Anda di halaman 1dari 33

36

CONTOH : PERANCANGAN BEJANA VAKUM


Sebelum pembuatan sebuah bejana tekan perlu adanya perancangan yang
berhubungan dengan ukuran-ukuran bejana, yang merupakan hasil dari
pengolahan data hasil survey maupun perkiraan perancangan. Dalam peracangan
ini terdapat spesifikasi ukuran-ukuran bejana tekan yang didapat dari hasil survey
di PG. Gondang Baru, Klaten, Jawa Tengah, berupa bejana tekan vakum untuk
pengkristalan. Adapun spesifikasinya adalah sebagai berikut:
Jenis Bejana

: Bejana Vertikal

Jenis Head

: Ellipsoidal Head

Tekanan kerja (P)

: 65 cm. Hg

Suhu

: 1300C= 2660F

Diameter luar silinder (DL)

: 3.500 mm

= 137,8

inchi

Tinggi silinder besar (HL)

: 3.500 mm

= 137,8

inchi

Diameter luar silinder kecil (DS)

: 1.000 mm

= 39,37

inchi

Tinggi silinder kecil (HS)

: 1.500 mm

= 59,05

inchi

Tinggi silinder shell (H)

: 5840,73 mm = 229,95

Diameter pipa vakum

: 20 in

Diameter pipa nira masuk

: 10 in

Diameter pipa nira keluar

: 10 in

Diameter pipa uap baru

: 5 in

Diameter pipa uap bekas

: 10 in

Diameter pipa kondensasi

: 3 in

Isi

: Nira kental

= 12,57 psi

inchi

37

Berat jenis nira kental

: 1,54 g/cm3

Kapasitas

: 8.000 liter

Bahan shell dan Head

: SA 515 g 60

Efisiensi sambungan 0,80 (pemeriksaan sambungan secara spot inspection)


Faktor korosi/Corrosion Allowance : 0,125 inchi (berdasarkan radiografi) ..

Keterangan :
1. Nozzle damp (vakum)
2. Nozzle pengeluaran gas
3. Pengeluaran hampa udara
4. Kaca penglihat
5. Jarum thermometer
6. Nozzle uap baru
7. Gelas penduga nira
8. Base plate
9. Nozzle nira masuk
10. Lubang orang bawah
11. Pondasi
12. Nozzle nira keluar
13. Plat head bawah
14. Nozzle uap bekas
15. Lubang orang samping
th = tebal plat head atas bejana
t = tebal plat badan bejana
= sudut kemiringan kerucut
hT = tinggi penyangga

Gambar 3.1. Bejana untuk Pan Masak

3.1. Perancangan Tebal Shell (Dinding) Bejana


1

Bednard, H.H., 1981, Pressure Vessel Design Handbook, hal. 267

38

Beda tekanan yang terjadi didalam dan diluar bejana


(14,69 psi x 1,25 psi) P ...

(14,69 psi x 1,25 psi) 12,57 psi = 5,7925 psi


dimana : 1 atm = 14,69 psi

3.1.1.

Perancangan Tebal Dinding Silinder Shell


Dengan asumsi, tanpa mempertimbangkan beban angin dan tanpa

memakai penguat karena L/D relatif kecil.


Bahan shell adalah SA 515 grade 60 dengan tegangan ijin maksimum (Sa)
150000 psi. Harga Sa ini sudah termasuk factor keamanan, yaitu 4 (sesuai standar
ASME).
Bila Do/t >10 maka dipakai
4B
Pa = 3 D o

....

