Anda di halaman 1dari 20

TUGAS

PENGINDERAAN JAUH TERAPAN B


Melakukan Koreksi Atmosfer dengan Metode Second Simulation of A Satellite
Signal In The Solar Spectrum Vector (6sv
Oleh :
Nama : Sri Aditya Ekaprathama
NRP : 3513100093

Dosen Pembimbing :
Lalu Muhammad Jaelani, ST, M.Sc, Ph.D
NIP : 19801221 200312 1 001
LABORATORIUM GEOSPASIAL-JURUSAN TEKNIK GEOMATIKA
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2016

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.............................................................................................................................. 1
I. PENDAHULUAN .................................................................................................................. 2
1.1. LATAR BELAKANG..................................................................................................... 2
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN PRAKTIKUM...................................................................... 2
II. DASAR TEORI
2.1. KALIBRASI RADIOMETRIK ...................................................................................... 3
2.1.1. GAIN - OFFSET ..................................................................................................... 3
2.1.2. NILAI REFLECTANCE ATAU RADIANCE MAKSIMUM DAN MINIMUM . 4
2.2. KOREKSI ATMOSFER ................................................................................................. 5
III. PELAKSANAAN ................................................................................................................ 6
3.1. MERUBAH NILAI DN MENJADI RADIAN ............................................................... 6
3.2. KOREKSI ATMOSFER 6SV ......................................................................................... 7
IV. PENUTUP ......................................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................................
LAMPIRAN .................................................................................................................................

1. NILAI RADIAN TOA TIAP BAND


2. HASIL PARAMETER 6SV
3. HASIL KOREKSI ATMOSFER 6SV

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kalibrasi Radiometrik merupakan langkah pertama yang harus dilakukan saat kita
mengolah data citra satelit. Tujuan utama dari Kalibrasi radiometrik ini adalah untuk mengubah
data pada citra yang (pada umumnya) disimpan dalam bentuk Digital Number (DN) menjadi
radiance dan/atau reflectance, bisa juga ke brightness temperature (untuk kanal Termal Infra
Red). Efek atmosfer yang mencemari citra satelit dapat dihilangkan dengan mendapatkan nilai
reflektansi permukaan pada citra penginderaan jauh dengan menggunakan koreksi atmosfer.
Proses ini berguna untuk meningkatkan akurasi klasifikasi citra sehingga data yang diperoleh
dapat dibandingkan dan diatur dalam sejumlah solusi pendekatan untuk pemantauan
lingkungan, manajemen sumber daya, evaluasi dampak aplikasi deteksi bencana dan
perubahan. Koreksi atmosfer memiliki berbagai kategori yang berasal dari pantulan fisik tanah
yang meninggalkan cahaya termasuk permukaan dan tanah reflektansi dan suhu, dan koreksi
relative atmosfer.
Metode yang paling sederhana dalam melakukan koreksi atmosfer adalah metode DOS (Dark
Object Substraction) yaitu mengasumsikan bahwa nilai digital objek tergelap di permukaan
bumi harus nol. Nilai digital pada masing- masing saluran (band) di sebuah citra satelit tidak
selalu nol. Koreksi atmosfer menggunakan DOS dengan asumsi dapat mengurangi nilai digital
pada masing- masing kanal sehingga didapatkan nilai nol untuk objek dengan pantulan rendah.
Jika y adalah nilai spektral masing- masing piksel dan kisarannya adalah ymin ymax maka
koreksi atmosfer menggunakan DOS adalah:
Ykoreksi = Y Ymin
1.2. Maksud dan Tujuan Praktikum
Adapun maksud dan tujuan dari praktikum ini ialah :
1. Melakukan Koreksi Atmosfer dengan metode 6SV
2. Melakukan Analisa perbandingan koreksi atmosfer cara DOS dengan 6SV

