Anda di halaman 1dari 21

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS PESANTREN

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

A. Kasus
Terdapat sebuah pondok pesantren yang bernama AlAmin yang didirikan oleh K.H Agus Salim sejak 20 Juli 1985
dengan jumlah santri 20 orang. Saat ini pondok pesantren AlAmin yang terletak di Jawa Timur terdapat 100 santri dengan
pimpinan saat ini K.H Munir.
Pondok Pesantren ini bersifat Independen dan mandiri, sudah terdapat
UKS tetapi PHBS di pesantren ini kurang seperti ruang asrama tampak gelap,
tampak pakaian dan peralatan sholat yang digantung yang menghambat
masuknya cahaya matahari. Ventilasi pada asrama kurang. Di belakang
asrama siswi tampak sampah berserakan. Ada toilet yang tidak terawat,
selokan yang tidak terawat dan kotor, serta menimbulkan bau. Kamar mandi
sebagian ada yang tampak berantakan.

B. Asuhan Keperawatan
C.

Dari pengkajian di wilayah Pondok Pesantren Al-Amin Kota

Surabaya didapatkan data hasil wawancara dan pengamatan melalui


komponen Windshield Survey sebagai berikut :
D.

KOMPONEN WINDSHIELD SURVEY

E. ELEMEN

F. DESKRIPSI

G. Perumahan

Bangunan

dan

H.

lingkungan

permanen terbuat dari tembok.

(daerah)

Mayoritas bangunan adalah bangunan

Arsitektur
I.

Bangunan rumah ukuran kecil tetapi ada juga yang

besar dan berdekat dekatan, satu dengan lainnya, dan


sebagian lainnya memiliki corak yang sama. Sebagian besar
rumah lantainya terbuat dari tekel, hanya sebagian kecil
yang berlantaikan semen dan tanah. Rata-rata disetiap
bangunan memiliki pencahayaan yang kurang baik,
sedikitnya bangunan yang mempunyai jendela yang dibuka
setiap hari.
J. Lingkunga
n terbuka

Area
K.

Pondok Pesantren Al Amin Kota Surabaya terdiri dari

banyak bangunan yang digunakan sebagai sarana sekolah


mulai kelas 1 sampai 3.

Kualitas
L.

Terdapat beberapa lahan kosong lainnya tidak

dimanfaatkan untuk kegiatan pondok pesantren.


M. Batas

Batas wilayah :
N.

Barat : Kelurahan Mina

O.

Timur : Kelurahan Madina

R. Tingkat

P.

Utara : Kelurahan Mona

Q.

Selatan : Kelurahan Muni

Tingkat Sosial

sosial

S.

ekonomi

dengan baik. Koordinasi antar masyarakat cukup baik.

Sebagian besar masyarakat pesantren bersosialisasi

Tingkat Ekonomi
T.

Sebagian besar masyarakat pondok pesantren masih

berstatus siswa dan belum bekerja.


U. Kebiasaan

Kebiasaan para santri banyak yang tidak melakukan


perilaku hidup bersih dan sehat seperti masih terdapat para
santri yang membuang sampah sembarangan, kamar yang
tidak di bersihkan dengan gantungan baju yang bertumpuk
sehingga tpencahayaan tidak baik, selain itu kamar mandi

yang tidak rajin dibersihkan.


V. Transporta Para santri diantar oleh keluarganya menggunakan mobil dan
si

sebagian besar menggunakan motor.

W. Fasilitas Kesehatan
umum

X.

Terdapat Puskesmas di Kecamatan Wonokromo.

Tetapi untuk pondok pesantren sendiri belum memiliki


poskestren.
Agama
Y. Masjid

: 2 buah

Pelayanan umum
Z.

Terdapat ruang kelas bagi masing-masing santri

sesuai dengan tingkat pendidikannya. Terdapat ruang


perpustakaan dan asrama untuk para santri.
AA.

Suk Mayoritas santri dari suku Jawa

u bangsa

Ag Mayoritas Beragama Islam

AB.
ama

Kes Masalah kesehatan terbanyak yang terjadi selama 5 bulan

AC.

ehatan dan

terakhir yaitu akibat kurangnya perilaku PHBS (Perilaku

morbiditas

Hidup Bersih dan Sehat).