Dimana :
Pa = tekanan yang diterima dinding bejana
Do = diameter luar shell
t = tebal minimum shell yang diijinkan
B = faktor B (dari grafik nilai factor B pada lampiran)
HL
L
137,8
=
= 137,8 = 1
Do DL

Diasumsikan tebal shell ts = 0,5 in


2
3

Megyesy, E.F., 1972, Pressure Vessel Handbook, hal. 31


Ibid, hal 32

39

Do / t = 275,6
Dari grafik nilai faktor A dan faktorB (lihat lampiran) diperoleh :
A = 0,0003
B = 4500
Pa =

4 4500
= 21,35 psi
3137,8/0,5

Karena Pa > 14,69 x 1,25 = 18,3625 psi masih terlalu riskan untuk dipakai,
sehingga dengan pendekatan diambil tebal plat shell (ts) = 0,5625 in.
Maka :
Do / t = 245
Dari grafik nilai faktor A dan B (lihat lampiran), pada suhu 266 oF
diperoleh :
A = 0,00035
B = 5000
Pa =

4(5000)
= 27,21 psi
3(137,8 / 0,5625

Karena Pa cukup besar dari 18,3625 psi, maka aman, sehingga tebal plat untuk
shell adalah
ts = 0,5625 + faktor korosi
= 0,5625 + 0,125 = 0,6875 in. maka dipakai tebal plat minimum

3.1.2.

Perancangan Tebal Dinding Bejana Akibat Beban Angin

11
in.
16

40

Karena bejana terletak didalam ruangan sehingga beban angin yang terjadi
tidak diperhitungkan.

3.2. Perancangan Head


Dimana telah diketahui jenis head adalah Ellipsoidal head. Bahan untuk
head SA 515 grade 60 dengan tegangan tarik maksimum (Sa) = 15000 psi dan
effisiensi sambungan (E) = 0,80, faktor korosi head (CA) = 0,125 in.

3.2.1. Head Atas

Pa =

B
(R o / t)

...................................................................................

Dimana :
Diameter luar silinder head (Do) = 1000 mm = 39,37 in
Ro = 0,9 Do
= 0,9 39,37
= 35,433 in
4

Ibid, hal. 18

41

Diasumsikan tebal head atas (th) = tebal silinder shell kecil (0,6875 in)
A=

0,125
(R o / t)
0,125
(35,433 / 0,6875)

= 0,0024
berdasarkan grafik nilai faktor B (lampiran hal.

), pada suhu 266 oF didapat

B = 12.500
Maka :
Pa =

12.500
= 242,5 psi
(35,433 / 0,6875)

Harga Pa masih terlalu besar dari 18,3625 psi, sehingga dengan pendekatan
diambil th atas = 0,25 in
Dimana :
A=

0,125
= 0,00088
(35,433 / 0,25)

Berdasarkan grafik nilai faktor B (lampiran hal.

), pada suhu 266 oF didapat

B = 11.000, maka :
Pa =

11.000
= 77,6 psi
(35,433 / 0,25)

Harga Pa cukup besar dari 18,3625 psi maka aman. sehingga tebal minimum
head atas (th atas) 0,25 + 0,125 = 0,375 in. Maka dipakai tebal minimum head

atas (th atas) =

3
in.
8

3.2.2. Head Bawah

42

th
0,866
ts

Diketahui :
Tekanan kerja (P)

= 12,57 psi

Faktor korosi (CA)

= 0,125 in

Diameter luar silinder (Ds)

= 137,8 in

Berat jenis nira kental ()

= 1,54 g/cm3 62,36 = 96,0344 lb/ft3

Kecepatan gravitasi (g)

= 9,8 m/s2 3.28 = 32,15 ft/s2

Hc = tinggi head bawah = 32,96 in


H = 32,96 in + 59,05 in
=

32,96 59,05
= 7,667 ft
12

= 60 o
P = ( g h) + P
5

Brownell, L.E., Young, E.H., 1959, Process Equipment Design, hal. 112

43

(96,0344) (32,15) (7,667)


+ 12,57 = 176,93 psi
144

Dimana :
f = tegangan pada head bawah =

Ac

Dimanan :

Ac =

(Ds2 ds2)

Dimana ds = Ds (2 ts) = 136,425 in

Ac =

(137,82 136,4252)

= 296,14 in2
Maka :
176,93

f = 296,14 cos = 0,3 lb


Sehingga :
th = (0,866) (0,6875)

0,3
176,93

= 0,0245 in

Jadi tebal plat head bawah adalah th = 0,004 in + faktor korosi


th = 0,024 + 0,125 = 0,15 in. Maka dipakai tebal plat minimum

3.3.