BAB II
DASAR TEORI
2.1 Kalibrasi Radiometrik
Kalibrasi Radiometrik merupakan langkah pertama yang harus dilakukan saat kita mengolah
data citra satelit. Tujuan utama dari Kalibrasi radiometrik ini adalah untuk mengubah data pada
citra yang (pada umumnya) disimpan dalam bentuk Digital Number (DN) menjadi radiance
dan/atau reflectance, bisa juga ke brightness temperature (untuk kanal Termal Infra Red). Efek
atmosfer yang mencemari citra satelit dapat dihilangkan dengan mendapatkan nilai reflektansi
permukaan pada citra penginderaan jauh dengan menggunakan koreksi atmosfer. Proses ini
berguna untuk meningkatkan akurasi klasifikasi citra sehingga data yang diperoleh dapat
dibandingkan dan diatur dalam sejumlah solusi pendekatan untuk pemantauan lingkungan,
manajemen sumber daya, evaluasi dampak aplikasi deteksi bencana dan perubahan. Koreksi
atmosfer memiliki berbagai kategori yang berasal dari pantulan fisik tanah yang meninggalkan
cahaya termasuk permukaan dan tanah reflektansi dan suhu, dan koreksi relative atmosfer
(Jaelani, 2013). Ada dua cara yang umum digunakan dalam melakukan koreksi radiometric,
yakni :
1. Menggunakan Gain dan Offset, data yang diperlukan adalah radiance atau
reflectance multiple rescalling factor (GAIN) dan additive rescalling factor (OFFSET)
2. Menggunakan nilai radiance atau reflectance maksimum dan minimum.
3.1.1. Gain Offset
a). Konversi DN ke TOA Radiance (catatan: TOA = Top of atmosphere)
Rumus yang digunakan untuk mengubah DN ke radiance (L) adalah sebagai berikut:
L = MLQcal + AL
dimana:

L = TOA spectral radiance (Watts/( m2 * srad * m))

ML = Band-specific multiplicative rescaling factor from the metadata


(RADIANCE_MULT_BAND_x, where x is the band number)

AL = Band-specific additive rescaling factor from the metadata


(RADIANCE_ADD_BAND_x, where x is the band number)

Qcal = Quantized and calibrated standard product pixel values (DN)

Radiance rescaling factors di atas bisa ditemukan di file metadata (yang selalu menyertai setiap
data citra satelit)
b). Konversi DN ke TOA Reflectance ()
Sama dengan point (a) di atas, konversi DN bisa juga dilakukan langsung menjadi reflectance,
gunakan rumus berikut:
= MQcal + A
dimana;

= TOA planetary reflectance, without correction for solar angle. Note that does
not contain a correction for the sun angle. untuk mengoreksi reflectance terhadap
sudut matahari lihat CARA KEDUA bagian b

M = Band-specific multiplicative rescaling factor from the metadata


(REFLECTANCE_MULT_BAND_x, where x is the band number)

A = Band-specific additive rescaling factor from the metadata


(REFLECTANCE_ADD_BAND_x, where x is the band number)

Qcal = Quantized and calibrated standard product pixel values (DN)

3.1.2. Nilai Reflectance atau Radiance Maksimum dan Minimum


a). Konversi DN ke TOA Radiance
L={(Lmax-Lmin)/(Qcalmax-Qcalmin)} * (Qcal-Qcalmax)
Dimana:
L
LMAXR
LMINR
QCALMAX
QCALMIN
QCAL

= Spectral Radiance in watts/(meter squared * ster * m)


= Max Detected Radiance Level
= Min Detected Radiance Level
= Max Pixel Value
= Min Pixel Value
= Digital Number

b). Konversi DN ke TOA Reflectance () cara 1


`={(max-min)/(Qcalmax-Qcalmin)} * (Qcal-Qcalmax)
Dimana:

maxr
MINR
QCALMAX
QCALMIN
QCAL

= Spectral reflectance (tanpa koreksi solar angle)


