Anda di halaman 1dari 4

A.

Definisi Diabetes Melitus


Diabetes berasal dari bahasa Yunani yang berarti mengalirkan atau mengalihkan
(siphon). Mellitus berasal dari bahasa latin yang bermakna manis atau madu. Penyakit
diabetes melitus dapat diartikan individu yang mengalirkan volume urine yang banyak
dengan kadar glukosa tinggi. Jadi, diabetes melitus adalah penyakit hiperglikemia yang
ditandai dengan ketidakadaan absolute insulin atau penurunan relative insensitivitas sel
terhadap insulin (Corwin, 2009).
B. Tipe Dibetes Melitus
Penyakit Diabetes Mellitus memiliki dua tipe,yaitu :
- Diabetes Mellitus tipe 1 (IDDM)
Merupakan Diabetes yang tergantung pada Insulin. Biasanya terjadi pada anak
anak. Penyebabnya adalah kegagalan sel pankreas memproduksi insulin. Salah
satunya karena faktor genetik (keturunan). Penderitanya sangat tergantung pada
-

suplai insulin (Insulin Dependen). Biasanya insulin diberikan melelui suntikan.


Diabetes Mellitus tipe 2 (NIDDM)
Merupakan Diabetes yang tidak tergantung pada Insulin. Biasanya terjadi pada
orang dewasa. Penyebabnya adalah faktor genetik yang didorong gaya hidup
sehari hari. Perlu diketahui faktor keturunannya hanya berperan sekitar 5% pada
Diabetes tipe ini. Gaya hidup yang tidak sehat merupakan pemicu utamanya.
Kerusakan pankreas pada Diabetes ini hanya terjadi sebagian kecil sel. Kadar gula
dapat dikontrol dengan menjaga pola makan, pola pikir, dan berolahraga secara

teratur.
C. Etiologi Diabetes Melitus
Insulin Dependen Diabetik Melitus (IDDM) atau Diabetes Mellitus Tergantung Insulin
(DMTI) disebabkan oleh destruksi sel beta, Sedangkan Non insulin Dependent Diabetes
Melitus (NIDDM) Disebabkan kegagalan relative sel beta dan resistensi insulin.
Resistensi insulin adalah turunnya kemampuan insulin untuk merangsang pengambilan
glukosa oleh jaringan perifer dan untuk menghambat produksi glukosa oleh hati. Sel beta
tidak mampu mengimbangi resistensi insulin ini sepenuhnya, artinya terjadi defisiensi
relatif insulin. Ketidakmampuan ini terlihat dari berkurangnya sekresi insulin pada
rangsangan glukosa, maupun pada rangsangan glukosa bersama bahan perangsang sekresi
insulin lain. Berarti sel beta pancreas mengalami desensititas terhadap glukosa. Adapun
menurut tipenya :
Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 ditandai oleh penghancuran sel-sel beta pangkreas. Kombinasi faktor
genetik, imunologi dan mungkun pula lingkungan
Dibetes tipe II
Faktor-faktor resiko yang berhubungan dengan proses terjadinya diabetes tipe II. Faktorfaktor ini adalah : usia, obesitas, riwayat keluarga dan kelompok etnik.
D. Tanda dan Gejala Diabetes Melitus
Diagnosa DM awalnya dipikirkan dengan adanya gejala khas berupa polifagia, poliuria,
polidipsi, lemas, dan berat badan turun. Gejala lain yang mungkin dikeluhkan pasien
adalah kesemutan, gatal, mata kabur, dan impotensi pada pria, serta pruritus vulva pada
wanita.
E. Patofisiologi Diabetes Melitus
Menurut Brunner & Sudddart (2002) patofisiologi terjadinya penyakit diabetes mellitus
tergantung kepada tipe diabetes yaitu :
1. Diabetes Tipe I
Terdapat ketidakmampuan untuk menghasilkan insulin karena sel-sel pankreas
telah dihancurkan oleh proses autoimun. Glukosa yang berasal dari makanan tidak
dapat disimpan dalam hati meskipun tetap berada dalam darah dan menimbulkan
hiperglikemia postprandial (sesudah makan). Jika konsentrasi glukosa dalam
darah cukup tinggi, ginjal tidak dapat menyerap kembali semua glukosa yang
tersaring keluar akibatnya glukosa tersebut diekskresikan dalam urin (glukosuria).
Ekskresi ini akan disertai oleh pengeluaran cairan dan elektrolit yang berlebihan,
keadaan ini dinamakan diuresis osmotik. Pasien mengalami peningkatan dalam
berkemih (poliuria) dan rasa haus (polidipsi).
2. Diabetes Tipe II
Resistensi insulin menyebabkan kemampuan insulin menurunkan kadar gula
darah menjadi tumpul. Akibatnya pankreas harus mensekresi insulin lebih banyak
untuk mengatasi kadar gula darah. Pada tahap awal ini, kemungkinan individu
tersebut akan mengalami gangguan toleransi glukosa, tetapi belum memenuhi
kriteria sebagai penyandang diabetes mellitus. Kondisi resistensi insulin akan
berlanjut dan semakin bertambah berat, sementara pankreas tidak mampu lagi
terus menerus meningkatkan kemampuan sekresi insulin yang cukup untuk
mengontrol gula darah. Peningkatan produksi glukosa hati, penurunan pemakaian
glukosa oleh otot dan lemak berperan atas terjadinya hiperglikemia kronik saat