Pengetesan Tekanan Hidrostatik

Ibid, hal. 45

1
in.
4

44

1,5 x tekanan operasi x

Pt 1,5 12,57

tegangan ijin saat pengetesan


...................
tegangan ijin saat perencanaan

15000
18,85 psi
15000

tegangan yang terjadi pada saat pengetesan adalah:


Stes =

Pt D 0 18,85 137,8

1236,9 psi
4 t
4 0,525

Karena tegangan pengetesan 1236,9 psi < 15000 psi, maka aman.

3.4.

Tegangan Lokal (Local Stress)


Tegangan lokal ini ditinjau dari pipa yang paling besar dan panjang yaitu

pipa vakum, karena telah terjadi momen yang terbesar, sehingga :

L = Cm 2
t R t

...

Dimana :
M=Fa
Dimana :
M = momen
F = W = gaya
a = jarak pusat momen
Berdasarkan tabel berat pipa (lampiran hal.

), didapat :

diameter pipa (Ds) = 20 in


7

Chause, R., 1993, Pressure Vessel, hal. 140

Bednat, H.H., 1981, Pressure Vessel Design Handbook, hal. 180

45

tebal pipa (t) = 0,375 in


berat pipa () = 79 lb/ft
dimana :
dimeter dalam pipa (ds)

= Ds (2 t)
= 20 (2 0,375)
= 19,25 in

panjang pipa (L) = 9,84 ft = 118,1 in


berat pipa total (W)

=L
= 79 9,84
= 777,36 lb

maka :
M = 777,36

1
(118,1)
2

= 45903,108 lb in
Berdasarkan tabel nilai Cm (lampiran hal.

), didapat Cm = 0,0325

sehingga :

45903,108

L = 0,0325
2

(0,375 ) 10 0,375

= 5478,3 psi
Karena L < Sa = 15.000 psi, maka aman, sehingga pada pipa vakum ini tidak
memerlukan adanya penguat, begitu juga pada pipa dan nozzle yang ada.

3.5. Perancangan Isolasi

46

Untuk menjaga suhu tetap 130o C, bahan isolasi dari glass wool dengan
Konduktifitas thermal (k) = 0,038 W/mo C (Perpindahan kalor, J.P. Holman, hal.
7). Diasumsikan bahwa panas yang terbesar terdapat pada badan bejana sebab
sumber pemanas diletakan di badan bejana, sehingga tebal isolasi adalah
a.

Panas yang ditransfer pada shell

k 2 L (T1 T2 )
r
ln 2
r1

... 9

Dimana :
k = konduktifitas panas bahan
L = panjang shell
r1 = jari-jari dalam shell ( D o 2 tebal shell)/2
r2 = jari-jari luar shell
T1 = suhu dalam bejana
T2 = suhu luar bejana (diambil 30 oC)
Tebal shell = 0,6875 in
Dianggap perpindahan panas secara uniform, dan ukuran yang
digunakan adalah silinder shell besar (DL = 137,8 in) karena pemanas
terletak pada silinder shell besar dan panas yang timbul lebih besar.
Sehingga :
r1 = (137,8 2 0,6875) / 2 = 68,2125 in
r2 = 137,8 / 2 = 68,9 in
L = H = tinggi silinder besar = 137,8
9

Holman, J.P., Perpindahan Kalor, hal. 30

47

0,038 2 (137,8 0,0254)(130 30)


68,9
Q=
= 8333,32 W
ln
68,2125

b.

Tahanan termal tanpa isolasi


T

R = Q/A .....

