Anda di halaman 1dari 8

ALAT-ALAT PENCERNAAN DAN MEKANISME KERJA ALAT-ALAT

PENCERNAAN PADA KELINCI


ILMU NUTRISI TERNAK

OLEH :

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Febrianti Shaywont Pratami


Febrian Danang Agro Riyadi
Zikrilla Choirufirdaus Yunianto
Sukma Wisnu Norman Timur
Jovanka Geo Khubi Ramadhan
Agus Khomsin Al Falakh

116
132
136
139
140
150

PETERNAKAN 3C
JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN-PETERNAKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2016
BAB I
PENDAHULUAN

Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae, yang dapat


ditemukan di banyak bagian bumi. Dulunya, hewan ini adalah hewan liar yang
hidup di Afrika hingga ke daratan Eropa. Pada perkembangannya, tahun 1912,
kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha. Ordo ini dibedakan menjadi dua
famili, yakni Ochtonidae (jenis pika yang pandai bersiul) dan Leporidae (termasuk
di dalamnya jenis kelinci dan terwelu). Asal kata kelinci berasal dari bahasa
Belanda, yaitu konijntje yang berarti "anak kelinci". Hal ini menunjukkan bahwa
masyarakat Nusantara mulai mengenali kelinci saat masa kolonial, padahal di
Pulau Sumatera ada satu spesies asli kelinci sumatera (Nesolagus netscheri) yang
baru ditemukan pada tahun 1972.
Saat ini sejumlah jenis kelinci menjadi hewan peliharaan dan hewan
pedaging. Beberapa jenis kelinci sebagai hewan pedaging juga ada yang dijadikan
hewan peliharaan. Jenis kelinci terbesar di dunia, yaitu Continental Giant biasanya
dijadikan hewan pedaging, tetapi ada juga yang memeliharanya dan secara resmi
telah menjadi kelinci terbesar di dunia dengan tingi/panjang 4 feet + 4 inci (132
sentimeter) dan berat 3,5 stones (22,2 kilogram).
Kelinci termasuk pseudoruminant yaitu herbivora yang tidak dapat
mencerna serat kasar dengan baik. Kelinci memfermentasikan pakan di coecum
yang kurang lebih 50% dari seluruh kapasitas saluran pencernaannya. Sistem
pencernaan kelinci merupakan sistem pencernaan yang sederhana dengan coecum
dan usus yang besar. Hal ini memungkinkan kelinci dapat memanfaatkan bahanbahan hijauan, rumput dan sejenisnya. Bahan-bahan itu dicerna oleh bakteri di
saluran cerna bagian bawah seperti yang terjadi pada saluran cerna kuda. Kelinci
mempunyai sifat coprophagy yaitu memakan feses yang sudah dikeluarkan. Feses
ini berwarna hijau muda dan lembek. Hal ini terjadi karena konstruksi saluran
pencernaannnya sehingga memungkinkan kelinci untuk memanfaatkan secara
penuh pencernaan bakteri di saluran bagian bawah atau yaitu mengkonversi
protein asal hijauan menjadi protein bakteri yang berkualitas tinggi, mensintesis
vitamin B dan memecah selulose/serat menjadi energi yang berguna. Kelinci
memiliki sistem pencernaan yang amat rumit, dan mereka tidak dapat mencerna
semua makanan dengan cara yang sama baiknya.

BAB II
ALAT PENCERNAAN PADA KELINCI DAN FUNGSINYA

1.

Mulut
Di dalam mulut terjadi pencernaan secara mekanik yaitu dengan jalan

mastikasi bertujuan untuk memecah pakan agar menjadi bagian-bagian yang


lebih kecil dan mencampurnya dengan saliva yang mengandung enzim amilase
yang mengubah pati menjadi maltosa agar mudah ditelan. Proses pencernaan
dimulai di mulut, dimana makanan akan diremukkan oleh gigi. Ketika seekor
kelinci makan, ia akan mengunyah kira-kira 300 kali dan mencampurkannya
dengan liurnya.
2.

