Anda di halaman 1dari 33

LAPORAN PREPLANNING

TENTANG SENAM INTRA


HEMODIALISA PADA
PASIEN DENGAN GAGAL
GINJAL KRONIK DI
RUANG ADENIUM RSD.Dr SOEBANDI
KABUPATEN JEMBER

TUGAS

Oleh:
Kelompok 8

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2016

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Analisa Situasi
Latihan fisik didefinisikan sebagai pergerakan terencana, terstruktur yang
dilakukan untuk memperbaiki atau memelihara satu atau lebih aspek
kebugaran fisik. Latihan fisik secara teratur menjadi salah satu bagian dari
program terapi dan rehabilitasi pada pasien penyakit ginjal tahap akhir (Knap
et al, 2005). Gagal ginjal kronik (GGK) adalah salah satu penyakit
tidak menular, merupakan keadaan gangguan fungsi ginjal yang
bersifat menahun berlangsung progresif dan irreversible(tidak dapat
kembali ke keadaan semula). Dimana kemampuan tubuh gagal
untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan
elektrolit yang menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah
nitrogen lain dalam darah). Senam intra hemodialisa dilakukan
bertujuan untuk Meningkatkan aliran darah pada otot, memperbesar jumlah

kapiler, memperbesar luas, dan permukaan kapiler sehingga meningkatkan


perpindahan urea dan toksin dari jaringan ke vaskuler yang kemudian
dialirkan ke dializer atau mesin HD dan latihan fisik yang dilakukan selama
satu jam pertama hemodialisis dapat menjadi satu pilihan rehabilitasi yang
terbaik (Knap et al, 2005).

1.2 Perumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, maka perumusan masalah dalam kegiatan
yang akan dilakukan ini adalah senam intra hemodialisa pada pasien gagal ginjal
kronik di ruang anturium RSD.Dr Soebandi.
BAB II. TUJUAN DAN MANFAAT
2.1 Tujuan
2.1.1 Tujuan Umum
a. Kegiatan senam intra hemodialisa ini bertujuan untuk Meningkatkan
aliran darah pada otot, memperbesar jumlah kapiler, memperbesar luas,
dan permukaan kapiler pada pasien dengan gagal ginjal kronik, di ruang
anturium RSD.Dr Soebandi Kabupaten Jember.
2.1.2 Tujuan Khusus
Setelah dilakukan kegiatatan tentang senam intra hemodialisa diharapkan
aliran darah pada otot pasien dapat lancar, dibuktikan oleh:
1. Pasien mampu mengikuti senam intra hemodialisa dengan senang dan
semangat
2. Pasien merasakan
hemodialisa

nyaman

saat

dilakukan

senam

intra

2.2 Manfaat
Adapun manfaat yang didapat dari kegiatan senam intra hemodialisa antara
lain:
1. Menambah pengetahuan pasien mengenai senam intra hemodialisa;
2. Menambah motivasi pasien untuk selalu melakukan senam saat intra
hemodialisa;

BAB III. KERANGKA PENYELESAIAN MASALAH


3.1 Dasar Pemikiran
Latihan yang dilakukan meliputi tiga tahap yaitu pemanasan, latihan (inti)
dan pendinginan (Sulistyaningsih, 2010).

Latihan peregangan (pemanasan) merupakan kegiatan awal yang harus


dilakukan oleh siapa pun yang melakukan latihan. Pemanasan merupakan upaya
tubuh untuk menyesuaikan diri dengan peningkatan sirkulasi secara bertahap.
Pemanasan ditujukan agar otot rangka yang akan digerakkan mulai beradaptasi
sehingga akan mencegah terjadinya cidera pada otot sekaligus meminimalkan
hutang oksigen dan pembentukan asam laktat. Dengan melakukan pemanasan
maka pembuluh darah pada otot yang bergerak akan melebar dan akan terjadi
peningkatan sirkulasi ke otot-otot yang bergerak.