= Max Detected Reflectance Level
= Min Detected Reflectance Level
= Max Pixel Value
= Min Pixel Value
= Digital Numbe

3.2. Koreksi Atmosfer


Koreksi Atmosfer adalah cara untuk menghilangkan efek atmosfer dari data yang direkam oleh
sensor (Jaelani, 2016). Efek atmosfer yang mencemari citra satelit dapat dihilangkan dengan
mendapatkan nilai reflektansi permukaan pada citra penginderaan jauh dengan menggunakan
koreksi atmosfer. Proses ini berguna untuk meningkatkan akurasi klasifikasi citra sehingga data
yang diperoleh dapat dibandingkan dan diatur dalam sejumlah solusi pendekatan untuk
pemantauan lingkungan, manajemen sumber daya, evaluasi dampak aplikasi deteksi bencana
dan perubahan. Koreksi atmosfer memiliki berbagai kategori yang berasal dari pantulan fisik
tanah yang meninggalkan cahaya termasuk permukaan dan tanah reflektansi dan suhu, dan
koreksi relative atmosfer.
Metode yang paling sederhana dalam melakukan koreksi atmosfer adalah metode DOS (Dark
Object Substraction) yaitu mengasumsikan bahwa nilai digital objek tergelap di permukaan
bumi harus nol. Nilai digital pada masing- masing saluran (band) di sebuah citra satelit tidak
selalu nol. Koreksi atmosfer menggunakan DOS dengan asumsi dapat mengurangi nilai digital
pada masing- masing kanal sehingga didapatkan nilai nol untuk objek dengan pantulan rendah.
Jika y adalah nilai spektral masing- masing piksel dan kisarannya adalah ymin ymax maka
koreksi atmosfer menggunakan DOS adalah:
Ykoreksi = Y Ymin
Metode koreksi selain DOS yakni 6SV (Second Simulation of a Satelite Signal in the Solar
Spectrum-Vector). Metode 6SV menggunakan data radiance dengan memasukkan 3
parameter. Parameter koreksi tersebut didapatkan dengan menjalankan perangkat lunak 6sv
pada web http://6s.ltdri.org/ yang kemudian akan dimasukkan kedalam rumus
= = ( 1 + )

BAB III
PELAKSANAAN
3.1. Merubah Digitall Number ke Radian ( L TOA )
Untuk melakukan koreksi atmosfer dengan metode 6SV, hal yang harus dilakukan pertama
yaitu dengan mengubah nilai digital number pada citra menjadi Radian (L TOA) yang
memiliki satuan (W/(m2*sr*c). Mengubah nilai DN menjadi Radian tanpa harus
mengkhawatirkan satuan dapat dilakukan dengan software Beam Visat, karena pada Beam
Visat, citra yang dimasukkan secara langsung dirubah menjadi Radian dengan memiliki
satuan (W/(m2*sr*c).
1. Buka Software Beam Visat

2. Buka Metadata citra File open pada data yang memiliki .txt

3. Proses Subset dengan memilih process Geometric Operation Spatial Subset


from view, lakukan subset yang sama dengan praktikum sebelumnya.

