Anda di halaman 1dari 14

17

BAB 3
KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL
3.1 Kerangka Konsep
Variabel Independen
Depeden

Variabel

Faktor-faktor yang mempengaruhi :

Pola makan anak

Pekerjaan orang tua

Pendapatan orang tua

Lingkungan tempat tinggal

Pendidikan orang tua

Status gizi anak SD

3.2 Definisi Operasional


Definisi

Alat Ukur

Cara Ukur

Hasil Ukur

Pengukuran
Status gizi: Status - Microtoa
- Timbangan tinggi dan
gizi yang digunakan
berat badan
pada penelitian ini

Status gizi
berdasarkan
WHO

Skala
Ukur
Ordinal

Kartu Menuju Sehat


(KMS) anak SD /
MI
jenis

berdasarkan
kelamin,

dimana pengukuran
secara rutin selama
4 bulan sekali oleh

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara

18

dokter

kecil

dan

guru UKS sebagai


pengawas kegiatan.

Pola makan:

Kuesioner

Kuesioner

- Frekuensi
Makan
- Masak di
rumah
- Kebersihan
makanan
- 4 sehat 5
sempurna
- > 2 juta
- 1-2 juta
- < 1 Juta

Ordinal

Kuesioner

Kuesioner

Kuesioner

Kuesioner

- Buruh tetap
- Buruh lepas
- Ibu rumah
tangga

Ordinal

Kuesioner

Kuesioner

- < SD
- SMP/SMA
- D3/S1

Ordinal

Kuesioner

Kuesioner

- Sumber air
minum
- Kebiasaan
minum
- Kondisi air
minum
- Tipe jamban
- Pembuangan

Ordinal

frekuensi makan

Status ekonomi:
keadaan atau

Ordinal

kedudukan
kesejahteraan orang
berdasarkan tingkat
pendapatan
Pekerjaan: kegiatan
yang dilakukan
seseorang untuk
mendapatkan
nafkah
Pendidikan:
pendidikan formal
terakhir yang telah
dijalani orang tua
Lingkungan:
kombinasi

antara

kondisi fisik yang


mencakup keadaan
sumber daya alam

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara

19

seperti tanah, air,


energi

surya,

jamban
- Pengolahan
sampah

mineral, serta flora


dan

fauna

tumbuh
tanah

yang

di

atas

maupun

dalam

di

lautan,

dengan
kelembagaan

yang

meliputi

ciptaan

manusia

seperti

keputusan
bagaimana
menggunakan
lingkungan

fisik

tersebut.

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara

20

(PERUBAHAN PEDOMAN : STATUS GIZI DIHITUNG DENGAN IMT :


WHO 2007) revisi juli 2010
Tabel 1.1.
STANDAR PENILAIAN STATUS GIZI UMUR 8-18 TAHUN
BERDASAR IMT MENURUT UMUR (WHO 2007)
UMUR

Laki-laki

(Thn)

