Anda di halaman 1dari 18

IMPLEMENTASI SISTEM PRESENSI FINGERPRINT DI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNSOED

DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS TERSTRUKTUR DALAM MATA


KULIAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PROGRAM STUDI
MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
Disusun oleh:
Ezha fericko Y

C1B014011

Riyanto

C1B014019

Tiara Aulia

C1B014057

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PERGURUAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PURWOKERTO
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat
dan karunia-Nya Makalah Sistem Informasi Manajemen ini dapat diselesaikan
tepat waktu.
Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
proses pembuatan Makalah Sistem Informasi Manajemen ini.
Kami menyadari di dalam Makalah Sistem Informasi Manajemen ini jauh
dari kata sempurna.Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari
pembaca. Akhir kata kami mengharapkan Makalah Sistem Informasi Manajemen
ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Purwokerto, 11 Oktober 2016

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL....................................................................................

KATA PENGANTAR...................................................................................

ii

DAFTAR ISI................................................................................................

iii

BAB 1 PENDAHULUAN
Latar belakang masalah......................................................................

Perumusan masalah............................................................................

Tujuan ................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN
Definisi Sistem ..................................................................................

Definisi Sistem Informasi...................................................................

Implementasi sistem fingerprint di FEB Unsoed...............................

Kelebihan dan kelemahan implementasi sistem fingerprint ..............

13

BAB III SIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan ........................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

14

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan sistem teknologi informasi yang sangat pesat semakin
memudahkan manusia dalam beraktifitas, Salah satunya dalam bidang informasi
pada dunia akademisi. Penggunaan mesin absensi sidik jari (fingerprint) pada
dasarnya hanya menggantikan sistem absensi manual dengan memanfaatkan
teknologi untuk memudahkan suatu kegiatan yang bertujuan

meningkatkan

efektifitas kerja suatu organisasi.


Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNSOED menetapkan kebijakan
absensi sidik jari (fingerprint) untuk keseluruhan mahasiswa FEB pada awal
tahun 2015. Setiap hari kondisi kampus FEB UNSOED terlihat lebih disiplin
dengan begitu banyak Mahasiswanya yang hadir lebih awal dikarenakan
presensi dengan menggunakan fingerprint hanya dapat terekam 15 menit
sebelum dan 15 menit sesudah jam masuk kuliah. Oleh karena itu penggunaan
absensi ini sebenarnya

dapat meminimalisir masalah yang terkait dengan

kurangnya disiplin mahasiswa, dosen dan seluruh pegawai di lingkungan FEB


Unsoed . Sejak diterapkannya presensi fingerprint maka, presensi

secara

manual tidak diberlakukan lagi.


Berdasarkan hasil observasi penulis terhadap objek penelitian didapatkan
beberapa indikasi permasalahan seperti : Masih adanya Mahasiswa yang hadir
diatas jam mulai masuk kuliah, adanya mahasiswa yang berbuat curang dengan
melakukan fingerprint namun tidak mengikuti perkuliahan, serta pro dan kontra
yang timbul dari penggunaan sistem presensi dengan menggunakan alat
fingerprint yang terkoneksi pada jaringan computer sehingga bisa saja server itu
diretas untuk memanipulasi data kehadiran oleh pihak-pihak yang tidak
bertanggung jawab.
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah maka, penulis
bermaksud untuk memberikan solusi yang berguna bagi penyempurnaan sistem
presensi dengan menggunakan alat fingerprint di lingkungan Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

B. Perumusan Masalah
Kendala yang masih dirasakan dari implementasi sistem fingerprint di
lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto tersebut adalah masih banyaknya pro dan kontra dari implementasi
sistem fingerprint tersebut, serta penyelewengan-penyelewengan yang masih
saja terjadi yang di lakukan oleh mahasiswa berkenaan dengan absensi mereka.
Berdasarkan uraian diatas, dapat dirumuskan permasalahan :
1. Apa yang dimaksud dengan sistem informasi ?
2. Bagaimana penerapan sistem informasi Presensi dengan menggunakan
fingerprint di kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed ?
3. Permasalahan apa saja yang masih di hadapi dalam pengimplementasian
sistem informasi Fingerprint tersebut ?
C. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dari penulisan makalah ini adalah untuk
mengetahui:
1. Penjelasan dan deskripsi yang lebih mendalam mengenai Sistem Informasi
dan penerapannya
2. Penerapan Sistem informasi presensi dengan menggunakan alat perekam
sidik jari (fingerprint) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed
3. Memberikan Solusi dan Saran dalam penyempurnaan Sistem presensi
menggunakan alat perekam sidik jari (fingerprint) di Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Unsoed

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.