4. Hasil yang didapat beserta nilai radian pada koordinat tengah citra.

3.2. Koreksi Atmosfer dengan Metode 6SV


Untuk melakukan koreksi atmosfer dengan metode 6SV dibutuhkan berbagai macam
parameter, baik parameter meteorologi dan parameter koreksi. Untuk parameter meteorologi
berfungsi mendapatkan nilai horizontal visibility yang didapatkan dari website
http://wunderground.com sesuai dengan waktu diambilnya citra yang informasinya ada pada
metadata.
Untuk parameter koreksi didapatkan dengan menjalankan 6SV pada website
http://6s.ltdri.org/ , tetapi sebelumnya ada beberapa hal yang harus dipersiapkan yaitu solar
zenithal angle, solar azimuthal angle yang didapatkan dari perhitungan melalui solar calculator
pada website http://www.esrl.noaa.gov/gmd/grad/solcalc/ ,data yang dibutuhkan saat
perhitungan solar calculator yaitu, koordinat titik tengah pada citra yang telah di subet
(Latitude, Longitude) serta waktu pengambilan citra yang ada pada metadata.
Hal lain yang dibutuhkan untuk menjalankan parameter 6SV yaitu Sensor Zenithal
Angle. Sensor Azimuthal Angle. Untuk zenithal angle di peroleh dari metadata citra yaitu
data roll_angle, sedangkan azimuthal angle diperoleh dari perhitungan 2 titik yang diketahui
posisinya (longitude-latitude) dengan menggunakan website
http://www.fcc.gov/media/radio/distance-and-azimuths data yang digunakan koordinat pojok
kanan atas dan pojok kiri atas (CORNER_UL_LAT_PRODUCT,
CORNER_UL_LON_PRODUCT; CORNER_LL_LAT_PRODUCT,
CORNER_LL_LON_PRODUCT)
1. Kondisi Geometrik yang ada :
Month
Day
Solar Zenith
Solar Azimuth
Sensor Zennith Angel (
Roll Angle Meta Data)
Sensor Azimuthal Angle

5
24
90 - Sun Elevation Angle =
32.38840569
51.98226722
0.001
0.02

Kanal
Kanal 1 Pesisir dan
Aeorosol
Kanal 2 Biru
Kanal 3 Hijau
Kanal 4 Merah
Kanal 5 Inframerah
Dekat
Saluran 6 SWIR 1
Saluran 7 SWIR 2

Panjang
Gelombang (m)

Resolusi
Spasial (m)

0.43-0.45

30

0.45-0.51
0.53-0.59
0.64-0.67

30
30
30

0.85-0.88

30

1.57-1.65
2.11-2.29

30
30

2. Buka website untuk menjalankan parameter 6SV di http://6s.ltdri.org/, pilih Run 6SV
dan kemudian klik Submit untuk memulainya

3. Kemudian pilih Geometrical Condition kemudian pilih Users karena website ini tidak
memiliki pengolahan khusus dari citra Landsat 8 lalu klik Submit.

4. Masukkan data yang diperlukan kemudian klik Submit

5. Selanjutnya pilih Atmospherical Model pilih Atmospheric Profil dengan Tropic,


karena wilayah yang diambil pada citra mengalami 2 musim, dan Aerosol Model
dengan Maritim Model lalu klik Submit.

6. Kemudian masukkan nilai horizontal visibility yang didapat dari langkah 2 yaitu 6.5
km lalu klik Submit

7. Setelah itu pilih Target & Altitude kemudian pilih target altitude dengan sea level dan
sensor altitude dengan satellite level lalu klik Submit.

8. Kemudian pilih Spectral Condition dan gunakan same filter function =1 lalu klik
Submit

9. Selanjutnya masukkan batasan dari kanal yang akan diolah yaitu kanal 1 (0.43-0.45)
lalu klik Submit

10

10. Selanjutnya pilih Ground Reflectance Type yaitu Homogenous Effect, dan pada
Directional Effects pilih No Directional Effect kemudian klik Submit

11. pilih Signal kemudian pilih Atmospheric Correction With Lambertian


Assumption lalu pilih reflectance dan klik Submit

11

12. Setelah itu pilih Result kemudian pilih output file yang terdiri dari beberapa halaman.
Data yang dipakai adalah data di bagian terakhir yaitu Atmospheric correction Result

13. Lakukan step 9 hingga 12 untuk pada band 2 hingga band 7


14. Buka Beam Visat
15. Buka file hasil perubahan DN menjadi Radian, kemudian klik kanan pada
coastal_aerosol dan pilih create band from math expression Masukkan algoritma
untuk merubah nilai radian ToA (Ltoa) ke reflektan BoA (Lboa). Algoritma yang
digunakan untuk merubah radian ToA (Ltoa) ke reflektan BoA (boa) yaitu:
boa () = Y() / (1+(XC()*Y()))
Y() = (XA()*L()) XB()
Dimana:
boa () = reflektan BoA (Bottom of Atmosfer)
L() = radian ToA (Top of Atmosfer)
XA(), XB(), XC() = parameter 6SV