10

Dimana :
A=DL
= (137,8 0,0254) (137,8 0,0254) = 22 m2
Sehingga :
R=

130 30
= 0,264
(8333,32 / 22)

Rugi kalor yang diperbolehkan untuk isolasi dengan bahan glass wool

30
100% = 23% = 0,23
130

c. Tahanan thermal dengan isolasi


0,264

Risolasi = 0,23 = 1,15


1,15 = 0,264 + RW
RW = 0,886 =

x
x
= 0,038
k

x = 0,886 0,038 = 0,033668 m = 1,325 in


Jadi tebal isolasi minimu yang dipakai adalah 1,325 in dari bahan
glass woll. Dalam pemasangannya glass wool ini tidak langsung

10

Ibid, hal. 28

48

ditempelkan pada badan bejana namun ada semacam sekat, ini


dimaksudkan agar glass wool tidak terbakar.

3.6. Perhitungan Berat Bejana


Berat bejana yang dimaksud disini adalah jumlah dari berat kosong, berat
fluida dalam bejana atau berat isi, berat beban perpipaan

3.6.1. Mencari berat bejana kosong (Wk)


a. Berat shell
Karena dalam tabel berat untuk bejana dengan diameter 137,8 in dan
tebal plat 0,6875 in tidak tercantum maka dicari dengan persamaan sebagai
berikut:
1. Berat head atas
Berat ellipsoidal head dianggap

1
W1 =
3

4 R o3 R i3
3
2

Dimana
Tebal haed (th) atas = 0,375 in

1
spherical head, maka :
3

49

Do = diameter luar head atas


= 39,37 in = 3,28 ft
Di = diameter dlam head atas
= Do (2 th) = 39,37 (2 0,375) = 38,62 in = 3,21 ft
= berat jenis bahan plat
untuk baja = 7,85 gr/cm3 62,36 = 489,526 lb/ft3
Sehingga :

1
W1 =
3

4 1,64 3 - 1,605 3
3
2

489,526

= 38,8 lb
2. Berat silinder shell kecil

W2 =

2
2
D s - d s H ..
4

Dimana :
Tebal shell = 0,6875 in
11

Megyesy, E.F., 1972, Pressure Vessel Handbook, hal. 232

11

50

Ds = 39,37 in = 3,3 ft
ds = Ds (2 tshell)
= 39,37 (2 0,6875) = 37,995 in = 3,16 ft
H = 59,05 in = 4,92 ft
Maka :
W2 =

3,1416
(3,3 2 3,16 2 ) 4,92 489,526
4

= 1710,8 lb
3. Berat bagian ellips antara silinder kecil dan besar
W3 = Wellips besar Wellips kecil

Wellips besar = a b
Dimana :
Tebal shell = 0,6875 in
a=

1
2

DL t shell =

1
2

(137,8) 0,6875 = 68,215 in = 5,7 ft

b = DL t shell = (137,8) 0,6875 = 33,765 in = 2,8 ft


Maka :
Wellips besar = 3,1416 5,7 2,8 489,526 = 24544,8 lb
Wellips kecil = x b

51

Dimana :
a

c=

12

68,215

= 33,765 = 2 in = 0,167 ft
x =
=

1
2

Dsilinde kecil t shell

1
2

(39,37) 0,6875 = 18,9975 in = 1,58 ft

a2 - x2
....
c

y=

13

(68,215) 2 - (18,9975) 2
= 32,76 in = 2,73 ft
2

b = b y = 33,765 32,76 = 1,005 in = 0,08375 ft


maka :
Wellips kecil = (3,1416) (1,58) (0,08375) 489,526
= 203,5 lb
jadi :
W3 = 24544,8 203,5 = 24341,3 lb
4. Berat silinder shell besar
W4 =

2
2
Ds - ds H
4

Dengan mengacu pada gambar silinder kecil, maka didapat :


Dimana :
Tebal shell (t) = 0,6875 in
DL = diameter luar silinder shell besar = 137,8 in = 11,49 ft
12
13

Ibid, hal. 230


Ibid, hal. 230

52

ds = diameter dalam silinder shell besar


= DL - (2 t shell) = 137,8 (2 0,6875) = 136,4 in = 11,37 ft
H = tinggi silinder shell besar = 137,8 in = 11,49 ft
Sehingga :
W4 =

(11,492 11,372) 11,49 489,526 = 12118,36 lb

5. Berat head bawah


W5 = 0,2618

2
0

2
2
2
D1 d 0 d1 D 0 d 0 D1 d1 H

Dimana :

