Anda di halaman 1dari 13

PENGELOLAAN KAWASAN WISATA

DI MONUMEN PANCASILA SAKTI LUBANG BUAYA

disusun oleh :
Dita Nadhira (2012330049)
Trisna Priyadi (2013330059)
Rama Eko Jatmiko (2013330072)
Faridah Aviyanti (2015339083)
Satriyo Widy P (2015339107)

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SAHID JAKARTA
2016

Lubang Buaya adalah sebuah tempat di kawasan Pondok Gede, Jakarta yang
menjadi

tempat

pembuangan

para

korban Gerakan

30

September pada 30

September 1965. Secara spesifik, sumur Lubang Buaya terletak di Kelurahan Lubang
Buaya di Kecamatan Cipayung,Jakarta Timur. Lubang Buaya pada terjadinya G30S saat
itu merupakan pusat pelatihan milik Partai Komunis Indonesia. Saat ini di tempat
tersebut berdiri Lapangan Peringatan Lubang Buaya yang berisi Monumen Pancasila,
sebuah museum diorama, sumur tempat para korban dibuang, serta sebuah ruangan
berisi relik.
Nama Lubang Buaya tidak asing lagi terdengar di telinga bangsa atau masyarakat
Indonesia. Tempat ini memiliki sejarah yang begitu fenomenal terkenang sepanjang
masa. Di tempat ini telah terjadi kejadian yang menghebohkan dan terkenal yakni
pembunuhan yang sangat keji terhadap 7 (tujuh) Jendral oleh sekelompok Massa dari
PKI. Oleh karena itu tempat ini menjadi tempat yang bersejarah dan menjadi salah satu
museum sejarah yang dimiliki Negara Indonesia.
Sebelum menjadi sebuah monumen dan museum, tempat ini merupakan tanah atau
kebun kosong yang dijadikan sebagai pusat pelatihan milik Partai Komunis Indonesia.
Kemudian, tempat itu dijadikan sebagai tempat penyiksaan dan pembuangan mayat para
korban Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI). Di kawasan kebun kosong itu terdapat
sebuah lubang sumur tua sedalam 12 meter yang digunakan untuk membuang jenazah
para korban G30S/PKI. Sumur tua itu berdiameter 75 cm.

1. Monumen Pancasila Sakti


Monumen Pancasila Sakti berbentuk setengah lingkaran yang diatasnya berdiri 7
patung Jenderal pahlawan revolusi yang salah satu menunjuk ke arah sumur di depan
monumen. Yang menjadi latar belakang adalah sebuah dinding besar, yang di sisi
atasnya terdapat patung garuda pancasila. Terdapat pula relief yang menceritakan
tentang peristiwa gerakan 30 september PKI.
Relief menceritakan mulai dari kekejaman PKI dalam menyiksa para Jenderal, lalu
menimbun mayat ke dalam sumur. PKI juga digambarkan melakukan kekejaman kepada
rakya Indonesia. Kemudian relief menceritakan bagaimana TNI menumpas gerakan PKI
di bawah komando Pangkostrad Soeharto. PKI digambarkan telah kalah kepada pasukan
TNI.

Gambar 1. Monumen Pancasila Sakti

2. Sumur Lubang Buaya

Terletak persis di depan monumen adalah sumur lubang buaya. Sumur yang
digunakan untuk membuang mayat para Jenderal. Sumur ini berdiameter 75 cm dan
memiliki kedalaman sekitar 12 meter. Di kiri kanan sumur terdapat pagar yang
membatasi pengunjung untuk menghindarkan pengunjung untuk membuang
seseuatu ke dalam sumur. Di sebelah sumur juga terdapat semacam prasasti kecil
yang menjelaskan tentang sumur maut ini.

Gambar 2. Sumur Lubang Buaya

PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil pengamatan kami setelah melakukan kunjungan wisata, dapat


disimpulkan bahwa dari segi Branding, Packaging, dan Price- yaitu :
1. Branding
Museum Pengkhianatan PKI Lubang Buaya ada di Jl. Raya Pondok Gede, Lubang
Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, dekat Asrama Haji. Museum dikelola Pusat Sejarah
TNI, dan instansi terkait, dengan koleksi ratusan benda bersejarah terkait peristiwa
pemberontakan G30S-PKI. Sebelum menjadi sebuah museum sejarah, tempat ini
merupakan tanah atau kebun kosong yang dijadikan sebagai pusat pelatihan milik Partai
Komunis Indonesia. Kemudian, tempat itu dijadikan sebagai tempat penyiksaan dan
pembuangan terakhir para korban Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI).
Monumen Pancasila Sakti juga bisa dijadikan referensi sejarah. Banyak benda
benda bersejarah yang ada di sini. Terutama benda-benda dari peristiwa G30S-PKI.
Monumen ini sendiri bisa membantu dalam visualisasi kejadian pada peristiwa G30SPKI karena dalam monumen setting tempat diseseuaikan dengan keadaan aslinya. Salah
satunya bangunan rumah dan sumur lubang buaya yang keadaannya masih sama dengan
yang ada di tanggal 30 September 1965.
Selain itu, Monumen Pancasila juga menjadi alternatif tempat rekreasi bagi warga
ibukota khususnya, serta masyarakat Indonesia pada umumnya. Suasana tempat yang
asri, masih rimbun dengan banyak pepohonan membuat tempat ini enak dikunjungi
untuk sekedar melepas penat dari suasana di kota yang pengap suasana yang tenang
juga bisa menyegarkan pikiran. Juga bisa menjadi tempat liburan bagi seluruh keluarga
yang terjangkau, baik untuk masalah waktu maupun masalah biaya.

Gambar 3. Pintu masuk Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya

2. Packaging
Dari segi packaging, Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya ini masih kurang
adanya pengelolaan dari dinas pariwisata setempat. Yang kami temukan, kondisi di
Museum Lubang Buaya sangat kurang terjaga dari segi perawatan museum dan
kebersihannya. Bisa dilihat dari foto-foto yang kami dapatkan selama kunjungan
tersebut. Bahwa banyak bangunan-bangunan yang sudah tidak terawat lagi.

Gambar 4. Lantai di dalam Ruangn Koleksi Museum

Gambar 5. Atap Bangunan di Ruang Koleksi Museum

Gambar 6. Kondisi Penerangan di Tangga Ruang Koleksi Museum

3. Price

Dari segi price, harga tiket masuk ke Monumen Pancasila Sakti Lubang
Buaya relatif murah yaitu seharga Rp. 5000,- dan dari membayar tiket masuk
tadi, kita akan mendapatkan selembar stiker dari petugas.

Gambar 7. Stiker Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya

SARAN

Sehubungan dengan pembahasan ini, saran yang dapat kami berikan ke tempat
terkait adalah :
1. Kepada pihak pemerintah dan pihak pengelola Monumen Pancasila Sakti
Lubang Buaya, kami berharap supaya semua museum atau cagar budaya yang
ada agar lebih diperhatikan dan dijaga kualitasnya serta kuantitasnya.
2. Lebih meningkatkan lagi cara pemasaran agar semakin banyak minat
pengunjung yang ingin datang ke museum.

DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Lubang_Buaya
https://id.wikipedia.org/wiki/Monumen_Pahlawan_Revolusi

LAMPIRAN