Pengertian Sistem

Jogiyanto

mendefinisiasikan

sistem

dalam

dua

kelompok

pendekatan. Yang pertama pendekatan sistem yang lebih menekankan pada


prosedur. Menurut Jerry Fitz Gerald, sistem adalah suatu jaringan kerja
dari prosedur- prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersamasama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu
sasaran yang tertentu. Yang kedua pendekatan sistem lebih menekankan
pada elemen atau komponennya dalam hal ini sistem didefinisikan
sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai
suatu tujuan tertentu.
2.2.

Pengertian informasi
Menurut Jogiyanto Informasi adalah data yang diolah menjadi

bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
Sumber dari informasi adalah data, data merupakan bentuk jamak dari
bentuk tunggal datum atau data item. Data adalah kenyataan yang
menggambarkan suatu kejadian kejadian dan kesatuan nyata. Berdasarkan
teori diatas maka informasi dapat disimpulkan sebagai kumpulan dari data
yang telah diolah atau diproses untuk menghasilkan suatu arti yang lebih
berguna bagi yang menerimanya dan menggambarkan suatu kejadian
(event) dan kesatuan nyata (fact and entity) untuk kelancaran manajemen
untuk pengambilan keputusan.
2.2.1. Siklus Informasi
Data merupakan bentuk yang paling sederhana dan belum bisa
menjadi suatu informasi. Untuk itu perlu diolah lebih lanjut melalui suatu
model. Dari data kemudian diolah dengan model tertentu menjadi
informasi. Kemudian penerima menerima informasi tersebut, membuat
keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti melakukan suatu tindakan
yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan
ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan
seterusnya membentuk suatu siklus. Oleh John Burch siklus ini disebut
siklus informasi (information cycle) atau siklus pengolahan data (data

processing cycle), seperti digambarkan dibawah ini :

Gambar 2.2. Siklus informasi

2.3. Pengertian Sistem Informasi


Menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis sistem informasi
adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan
kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat
manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak
luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan
2.4. Komponen Sistem Informasi
Sistem Informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut
dengan istilah blok bangunan (building block), yaitu blok masukan (input
block), blok model (model block), blok keluaran (output block), blok
teknologi (technology blok), blok basis data (database block) dan blok
kendali (controls block). Keenam blok tersebut harus saling berinteraksi
satu sama lain untuk mencapai sasaran dalam satu kesatuan.

mmx.v

Gambar 2.4. Komponen sistem informasi


Di bawah ini adalah penjelasan dari masing-masing blok yang sudah disebutkan
diatas:
Blok Masukan
Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini
termasuk metode-metode dan media yang digunakan untuk menangkap data
yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
Blok Model
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan
memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang
sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
Blok Keluaran
Produk yang dihasilkan dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan
informasi yang baik serta bermanfaat dan dokumentasi yang berguna untuk
semua tingkatan manajemen semua pemakai sistem.
Blok Teknologi
Teknologi merupakan sebuah tool-box dalam sistem informasi. Teknologi
digunakan untuk menerima masukan, menjalankan model, menyimpan, dan
mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu
pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian
utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak (software) dan
perangkat keras (hardware).

Blok Basis Data


Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan
satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan untuk
mengakses atau memanipulasinya digunakan perangkat lunak yang disebut
dengan DBMS (Database Management Systems). Data perlu disimpan dalam
basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Perlu dilakukan
pengorganisasian terhadap basis data yang ada agar informasi yang
dihasilkannya baik dan efisiensi kapasitas penyimpanannya.
Blok Kendali
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam,
kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan yang terjadi di dalam sistem,
ketidakefisienan, sabotase, dan lain sebagainya. Sehingga beberapa pengendalian
perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat
merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan- kesalahan
dapat langsung cepat diatasi.
.
2.5. Sistem Presensi dengan Fingerprint di FEB Unsoed
Manusia pada dasarnya memiliki sesuatu yang unik/khas yang hanya
dimiliki oleh dirinya sendiri. Hal ini menimbulkan gagasan untuk menjadikan
keunikan tersebut sebagai identitas diri. Hal ini perlu didukung oleh teknologi.
Teknologi yang dapat mendukung hal tersebut disebut sebagai biometrik.
Biometrik adalah metode untuk mengindentifikasi atau mengenali seseorang
berdasarkan karakteristik fisik atau perilakunya. Salah satunya adalah sistem
informasi biometrik untuk absensi sidik jari. Absen sidik jari (fingerprint) adalah
suatu metode yang saat ini telah berkembang menggunakan mesin dengan bantuan
software untuk mengisi data kehadiran suatu komunitas, kelompok maupun
instansi yang menggunakannya. Mesin presensi sidik jari dirancang khusus
dengan teknologi terdepan saat ini.