Perempuan

Kurus

Normal

Gemuk

Kurus

Normal

Gemuk

< 13,0

13,1 - 18,4

> 18,5

< 12,7

12,8 - 19,1

> 19,2

< 13,2

13,3 - 18,9

> 19,0

< 12,7

12,8 - 19,7

> 19,8

< 13,3

13,4 - 19,6

> 19,7

< 12,9

13,0 - 20,7

> 20,8

< 13,5

13,6 - 20,4

> 20,5

< 13,1

13,2 - 21,4

> 21,5

10

< 13,7

13,8 - 21,3

> 21,4

< 13,5

13,6 - 22,5

> 22,6

11

< 14,1

14,2 - 22,4

> 22,5

< 13,9

14,0 - 23,6

> 23,7

12

< 14,5

14,6 - 23,7

> 23,8

< 14,4

14,5 - 24,8

> 24,9

13

< 14,9

15,0 - 24,7

> 24,8

< 14,9

15,0 - 26,1

> 26,2

14

< 15,5

15,6 - 25,8

> 25,9

< 15,5

15,6 - 27,2

> 27,3

15

< 16,0

16,1 - 26,9

> 27,0

< 15,9

16,0 - 28,1

> 28,2

16

< 16,5

16,6 - 27,8

> 27,9

< 16,2

16,3 - 28,8

> 28,9

17

< 16,9

17,0 - 28,5

> 28,6

< 16,4

16,5 - 29,2

> 29,3

18

< 17,3

17,4 - 29,1

> 30,0

< 16,4

16,5 - 29,4

> 29,5

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara

21

BAB 4
METODE PENELITIAN
4.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian survey yang bersifat deskriptif analitik
yang bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab gizi buruk pada
siswa-siswi SD Juara Medan. Desain penelitian yang digunakan adalah cross
sectional, yaitu pengumpulan data atau pengukuran variabel yang diteliti
dilakukan hanya satu kali tanpa dilakukan tindak lanjut atau pengulangan
pengukuran.
4.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Juara Medan pada Mei 2013
Oktober 2013
4.3 Populasi dan Sampel
4.3.1 Populasi Penelitian
Populasi terjangkau penelitian ini adalah siswa-siswi SD Juara Medan dan
orang tua dari kelas 1 6 yang berjumlah 153 orang
4.3.2 Besar Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yang berjumlah 153
siswa-siswi SD Juara medan. Sampel diambil dengan cara total sampling.
4.4 Teknik Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer
diperoleh dari kuesioner yang berisikan pertanyaan-pertanyaan yang telah
disusun, berupa status gizi siswa yang dengan cara penimbangan berat badan dan
pengukuran tinggi badan, sedangkan data sosiodemografi dan data kebiasaan
makan di ambil melalui wawancara melalui kuesioner.

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara

22

4.5 Pengolahan dan Analisa


Data primer yang diambil yakni data yang diperoleh dari kuesioner yang
diberikan kepada responden. Pengolahan data dilakukan melalui beberapa
tahapan, tahap pertama editing yaitu mengecek nama dan kelengkapan identitas
maupun data responden serta memastikan bahwa jawaban telah diisi sesuai
petunjuk, tahap kedua coding yaitu member kode atau angka tertentu pada
kuesioner untuk mempermudah waktu mengadakan tabulasi dan analisa, tahap
ketiga entry yaitu memasukkan data dari kuesioner kedalam program computer
dengan menggunakan program SPSS, tahap keempat adalah melakukan cleaning
yaitu mengecek kembali data yang telah di entry untuk mengetahui ada kesalahan
atau tidak. Hasil penelitian akan ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi.

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara

23

BAB 5
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1 Deskripsi Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di SD Swasta Juara Medan yang berlokasi di jalan
Sei Bekala No. 2 Kel. Babura Kec. Medan Baru Kota Medan. SD ini terletak di
tengah-tengah pemukiman warga, sekolah ini memiliki 6 ruang kelas ( I-VI SD),
satu ruang guru berserta kepala sekolah, dan satu tempat ibadah. Sekolah ini
belum memiliki kantin dan ruang UKS. Disekitar pekarangan sekolah terdapat
makanan, minuman dan jajanan yang dijual oleh penduduk sekitar. Responden
penelitian berasal dari kelas satu sampai 6 yang berjumlah 153 orang. Sampel dari
penelitian ini merupakan orang tua siswa yang berjumlah 153. Keseluruhan anakanak biasanya membawa bekal dari rumah untuk makan siang mereka.
5.2 Karakteristik Sosiodemografi Responden
Tabel 5.1 Sebaran Responden Menurut Karakteristik Sosiodemografi
Karakterisitik
Pendapatan
2 juta
1 2 juta
1 juta
Pendidikan
SD
SMP/SMA
D3/S1
Pekerjaan
buruh tetap
buruh lepas
Ibu Rumah tangga
jumlah anak
2 orang
3 orang
Total

Jumlah

3
128
22

2
83,70
14,40

3
124
26

2
81,1
16,9

25
34
94

16,4
22,2
61,4

48
105
153

31,3
68,7
100

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara

24

Sebaran responden menurut karakteristik sosiodemografi orang tua


didapatkan bahwa frekuensi pendapatan orang tua yang tersering adalah
pendapatan menengah yaitu 128 orang (83,7%), untuk pendidikan orang tua yaitu
SMP/SMA dengan jumlah 124 orang (81,1%), untuk pekerjaan orang tua yang
yaitu ibu rumah tangga atau tidak bekerja yang berjumlah 94 orang (61,4%) untuk
jumlah anak yaitu lebih atau sama dengan tiga orang anak yang berjumlah 105
orang (68,7%).
Tabel 5.2 Gambaran Status Gizi Anak SD
Status Gizi
Gemuk
Normal
Kurang Gizi
Total