3.2 Kerangka Penyelesaian Masalah


PASIEN

PENDIDIKAN KESEHATAN
TENTANG SENAM INTRA
HEMODIALISA

Berhasil

PEMBERIAN
IMPLEMENTASI SENAM
INTRA HEMODIALISA

Berhasil

Pengetahuan
bertambah

Pasien merasa senang dan


nyaman

BAB IV. RENCANA PELAKSANAAN TINDAKAN

4.1 Realisasi Penyelesaian Masalah


Pendidikan kesehatan merupakan upaya untuk memberikan pengalaman
belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi pasien untuk menerapkan cara hidup
sehat. Dalam realisasi penyelesaian masalah mengenai senam intra hemodialisa
yang dapat dilakukan adalah melakukan pendidikan kesehatan tentang bagaimana
cara melakukan senam intra hemodialisa di ruang anturium rsd. Dr soebandi
Kabupaten Jember.
4.2 Khalayak Sasaran
Khalayak sasaran pada kegiatan kesehatan ini yaitu pasien yang sakit gagal ginjal
kronik dan pasien yang menjalankan hemodialisa, diharapkan pasien dapat
memahami tentang ilmu mengenai manfaat dari pemberian senam intra
hemodialisa, agar bisa diterapkan sewaktu menjalankan hemodialisa.

4.3 Metode yang Digunakan


1. Jenis model pembelajaran : ceramah dan demonstrasi
2. Landasan teori : kontruktif
3. Langkah pokok
a. Menciptakan suasana pertemuan yang baik
b. Mengajukan masalah
c. Mengidentifikasi pilihan tindakan
d. Memberi komentar
e. Menetapkan tindak lanjut
: Sasaran
: Pemateri

DAFTAR PUSTAKA

Hidayati. W. 2009. Laporan Analisis Praktek Residensi Spesialis Keperawatan


Medikal Bedah Peminatan Sistem Perkemihan di RSUPN Dr. Cipto
Mangunkusumo dan RS PGI Cikini. Jakarta: RSUPN Dr. Cipto
Mangunkusumo
Knap B, Ponikvar B.J, Ponikvar R, Bren F.A. 2005. Regular Exercise as a Part
Of Treatment For Patients With End Stage Renal Disease. Therapeutic
Apheresis and Dialysis. http://www.onlinelibrary.wiley.com [30 November
2015]
Parsons, T.K., Tosselmire E.D., King-VanVlack C.E. 2006. Exercise Training
During Hemodialysis Improves Dyalisis Efficacy and Physical
Performance. Exercise Arch Phys Med Rehabil: 87:680-7.
http://www.interscience.com [30 November 2015]
Sulistyaningsih, Dwi Retno. 2010. Efektivitas Latihan Fisik Selama Hemodialisis
Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pasien Penyakit Ginjal Kronik di
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang. Depok: FIK UI

Daftar Lampiran
Lampiran 1 : Berita acara
Lampiran 2 : Daftar Hadir
Lampiran 3 : Satuan Acara Penyuluhan (SAP)
Lampiran 4 : Satuan Operasional Prosedur (SOP) jika ada
Lampiran 5 : Materi
Lampiran 6 : Media leflet
Pemateri,

Mahasiswa program profesi


ners keperawatan universitas
jember

Lampiran 1: Berita Acara


KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
T.A 2016/2017
BERITA ACARA

Pada hari ini, Jumat 16 Desember tahun 2016 jam 10.00 s/d 11.00 WIB
bertempat di ruang anturium RSD Dr. soebandi Kabupaten Jember telah
dilaksanakan Kegiatan latihan senam intra hemodialisa oleh Mahasiswa Program
Profesi Ners Universitas Jember. Kegiatan ini diikuti oleh orang (daftar hadir
terlampir)

Jember, 16 Desember 2016

Mengetahui,
Penanggung Jawab Mata Kuliah
Stase Keperawatan Medikal
PSIK Universitas Jember