AD.
AE.

Hasil pengolahan data yang berasal dari angket, wawancara dan

observasi akan disajikan sebagai berikut :


AF.
I.

PENGKAJIAN
a. Data Inti
1. Sejarah
AG.
Pondok pesantren Al-Amin didirakan K.H. Agus
Salim pada tanggal 20 Juli 1985. Pondok pesantren Al-Amin
ini bersifat Independen dan mandiri. Saat itu jumlah santri 20
orang.
2. Demografi
AH.
Pondok pesantren Al-Amin terletak pada lokasi
yang strategis yaitu 10 km dari Bandara Juanda Surabaya, 2 km
dari Balai Kota Surabaya. Pondok pesantren ini beralamat di
Jalan A.Yani km.25 dengan luas wilayah 100 m 2. Pondok
pesantren Al-Amin terdiri dari pondok pesantren putra dan
putri. Pada pengkajian ini dilakukan pada pondok pesantren
daerah putra dan putri.
- Jumlah siswa
AI. Jumlah keseluruhan siswa pada pondok pesantren
-

Al-Amin adalah 100 orang.


Distribusi siswa berdasarkan usia
AJ. Dari data yang didapat dapat siswa pesantren AlAmin putri paling banyak berusia 8-12 tahun dengan
presantase 60% dan yang terendah berusia 16-18 tahun
dengan presentase sebesar 5% sedangkan putra paling
banyak berusia 9-12 tahun dengan presentase 58% dan
yang terendah berusia 15-18 tahun dengan presentase 5%.
AK.
AL.

Distribusi siswa berdasarkan suku


AM. Dari data yang didapat sebagian besar berasal dari

suku jawa sejumlah 90 jumlah dengan presentase 95%.


- Data Status Kesehatan
AN. Masalah Kesehatan di Pesantren:
a. Skabies : 20 orang dengan prosentase 23,3%
b. PHBS
: 60 orang dengan prosentase 78,8%
c. Kutu
: 4 orang dengan prosentase 5%
d. Kudis
: 10 orang dengan prosentase 10%
e. Gastritis : 15 orang dengan prosentase 15%
f. Influenza : 12 orang dengan prosentase 12%
g. Herpes
: 3 orang dengan prosentase 3%
h. Diare
: 11 orang dengan prosentase 11%
AO.
b. Data Sub Sistem
1. Fisik dan lingkungan
AP.Ruang asrama tampak gelap, tampak pakaian dan peralatan
sholat yang digantung yang menghambat masuknya cahaya
matahari. Ventilasi pada asrama kurang. Di belakang asrama
siswa dan siswi tampak sampah berserakan. Ada toilet yang
tidak terawat, selokan yang tidak terawat dan kotor, serta
menimbulkan baud an berlumut. Kamar mandi sebagian ada
yang tampak berantakan.
AQ.
2. Pendidikan
AR.
Lama pendidikan di pondok pesantren Al-Amin
putri ada tingkat tajhizi (persiapan) 1 tahun, wutsha (3 tahun),
dan kuliah 3 tahun. Dari kelas 1 sampai kelas 2 MA masingmasing sebesar 50 orang dengan persentase 60%.
a. Distribusi jumlah siswa berdasarkan informasi kesehatan
yang di lakukan oleh petugas kesehatan sebesar 57 orang
dengan persentase 71, 3%.
AS.
b. Tema informasi kesehatan
AT.
Didapatkan distribusi jumlah siswa yang di lakukan
oleh petugas kesehatan sebesar 35 orang dengan presentase
59%
c. Pelatihan dan keterampilan
AU. Didapatkan jumlah siswa berdasarkan pernah
tidaknya mengikuti kegiatan pelatihan dan ketrampilan

yang dilakukan oleh petugas kesehatan sebesar 46 orang


dengan presentasi 57,5%.
d. Jenis pelatihan dan ketrampilan
AV. Didapatkan jumlah siswa