Mesin presensi sidik jari (Fingerprint) merupakan Sistem Informasi


Manajemen yang mengandung elemen-elemen fisik seperti yang diungkapkan
oleh Davis mengenai Sistem Informasi Manajemen (Widyahartono, 1992:3)
adalah sebagai berikut :
1. Perangkat Keras Komputer, terdiri atas komputer (pusat
pengolahan, unit masukkan/keluaran, unit penyimpanan, file,
dan peralatan penyimpanan data.
2. Data Base (data yang tersimpan dalam media penyimpanan
computer).
3. Prosedur, komponen fisik karena prosedur disediakan dalam
bentuk fisik, seperti buku panduan dan instruksi.
4. Personalia pengoprasian, seperti operator komputer, analisis
sistem pembuatan program, personalia penyimpanan data dan
pimpinan sistem informasi. Teknologi yang digunakan pada
mesin sidik jari adalah teknologi biometrik, ada beberapa
teknologi biometrik yang digunakan yaitu sidik jari,tangan,
bentuk wajah, suara, dan retina. Namun yang paling banyak
digunakan adalah teknologi sidik jari, hal ini dikarenakan
teknologi sidik jari jauh lebih murah dan akurat dibanding
teknologi lainnya. Berdasarkan survey Kevin Youngdari PC
Magazine pada tahun 2000, hampir 85% teknologi biometrik
yang digunakan adalah sidik jari.
Penerapan absensi fingerprints di FEB Unsoed ini merupakan suatu metode
yang efektif untuk memonitoring tingkat kehadiran kuliah. Dengan menggunakan
absensi berbasis fingerprints seorang mahasiswa tidak dapat

menitipkan

presensinya kepada teman sekelasnya, hal tersebut sangat efektif untuk


mengurangi kecurangan presensi yang sering terjadi di tempat kuliah.

2.6. Perancangan Sistem dan Perangkat Lunak


Perangkat lunak yang dibuat bertujuan untuk mengenali pola suatu citra
sidik jari manusia dan bisa dikenali siapa pemiliknya. Ada dua langkah besar
dalam pembuatan perangkat lunak. Langkah pertama adalah membangun sistem
utama yaitu sistem pengenalan yang selanjutnya diikuti dengan proses registrasi.
Langkah yang kedua adalah membangun sistem pengolahan basis data untuk
digunakan dalam sistem presensi.
Diagram alir untuk perancangan
sistem meliputi: Diagram alir proses
registrasi dan proses verifikasi. Gambar
3.1 menunjukan diagram alir proses
registrasi.

Pada

proses

ini,

data

masukkan sidik jari yang didapat dari


hasil akuisisi oleh sensor, akan melalui
tahapan identifikasi yang selanjutnya
saat data telah dikenali dilanjutkan
meregistrasi data tersebut ke basis data
Proses
proses

verifikasi

membandingkan

merupakan
sidik

jari

dicocokkan satu-satu dimana setiap


sidik jari masukan dibandingkan dengan satu template sidik jari tertentu yang
tersimpan dalam basisdata. Keluaran dari program ini adalah keputusan apakah
proses verifikasi berhasil atau gagal.

Gambar 3.2 menunjukkan diagram alir proses


verifikasi, proses verifikasi terjadi saat inilah
yang nantinya diolah sebagai data autentik
pada sistem presensi
MONIKUL mengelola semua data absensi di
FEB Unsoed, dimana semua civitas yang
tergabung di dalamnya dapat melihat dan
merekap absensinya. Civitas yang dimaksud
adalah user yang tidak lain adalah Dosen,
Mahasiswa,
memiliki

dan

Admin.

previlage

User

berbeda

tersebut

tergantung

jabatan user tersebut. Halaman login user


sama

tidak

dibedakan,

username

user/pengguna yang akan mentukan apakah


user adalah dosen, mahasiswa, atau admin
karena setelah login privilege dari ketiga user tersebut akan berbeda.
Proses Penghitungan
Proses penghitungan absensi dilakukan berdasarkan matakuliah, kelas matakuliah,
dan jadwal kuliah yang dapat dilihat pada gambar. Setiap user yang melakukan
absensi fingerprint pada kelas kelas akan terekam, namun dengan pengecualian
pengecualian yang dilakukan maka hanya user dengan matakuliah, kelas
matakuliah, ruangan, jadwal, dan dosen yang tepat yang akan disimpan sebagai
hadir. Diluar itu tidak akan ditampilkan karena salah kelas, matakuliah, jadwal,
atau dosen. User yang ketidakhadirannya lebih dari yang telah sistem tentukan
akan keluar pada halaman kehadiran kurang.