Ns. Jon Hafan Sutawardana, M.Kep., Sp.Kep.MB


NIP. 198401022015041002

Lampiran 3: SAP
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Topik/materi : senam intra hemodialisa
Sasaran
: pasien gagal ginjal kronik (hemodialisa)
Waktu
: 10.00-11.00 WIB
Hari/ Tanggal
: 16 november 2016
Tempat
: ruang anturium 2016
1. Standar Kompetensi
Setelah diberikan latihan senam intra hemodialisa, diharapkan
pasien mampu mengerti tentang ilmu yang diberikan mengenai
senam intra hemodialisa, serta mengetahui manfaat dilakukan
senam tersebut.
2. Kompetensi Dasar

Setelah diberikan penyuluhan, pengetahuan pada pasien dapat meningkat


menjadi 65%.
3. Pokok Bahasan
Pengertian latihan senam intra hemodialisa dan cara melakukan.
4. Subpokok Bahasan
a. Pengertian latihan
b. Manfaat senam intra hemodialisa
c. Cara melakukan senam hemodialisa
d. Waktu
15-30 menit
e. Bahan/ Alat yang digunakan
Leflet dan ppt
f.

Model Pembelajaran
a. Jenis Model Pembelajaran
demontrasi
b. Landasan Teori
c. Landasan Pokok

1.
2.
3.
4.
5.
6.

1.

Menciptakan suasana ruangan yang baik


Mengajukan masalah
Membuat keputusan nilai personal
Mengidentifikasi pilihan tindakan
Memberi komentar
Menetapkan tindak lanjut

Pengorganisasian

:
: diskusi
:

ceramah

dan

a. Penanggung jawab
: Afiq Zulfikar Zulmi, S.Kep.
b. Penyaji
: Yulfa Intan Lukita, S.Kep
Ditta Anggraini S.Kep.
c. Moderator
: Fina Fitriani, S.Kep
d. Fasilitator
: Fina Fitriani, S.Kep
e. Dokumentasi : Afiq Zulfikar Zulmi, S.Kep
g. Persiapan
Penyuluhan latihan senam intra hemodialisa dan cara melakukan
h. Kegiatan Pendidikan Kesehatan
Tindakan
Proses
Kegiatan Penyuluhan
Pendahulua
n
Penyajian

Penutup

d.

1. Salam pembuka
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan umum dan
tujuan khusus
1. Menjelaskan materi tentang:
a. Pengertian latihan
b. Manfaat senam intra
hemodialisa
c. Cara
melakukan
senam hemodialisa
2. Memberikan kesempatan
kepada
klien
untuk
bertanya
3. Menjawab pertanyaan
4. Memberikan kesempatan
kepada
klien
untuk
menjelaskan
kembali
tentang materi yang sudah
disampaikan
1. Menyimpulkan materi yang telah
diberikan
2. Mengevaluasi hasil pendidikan
kesehatan
3. Memberikan leaflet tentang
Pencegahan hipertensi pada
Masyarakat
4. Salam penutup

Kegiatan
peserta
Memperhatikan

Waktu

Memperhatikan,
menanggapi
dengan
pertanyaan

20
menit

Memperhatikan
dan menanggapi

Evaluasi
Jawablah pertanyaan ini dengan tepat
a. Apakah yang dimaksud dengan
hemodialisa?

latihan

5 menit

5 menit

senam

intra

b. Bagaimana cara melakukan senam intra hemodialisa?

Lampiran 4: SOP

SENAM INTRA
HEMODIALISA
PSIK
UNIVERSITAS JEMBER
NO DOKUMEN:
PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN

NO REVISI:

TANGGAL
TERBIT:

HALAMAN:

DITETAPKAN OLEH:

Latihan fisik didefinisikan sebagai pergerakan terencana,


terstruktur

yang

dilakukan

untuk

memperbaiki

atau

memelihara satu atau lebih aspek kebugaran fisik. Latihan


fisik secara teratur menjadi salah satu bagian dari program
terapi dan rehabilitasi pada pasien penyakit ginjal tahap akhir
(Knap et al, 2005)
2

MANFAAT

1. Meningkatkan aliran darah pada otot


2. Memperbesar jumlah kapiler, memperbesar dan luas
permukaan kapiler
3. Meningkatkan perpindahan urea dan toksin dari jaringan
ke vaskuler yang kemudian dialirkan ke dializer atau mesin

