Anda di halaman 1dari 2

Sisi Buruk Manajemen Laba

Manajemen Laba Oportunistik


Manajemen laba yang buruk disebbakan oleh perilaku manajer oportunistik. Kecenderungan
manajer menggunakan laba untuk memaksimalkan bonus mereka. Dechow, Sloan, dan
Sweeney (1996), mengungkapkan sejumlah motivasi untuk melakukan manajemen laba
seperti itu. Motivasi yang paling umum adalah bahwa mereka sudah mendekati batas batas
ketentuan perjanjian hutang. Motivasi lain untuk melakukan manajemen laba yang buruk
muncul ketika seorang manajer cenderung tetap meningkatkan modal saham baru dan ingin
memaksimalkan hasil yang mereka peroleh dari pengeluaran saham baru tersebut.
Accrual discretionary dapat digunakan untuk meningkatkan pendapatan yang dilaporkan
dalam jangka pendek, seperti memperepat pengakuan penjualan, memperpanjang umur
manfaat aktiva tetap, menyisihkan cadangan terlalu sedikit untuk biaya biaya pemulihan
lingkungan. Jika manajemen laba untuk meningkatkan harga perdana tersebut tidak
diantisipasi, maka para pemegang saham saat ini akan memperoleh keuntungan dengan
tingginya harga saham mereka.
Hanna (1999) membahasa jenis manajemen laba lainnya yang sering dilakukan, yaitu
pengakuan kelebihan pembebanan untuk transaksi tak berulang seperti pengakuan lebih
rendah berdasarkan ciling test, dan cadangan cadangan untuk melakukan reorganisasi.
Hanna menegaskan bahwa bonus manajer biasanya didasarkan pada laba operasi.
Apakah Manajer Menyetujui Pasar Sekuritas Efisien
Subramanyam (1996), pada penelitiannya mendapati bahwa kesinambungan accrual
discretionary tidak setinggi akrual non-discretionary. Akibatnya, pasar yang efisien harus
menetapkan nilai ERC untuk satu dollar accrual discretionary dari pada satu dollar untuk
non-discretionary. Menurut BEF (1999), bahwa pasar lebih menyukai perusahaan yang
memiliki pola-pola pendapatan yang meningkat. Namun, BEF tidak mengesampingkan
alternative penafsiran pasar yang tidak efisien, yaitu bahwa momentum trading sebagai
respon terhadap pola-pola pendapatan yang meningkat telah mendorong reaksi pasar yang
mendukung.
Implikasi Bagi Akuntan

Implikasi manajemen laba tidak buruk bagi akuntan bukanlah untuk menolak efisien pasar,
namun untuk meningkatkan pengungkapan. Cara lain untuk meningkatkan pengungkapan
termasuk melaporkan dampak pendapatan pokok dari penyusutan yang dilakukan
sebelumnya, dan secara umum membantu investor mendiagnosis transaksi yang
kesinambungannya rendah. Manajer pun kemudian akan menanggung konsekuensi
sepenuhnya dari tindakan mereka dan manajemen laba yang buruk pun akan berkurang.
Kesimpulan
Manajemen laba dimungkinkan oleh kenyataan bahwa GAAP tidak sepenuhnya membatasi
pilihan prosedur dan kebijakan akuntansi yang tersedia bagi manajer. Konsekuensi ekonomi
muncul jika perubahan dalam GAAP secara merugikan mempengaruhi kemampuan manajer
untuk memainkan permainan tersebut. Artinya, manajer akan bertindak menentang perubahan
aturan yang mengurangi feksibilitas pilihan akuntansi. Manajemen laba akan bermanfaat jika
dilakukan dalam batas-batas tertentu. Pertama, manajemen laba memberi manajer
fleksibilitas untuk berekasi terhadap realisasi keadaan yang tidak terduga ketika kontrak yang
ada kaku dan tidak lengkap.
Kedua, manajemen laba dapat berperan sebagai sarana untuk melakukan penyampaian
informasi dari dalam secara kredibel kepada para investor dan untuk melakukan kontrak
kompensasi yang efisien. Para akuntan dapat mengurangi banyaknya manajemen laba yang
buruk dengan mengungkapkan kepada publik.