Oesophagus
Merupakan lanjutan dari pharing dan masuk ke dalam cavum abdominale

dan bermuara pada bagian ventriculus.


3.

Ventriculus
Lambung kelinci disebut juga ventrikulus yang terdiri dari tiga bagian

yaitu bagian awal (kardia), bagian tengah (fundus) dan bagian akhir (pilorus).
Kardia dan phylorus merupakan sphincter yang mengendalikan laju makanan

dalam lambung. Phylorus merupakan penebalan bagian urat daging dari antrum
yang bila berkontraksi terlihat seperti corong, yang berfungsi mencegah makanan
yang sudah sampai di duodenum kembali ke lambung. Otot yang terdapat pada
hubungan lambung dengan esophagus membentuk cincin yang disebut sphincter
cardii.
Ventrikulus berfungsi sebagai tempat penyimpanan pakan dan tempat
terjadinya proses pencernaan dimana dinding lambung mensekresikan getah
lambung yang terdiri dari air, garam anorganik, mucus, HCl, pepsinogen dan
faktor intrinsik yang penting untuk efisiensi absorbsi vitamin B12. Keasaman
getah lambung bervariasi sesuai dengan macam makanannya. Pada umumnya
sekitar 0,1 N atau ber-pH lebih kurang dari 2. Namun fungsi utama lambung
sendiri sebagai organ penyimpanan dan sterilisasi sebelum makanan dipindah ke
usus halus.
4.

Usus halus
Bagian penting dari pencernaan baru akan dimulai di usus halus, dimana

asam lambung dineutralisir dan enzim-enzim dari hati dan pankreas dicampur
dengan makanan. Enzim ini penting untuk mencerna dan menyerap karbohidrat,
protein, lemak dan vitamin. Kemudian 90% fruktosa, protein, dan sari-sari
makanan lain akan diserap, namun selulosa dan serat lain yang tidak dapat
dicerna dengan baik (termasuk kulit pohon yang sering digerogoti kelinci
maupun serat yang ada di pellet mereka) akan disingkirkan. Terdiri dari
duodenum, jejenum dan illeum. Kelenjar branner menghasilkan getah duodenum
dan disekresikan ke dalam duodenum melalui vili-vili dan getah ini bersifat basa.
Getah pankreas yang dihasilkan disekresikan ke dalam duodenum melalui ductus
pancreaticus. Jejenum merupakan kelanjutan dari duodenum dan illeum di
sebelah caudal ventriculus dan berfungsi sebagai tempat absorbs makanan.

5.

Cecum
Berbentuk seperti kantung berwarna hijau tua keabu-abuan. Dalam cecum

makanan disimpan dalam waktu sementara. Pencernaan selulosa dilakuakan oleh


bakteri yang menghasilkan asam asetat, propionat dan butirat). Partikel-partikel

tidak tercerna yang kecil-kecil serta jenis makanan lain yang terdeteksi sebagai
tidak dapat dicerna, akan dikirim ke cecum untuk difermentasi, namun partikel
besar akan dengan cepat dibuang ke usus besar dan dikeluarkan oleh tubuh dalam
bentuk kotoran yang bundar-bundar. Dalam cecum, bakteri akan mencerna
selulosa, hampir semua jenis gula, sari-sari makanan dan protein berlebih yang
tidak tercerna di usus halus. Setiap 3 sampai 8 jam cecum akan berkontraksi dan
memaksa material yang ada di dalamnya untuk kembali ke usus besar, dimana
sisa-sisa tersebut akan dilapisi oleh lendir, dan berpindah ke anus.
6.

Intestinum crassum
Colon berjalan ke arah caudal diagonal menyilang coecum. Di sini

terdapat ascenden dan colon transverasum, colon descenden dan colon


sigmoideum yang belum jelas.
7.

Rectum
Rectum merupakan kelanjutan dari colon dan membentuk feses. Rektum

berakhir sebagai anus.


8.