pernah

tidaknya

mengikuti jenis pelatihan dan ketrampilan Penanganan P3K


yang dilakukan oleh petugas kesehatan sebesar 20 orang
dengan presentasi 45%.
e. Sumber informasi kesehatan
AW. Didapatkan bahwa hampir semua siswa di pesantren
mendapatkan informasi dari petugas kesehatan puskesmas
sebanyak 80 orang dengan presentasi sebesar 88,25%.
AX.
3. Komunikasi
a. Jenis komunikasi
AY. Siswa paling banyak menggunakan sarana
komunikasi sekolah jenis majalah dinding sebanyak 85
orang dengan presentasi 88,9%.
AZ.
4. Kesehatan dan pelayanan social
a. Sarana kesehatan
BA. Terdapat puskesmas disekitar pesantren 1,5 km
puskesmas Jagir dan RS Swasta 2 km sedangkan di
pesantren tersedia UKS
b. Program Kesehatan
BB. UKS yang baru berjalan sebulan, belum terlalu
diterapkan PHBS maupun penyuluhan atau pendidikan
kesehatan.
c. Jaminan kesehatan sekolah
BC. Berupa kartu UKS dengan kewajiban siswa
membayar iuran kesehatan sebanyak Rp 30.000,00 per
tahun.
d. Angka kesakitan Siswa
BD. Angka kesakitan siswa dalam setahun terakhir di
pesantren dengan jumlah 68 orang dengan presentasi
sebanyak 68,8%.
e. Jenis penyakit dan keluhan
BE. Berdasarkan hasil

wawancara

para

santri

mengatakan banyak yang membuang sampah sembarangan,


tidak menaruh baju pada lemari tetapi hanya di gantung,

selain itu peralatan sholat yang digantung. Ada toilet yang


tidak terawat, selokan yang tidak terawat dan kotor, serta
menimbulkan bau. Kamar mandi sebagian ada yang tampak
berantakan. Sehingga perilaku hidup bersih dan sehat para
santri kurang dengan frekuensi 60 orang dengan presentasi
sebanyak 78,8%.
BF.
Berdasarkan hasil wawancara para santri saat
ditanyakan progam PHBS mengatakan bahwa mereka
belum paham sepenuhnya tentang pentingnya PHBS.
BG.
5. Keamanan dan transportasi
BH.
Pondok pesantren Al Amin berada di lingkungan
yang aman meskipun sulit dari jangkauan transportasi umum.
Mempunyai 3 satpam yang bertugas untuk berjaga di pintu
gerbang pondok pesantren.
BI.
6. Ekonomi
a. Sumber keuangan
BJ.
Dari data didapatkan jenis sumber keuangan adalah
dari orang tua sebanyak 80 orang dengan presentasi 100%.
b. Jenis pekerjaan orang tua
BK. Dari data di dapatkan bahwa jenis pekerjaan orang
tua siswa paling banyak adalah wiraswasta sebanyak 42
orang dengan presentasi 54%.
c. Biaya Sekolah
BL. Besar biaya sekolah dipondok pesantren Al-Amin
putrid untuk kelas 1 > Rp 250.000 dan untuk biaya sekolah
kelas 2 antara Rp 250.000 Rp 500.000.
d. Besar Bantuan Beasiswa Pemerintah
BM. Dari data yang didapatkan besar pungutan biaya
sekolah di pesantren Al-Amin paling banyak sebesar Rp
250.000 Rp 750.000 sebanyak 52 orang dengan
presentase 65%.
e. Kantin tempat makan
BN. Terdapat satu kantin yang menjual makanan dan
minuman untuk para siswa. Harga di kantin terjangkau oleh
siswa, dengan harga semua makanan di kantin Rp 1000.
Kondisi kantin tampak kurang bersih, masih ada banyak

sampah berserakan dan lalat yang berterbangan tetapi


terdapat pula mini market di dalam lingkungan Pondok
Pesantren Al-Amin.
BO.
7. Politik dan Pemerintahan
1. Kunjungan pemerintah
BP.
Berdasarkan hasil