INDIKASI

HD
1. Pasien yang rutin menjalani hemodialisa
2. Diijinkan oleh dokter untuk melakukan latihan fisik
selama hemodialysis

KONTRAINDIKASI

a. Pasien yang mengalami penyakit pada sistem persyarafan


(neurologi)

b. Pasien

yang

mengalami

gangguan

pada

sistem

muskuloskeletal
c. Pasien yang mengalami gangguan hemodinamik
d. Pasien yang terpasang akses femoral
e. Pasien

yang

mengalami

komplikasi

hemodialisis

(hipotensi, kram, sakit kepala/pusing)


5

PERSIAPAN ALAT

PERSIAPAN
LINGKUNGAN

PERSIAPAN PASIEN

PERSIAPAN
PERAWAT

10 CARA KERJA

1.
2.
3.
1.
2.
3.
1.
2.
3.
a.
b.
c.
d.
e.
1.

Tempat tidur
Bantal
Selimut
Persiapan tempat
Persiapan posisi klien
Persiapan ruangan
Mengatur posisi klien
Mengkaji kondisi klien:
Mengkaji tekanan darah
Beri salam dan perkenalkan diri
Kaji kondisi klien
Jaga privacy klien
Jelaskan tujuan pemberian intervensi
Mencuci tangan
Beritahu pasien bahwa tindakan akan segera dimulai

2. Cek alat-alat yang akan digunakan


3. Posisikan pasien senyaman mungkin
4. Cuci tangan
5. Latihan peregangan (pemanasan)
1. Peregangan leher

Posisi duduk atau berbaring di tempat tidur

Tundukkan kepala sampai dagu menyentuh dada

Tolehkan kepala ke arah telinga kiri dan kanan


bergantian

Ulangi peregangan pada leher

Dengan perlahan gerakan kepala ke arah bahu


kanan kembali tegak kemudian gerakkan kepala
ke arah bahu kiri

Setiap gerakan dilakukan 8 hitungan

2. Peregangan tangan / lengan (tangan dan pergelangan)

Posisi duduk atau berbaring

Angkat tangan, luruskan sejajar dengan bahu

Regangkan semua jari-jari tangan kemudian ikuti


gerakan mengepal

Tiap gerakan dilakukan sebanyak 8 hitungan

3. Peregangan bahu, punggung atas, dan dada (gerakan


mengangkat bahu dan memutar bahu)

Posisi duduk atau berbaring di tempat tidur

Angkat bahu ke arah telinga dengan gerakan


turun naik

Putar bahu kanan ke arah belakang kemudian ke


arah depan. Ganti bahu kiri dengan gerakan yang
sama

Putar secara bersamaan kedua bahu ke arah

belakang dan depan

Setiap gerakan dilakukan sebanyak 8 kali

4. Peregangan dada dan punggung bagian atas

Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur

Letakkan tangan di atas bahu dengan siku


menekuk

Gerakan

memutar

siku.

Pertama

kedepan,

kemudian ke belakang

Gerakan memutar dengan gerakan memutar siku,


pertama ke arah depan lalu ke belakang

Hentikan putaran dan sentuhkan kedua siku di


depan dada

Buka kedua siku ke arah luar dan tarik bahu


bagian

belakang

bersama-sama.

Rasakan

regangan di dada

Ulangi gerakan sebanyak 8 kali


5. Perega
ngan
bagian
leher
dan
bagian

samping

Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur

Angkat kedua tangan atau salah satu tangan yang


tidak diakses lurus ke atas, kemudian tangan
diturunkan.Rasakan

peregangan

pada

dada

bagian samping

Lakukan gerakan sebanyak 8 kali

6. Latihan

penguatan (inti)
1. Penguatan lengan atas, depan (lengkungan lengan)
Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur
Pertahankan siku tetap berada di depan badan dan
tekuk lengan
Putar telapak tangan ke atas dan buat kepalan,
begitu juga dengan tangan yang lain
Perlahan-lahan naikkan satu kepalan (dengan
atau tanpa beban) ke arah bahu dan ke bawah

