Anda di halaman 1dari 2

OBSERVASI

Pada pengukuran gas metan ini dilakukan teknik pengumpulan tidak langsung yang melibatkan
pengukuran konsentrasi gas metan pada udara ambien di sekitar sumber, yang dalam hal ini dilakukan 1
meter diatas timbunan sampah. Teknik ini sangat dipengaruhi oleh keakuratan dari pengukuran arah dan
kecepatan angina saat dilakukan sampling (Tregoures et al, 1999).
Pengukuran gas metan berdasarkan SNI 19-7119.6-2005 mengenai penentuan lokasi pengambilan contoh
uji pemantauan kualitas udara ambien. Pengukuran gas metan digunakan alat Portable Combination Gas
Detector. Metode yang digunakan pada alat tersebut adalah NDIR (Non Dispersive Infrared), yaitu sinar
inframerah yang dipancarkan dari sumber cahaya melewati sel pengukuran, dan melewati pita filter optic
yang bias melewati gelombang mengukur penyerapan gas lalu mencapai ke sensor inframerah. Sejumlah
inframerah akan mencapai ke sensor inframerah melalui sel pengukuran dan akan berkurang sesuai
dengan densitas gas. Jumlah variable inframerah yang diukur oleh sensor inframerah akan ditampilkan
sebagai konsentrasi gas CH4 yang terukur dalam satuan %LEL (Lower Explosive Limit). %LEL adalah
batas bawah dimana saat CH4 sebanyak 5% terdapat di udara dapat menyebabkan ledakan dan kebakaran
pada landfill. %LEL dapat dikonversi menjadi %volume dimana %volume dapat di konversi menjadi
ppm, dengan cara:
100% LEL=5%volume
1% volume = 10.000 ppm
Setelah itu, konsentrasi gas metan di setiap grid di koreksi pada suhu dan tekanan dalam kondisi standar
(25o Cdan 1 atm) dengan rumus matematis sebagai berikut:

ug BM x R x T
=
m3
P
dimana:
ug/m3: konsentrasi gas metan terukur
BM: Berat molekul gas metan (16,04)
R: Konstanta gas universal (0,08205 atm.l/mol.k)
P: tekanan standar (1atm)

T: suhu standar (25o C)


Parameter yang diukur di lapangan (parameter in-situ) berupa:
1.
2.
3.
4.
5.

Pengukuran arah angina


Pengukuran kecepatan angina
Pengukuran suhu
Pengukuran tekanan
Pengukuran pH