Tebal head bawah th = 0,129 in


Do = diameter luar silinder head besar = DL
= 137,8 in = 11,49 ft
Di = diameter dalam silinder head kecil
= 137,8 (2 th ) =135,542 in = 11,46 ft
do = diameter luar silinder head kecil = 23,62 in = 1,97 ft
di = diameter dalam silinder head kecil
= 23,62 (2 th) = 23,362 in = 1,95 ft
H = tinggi head bawah = 32,96 in = 2,747 ft

53

Sehingga :

11,49 2 11,46 2 1,97 2 1,95 2

W5 = 0,2618

11,49 1,97 11,46 1,95

2,747489,526

= 371,48 lb
Dari perhitungan di atas maka diperoleh berat shell bejana sebagai berikut:
Wshell = W1 + W2 + W3 + W4 + W5
= 38,8 + 1710,8 + 24341,3 + 12118,36 + 371,48
= 38580,74 lb
b. Berat pipa pemanas
Diketahui : Tipe pemanas serpentyn, yaitu pipa pemanas berbentuk spiral.
Dimeter dalam pipa pemanas

= 96 mm = 3,78 in

Diameter luar pipa pemanas

= 100 mm = 3,94 in

Tebal pipa pemanas

= 4 mm

Jumlah pipa coil pipa pemanas

= 6 buah

= 0,16 in

Karena pipa pemanas ini terletak pada silinder bejana yang besar, maka
yang dipakai dalam perhitungan adalah diameter silinder besar (D L), yaitu
137,8 in.
Panjang pipa pemanas
L =

r2

dc

Dimana :
L = panjang pipa pemanas in
d = diameter luar pipa pemanas in
14

Ibid, hal. 272

14

54

c = jarak antara piap pemanas in (diasumsikan = 4 in)


r =

3,94
137,8

- 4 0,625
2
2

L =

62,305 2
3,94 4

= 62,305 in

= 1535,94 in = 127,995 ft

Sehingga :
Wp =

(D2 - d2) L jumlah pipa pemanas

Dimana : = berat jenis baja = 489,526 lb/ft3


3,94 2 3,78 2
127,995489,5266 = 30392,53 lb

Wp =
4 12
12

c. Berat nozzle
Untuk diameter bejana lebih dari 36 in maka dibutuhkan sebuah manhole
(lubang orang untuk masuk ke bejana guna pengontrolan)

(15)

Diasumsikan dipakai nozzle kelas 150, maka dari table berat nozzle
(lampiran hal.

15

) didapat berat sebagai berikut :

Manhole

= 428 lb (2 buah)

Pipa vakum (N1)

= 428 lb

Pipa nira masuk (N2)

= 95 lb

Pipa nira keluar (N3)

= 95 lb

Pipa uap bekas (N4)

= 95 lb

Pipa uap baru (N5)

= 35 lb (6 buah)

Pipa pengeluaran gas (N6)

= 16 lb

Pipa kondensasi (N7)

= 16 lb

Ibid, hal. 99

55

Sehingga berat total nozzle yang ada adalah :


Wn = (428 3) + (95 3) + (35 6) + (16 2) = 1811 lb
d. Berat isolasi dan pelindung isolasi
1. Berat isolasi
Wins = Ds H ...

16

Dimana :
DL = diameter luar silinder
= 137,8 in = 11,48 ft
HL = tinggi silinder
= 137,8 in = 11,48 ft

= berat jenis glass wool


= 8 lb/ft3 .....