wawancara

dengan

siswa

didapatkan bahwa kunjungan pemerintah pernah dilakukan


namun dengan waktu dan banyak kunjungan yang tidak
menentu.
2. Tema Kunjungan Pemerintah
BQ. Dari data yang didapat, tema kunjungan pemerintah
menurut siswa di pondok pesantren Al-Amin hal ini tampak
dari lingkungan pondok pesantren Al-Amin sendiri, yang
tidak tampak adanya bendera partai, spanduk, poster,
maupun atribut partai yang lainnya.
8. Rekreasi
1. Kegiatan saat Waktu Istirahat Sekolah
BR. Dari data didapatkan kegiatan saat waktu istirahat
sekolah siswa di Pesantren Al-Amin paling banyak adalah
mengobrol dengan teman sebanyak 55 orang dengan
presentase 56,5%.
2. Jenis Sarana Hiburan Sekolah
BS.
Dari data didapatkan bahwa jenis sarana hiburan
sekolah yang dimanfaatkan siswa di Pesantren Al-Amin
paling banyak adalah kegiatan keagamaan (Pembacaan
Maulid Habsyi, rebana) sebanyak 68 orang dengan
presentase 72,5%.
3. Jumlah Hari Libur
BT.
Dari data didapatkan bahwa jumlah hari libur siswa
di Pesantren Al-Amin paling banyak adalah 1-3 hari
sebanyak 53 orang dengan presentase 27,5%
4. Tujuan Rekreasi Waktu Libur
BU. Dari data yang didapat bahwa tujuan rekreasi waktu
libur siswa di Pesantren Al-Amin paling banyak adalah
Ziarah Keagamaan sebanyak 55 orang dengan presentase
52,5%.
BV.

c. Persepsi
BW. Para santri mengartikan perilaku hidup bersih dan sehat
sebagai hal yang biasa dan tidak begitu penting karena mereka
beranggapan selagi mereka sakit yang tidak parah, perilaku
kebiasaan mereka dianggap tidak bermasalah dan tetap melakukan
aktivitas fisik seperti biasa. Mereka juga menganggap seperti
menaruh tumpukan baju di gantungan baju maupun tembok,
membuang sampah saat ini hal biasa karena kadang-kadang ada
yang membersihkan. Tetapi dalam hal ini mereka mengatakan juga
belum tahu bagaimana perilaku hidup bersih dan sehat agar lebih
baik dari sebelumnya.
BX.

BY.
BZ.

II. ANALISA DATA


Analisa Data Dan Perumusan Diagnosa Keperawatan

CA.
N

CB.

Data Subjektif

CC.

Data Objektif

CD.

Masalah Kesehatan

o
CE. CF.
DS:
CG. DO:
CI.
Potensi terjadinya penularan penyakit
1. Para siswa pondok pesantren 1. Terlihat ruang asrama di Pondok
1
pada para santri di Pesantren Al-Amin
mengatakan banyak yang
Pesantren Al-Amin tampak pakaian
berhubungan dengan kurang nya kesadaran
membuang
sampah
dan peralatan sholat yang digantung,
terhadap kebersihan lingkungan pesantren yang
sembarangan, tidak menaruh
menghambat
masuknya
cahaya
ditandai dengan banyak terdapat sampah yang
baju pada lemari tetapi hanya
matahari ke dalam ruang asrama.
berserakan seperti sampah botol,bungkusan
di
gantung,
selain
itu
Ventilasi pada asrama Pondok
makanan, dan baju bekas, WC tidak terawat,
peralatan
sholat
yang
Pesantren Al-Amin kurang.
selokan tidak terawatt dan tempatnya sangat kotor
2. Kebersihan lingkungan di Pesantren
digantung.
penuh lumut dan menimbulkan bau serta belum
2. Berdasarkan hasil wawancara
Al-Amin banyak terdapat sampah
mendapatkan informasi kesehatan tentang PHBS
para siswa pesantren Al-Amin
yang berserakan seperti sampah
0% serta kondisi kantin tampak kurang bersih
mengatakan Ada toilet yang
botol,bungkusan makanan, dan baju
sehingga terdapat lalat yang berterbangan.
tidak terawat, selokan yang
bekas,WC tidak terawat, kebersihan
tidak terawat dan kotor, serta

kamar mandi tidak sama ada kamar

menimbulkan

bau.

Kamar

mandi yang bersih dan ada kamar

mandi sebagian ada yang

mandi

tampak berantakan

selokan tidak terawat dan tempatnya


sangat

yang
kotor

menimbulkan
mendapatkan

tampak

berantakan,

penuh
bau

lumut
serta

informasi

dan
belum

kesehatan

tentang PHBS 0%.