12

16. Maka Akan dihasilkan

13

BAB IV
PENUTUP
Berdasarkan hasil dari praktikum ini maka dapat disimpulkan bahwa:

Proses koreksi atmosfer dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu


metode DOS dan metode 6SV. 2. Metode DOS lebih mudah dilakukan,
Citra yang telah terkoreksi dengan metode DOS akan memiliki nilai
pixel minimum 0.000 dan nilai pixel maximum 1.000
Koreksi atmosfer metode DOS lebih mudah dibandingkan dengan koreksi atmosfer
dengan menggunakan 6sv, karena bila menggunakan metode 6SV diperlukan datadata mengenai kondisi atmosfer pada saat perekaman data citra.
Adapun hasil dari perbandingan koreksi atmosfer dengan menggunakan DOS dan
6SV adalah sebagai berikut :

BAND
Band 1
Band 2
Band 3
Band 4
Band 5
Band 6
Band 7

RASIO PERBANDINGAN KOREKSI ATMOSFER


DOS
6SV
MINIMUM MAXIMUM
BAND
MINIMUM
0.100067
0.929448
Band 1
-0.0473
0.076217
0.988091
Band 2
-0.1215
0.047511
0.991288
Band 3
0.0415
0.027
1.036384
Band 4
-0.0401
0.010658
1.155872
Band 5
-0.1183
0.00225
0.765386
Band 6
-0.0252
0.003766
0.553008
Band 7
-0.0104

MAXIMUM
0.9798
0.94
1.0094
1.0509
1.0366
0.777
0.6624

14

REFERENSI
Jaelani, LM. (2013, 10 Desember). http://lmjaelani.com/2013/12/kalibrasi-radiometrikmengubah-digital-number-dn-ke-radiance-danatau-reflectance/ diakses pada tanggal
30 September 2016 19.30 WIB.
Laili, Nurahida. 2015. Studi Persebaran Terumbu Karang Menggunakan Citra Satelit
Resolusi Tinggi Woldview-2 (Studi Kasus : Perairan Utara PLTU Paiton Kab.
Probolinggo. Tugas Akhir. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
USGS. 2015. Landsat 8 (L80 Data Users Handbook. https://landsat.usgs.gov/documents/
Landsat8DataUsersHandbook.pdf. Diakses pada 7 Oktober 2016
Muhammad, Lalu Jaelani, , Fajar Setiawan, Hendro Wibowo, Apip. 2015. Pemetaan
Distribusi Spasial Konsentrasi Klorofil-A dengan Landsat 8 di Danau Matano dan
Danau Towuti, Sulawesi Selatan. Prosiding. Bogor: Pertemuan Ilmiah Tahunan
Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN) XX.
Rikiridwana. 2014. Koreksi Atmosfer .Diakses dari alamat website
http://rikiridwana.blogspot.co.id/2014/12/koreksi-atmosferik-bagian-2.html pada
tanggal 8 Oktober 2016 pada pukul 20.40 WIB.
Weather Underground. 2016 . Weather Forecast. Diakses dari website
http://www.wunderground.com/ pada tanggal 9 Oktober 2016 pada pukul
21.18WIB .

15

LAMPIRAN
1. Nilai Radian TOA tiap band

2. Parameter 6SV tiap Band


Band 1

Band 2

Band 3

Band 4

Band 5

16

Band 6

Band 7

3. Hasil Koreksi Atmosfer 6SV


Band 1

Band 2

Band 3

17

Band 4

Band 5

Band 6

18

Band 7

19

Anda mungkin juga menyukai