17

Sehingga :
Wins = 11,48 11,48 = 72,13 lb
2. Berat pelindung isolasi
Wr = D H
Pelindung isolasi dipilih material kayu kwalitas III, karena mampu
menahan panas dengan baik. (18)
Dimana :
berat jenis kayu () = 0,6 kg/dm3 62,36 = 37,416 lb/ft3
t isolasi = 1,325 in = 0,11 ft
16

Ibid, hal. 232


Ibid, hal. 400
18
Frick, H., 2003, Ilmu konstruksi Bangunan Kayu, hal. 3
17

56

HL = 137,8 in = 11,48 ft
D = DL + (2 t isolasi)
= 137,8 + (2 1,325) = 140,45 in = 11,7 ft
Sehingga :
Wr = 11,7 11,48 37,416 = 15788,32 lb
Maka untuk berat kosong bejana (Wk) adalah
Wk = Wshell + Wp + Wn + Wins + Wr
= 38580,74 + 30392,53 + 1811 + 72,13 + 15788,32 = 86644,72 lb

3.6.2. Berat Fluida Isi dari Bejana (Wi)


Wi =

(ds2) H ..

Dimana :
Tebal shell (ts) = 0,6875 in
ds = diameter dalam silinder
19

Megyesy, E.F., 1972, Pressure Vessel Handbook, hal. 232

19

57

= Ds (2 ts) = 137,8 (2 0,6875) = 136,425 in = 11,37 ft


H = tinggi silinder = 59,05 in = 4,92 ft
= berat jenis nira kental
= 1,54 gr/cm3 62,36 = 96,0344 lb/ft3
Sehingga :
Wi =

(11,372) 4,92 96,0344

= 47973,76 lb
Dari perhitungan diatas didapat volume total dari bejana , yaitu :
Jadi berat total bejana pada saat operasi adalah :
W = Wk + Wi = 86644,72 + 47973,76 = 134618,48 lb
Berat persatuan panjang dari bejana adalah
w=

134618,48
W
=
= 7035,5 lb/ft
( 229,61 / 12)
H

3.7. Perhitungan Beban Akibat Gempa


Beban gempa akan mengakibatkan getaran yang tiba-tiba dan akan
membebani landasan bejana, walaupun beban gempa secara rinci sangat kompleks
namun dapat disederhanakan sebagaia beban statis

58

3.7.1. Periode getar


H

T 0,0000265.

w.D
t

detik

.................................

20

dimana :
w = berat bejana persatuan panjang (7035,5 lb/ft)
D = Diameter luar bejana (137,8 in = 11,48 ft)
t = tebal shell (0,6875 in)
H = tinggi bejana beserta tinggi penyangga (in)
Diasumsikan tinggi penyangga (hT) = 80 in
H = 229,61 + 80 = 309,61 in = 25,8 ft
sehingga :
25,8

11,48

T 0,0000265.

7035,5 11,48
0,046 detik
0,6875

3.7.2. Gaya geser akibat gempa


V = Z I K C S W ......................................................

21

dimana :
Z = faktor gempa, direncanakan bejana akan diletakan didaerah
yogyakarta dengana zona gempa 3 (untuk Z = 0,750)
I =1
K = faktor gaya horizontal (untuk bejana = 2)
20
21

Ibid, hal. 58
Ibid, hal. 58

59

S = 1,5 (karena T 2,5)


W = berat bejana saat operasi (134618,48 lb)
C = koefisien flexibility
=

0,067

0,12

0,067
0,013

0,60

Karena C > 0,12 maka tidak bisa dipakai, dengan zone 3 maka dari tabel
diperoleh harga C = 0,20 (lampiran hal.

sehingga :
V = 0,750 1 2 0,20 1,5 134618,48 = 60578,316 lb

3.7.3. Periode getar maksimal


Tmax 0,80

W.H
V.g

detik

.................................................

22

dimana, g = 32,15 ft/det


sehingga :
Tmax 0,80

134618,48 25,8
1,07 detik
60578,316 32,15

3.7.4. Gaya horisontal


Ft = 0,07 T V ...................................................................
Ft = 0,07 0,046 60578,316 = 195,06 lb

3.7.5. Momen gempa


22
23

Ibid, hal 58
Ibid, hal 59

23

60

M = Ft H + (V Ft) 2/3 H ..................................................

24

M = (195,06 25,8) + (60578,316 195,06) (2/3 25,8)


= 1125151,829 lb ft

3.8. Pemilihan Profil Penyangga / Support


Direncanakan penyangga menggunakan jenis support legs dengan profil I.