3. Kondisi kantin tampak kurang bersih,
masih ada banyak sampah berserakan
dan lalat yang berterbangan
CJ. CK. DS:
1. Para siswa pondok pesantren
2
Al-Amin
mengatakan
belum

terlalu

mengenai

mengetahui

PHBS

(Perilaku

Hidup bersih dan Sehat)


2. Para siswa pondok pesantren
Al-Amin

mengatakan

banyak siswi yang mengalami


diare dan gatal-gatal dikulit.

CH.
CM.

DO:

CN.

CP.
Masalah

Kesehatan

20

orang

penularan

dengan perilaku PHBS yang ditandai 60 orang dengan


presentase 78,8% yang PHBS nya kurang.

orang

dengan

prosentase 78,8%
c. Kutu
: 4 orang dengan prosentase
:

kejadian

berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang

prosentase 23,3%
b. PHBS
:
60

5%
d. Kudis

angka

di penyakit pada para santri di Pesantren Al-Amin

Pesantren:
a. Skabies

Tingginya

10

orang

dengan

CL.

prosentase 10%
e. Gastritis :
15

orang

dengan

prosentase 15%
f. Influenza :
12

orang

dengan

prosentase 12%
g. Herpes
: 3 orang dengan prosentase
3%
h. Diare

11

orang

dengan

prosentase 11%

II.

CO.
CQ.
CR.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Potensi terjadinya penularan penyakit pada para santri di Pesantren Al-Amin berhubungan dengan kurang nya kesadaran
terhadap kebersihan lingkungan pesantren yang ditandai dengan banyak terdapat sampah yang berserakan seperti sampah
botol,bungkusan makanan, dan baju bekas, WC tidak terawat, selokan tidak terawatt dan tempatnya sangat kotor penuh
lumut dan menimbulkan bau serta belum mendapatkan informasi kesehatan tentang PHBS 0% serta kondisi kantin tampak
kurang bersih sehingga terdapat lalat yang berterbangan.
2. Tingginya angka kejadian penularan penyakit pada para santri di Pesantren Al-Amin berhubungan dengan kurang
pengetahuan tentang perilaku PHBS yang ditandai 60 orang dengan presentase 78,8% yang PHBS nya kurang.
CS.

CT.

III.

PERENCANAAN KEPERAWATAN

CU. CV.
No.

Diagno

CW.

Tujuan

sa

CX.

Sa

CY.

Strategi

CZ.

saran

Renca

na Kegiatan

DA. Hari,
DB. Tanggal

DC.

Tempat
DM.

keperawatan
DO. DP.
Potensi DR. Jangka
terjadinya
1.
panjang
penularan
DS.
Santri
penyakit pada
di Pesantren
santri di
Al-Amin
Pesantren Aldapat
Amin b.d
memelihara
kurangnya
kebersihan
kesadaran
lingkungan
terhadap
dan
kebersihan
melaksanaka
lingkungan
n perilaku
ditandai
hidup bersih
dengan
dan sehat
- Banyak
selama 1
terdapatnya
bulan.
sampah
DT.
yang
DU.
Jang
berserakan
ka pendek
seperti

DX. Sa
ntri di
Pesantren
AlAmin

1. Komunikasi
2. Informasi
3. Edukasi
DY.

1.

Diberikan
penyuluhan
kepada
para santri
tentang
pentingnya
perilaku
hidup
bersih dan
sehat
2. Memperb
aiki
program
yang ada di
dalam
suatu
PonPes
3. Memberi
semangat
atau

DD.

DZ.
Selasa EA. Halam
, 1 November an Pondok
2016
Pesantren AlAmin

Kriter

ia
EB.
Psikomot
or

Eva

DN
1.

sampah
DV.
Setela
botol,
h mengikuti
bungkus
penyuluhan
makanan,
selama 100
dan baju
menit santri
bekas
di Pesantren
WC tidak
Al-Amin
terawat
DW.
mamp
Selokan
u:
tidak
a. Melaksanankan
terawat dan
kebersihan
tampak
lingkungan setiap
sangat
1 kali dalam
kotor,
seminggu.
penuh
b. Melaksanakan
lumut dan
pembagian
menimbulk
pembuangan
an bau
sampah baik
Belum
organik ataupun
mendapatk
nonorganik.
an
c. Melakukan
informasi
progam perilaku
tentang
hidup bersih dan
PHBS (0)
sehat
0%.
DQ.

dorongan
Mengadak
an kerja
bakti pada
hari jumat
5. Membuan
g sampah
pada
tempatnya
6. Melakuka
n personal
hygiene
dengan
benar
4.