Anus
Feses yang keluar lewat anus mengandung air. Feses merupakan sisa

makanan yang tidak tercerna. Cairan dari tractus digestivus, sel-sel epitel usus,
mikroorganisme, garam organik, stearol dan hasil dekomposisi dari bakteri
keluar melalui anus. . Sisa-sisa ini akan menjadi kotoran yang berbentuk seperti
anggur hitam kecil-kecil yang disebut cecothropes atau cecal pills.
Untungnya, proses ini lebih sering terjadi dimalam hari. Kelinci biasanya akan
memakan cecothropesnya kembali langsung dari anus untuk mencerna kembali
sari-sari makanan yang tidak tercerna tadi dan menerima nutrisi yang lebih
banyak. Meski terlihat sangat menjijikan, proses ini sangat penting bagi
pencernaan kelinci dan menjaga agar kelinci tetap sehat.

MEKANISME PENCERNAAN PADA KELINCI

Proses pencernaan dimulai di mulut, dimana makanan akan diremukkan


oleh gigi. Ketika seekor kelinci makan, ia akan mengunyah kira-kira 300 kali dan
mencampurkannya dengan liurnya. Ketika makanan sudah terasa halus, kelinci
akan menelan makanan melewati kerongkongan dan makanan akan berpindah ke
lambung, disana kontraksi otot akan meremas dan memutar makanan,
memisahkan partikel-partikel dan mencampurkan mereka dengan cairan lambung.

Namun fungsi utama lambung sendiri sebagai organ penyimpanan dan


sterilisasi sebelum makanan dipindah ke usus halus. Bagian penting dari
pencernaan baru akan dimulai di usus halus, dimana asam lambung dineutralisir
dan enzim-enzim dari hati dan pankreas dicampur dengan makanan. Enzim ini
penting untuk mencerna dan menyerap karbohidrat, protein, lemak dan vitamin.
Kemudian 90% fruktosa, protein, dan sari-sari makanan lain akan diserap, namun
selulosa dan serat lain yang tidak dapat dicerna dengan baik (termasuk kulit pohon
yang sering digerogoti kelinci maupun serat yang ada di pellet mereka) akan
disingkirkan.
Partikel-partikel tidak tercerna yang kecil-kecil serta jenis makanan lain
yang terdeteksi sebagai tidak dapat dicerna, akan dikirim ke cecum untuk
difermentasi, namun partikel besar akan dengan cepat dibuang ke usus besar dan
dikeluarkan oleh tubuh dalam bentuk kotoran yang bundar-bundar. Dalam cecum,
bakteri akan mencerna selulosa, hampir semua jenis gula, sari-sari makanan dan
protein berlebih yang tidak tercerna di usus halus. Setiap 3 sampai 8 jam cecum
akan berkontraksi dan memaksa material yang ada di dalamnya untuk kembali ke
usus besar, dimana sisa-sisa tersebut akan dilapisi oleh lendir, dan berpindah ke
anus. Sisa-sisa ini akan menjadi kotoran yang berbentuk seperti anggur hitam
kecil-kecil yang disebut cecothropes atau cecal pills. Untungnya, proses ini
lebih sering terjadi dimalam hari. Kelinci biasanya akan memakan cecothropesnya
kembali langsung dari anus untuk mencerna kembali sari-sari makanan yang tidak
tercerna tadi namun mempunyai nutrisi yang besar.
Sedangkan partikel-partikel besar dari serat yang tidak tercerna yang
dibuang ke usus besar akan membentuk kotoran keras berbentuk bundar (fecal
pills). Cecal pills berbentuk anggur dan sedikit basah karena terbentuk dari sisasisa makanan dan partikel serat kecil (gbr. kiri). Fecal pills berbentuk bulat dan
keras karena terbentuk dari serat kasar dan dibuang secara melingkar (gbr. kanan).
Maka, ketika fecal pills ini terlihat lembek (apalagi berair) hal itu dapat berarti
terdapat kondisi tidak normal dalam pencernaan kelinci.

Anda mungkin juga menyukai