3.8.1. Perhitungan terhadap Gempa dan Angin


a. Gaya horizontal gempa.
Fh = V Ft ... 25
= 60578,316 195,06 = 60383,256 lb

b. Reaksi akibat gempa


Qe =

W 4 Fh H

.
N
N De

Dimana :
W = berat bejana saat operasi
24

Ibid, hal 59
Brownell, L.E., Young, E.H., 1959, Process Equipment Design
26
Ibid, hal.
25

26

61

N = jumlah kolom penyangga = 4, karena D > 36 (24 in).27


Do = diameter luar silinder shell bejana = 137,8 in = 11,48 ft
De = 1,2 Do = 1,2 137,8 = 165,36 in = 13,78 ft
H = tinggi bejana (h) + tinggi support (hT) = 25,8 ft
Qe =

134618,65 (4)(60383,256)(25,8)

4
( 4)(13,78)

= 33654,6625 113054,28
Qe max = 146708,95 lb
Qe min = -79399,6 lb
c. Beban angin
Karena tinggi bejana kurang dari 30 ft dan terletak dalam ruangan,
maka beban angin tidak diperhitungkan. (H. Henry. Bednar, hal. 5)
Dari perhitungan di atas maka untuk menghitung kolom digunakan beban
gempa (Qe). Gaya pada kolom diambil Qe max dengan bahan support SA 515
grade 60, Sa = 15000 psi, maka luas penampang profil adalah
A=

Q e max
146708,95
=
= 9,78 in2
15000
Sa

Dengan luas penampang profil (A) = 8,7 in2. dari tabel (lampiran hal.

) dipilih

profil 12 I (12 5) dengan ukuran profil sebagai berikut :


Kedalaman profil (d) = 12 in

Tebal badan (tb)

= 0,350 in

Lebar flange (h)

= 5 in

Tebal sayap (ts)

= 0,544 in

Luas profil (A)

= 9,26 in2

Momen Inersia (Ix)

= 215,8 in4

3.8.2. Tebal Base Plate (tb)

27

Bednat, H.H., 1981, Pressure Vessel Design Handbook, hal. 133

62

Bahan base plate SA 515 gr 65, Sa = 16300 psi. Berdasarkan gambar


diatas maka diasumsikan a = 23 in dan b = 10 in, sehingga :
m=
=
n=
=

tb =

1
(a 0,95d) ..
2

28

1
(23 0,95 12) = 5,8 in
2
1
(b - 0,80h)
2

29

1
(10 0,80 5) = 3 in
2

m 3p
Sb

1
2

30

Dimana :
p

= bearing pressure = C / (a b)

C = beban aksial pada kolom akibat gempa = Qe


p

= 146708,95 / (23 10) = 637,865 lb/in2

Sb = tegangan lengkung yang diijinkan bahan plat (untuk struktur baja


karbon Sb = 0,6 Sa)
= 0,6 16300 = 9780 psi
Sehingga :
tb = 5,8

3 637,865

9780

1
2

= 2,565 in

Diambil tebal base plate 2,5 in

28

Ibid, hal. 140


Ibid, hal. 140
30
Ibid, hal. 140
29

63

Karena tebal sayap profil I 0,544 dan tebal base plate 2,5 in, maka berdasarkan
tabel tebal pengelasan (lihat lampiran ) ukuran minimum fillet las leg diambil

1
2

in.

3.8.3. Tegangan di Shell Bejana yang Terjadi Saat Penyanggaan

a. Tegangan maksimum longitudinal pada shell dibagian a-a


SL = (4 Ma / D2 t) + (W / t D) .....
Dimana :
Ma = momen yang terjadi, diambil dari momen akibat gempa
D = diameter luar silinder shell (137,8 in)
t

= tebal shell (0,6875 in)

W = berat bejana saat operasi (134618,48 lb)


