertubuh

340 cc. Kebiasaan olah raga/Kesegaran

kecil dan astenis. Ada beberapa faktor

jasmani

kondisi

yang mempengaruhi yaitu jenis kelamin,

dalam melaksanakan

usia, suhu tubuh, posisi tubuh dan

fisik

berkenaan

seseorang

dengan

tugas sehari-hari secara efisien dalam

kebiasaan

waktu

frekuensi pernafasan.

yang

relatif

lama

tanpa

olahraga

mengalami kelelahan yang berarti dan


masih

memiliki

cadangan

tenaga

DAFTAR PUSTAKA

mempengaruhi

[1] Alvyanto. 2009. Sistem pernapasan


manusia,

[online].

http:

//alvyanto.

blogspot.com/2010/01/systempernafasan-manusia.html. Diakses pada


tanggal 13 Desember 2015.
[2]

Anonim.

Pernafasan

2009.

dan

Berpengaruh.

Frekuensi

Faktor

[online].

yang

http://bas-

life.blogspot.com/2009/10/faktor-yangmempengaruhi-kecepatan.html'
rel='canonical'/>. Diakses pada tanggal
13 Desember 2015.

Susunan Saraf Manusia. Jakarta: EGC.


[9] Syaifudin. 1997. Anatomi Fisiologi
Untuk Siswa Perawat. Jakarta: EGC.
[10] Tambayong,

Jan. 2001. Anatomi

Fisiologi untuk Keperawatan. Jakarta:


Rineka Cipta.
TUGAS
Pertanyaan :
1. Apa yang dimaksud dengan volume
residu ?
2. Berbedakah kapasitas total sebelum

[3] Campbell. 2012. Biologi. Jakarta:


Erlangga.

dan sesudah olahraga ?


Jawab :

[4] Effendi, Mulyati. 2015. Penuntun


Praktikum Anatomi Fisiologi Manusia.
Bogor : UNPAK.

1. Volume gas dalam paru yang masih

[5] Ganong, William F. 1995. Buku Ajar


Fisiologi Kedokteran Edisi 14, Jakarta :
EGC.

residu adalah kapasitas patu total


2. Kapasitas total sebelum olahraga dan

[6] Guyton, Arthur C & Hall, John E.

sesudah olahraga sangat berbeda

1997.

Kedokteran,

dengan frekuensi pernapasan lebih

Terjemahan Irawati Setiawan. Jakarta:

besar sesudah olahraga daripada saat

EGC.

sebelum olahraga. Karena setelah

[7] Mrwaldi. 2009. Sistem Respirasi

olahraga frekuensi detak jantung dan

Pada

pernapasan lebih cepat daripada

Fisiologi

Manusia.

[online].

http://doc/

23376022/Sistem-Pernafasan-InspirasiDan-Ekspirasi. Diakses pada tanggal 13


Desember 2015
[8]

Noback,

C.R.

1991.

Anatomi

tertinggal

saat

akhir

ekspirasi

maksimal, dengan kata lain volume


dikurangi kapasitas vital.

sebelum olahraga.