EC.
2.

ED.
T EF.
Jangka
inggin panjang
ya
EG.
Para
angka
santri di
kejadia
Pesantren Aln
Amin Putri
penular
mampu
an
meningkat
penyak
kan
it pada
pengetahu
para
an,
santri
perubahan
di
sikap dan
Pesantr
perilaku
en Alserta
Amin
kemandiri
berhub
an
ungan
peroranga
dengan
n dalam
kurang
mengatasi
penget
masalah
ahuan
kesehatan
tentang
agar dapat
perilak
hidup
u
PHBS
bersih dan

EN.
Par
a Santri di
Pesantren
Al-Amin

1. Komunikasi
2. Informasi
3. Edukasi
EO.

1. Diberikan
penyuluhan
tentang
PHBS
(Perilaku
Hidup
Bersih dan
Sehat)
2. Tentang
pengertian
dan tujuan
maupun
progam
dari PHBS

EP.
Rabu,
November 2016
EQ.
ER.
ES.
ET.
EU.
EV.
EW.
EX.
EY.
EZ.
FA.
FB.
FC.
FD.
FE.
FF.
FG.
FH.
FI.
FJ.
FK.
FL.
FM.
FN.
FO.

FU.
AGV.
Verba -Pa
ula
l
pondok GW.
Pesantr GX.
en Al- GY.
Amin GZ.
HA.
-Pa
FV.
HB.
FW.
HC.
FX.
HD.
FY.
HE.
FZ.
HF.
GA.
HG.
GB.
HH.
GC.
HI.
GD.
HJ.
GE.
HK.
GF.
HL.
GG.
HM.
GH.
HN.
GI.
HO.
GJ.
GK.
HP.
GL.
HQ.
GM.
GN.
HR.
GO.
GP.

yang
ditanda
i 60
orang
dengan
present
ase
78,8%
yang
PHBS
nya
kurang
.
EE.

sehat
selama 4
bulan
EH.
EI.
EJ.
EK.
Jang
ka pendek
EL.Setelah
mengikuti
penyuluhan
selama 4x100
menit Santri
di Pesantren
Al-Amin
mampu:
a. Mengetahui dan
Menjelaskan
pengertian
PHBS
b. Mengetahui dan
menjelaskan
tujuan PHBS
EM.

HZ.

FP.
FQ.
FR.
FS.
FT.

GQ.
GR.
GS.
GT.
GU.

HS.
HT.
HU.
HV.
HW.
HX.
HY.

IV.
IA.
No.
IF.
1.

PELAKSANAAN
IB.

Diagnosis

IG. Tingginya angka kesakitan


siswi di Pesantren Al-Falah
Putri berhubungan dengan
kurang pengetahuan
mengenai penyakit
(penyakit kulit, penyakit
menular, maag, dan flu dan
batuk) ditandai dengan
angka kesakitan 68 orang
(85%), penyakit kulit 31
orang (57,5%), penyakit
menular (diare, malaria,
DBD) 9 orang (25%),
Maag 9 orang (12,5%) dan
Flu dan batuk 9 orang
(12,5%).

IC.

Tanggal

IH. Rabu, 25
September
2013
II.
IJ.
IK.
IL.
IM.
IN.
IO.
IP.
IQ.
IR.
-

IS.
IT.
IU.
IV.
IW.

Kamis, 26
September
2013

ID.

Implementasi

1. Penyuluhan (penkes) dan


sosialisasi tentang penyakit
kulit berupa pengetian,
tanda dan gejala, cara
penularan dan cara
penanganan yang
disampaikan oleh Kepala
Puskesmas Landasan Ulin
( Tri Nugroho,S.Kep,Ns)
yang disampaikan kepada
Siswi Pondok Pesantren AlFalah Putri.
2. Penyuluhan (penkes) dan
sosialisasi tentang penyakit
menular yang disampaikan
oleh Dosen PSIK FK Unlam
(Herawati,S.Kep,Ns,M.Kep
) yang disampaikan kepada
Siswi Pondok Pesantren AlFalah Putri.
3. Penyuluhan (Penkes) dan
sosialisasi tentang penyakit

IE.

