Anda di halaman 1dari 4

Dermatological Therapy

Terdiri atas :
1. Terapi topical
2. Terapi sistemik
3. Modalitas fisik
Tujuan :
1. Untuk mengobati
2. Untuk memperbaiki
3. Untuk minimalisasi
disabilitas
4. Untuk pencegahan
Venereological therapy
Terdiri atas :
1. Terapi topical
2. Terapi sistemik
3. Terapi surgical
Topical therapy
Hal yang harus diperhatikan :
1. Perhatikan tipe kulit pasien
2. Menggunakan bahan
pembawa yang tepat
3. Perhatikan kulit pasien :
intak/damage, akut/kronik
Keuntungan :
1. Langsung menuju target
jaringan
2. Menurunkan ESO sistemik
3. Kegagalan/keberhasilan
terapi dapat dinilai
langsung
ESO :
1. Iritasi
2. Sensitisasi

3. Folikulitis akneiform
4. Pigmentasi
5. Photoalergi
Absorbsi :
Penetrasi ke Stratum korneum
dippengaruhi oleh :
- Temperature kulit
- Kelembababan Stratum
corneum
- Kondisi kulit
- Lokasi
- Umur
- Agen topikal
Pemicu penetrasi :
- Urea
- salicylic acid
- dimethyl sulphoxide
- propylene glycol
Jumlah yang dibutuhkan :
- wajah : 2g
- lengan :3g
- Kaki : 4g
- Seluruh tubuh 30g
- Ointment (-10%), lotion
(+50%)
Agen topical mengandung :
-

pewangi, pelembut dan


stabilizer

Bahan pembawa terapi topical :


- Powder/shake lotion
- Cream
- Tincture
- Liquid
- Ointment
- Gel
Bhan aktif topical terapi :
-Kortikosteroid
ESO : supresi adrenal, cushing
syndrome, retardasi
pertumbuhan, katarak

Bahan dasar pembawa


Bahan aktif
Bahan tambahan : bahan
pengawet, pewarna,
Systemic therapy

Antihistamin
-Cara kerja: dengan menghambat
reseptor H1 and H2 pada sel
target.
-Interaksi histamin & reseptor
jaringan H1:
#Permeabilitas vena meningkat
#Kontraksi otot polos
#Resistensi jalan nafas meningkat
#Kemotaksis eosinofil & netrofil
meningkat
#Stimulasi mukosa hidung
-Interaksi histamin & reseptor
jaringan H2:
#Permeabilitas vena meningkat
#Cardiac rate meningkat
#Kontraksi otot jantung
meningkat
#Sekresi asam lambung
meningkat
#Stimulasi CD8 & limfosit
#Peningkatan produksi mukosa
jalan nafas
#Inhibisi kemotaksis netrofil &
eosinophil
Antihistamin H1
#Antihistamin
tradisional/klasik/tipe H1 generasi

#Antihistamin tipe H1 generasi


II/sedasi rendah
Antihistamin Generasi 1
Efek:
- Antihistamin
- Sedasi
- Antikolinergik
- aktivitas antiemetic
- efek anti motion sickness
Klasifikasi:
- Alkilamine =
chlorpheniramine
maleate/chlortrimethone
maleate
- Aminoalkyl ether =
diphenhidramine HCl
- Ethylenediamine =
Tripelennamine HCl
- Phenotiazine = Prometazine
HCl
- Piperidine = Siproheptadine
HCl
- Piperazine = Hydroxyzine
HCl
Antihitamin H1 generasi II
- Efek sedasi & antikolinergik
lebih rendah
Macam:
- Terfenadine
- Astemizole
- Cetirizine
- Loratadine
- Acrivastine

- Oxatomide
- Fexofenadine
- Desloratadine
Antihistamine H2
- kurang lipofilik
- efek terhadap susunan
saraf pusat lebih rendah
- jenis:
cimetidine
Ranitidine
Famotidine
Nizatadine
Obat lain dengan aktivitas
antihistamin:
- antidepresan trisiklik
- ketotifen
Kortikosteroid
- Kortison
- Kortisol
- Prednison/prednisolone
- Metil prednisolone
- Betametason
- Deksametason
Indikasi
- mutlak: pemfigus, lupus
eritematosus sistemik,
nekrolisis epidermal toksik,
sindrom Steven Johnson
- relatif: pemfigoid bulosa,
eritema nodusum, lupus
eritematosus diskoid,

eritroderma, eritema
multiforme
Kontrindikasi:
- absolut: herpes simpleks,
TBC tidak diterapi
- relatif: ulkus peptikum,
infeksi, DM, hipertensi,
kehamilan
Komplikasi:
- Hipertensi
- Perubahan mood, psikosis,
pseudotumor
- Supresi aksis hipotalamuspituitari-adrenal, hirsutism,
menstruasi ireguler,
kegemukan, moon face,
buffalo hamp
- ulkus peptikum,
pankreatitis
Terapi nutrisi
- Tujuan: memberi
keseimbangan anabolismekatabolisme tergantung
kondisi seseorang
- Komponen:
protein
karbohidrat
lemak
vitamin & mineral
- Defisiensi vitamin:

*kheilitis, dermatitis
seboroik (vit B2=riboflavin)
*stomatitis angularis (vit
B6=piridoksin)
*pelagra (niasin) 4D:
dermatitis, diare, dimensia,
death
- Defisiensi mineral:
*akrodermatitis
enteropatika (Zn):
Dermatitis,diare,alopesia
*Karsinoma Sel Basal (Se)
Bentuk:
- diet biasa
- diet padat, lunak, saring,
bubur
- diet cair
- diet khusus: TKTP, rendah
garam, bebas lemak, bebas
gluten
- total parenteral nutrisi
(TPT)
Cutaneous surgery
Cold steel surgery:
- elliptic excission, skin graft,
flap, biopsy, MOHS,
blepharoplasty, scalp
reduction & hair
transplantation
Electrosurgery
Dermabrasion
Curettage

Cryosurgery
Chemical peel
Liposuction
LASER
Soft tissue augmentation
Bedah listrik/electrosurgery
- suatu tindakan bedah
dengan menggunakan alat
listrik yang membangkitkan
aliran listrik terkontrol
destruksi jaringan yang
selektif
- macam: elektrodesikasi,
elektrofulgurasi,
elektrokoagulasi,
elektroseksi, elektrolisis
Bedah kimia (chemical
peeling)
- suatu tindakan bedah
dengan mengoleskan
bahan kimia perubahan
anatomi; makro/mikro lesi
pada epidermis/dermis
- macam:
*superfisial: TCA 10%, as.
Retinoat, AHA
*medium: TCA 35-50%, AHA
deep: TCA 70%, fenol jenuh
88%
Bedah beku (cryosurgery)

suatu tindakan bedah


dengan menggunakan
bahan kriogen
membekukan jaringan
nekrosis
macam:
*nitrogen cair (-1960C)
*N2O
(-89,50C)
*CO2
(-78,50C)
*Freon 22, 12 (-410C, -600C)

Dermabrasi
- suatu tindakan bedah untuk
mengelupaskan kulit
selapis demi selapis dengan
menggunakan alat
dermabrader
- macam:
*sikat kawat
*diamond fraise

Laser: Light Amplification


by Stimulating Emission of
Radiation
Prinsip: amplifikasi
cahaya
Tujuan:
memotong
koagulasi
neovaskularisa
si
proliferasi
fibroblas
epitelisasi
Sifat:
monokromatis,
kolomasi,
koheren
spektrum optik
(gelombang

kasat matainfra merah)


Respon jaringan:
refleksikan
dibiaskan
ditransmisikan
diserap