Anda di halaman 1dari 8

PARASIT DAN PENYAKIT IKAN

Diajukan untuk memenuhi salah satu Tugas Mata Kuliah Parasit dan Penyakit Ikan
Echynorhychus dan Acanthocephala

Kelompok 16
Disusun Oleh :
Windi

230110110056

Kokoh trisna Duta

230110120083

Wulan Sutiandari Meidi

230110140032

Hapsari Purwitaningrum

230110140039

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI PERIKANAN
JATINANGOR
2016

A. KLASIFIKAS
1. Echinorhychus
Filum
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

:
:
:
:
:
:

Acanthocephala
Archiacanthocephala
Echinorhynchida
Echinorhynchidae
Echinorhyncus
Echinorhyncus sp

2. Acanthocephala
Kingdom
: Animalia
Subkingdom
: Eumetazoa
(unranked)
: Bilateria
Superphylum
: Platyzoa
Filum
: Acanthocephala
Kelas
:
a. Archiacanthocephala
b. Eoacanthocephala
c. Palaeacanthocephala

B. DESKRIPSI
Echinorhynchus

spesies Echinorhynchus adalah parasit acanthocephala milik keluarga


Echinorhynchus. Seperti acanthocephalans lainnya yang telah kita lihat (misalnya
Neoechinorhynchus emyditoides; moniliformis moniliformis; Pseudocorynosoma
constrictum, cacing berkepala berduri parasit usus ikan dan amfibi Spesies
ditampilkan di sini adalah mungkin Echinorhynchus salmonis, sebuah
acanthocephala dengan distribusi Holarctic, terjadi pada segar. dan perairan payau
dan umumnya parasitizing salmoniform dan ikan lainnya (intermediate host
termasuk amphipods seperti Monoporeia affinis). Echinorhynchus sering topik
proyek penelitian termasuk efek pada host makan ekologi, perilaku anti-predator,
dan pemijahan tuan rumah.

Acanthocephala
a. Pengertian

Acanthocephala berasal dari bahasa yunan Acanthos duri dan Kephale kepala
merupakan invertebrate sepanjang hidupnya sebagai parasit. Acanthocephala disebut
juga sebagai cacing kepala duri, bagian kepala cacing tersebut disebut probiscus,
kemudian bagian leher dan tubuh. Jumlah spesies 1.150 telah diuraikan. Jenis host
(inang) Acanthocephala sebagai medium di antranya adalah Invertebrata, bertebrata,
burung dan mamalia. Duri yang terdapat pada proboscis merupakan senjata yang
berbentuk seperti mata kail berfungsi sebagai pengait dan menempelkan dirinya pada
bagian usus host (inang). Acanthocephala adalah jenis parasit yang sangat kompleks
siklus hidupnya, dikatakan kompleks karena mampu hidup dalam jaringan fisiologi
hostnya serta mempunyai kemampuan hidup tanpa oksigen (anaerob). Artikel
pertama tentang phylum Acantocephala ditulis pertama kali adalah ilmua asal Italia
yakni : Francesco Redi pada tahun 1684, kemudian pada tahun 1771 oleh
Koelreuther mengusulakan namanya "Acanthocepala, Muller independetly
memanggil mereka Echinorhynchus pada tahun 1776. Rudolphi tahun 1809 secara
resmi bernama mereka Acanthocephala.
b. Sistem Syaraf pada Acanthocephala yaitu :
1. Terdapat ganglion dibalik belalai atau septum.
2. Terdapat dua pasang posterior penghubung tubuh.
3. Ada otot syaraf yang kompleks disebut retinakulim.
4. Terdapat genital ganglion yang tersebar pada jaringan otan pejantan.
Acanthocephala merupakan salah satu kelompok aschelmithes yang semua
anggotanya hidup sebagai endoparasit yang memerlukan dua hospes dalam daur
hidupnya. Stadium dewasa muda hidup sebagai parasit pada crustacean, insecta,
sedangkan stadium dewasanya hidup di dalam saluran pencernaan vertebrata.

Pada yang dewasa tubuhnya dibedakan menjadi tiga bagian yaitu: proboscis,
leher, dan badan. Tubuh umumnya berukuran kecil yaitu hanya mencapai
beberapa cm. individunya bersifat diesis, organ kelamin jantan dan betina
terpisah.
c. Seksualitas Acanthocephala
Struktur alat reproduksi pada Acanthocephala bagian belakang belalai ke
arah belakang tubuh (ekor) yang disebut ligamen. Pada jantan, terdapat dua testis
yang berada pada bagian sisi. Pada saat vas terbuka akan menghasilkan tiga
diverticula atau seminales vesiculae. Pada jantan juga memiliki tiga pasang
kelenjar semen berapa dibagian belakang alat kelamin (testis), yang mensekresi
kesaluran deferentia vasa. Kemuadian menjulur keluar pada saat posterior terbuka.
Sedangkan pada betina terdapat sel telur, seperti pada alat reprodukisi pada jantan
berbentuk bulat memanjang sepanjang ligamen. Sejumlah ovarium masuk melalui
saluran rongga ke tubuh dan kemudian mengapunga besama fluida. Kemudian,
telur dibuahi sehingga terbentuknya embrio muda di dalam rahim. Pada saluran ke
rahim terdapat dua lubang kecil yang terletak pada bagian punggung, sehingga
embrio yang lebih matang akan melewati kedua lubang ini ke rahim, kemudian
telur keluar melalui saluran tubuh. Embrio yang lolos pada induknya akan keluar
bersama dengan kotoran melalui saluran pencernaan inangnya.

C. MORFOLOGI
Echinorhynchus
a. Ciri-ciri umum

Ukuran hewan sangat bervariasi. Bentuk cacing dewasa panjang dan terdiri
atas anterior probosis yang pendek dan leher serta badan. Panjang umumnya
beberapa cm, tapi ada yang 0,5 m.

Acanthocephala
a. Ciri-ciri umum
Bentuk tubuh Acanthocephala ini adalah silindris memanjang ukuran kurang
lebih 1-2 cm, kecuali jenis Gigantorhynhus figas 10-65 cm. Jumlah spesies 1.150
telah diuraikan. Jenis host (inang) Acanthocephala sebagai medium di antaranya
adalah invertebrate, vertebrata, burung dan mamalia.
Duri yang terdapat pada proboscis merupakan senjata yang terbentuk

seperti mata kail berfungsi sebagai pengait dan menempelkan dirinya pada bagian
usus host atau inangnya. Parasit ini mampu hidup dalam jaringan fisiologi hostnya
serta mempunyai kemampuan hidup tanpa oksigen atau anaerob.
Acanthocephala merupakan salah satu filum parasit yaitu dengan ciri - ciri
bentuk tubuh luar disebut proboscis, leher dan trunk. Filum cacing ini disebut juga
cacing

kepala

berduri

karena

ada

kaitnyamirip

duri

pada

proboscis.

Acanthocephala merupakan cacing yang berbentuk silinder, agak pipih, dan


mempunyai proboscis yang dapat dimasukkan dan dikeluarkan dari tubuhnya
yang beradadi ujung anterior tubuh. Untuk mengidentifikasi spesies dari
Acanthocephala dalah jumlah dan susunan kait pada proboscis. Proboscis
berbentuk bulat atau silindris dan dilengkapi baris-baris kaitatau spina yang
membengkakyang berguna untuk melekatkan tubuh cacing tersebut pada usus
inangnya.

b. Habitat Acanthocephala
Habitat Acanthocephala menurut para pakar parasit menjelaskan dimana
terdapat dua lingkungan hidup bagi parasit diantaranya adalah lingkungan
makro yaitu lingkungan dimana parasit hidup dalam fisiologi hewan inangnya.
Lingkungan eksternal yaitu dimana parasit hidup dan berkembang di alam
bebas. Secara umum distribusi Acanthocephala secara geografis melalui inang
mereka, sehingga dapat kita prediksi penyebaran dan distribusi secara merata
atau tidak tergantung pada penyebaran hostnya
D. SIKLUS HIDUP

Acanthocephala
Acanthocephala memiliki siklus hidup yang kompleks, melibatkan
beberapa host pada tahap perkembangannya. Hospes awal pertamma adalah
moluska. Dalam hospes perantara Acanthocephala bergerak masuk melalui rongga
tubuh ke dalam usus. Kemudian pada tahap ini akan melakukan transformasi
infektif. Parasit kemudian dilepaskan pada tahap dewasa oleh hospes pertama kali
dilepaskan parasit ini akan membentuk dirinya seperti bulatan sehingga host
berikutnya menelannya sebgai makanan hingga ke usus, dalam parasit ini akan
berkembang hinga dewasa. Duri yang terdapat pada proboscis akan berkembang
hingga menancap dinding usus host lebih lama semakin kuat. Pada tahap ini
semua organ siap untuk bereproduksi sebab kecepatan tumbuhan dan berkembang
lebih matang, kemudian tumbuh dan berkembang pula organ seksnya. Cacing
jantan akan berhubungan seks menggunakan ekskresi kelenjar kealat kelamin
betina, kemudian perkembangan embrio pada seekor betina dan terjadilah siklus
kehidupan baru.

Echinorhynchus
Jika telur dimakan arthropod, maka larva akan keluar dari cangkang dan
menembus dinding usus inang perantara, untuk kemudian menetap di dalam
hemocoel. Apabila kemudian ada ikan, burung atau mamalia (carnivora)
memakan arthropod yang mengandung larva, maka cacing tersebut akan
menempel pada dinding usus dengan bantuan probosis yang berduri.
Cacing endoparasit yang membutuhkan inang perantara sebelum mencapai inang
utama.Dalam jumlah yang besar dapat merusak dinding usus binatang vertebrata.

E. GEJALA PARASIT
Ciri utama ikan yang terkena serangan penyakit atau parasit pada organ
(alat-alat) dalamnya adalah terjadi pembengkakan di bagian perut disertai dengan
berdirinya sisik. Akan tetapi dapat terjadi pula bahwa ikan yang terserang organ
dalamnya memiliki perut yang sangat kurus. Jika pada kotoran ikan sudah
dijumpai bercak darah, ini berarti pada usus terjadi pendarahan (peradangan). Jika
serangannya sudah mencapai gelembung renang biasanya keseimbangan badan
ikan menjadi terganggu sehingga gerakan berenangnya jungkir balik tidak
terkontrol.

DAFTAR PUSTAKA
Grabda, J. 1991. Marine Fish Parasitology. VHC and PWN-Polish Scientific Publishers, New
York. hal. 5-27
Hariyadi, A.R. (2006). Pemetaan Infestasi Cacing Parasitik dan Resiko Zoonosis pada Ikan Laut
di Perairan laut Indonesia Bagian Selatan. Tesis. Bogor: Fakultas Kedokteran Hewan. Institut
Pertanian Bogor.Hal 42.
Kabata, Z. 1985. Parasites and Diseases Of Fish Cultured in The Tropics. Taylor and Prancis.
London. pp. 31-173.
Heryadi, Sumanto. 1995. Parasit Pada Ikan. Yogyakarta: Kanisisus.

Sumartono. 2001. Jenis-Jenis Parasit. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.