Evaluasi

JN.Struktur
Penyuluhan telah direncanakan 2 minggu
sebelumnya.
Undangan penyuluhan telah di berikan 2 hari
sebelumnya.
Materi dan leaflet sudah disiapkan sebelumnya.
JO.
Proses
Peserta yang hadir sebanyak 110 orang.
30% peserta aktif dalam mengajukan
pertanyaan.
Penyuluhan dilakukan Aula Pondok Pesantren
Al-Falah Puteri.
Acara berjalan dengan lancar.
Kendala : 15 % peserta penyuluhan berbicara
dengan teman sebaya. 10% peserta penyuluhan
mengerjakan tugas sekolahnya sehingga mereka
tidak fokus mendengarkan penyuluhan.
JP.
Hasil
Peserta aktif dalam mengajukan pertanyaan:
- Salah seorang siswi (Aisyah) menanyakan
mengenai apakah penyakit malaria ini dapat

IX.
-

Jumat, 27
September
2013

IY.
IZ.
JA.
JB.
JC.
JD.
JE.
JF.
- Sabtu, 28
September
2013
JG.
JH.
JI.
JJ.
JK.
JL.
JM.
- Sabtu, 28
September
2013

Maag yang disampaikan


oleh mahasiswa profesi
Ners PSIK FK UNLAM
(Tony Cahyono
Adipura,S.Kep,Ns) yang
disampaikan kepada Siswi
Pondok Pesantren Al-Falah
Putri.
4. Penyuluhan (Penkes) dan
sosialisasi tentang penyakit
flu dan Batuk yang
disampaikan oleh Perawat
Puskesmas Landasan Ulin
(Firyal Afifah
Juanda,S.Kep,Ns) yang
disampaikan kepada siswi
Pondok Pesantren Al-Falah
Putri.
5. Memberikan reinforcement
kepada Siswi Pondok
Pesantren Al-Falah Putri
dari Kepala Landasan Ulin
(Tri Nugroho,S.Kep,Ns),
dosen PSIK FK UNLAM
(Herawati,S.Kep,Ns,M.Kep
), mahasiswa profesi Ners

menyebabkan kematian dari penyakit dan


dari Dosen PSIK FK Unlam
(Herawati,S.Kep,Ns,M.Kep) menjawab jika
tidak di tangani dengan benar dan segera
penyakit malaria ini juga dapat
menyebabkan kematian.
- Salah seorang sisiwi (Fatimah) menanyakan
cara pencegahan penyakit flu agar tidak
menularkan ke orang lain dan dari Perawat
Puskesmas Landasan Ulin (Firyal Afifah
Juanda,S.Kep,Ns) menjawab dengan
memakai masker.
JQ.
Peserta mampu menjawab pertanyaan dari
pemateri (Herawati,S.Kep,Ns,M.Kep) yaitu Apa
pengetian Malaria? yang dijawab oleh Khadijah
yaitu penyakit yang disebabkan oleh nyamuk
Anopheles.

JR.
2.

JS. Tinggnya angka kejadian


dismennorhea di Pesantren
Al-Falah Putri b.d
kurangnya pengetahuan
siswi tentang cara
penanganan dismenorhea
yang benar ditandai dengan
56 orang siswi
dismenorhea (70%)

JT. Rabu, 25
September
2013
JU.
JV.
JW.
JX.
JY.
JZ.
KA.
KB.
Rab
u, 25
September
2013
KC.
KD.
KE.
KF.
KG.
KH.