n
7
125
21
153

%
4,6
81,7
13,7
100

Pada siswa siswi SD Juara Medan tahun 2013, status gizi tersering yang
ditemukan adalah kurang gizi yang berjumlah 125 orang (81,7%).
Tabel 5.3 Gambaran Pola Makan Anak SD
Pola Makan
Frekuensi Makan
3 kali sehari
Tidak Teratur
Masak di Rumah
Ya
Tidak
Kebersihan Makanan
Terjaga
Tidak Terjaga
Makanan 4 Sehat 5 sempuran
Terpenuhi
Tidak Terpenuhi
Total

137
16

89,5
10,5

139
14

90,8
9,2

153
0

100
0

108
45
153

70,8
29,4
100

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara

25

Berdasarkan pola makan, didapati jumlah responden tersering adalah yang


dengan frekuensi makan 3 kali sehari serjumlah 137 orang (89,5%), yang
memasak di rumah serjumlah 139 orang (90,8%), yang dengan kebersihan
makanan terjaga serjumlah 153 orang (100%) dan yang dengan memenuhi
makanan 4 sehat 5 sempurna serjumlah 108 orang (70,8

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara

26

Tabel 5.4 Sebaran Responden Menurut Lingkungan


Faktor Lingkungan

Sumur Gali

3,3

PAM

70

45,8

Air Kemasan

78

51

Tidak Dimasak

36

23,5

Kadang Dimasak

30

19,6

Di masak sampai mendidih

87

56,9

Keruh, Berasa, Berbau

Bening, Tidak Berasa, Berbau

150

98

Cemplung

Galian/Tanah

16

10,5

Kloset

137

89,5

Tidak Ada

11

7,2

Galian

12

7,8

Tong Sampah

130

85

Tidak Diolah

1,3

Dibakar

55

35,9

Diangkat Petugas

96

62,7

153

100

Sumber Air Minum Keluarga

Kebiasaan Minum Keluarga

Kondisi Air Minum Keluarga

Bening, Tidak Berasa, Tidak Berbau


Tipe Jamban

Pembuangan Sampah

Pengolahan Sampah

Total

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara

27

Menurut ligkungan tempat tinggal, didapati jumlah responden tersering


adalah yang menggunakan air kemasan serjumlah 78 orang (51%), yang memasak
air sampai mendidih sejumlah 87 orang (56,9%), yang dengan kondisi air minum
bening, tidak berasa dan tidak berbau sejumlah 150 orang (98%), yang dengan
tipe jamban kloset sejumlah 137 orang (89,5%), yang dengan pembuangan
sampah dengan tong sampah sejumlah 130 orang (85%), yang dengan pengolahan
sampah diangkat petugas sejumlah 96 orang (62,7%)
Tabel 5.4 Sebaran Status Gizi Menurut Sosiodemografi
Gemuk
Variabel Sosiodemografi