Kondisikondisi Khusus Program


Pada praktiknya, baik proses registrasi maupun presensi akan banyak menemui
kondisi khusus yang memungkinkan program akan menanggapinya dengan

menolak registrasi yang dilakukan ataupun pengenalan sidik jari yang gagal pada
saat melakukan verifikasi.
Nomor ID sudah terpakai
Ada kemungkinan saat akan melakukan registrasi nomor ID yang diketik
sudah menjadi milik orang lain maka program akan menanggapinya No.
Itu sudah dipakai . Gunakan nomor lain untuk melanjutkan proses
registrasi.
Mengubah Data Registrasi sebelum disimpan ke basisdata
Pada saat Nomor ID, Nama Panggilan sudah diisi bahkan sidik jari juga
sudah diambil, namun ada keinginan merubah nomor ID, nama panggilan
atau merubah jari yang ingin didaftarkan, cukup dengan menekan tombol
Hapus, maka proses registrasi akan dibatalkan.
Gagal Registrasi karena lebih dari waktu yang ditentukan
Pada saat meregistrasi jari akan banyak hal yang dapat menghambat
keberhasilan registrasi di antaranya: posisi menempelkan jari yang tidak
tepat, waktu registrasi yang terlalu lama atau karena keadaan jari yang kotor
atau rusak dapat menyebabkan sensor tidak bisa mengakuisisi data sidik jari
dari waktu yang ditentukan.
Pengenalan sidik jari gagal
Pengenalan sidik jari dapat gagal dikarenakan saat pengakuisisian citra sidik
jari oleh sensor tidak bisa dilakukan dari waktu yang tersedia. Seperti
halnya saat proses registrasi, hambatan pengenalan sidik jari ini di
antaranya: posisi menempelkan jari yang tidak tepat, waktu verifikasi yang
terlalu lama atau karena keadaan jari yang kotor atau rusak.
Presensi yang gagal
Pada keadaan tertentu, perubahan dari guratan sidik jari karena sesuatu hal
misalnya karena kecelakaan dapat mengakibatkan perubahan struktur

10

guratan sidik jari seseorang sehingga menyebabkan kegagalan waktu proses


presensi. Jari berbeda antara yang digunakan untuk registrasi dengan yang
digunakan untuk presensi juga mengakibatkan kegagalan pada waktu proses
presensi.

Usecase(layanan/fungsi yg tersedia pada sistem untuk penggunanya )


Usecase diagram pada aplikasi ini memiliki fungsi untuk menjelaskan interaksi
antar aktor dan sistem untuk mencapai tujuan, aktor yang dimaksud dapat berupa
user atau sistem.
Package Usecase Admin
Admin adalah user yang mengelolah aplikasi ini, dalam hal ini orang tersebut
adalah bagian TU FEB Unsoed pengelolah absensi. User ini memiliki prioritas
tertinggi sehingga user ini juga memiliki hak akses untuk semua fitur pada
aplikasi ini. Hak akses tersebut antara lain:
1

Melihat rekap absensi semua matakuliah

Mengubah profil user Dosen dan Mahasiswa

Mengubah jadwal dosen dan mahasiswa

Mengubah kelas dosen dan mahasiswa

Mengubah matakuliah yang diampu/diambil dosen dan mahasiswa

Package Usecase Dosen


Dosen adalah middle user dalam aplikasi ini yang memiliki akses untuk privilege
dosen, antara lain:
1

Melihat rekap absesnsi untuk mata kuliah yang sedang diampu

Mengubah profil dosen

Mengubah matakuliah yang sedang diampu dosen tersebut

Mengubah jadwal untuk matakuliah yang sedang diampu dosen


tersebut

Mengubah kelas untuk matakuliah yang sedang diampu dosen

11

terebut dan masih banyak lagi


Selain itu dosen juga memiliki hak untuk meminta admin melakukan hal hal di
atas bila dosen yang bersangkutan tidak bisa melakukan hal tersebut.
Package Usecase Mahasiswa
Mahasiswa adalah middle user dalam aplikasi ini, sama seperti dosen, mahasiswa
juga memiliki limited privilege, antara lain:
1

Mengambil/drop matakuliah yang sedang diambil

Melihat rekap absensi untuk matakuliah yang sedang diambil, dan


lain sebagainya

2.7. Kelemahan dan Kekurangan (Pro dan kontra) penggunaan sistem informasi
fingerprint sebagai alat presensi di FEB Unsoed.
Kekurangan(kontra) penggunaan sistem informasi fingerprint sebagai alat
presensi di FEB Unsoed :
1

Dengan adanya finger print memerlukan pendanaan yang memadai.