2. Pengua
tan
bagian
paha

Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur


dengan kaki lurus

Dengan perlahan tekuk kaki kanan ke arah badan


kemudian kaki diluruskan

Secara bergantian dilakukan antara gerakan kaki


sebelah kanan dengan kaki yang sebelah kiri

Lakukan gerakan sebanyak 8 kali

3. Penguatan paha

Sandarkan punggung di kursi atau tempat dengan


kaki dinaikkan di tempat kaki (footrest)

Lengan berpegangan di kursi atau sisi tempat


duduk untuk keseimbangan

Perlahan angkat kaki tanpa menekuk kaki (beban


untuk pergelangan kaki dapat digunakan)

Hitung sampai hitungan 5 kali

Perlahan turunkan. Ulangi untuk kaki yang lain

4. Penguatan paha depan, belakang, dan perut

Sandarkan punggung di kursi / tempat tidur dan


kaki dinaikkan di tempat kaki (footrest)

Tekuk kaki pada lutut, dalam satu waktu,


perlahan arahkan ke dada seperti mengayuh
sepeda

5. Pengu
atan
paha

samping

Tiduran dengan posisi berbaring di atas tempat


tidur

Luruskan kedua kaki

Gerakkan kaki kanan ke arah samping dengan


bertumpu pangkal paha

Kemudian gerakkan ke arah posisi semula (lurus


dengan badan)

Secara bergantian lakukan gerakan pada kaki yang


sebelahnya

Lakukan gerakan masing-masing sebanyak 8 kali


hitungan

7. Latihan

pendinginan
a. Tarik nafas melalui hidung dan keluarkan melalui
mulut, sambil angkat kedua tangan setinggi kepala
b. Lakukan 8 kali hitungan
8. Bantu
klien ke
posisi
semula
9. Beritah
u
bahwa

tindakan sudah selesai


10. Bereskan alat-alat yang telah digunakan Kaji respon klien
11. Berikan reinforcement positif pada klien
12. Akhiri kegiatan dengan baik
Evaluasi
1. Evaluasi respon klien
2. Mengecek kembali tekanan darah klien
3. Berikan reinforcement positif
4. Akhiri pertemuan dengan baik
Sumber: (Weerapong et al, 2005; Potter dan Perry, 2005b; Lynn, 2011)

Lampiran 5: Materi

SENAM INTRA HEMODIALISA PADA PASIEN DENGAN GAGAL


GINJAL KRONIK
A. Pengertian
Latihan fisik didefinisikan sebagai pergerakan terencana, terstruktur yang
dilakukan untuk memperbaiki atau memelihara satu atau lebih aspek
kebugaran fisik. Latihan fisik secara teratur menjadi salah satu bagian dari
program terapi dan rehabilitasi pada pasien penyakit ginjal tahap akhir (Knap
et al, 2005)
B. Manfaat

Manfaat yang didapat dari latihan fisik yang dilakukan pada saat hemodialisis
yaitu sebagai berikut.
b. Meningkatkan aliran darah pada otot
c. Memperbesar jumlah kapiler, memperbesar luas, dan permukaan kapiler
sehingga meningkatkan perpindahan urea dan toksin dari jaringan ke
vaskuler yang kemudian dialirkan ke dializer atau mesin HD (Parson et
al, 2006)
d. Latihan fisik yang dilakukan selama satu jam pertama hemodialisis
dapat menjadi satu pilihan rehabilitasi yang terbaik (Knap et al, 2005)
C. Frekuensi, intensitas, volume, dan progresifitas
a. Latihan dilakukan 2 kali seminggu selama dialisis dibawah pengawasan
b. Latihan dilakukan sebanyak 2 set dan setiap gerakan dilakukan sebanyak
8 hitungan
D. Waktu Pelaksanaan
a. Latihan fisik efektif dilakukan pada saat jam pertama hemodialisis
selama pasien melakukan hemodialisa reguler
b. Latihan dapat dilakukan selama 30 sampai dengan 45 menit dan secara
umum diberikan sebelum hemodialisis selesai dilakukan (Parsons, 2006;
Hidayati 2009)
c. Latihan fisik yang dilakukan selama satu jam pertama hemodialisis dapat
menjadi satu pilihan rehabilitasi yang terbaik (Knap et al, 2005)
E. Indikasi
a. Pasien yang rutin menjalani hemodialisa
b. Diijinkan oleh dokter untuk melakukan latihan fisik selama hemodialisis
F. Kontraindikasi
f. Pasien yang mengalami penyakit pada sistem persyarafan (neurologi)
g. Pasien yang mengalami gangguan pada sistem muskuloskeletal

h. Pasien yang mengalami gangguan hemodinamik


i. Pasien yang terpasang akses femoral
j. Pasien yang mengalami komplikasi hemodialisis (hipotensi, kram, sakit
kepala/pusing)
G. Tahapan Gerakan
Latihan yang dilakukan meliputi tiga tahap yaitu pemanasan, latihan (inti)
dan pendinginan (Sulistyaningsih, 2010)
a. Latihan peregangan (pemanasan)
Merupakan kegiatan awal yang harus dilakukan oleh siapa pun yang
melakukan latihan. Pemanasan merupakan upaya tubuh untuk menyesuaikan diri
dengan peningkatan sirkulasi secara bertahap. Pemanasan ditujukan agar otot
rangka yang akan digerakkan mulai beradaptasi sehingga akan mencegah
terjadinya cidera pada otot sekaligus meminimalkan hutang oksigen dan
pembentukan asam laktat. Dengan melakukan pemanasan maka pembuluh darah
pada otot yang bergerak akan melebar dan akan terjadi peningkatan sirkulasi ke
otot-otot yang bergerak.
6. Peregangan leher

Posisi duduk atau berbaring di tempat tidur

Tundukkan kepala sampai dagu menyentuh dada

Tolehkan kepala ke arah telinga kiri dan kanan bergantian

Ulangi peregangan pada leher

Dengan perlahan gerakan kepala ke arah bahu kanan kembali tegak


kemudian gerakkan kepala ke arah bahu kiri

Setiap gerakan dilakukan 8 hitungan

Gambar 1. Peregangan pada leher


7. Peregangan tangan / lengan (tangan dan pergelangan)

Posisi duduk atau berbaring

Angkat tangan, luruskan sejajar dengan bahu

Regangkan semua jari-jari tangan kemudian ikuti gerakan mengepal

Tiap gerakan dilakukan sebanyak 8 hitungan

Gambar 2. Peregangan tangan dan pergelangan


8. Peregangan bahu, punggung atas, dan dada (gerakan mengangkat bahu dan
memutar bahu)

Posisi duduk atau berbaring di tempat tidur

Angkat bahu ke arah telinga dengan gerakan turun naik

Putar bahu kanan ke arah belakang kemudian ke arah depan. Ganti


bahu kiri dengan gerakan yang sama

Putar secara bersamaan kedua bahu ke arah belakang dan depan

Setiap gerakan dilakukan sebanyak 8 kali

Gambar 3. Peregangan bahu, punggung atas dan dada


9. Peregangan dada dan punggung bagian atas

Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur

Letakkan tangan di atas bahu dengan siku menekuk

Gerakan memutar siku. Pertama kedepan, kemudian ke belakang

Gerakan memutar dengan gerakan memutar siku, pertama ke arah


depan lalu ke belakang

Hentikan putaran dan sentuhkan kedua siku di depan dada

Buka kedua siku ke arah luar dan tarik bahu bagian belakang bersamasama. Rasakan regangan di dada

Ulangi gerakan sebanyak 8 kali


Gambar 4.
Peregangan
dada dan
punggung
bagian atas

10. Peregangan bagian leher dan bagian samping

Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur

Angkat kedua tangan atau salah satu tangan yang tidak diakses lurus
ke atas, kemudian tangan diturunkan. Rasakan peregangan pada dada
bagian samping

Lakukan gerakan sebanyak 8 kali

Gambar 5.
Peregangan bagian
leher dan bagian
samping

b. Latihan penguatan (inti)


Latihan inti dilakukan setelah pemanasan dilakukan. Latihan disesuaikan
dengan kemampuan sesuai dengan umur, jenis kelamin, kebiasaan latihan,
penyakit dan taraf kesehatan masing-masing.
6. Penguatan lengan atas, depan (lengkungan lengan)
Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur
Pertahankan siku tetap berada di depan badan dan tekuk lengan
Putar telapak tangan ke atas dan buat kepalan, begitu juga dengan
tangan yang lain
Perlahan-lahan naikkan satu kepalan (dengan atau tanpa beban) ke
arah bahu dan ke bawah
Gambar 6.
Penguatan
lengan atas
dan depan
7. Penguatan bagian
paha

Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur dengan kaki lurus

Dengan perlahan tekuk kaki kanan ke arah badan kemudian kaki


diluruskan

Secara bergantian dilakukan antara gerakan kaki sebelah kanan


dengan kaki yang sebelah kiri

Lakukan gerakan sebanyak 8 kali

Gambar 7. Penguatan bagian paha


8. Penguatan paha

Sandarkan punggung di kursi atau tempat dengan kaki dinaikkan di


tempat kaki (footrest)

Lengan berpegangan di kursi atau sisi tempat duduk untuk


keseimbangan

Perlahan angkat kaki tanpa menekuk kaki (beban untuk pergelangan


kaki dapat digunakan)

Hitung sampai hitungan 5 kali

Perlahan turunkan. Ulangi untuk kaki yang lain

Gambar 8. Penguatan kaki


9. Penguatan paha depan, belakang, dan perut

Sandarkan punggung di kursi / tempat tidur dan kaki dinaikkan di


tempat kaki (footrest)

Tekuk kaki pada lutut, dalam satu waktu, perlahan arahkan ke dada
seperti mengayuh sepeda
Gambar 9.
Penguatan
paha
depan,
belakang,
dan perut

10. Penguatan paha samping

Tiduran dengan posisi berbaring di atas tempat tidur

Luruskan kedua kaki

Gerakkan kaki kanan ke arah samping dengan bertumpu pangkal paha

Kemudian gerakkan ke arah posisi semula (lurus dengan badan)

Secara bergantian lakukan gerakan pada kaki yang sebelahnya

Lakukan gerakan masing-masing sebanyak 8 kali hitungan


Gambar
10.
Penguatan
paha
samping

c. Latihan pendinginan
Terjadi penurunan aktivitas secara bertahap. Pada tahap ini tekanan darah,
denyut jantung, nadi diusahakan turun secara bertahap. Pemulihan berguna agar
otot-otot yang dipakai latihan akan melemas sehingga akan memulihkan otot yang
baru dipakai dan sisa pembakaran akan dikeluarkan dan tidak tertumpuk di dalam
tubuh.

1. Tarik nafas melalui hidung dan keluarkan melalui mulut, sambil angkat
kedua tangan setinggi kepala
2. Lakukan 8 kali hitungan
Gambar 11. Latihan
pendinginan
H. Evaluasi
a. Mengobservasi
keadaan umum
pasien
b. Mengukur
tanda-tanda vital meliputi tekanan darah, denyut nadi, frekuensi pernapasan,
dan suhu tubuh jika perlu
I. Hal-hal yang perlu diperhatikan
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat pelaksanaan latihan fisik selama
hemodialisis yaitu sebagai berikut.
a. Lakukan gerakan sesuai dengan kemampuan pasien
b. Apabila pasien tidak mampu atau sudah tidak sanggup melanjutkan gerakangerakan latihan, segera hentikan latihan

Lampiran 6: Media leflet Bergambar


Media leflet yang Digunakan

Lampiran 6: dokumentasi

Gambar 1.1 penyuluhan tentang latihan senam intra hemodialisa

Gambar 1.2 penyuluhan tentang latihan senam intra hemodialisa