Normal

Kurus

> 2 Juta

14,3

20

16

4,8

1 - 2 Juta

85,8

105

84

10

48

< 1 Juta

10

48

SD

1,6

4,8

SMP/SMA

85,8

99

79,2 19 90,4

D3/S1

14,3

24

19,2

4,8

Buruh tetap

23

18,4

9,5

Buruh Lepas

42,9

25

20

28,6

Ibu Rumah Tangga

57,1

77

2 Orang

28,6

40

32

3 Orang

71,5

85

68

15 71,4

Teratur

85,7

112 89,6 19 90,5

Tidak Teratur

14,3

13

10,4

9,5

Total

100

125

100

21

100

Pendapatan
0,0001

Pendidikan
0,431

Pekerjaan
0,394

61,6 13 61,9

Jumlah Anak
28,6

0,730

Pola Makan
0,937

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara

28

Hasil dari jumlah faktor sosiodemografi dengan sebaran status gizi yang
didapat pada penelitian kemudian diuji statistik chi-square untuk mencari
hubungan antar variable tersebut. Dari hasil uji statistik didapati bahwa
pendapatan orang tua berhubungan dengan status gizi anak dilihat dari niai p <
0,05, sedangkan pendidikan, pekerjaan, jumlah anak dan pola makan tidak
berhubungan dengan status gizi anak yang dilihat dari nilai p > 0,05.
5.3 Pembahasan
Yang menjadi responden pada penelitian ini adalah orang tua dari siswa
siswi kelas 1 sampai kelas 6 SD Swasta Juara Medan. Rata-rata berat badan anak
adalah 26,7 kg dan rata-rata tinggi badan anak 127,37 cm.
Prevalensi status gizi siswa adalah 7 orang (4,6%) dengan status gizi
gemuk, 21 orang (13,7%) status gizi normal dan 125 orang (81,7%) dengan status
gizi kurang. Dari hasil ini dapat dilihat bahwa sebagian besar siswa memiliki
status gizi normal, walapun masih terdapat siswa dengan status gizi kurang dan
gemuk
Karakteristik sosiodemografi orang tua terbanyak didapatkan bahwa
frekuensi pendapatan orang tua yang tersering adalah pendapatan menengah,
untuk pendidikan orang tua yaitu SMP/SMA, untuk pekerjaan orang tua yaitu ibu
rumah tangga atau tidak bekerja dan untuk jumlah anak yaitu lebih atau sama
dengan tiga orang anak.
Berdasarkan pola makan, didapati jumlah responden terbanyak adalah
yang dengan frekuensi makan 3 kali sehari, yang memasak di rumah, yang dengan
kebersihan makanan terjaga dan yang dengan memenuhi makanan 4 sehat 5
sempurna.
Dari hasil uji statistik didapati bahwa pendapatan orang tua berhubungan
dengan status gizi anak, sedangkan pendidikan orangtua, pekerjaan, jumlah anak
dan pola makan tidak berhubungan dengan status gizi anak.

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara

29

Hal ini tidak sejalan dengan penelitian Aritonang (2004) yang menyatakan
terdapat hubungan antara pola konsumsi pangan dengan status gizi. Penulis
menduga hal ini dikarenakan ada anak yang pola makan 3 kali sehari, namun
makanan yang dikonsumsi bukan merupakan makanan yang bergizi, yaitu
makanan 4 sehat 5 sempurna.
Dalam penelitian ini tidak terdapat hubungan antara pekerjaan orangtua
dengan status gizi anak. Hal ini sejalan dengan penelitian Primasari (2008) yang
menyatakan tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ayah maupun ibu terhadap
status gizi anak.
Dalam penelitian ini tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan
orangtua dengan status gizi anak. Hal ini sama dengan penelitian Primasari (2008)
yang mengatakan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan orangtua dengan
status gizi anak.
Dalam penelitian ini didapatkan hubungan antara pendapatan orangtua
dengan status gizi. Repi dkk. (2013) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa
terdapat hubungan antara pendapatan ayah dengan status gizi. Perbedaan ini dapat
diakibatkan oleh perbedaan definisi kategori pendapatan atau pengaruh faktor lain
yang lebih dominan. Pendapatan orang tua dapat berdampak pada kemampuan
keluarga untuk dapat memenuhi kebutuhan gizi.
Hasil berbeda disampaikan oleh Pahlevi (2012) yang dalam penelitiannya
di SD 02 Banyumanik menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu, pendidikan
ibu, pendapatan keluarga, penyakit infeksi, tingkat konsumsi energi, dan tingkat
konsumsi protein berhubungan dengan status gizi.
Untuk itu sekolah dapat berperan aktif untuk memberikan informasi
kepada orang tua siswa dalam menjaga status gizi anaknya. Fasilitas kesehatan
terdekat juga dapat berperan melalui pemeriksaan kesehatan rutin dan kontrol
status gizi anak.

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara

30

BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian didapati kesimpulan yaitu status gizi siswa SD Juara
Medan terbanyak adalah normal, dimana terdapat hubungan antara pendapatan
orang tua dengan status gizi anak.
6.2 Saran
1. Bagi siswa-siswi perlunya edukasi tentang pentingnya makanan 4 sehat 5
sempurna.
2. Perlunya edukasi kepada orangtua siswa-siswi tentang bagaimana menjaga
kebersihan perorangan untuk keluarga.
3. Perlu edukasi kepada siswa-siswi tentang pentingnya gizi terhadap
pertumbuhan tubuh.
4. Sebagai acuan untuk penelitian lebih lanjut

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara