Anda di halaman 1dari 3

BAB 2

2.KARBAMAZEPINE

2.1. Definisi
Karbamazepin merupakan derivat iminostilbene (5H-dibenzazepine-5-carboxamide). 1
Obat ini mulanya digunakan untuk pengobatan neuralgia trigeminal. Kemudian diketahui
obat ini juga efektif terhadap epilepsy bangkitan parsial kompleks dan tonik-klonik.
Karbamazepin memiliki efek analgesic selektif misalnya pada tabes dorsalis dan neuropati
lainnya yang sukar diatasi dengan analgesic biasa. Berdasarkan manfaat dan kerugiannya,
akhirnya karbamazepin tidak dianjurkan pada nyeri ringan yang masih dapat diatasi dengan
analgesic biasa.2

2.2. Farmakokinetik
Sekitar 75-85% karbamazepin diabsorbsi di gastrointestinal. Absorbsi berjalan lambat
dan tak menentu. Karbamazepin memiliki sifat farmakokinetik yang unik sehingga
mengakibatkan pemakaian di klinik agak sukar. Pada penderita yang berbeda, dengan
dosis yang sama dapat terjadi variasi intra dan inter individu dalam hal kadar obat dalam
serum. 4
Karbamazepin mengalami metabolism menjadi carbamazepin-10,11-epoxide yang
berada dalam darah dan zat ini terbukti mempunyai efek anti konvulsi sekaligus berperan
dalam terjadinya efek samping.4
Karbamazepin memiliki waktu paruh awal 20-40 jam, namun akan mengalami otoinduksi yang selesai dalam waktu satu bulan, sehingga waktu paruh menurun menjadi 1127 jam sesudah terapi jangka panjang, dan 5-14 jam selama terapi kombinasi.4
Sebanyak 75-85% karbamazepin diikat oleh protein plasma. Fraksi bebas
karbamazepin berkisar antara 20-40% dari konsentrasi plasma total. Sementara itu, dalam
cairan serebrospinal berkisar antara 17-31%.4
Metabolism terjadi di hati. Karbamezepin menginduksi enzim-enzim metabolisme
obat di dalam hati sehingga waktu paruh berkurang pada pemakaian kronis. Aktivitas
enzim sitokrom P450 hati yang makin kuat turut meningkatkan metabolism obat-obatan

anti epilepsy lainnya. Pertama kali, karbamazepin mengalami epoksidasi menjadi


carbamazepin-10,11-epoxide kemudian mengalami hidrolisis menjadi carbamazepin10,11- trans-dihydrodiol. Disamping itu juga ada metabolit yang terkonjugasi maupun
yang tidak terkonjugasi dan kurang dari 10% diekskresi melalui urin.4

2.3. Mekanisme Kerja


Mekanisme kerja karbamazepin serupa dengan fenitoin. Karbamazepin memiliki
aktifitas maksimal dalam melawan elektroshock kejang. Karbamazepin bekerja memblok
kanal natrium pada konsentrasi terapeutik dan menghambat repetitive frekuensi tinggi
firing di neuron. Kinerja presinaps ini juga menurunkan transmisi sinaps. Karbamazepin
berikatan berinteraksi dengan reseptor adenosine, namun pengaruh dari ikatan ini belum
diketahui. Karbamazepin juga menghambat uptake dan release norepinefrin dari
synaptomose otak namun tidak mempengaruhi uptake GABA. Bukti terbaru
menunjukkan kerja postsinap GABA dapat dipotensiasi oleh karbamazepin.7