PSIK FK UNLAM (Tony


Cahyono
Adipura,S.Kep,Ns) dan
Perawat Puskesmas
Landasan Ulin (Firyal
Afifah Juanda,S.Kep,Ns).
1. Penyuluhan (penkes)
tentang dismenorhea
(pengertian, penyebab,
tanda dan gejala) yang
diberikan oleh Mahasiswa
profesi ners PSIK FK
UNLAM disampaikan
kepada siswi pondok
Pesantren Al-Falah Putri
2. Penyuluhan (penkes)
tentang cara penanganan
dismenorhea dengan teknik
relaksasi (tarik napas dalam,
yang diberikan oleh
Mahasiswa profesi ners
PSIK FK UNLAM yang
disampaikan kepada siswi
pondok Pesantren Al-Falah
Putri
KO.

KW.
Struktur
Penyuluhan telah direncanakan 2 minggu
sebelumnya.
Undangan penyuluhan telah di berikan 2 hari
sebelumnya.
Materi dan leaflet sudah disiapkan sebelumnya.
KX.
Proses
Peserta yang hadir sebanyak 60 orang.
30% peserta aktif dalam mengajukan
pertanyaan.
Penyuluhan dilakukan Aula pondok Pesantren
Al-Falah Putri
Acara berjalan dengan lancar.
Kendala : 15 % peserta penyuluhan tidak fokus
mendengarkan materi penyuluhan dan
berbicara dengan teman
KY.
KZ.
Hasil
Peserta aktif dalam mengajukan pertanyaan:
- salah seorang siswi (Sri Untari )

KI.
KJ.
KK.
KL.
KM.
Rab
u, 25
September
2013
KN.

3. Simulasi teknik relaksasi


(tarik napas dalam) yang
disampaikan oleh
Mahasiswa profesi ners
PSIK FK UNLAM yang
disampaikan kepada siswi
pondok Pesantren Al-Falah
Putri
KP.
KQ.
KR.
KS.
KT.
KU.
KV.

4.

menanyakan apakah dismenorhea ini bisa


sembuh dan dari mahasiswi menjawab bisa,
sesuai dengan bertambahnya usia biasanya
dismenorhea akan semakin berkurang.
Peserta mampu menjawab pertanyaan dari
pemateri yaitu Apa penyebab dari
dismenorhea? yang dijawab oleh resvia yaitu
sterss,pola makan dan hormon.
LA.
Struktur
Perencanaan penyuluhan dan simulasi telah
direncanakan 2 minggu sebelumnya.
Undangan pelaksanaan simulasi telah diberikan
2 hari sebelumnya.
LB.
LC.
LD.
LE.
LF.
Proses
Peserta yang hadir sebanyak
60 orang.
Semua peserta memperaktikan tarik napas
dalam.
Simulasi dilakukan di Aula pondok Pesantren
Al-Falah Putri
Acara berjalan dengan lancar

LI.
3.

LJ.
Potensi terjadinya
penularan penyakit pada siswi di
Pesantren Al-Falah Putri b.d
kurangnya kesadaran terhadap
kebersihan lingkungan ditandai
dengan
- Banyak terdapatnya sampah
yang berserakan seperti sampah
botol, bungkus makanan, dan
baju bekas
- WC tidak terawat
- Selokan tidak terawat dan
tampak sangat kotor, penuh
lumut dan menimbulkan bau
LK.
Belum
mendapatkan informasi
tentang PHBS (0) 0%.
MF.
MG.
MH.

LL.Minggu, 29
September
2013
LM.
LN.
LO.
LP.
LQ.
LR.
LS.
LT.
LU.
LV.
LW.

6. Melaksanakan kebersihan
lingkungan melalui gotong
royong yang dilaksanakan
setiap 1kali seminggu.
LX.
LY.
LZ.
MA.
MB.
MC.

1.

LG.
Hasil
Salah seorang peserta bisa memperaktikan tarik
napas dalam :
LH.
Ibu Ani mampu menjelaskan cara
penanganan dismenorhea dan memperaktikan
tarik napas dalam.
Struktur
Gotong royong telah direncananakan 2 minggu
sebelumnya.
Pemeberitahuan gotong royong telah di berikan
2 hari sebelumnya.
MD.
Proses
Peserta yang hadir sebanyak 80 orang.
Gotong royong dilakukan halaman pondok
Pesantren Al-Falah Putri
Acara berjalan dengan lancar.
ME.
Hasil
Peserta aktif dalam melaksananakan gotong
royong :
- Semua peserta saling bekerja sama dalam
melaksanakan gotong royong.