puasa dan setelah makan. Akhirnya sekresi insulin oleh beta sel pankreas akan
menurun dan kenaikan kadar gula darah semakin bertambah berat.
3. Diabetes Gestasional
Terjadi pada wanita yang tidak menderita diabetes sebelum kehamilannya.
Hiperglikemia terjadi selama kehamilan akibat sekresi hormone-hormon plasenta.
Sesudah melahirkan bayi, kadar glukosa darah pada wanita yang menderita
diabetes gestasional akan kembali normal. (Brunner & Suddarth, 2002)
F. Pencegahan Diabetes Melitus
1. Terapkan pola hidup sehat
Buatlah hidup Anda teratur dan terjadwal didalam menjalankan aktivitas kehidupan.
Ketidak teraturan dalam pola hidup akan sengat mempengaruhi kerja berbagai organ
dan kelenjar.
2. Terapkan pola makan yang baik dan sehat
Jaga diri Anda dari masuknya asupan makanan yang tidak sehat dan beresiko
terhadap kesehatan dalam jangka panjang seperti makanan dengan tinggi lemak,
makan yang mengandung pengawet, perasa, dan pewarna buatan
3. Jaga kondisi mental spiritual Anda
Jauhkan dari kondisi stres yang berkepanjangan, jauhi dari sikap suka marah, dan
selalu menjalin hubungan dengan Tuhan dengan berbagai Ibadah dalam agama.
Kondisi mental spiritual sangat berpengaruh terhadap kesehatan.
4. Lakukan aktivitas fisik secara rutin
Aktifitas fisik bisa dilakukan dengan olahraga, pekerjaan yang penuh dengan aktifitas
fisik seperti berbelanja ke pasar dengan jalan kaki dan lain sebagainya
5. Jaga berat bandan pada batas ideal
Anda mengalami Obesitas atau kegemukan? Segera turunkan berat badan Anda.
Obesitas memiliki faktor resiko yang sangat tinggi untuk seseorang terserang
berbagai penyakit berat seperti jantung koroner,diabetes melitus dan penyakit berat
lainnya.
6. Jauhi rokok dan minuman beralkohol
Anda merokok dan suka minuman beralkohol? Hati-hati ! Anda telah menyiapkan
masa depan yang sangat membahayakan terhadap kesehatan Anda. Anda sengat
rentan untuk terserang penyakit diabetes dan penyakit berat lainnya dikemudian hari.
G. Penanganan Diabetes Melitus

Penderita

diabetes

tipe

umumnya

menjalani

pengobatan

therapi

insulin

(Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau Apidra) yang berkesinambungan, selain itu


adalah dengan berolahraga secukupnya serta melakukan pengontrolan menu makanan
(diet).
Pada penderita diabetes mellitus tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan
difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam
darah adalah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan,
diet, dan berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil yang diharapkan, maka pemberian
obat tablet akan diperlukan. Bahkan pemberian suntikan insulin turut diperlukan bila
tablet tidak mengatasi pengontrolan kadar gula darah.

https://www.scribd.com/doc/134628560/Makalah-Diabetes-Melitus
http://penyakitdiabetesmelitus.net/?Pencegahan_Penyakit_Diabetes_Melitus