Seperti pengadaan barang dan pemakaian listrik. Tentu akan semakin
menambah beban pembiayaan dari pihak fakultas.

Jika sistem rusak, maka secara otomatis data yang ada tentu juga akan
mengalami kerusakan atau bisa dikatakan hilang. Data yang ada menjadi
kurang akurat.

Virus juga merupakan ancaman yang bisa sewaktu-waktu menyerang data


pada sistem tersebut. sama pada poin diatas, tentu data akan menjadi tidak
akurat. Solusinya tentu perlu di install ulang untuk mengoptimalkan
kembali kinerjanya.

Jika sidik jarinya bermasalah, seperti jari terluka, diperban, lecet dan
sebagainya tentu secara otomatis alat tersebut kesulitan dalam merekam
data. Oleh sebab itu diperlukan kehati-hatian untuk selalu menjaga

12

kesehatan jari agar jari yang digunakan untuk presensi bisa berfungsi
secara maksimal.
5

Serangan Hecker bisa saja terjadi dan dilakukan untuk hal-hal yang
bersifat negatif
Kelebihan penggunaan sistem informasi fingerprint sebagai alat presensi di
FEB Unsoed :

Kehadiran teknologi fingerprint akan membangun kesadaran pengguna


dalam hal ketepatan waktu. Karena pencatatan data finger print diformat
dalam batas waktu yang telah ditentukan. Sehingga bagi siapa yang
terlambat men-scan, maka dianggap terlambat. Atau bagi yang menscan diluar waktu yang ditentukan juga dianggap terlambat atau tidak
hadir.

Sehingga menjadikan

pengguna

lebih

tertib. Fingerprint akan menghindari korupsi waktu.


2

Penggunaan presensi manual yang biasanya menggunakan kertas bisa


sedikit ditinggalkan. Dengan menggunakan fingerprint tentu penggunaan
kertas akan semakin sedikit berkurang.

Penggunaan finger print tentu akan terasa lebih praktis, cepat dan mudah.
Artinya data yang masuk tidak perlu direkap ulang. Karena bisa di copypaste dan tidak perlu banyak-banyak memfotokopi yang biasa dilakukan.

BAB III

13

KESIMPULAN DAN SARAN


1. Kesimpulan
Fingerprint merupakan salah satu sistem informasi dengan bentuk biometrika
yang merupakan sebuah teknologi baru yang memiliki fungsi utama untuk
mengenali manusia melalui sidik jari, mata, wajah, atau bagian tubuh yang lain.
Penggunaan fingerprint bagi Mahasiswa, Dosen dan staff TU FEB Unsoed untuk
kedisiplinan dalam pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar sangat efektif dalam
rangka meningkatan kedisiplinan mahasiswa, dosen dan staff. Efisiensi menjadi
dasar penggunaan sistem identifikasi sidik jari di FEB Unsoed, alat ini
mendorong Intansi pendidikan ini untuk menghemat waktu, tenaga, sekaligus
menjamin keamanan. Dengan demikian, bukti kehadiran (presensi) bisa didapat
melalui alat ini. Tentu saja hal ini sangat membantu untuk mengevaluasi kinerja
serta presensi pihak yang terkait
2. Saran

Pengimplementasian sistem fingerprint di FEB Unsoed sebagai alat


presensi

masih memiliki banyak kekurangan, untuk itu perlu adanya

penyempurnaan sistem tersebut salah satunya dengan mengalokasikan dan


mempekerjakan teknisi atau pakar IT yang benar-benar paham untuk
mengelola sistem presensi tersebut ,sehingga kerusakan-kerusakan yang
terjadi dalam sistem dapat langsung ditangani oleh orang yang benar-benar
kompeten di bidang itu.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.kompasiana.com/akbarisation/efekifitas-penggunaan-finger.print_55280fe1f17e61520c8b4582 (diakses pada sabtu 08 Oktober 2016
pukul 12:56 am )
Jogiyanto.H.,Sistem Teknologi Informasi,Yogyakarta, Andi Offset,edisi 3, 2009.
Wibowo, H. B. (2010). Rancang Bangun Sistem Monitoring Perkuliahan Dengan

14

.Metode Pembelajaran Student Centered Learning(SCL). Skripsi Sistem


..Informasi, 40.
Yasin, M. (2011). Rancang Bangun Sistem Informasi Akademik . Skripsi JSI
ITS.
.