31

Ibid, hal. 142

31

64

SL = (41125151,829/137,820,6875)+(134618,48/0,6875137,8)
= 562,04 psi
Karena SL < Sa (tegangan ijin bahan shell = 15000 psi), maka aman
b. Tegangan maksimum cause buckling pada bagian b-b.
Sc = P1 / L2 t .. 32
Dimana :
P1 = beban essentrik pada atas column saat kondisi operasi
P1 = (W / N) + (4 Ma / N D) .
= (134618,48 / 4) + (4 1125151,829 / 4 137,8)
= 41819,72 lb
L2 = h + 2 (R t)1/2 ... 34
Dimana :
h = lebar profil I (5 in)
R = jari-jari luar silinder shell (137,8/2 = 68,9 in)
t = tebal shell (0,6875 in)
L2 = 5 + 2 (68,9 0,6875)1/2 = 48,17 in
Sehingga :
Sc = (41819,72 / 48,17) 0,6875 = 596,866 psi
Karena Sc < Sa (tegangan ijin bahan shell = 15000), maka aman

3.9. Perancangan Baut Angkur

32

Ibid, hal. 142


Ibid, hal. 137
34
Ibid, hal. 142
33

33

65

Direncanakan jumlah minimum baut angkur 16 buah dengan kedudukan


baut angkur 137,8 in. Berat bejana saat operasi (W) = 134618,48 lb. Momen
diambil yang terbesar, yaitu momen akibat gempa (M) = 1125151,829 lb ft. Bahan
baut dipakai SA 3193 B 7 dengan SB = 18000 psi. Faktor korosi untuk baut
diambil (CA) = 0,125 in.

3.9.1. Gaya Tarik Maksimum pada Baut


T=

12M W
...
AB
CB

35

Dimana :
W = berat bejana saat operasi, lb
M = momen yang terjadi pada plat dasar, lb ft
AB = luasan dalam lingkar baut angkur =

137,82 = 14913,83

in2
CB = keliling dari lingkar baut angkur = 137,8 = 432,9 in
Sehingga :
35

Megyesy, E.F., 1972, Pressure Vessel Handbook, hal. 76

66

T=

12 1125151,82 9 134618,48
= 594,35 lb/in
14913,83
432,9

3.9.2. Luas Penampang Angkur yang Diperlukan


BA =

T CB
..
SB N

36

Dimana :
T = gaya tarik maksimum baut
CB = keliling dari lingkar baut
SB = tegangan ijin maksimum baut
N = jumlah baut
BA =

1077,09 339,3
= 0,9 in
18000 16

Luas penampang angkur yang ada ditambah faktor korosi untuk baut B A =
0,9 + 0,125 = 1,025 in. Dari tabel ukuran baut angkur (lihat lampiran) diambil
ukuran baut minimum 1-3/8 in dengan luas penampang 1,054 in2 .
Dari ukuran tersebut dicek tegangan yang terjadi pada baut (S).
S=

T CB
...
BA N

S=

594,35 432,9
= 17867,6 psi
0,9 16

Jadi tegangan yang timbul S < SB, maka aman

3.9.3. Panjang Baut Angkur


36
37

Ibid, hal. 76
Ibid, hal. 76

37

67

Lb = 1

3 H

Dimana H dicari dengan persamaan :


Wp = 3W = volume pondasi
Dimana berat jenis bahan () = 1502,73 lb/ft3
Maka :
3W = 1502,73 (11,483 + 20) H
403855,44

H = 47310,45 = 8,536 ft = 2600 mm


Jadi panjang baut angkur
Lb = 1

3 (8,536)

= 2,8 ft = 853 mm

Dari perhitungan diatas maka diperoleh ukuran bejana sebagai berikut :


1. Tebal shell

= 11/16 in

2. Tebal head atas

= 3/8 in

3. Tebal head bawah

= 1/4 in

4. Diameter silinder besar

= 137,8 in

5. Diameter silinder kecil

= 39,37 in

6. Panjang penyangga / support = 78,74 in


7. Ukuran penyangga / support = 12 I (12 5)
8. Tebal base plat
9. Diameter baut angkur

= 2,5 in
= 1-3/8 in

68

10. Jumlah baut angkur

= 16 buah