Anda di halaman 1dari 4

No

Pembandingan
GAS

SPKN

7.77 Auditor harus menyiapkan


dokumentasi audit yang berkaitan
dengan perencanaan, pelaksanaan,
dan pelaporan untuk setiap audit.
Auditor
harus
mempersiapkan
dokumentasi audit secara cukup
rinci untuk memungkinkan auditor
berpengalaman yang tidak memiliki
koneksi sebelumnya untuk audit,
dapat memahami dari dokumentasi
audit terkait sifat, waktu, lingkup,
dan
hasil
dari
prosedur
pemeriksaan yang dilakukan, bukti
audit
yang
diperoleh
dan
sumbernya dan kesimpulan yang
dicapai,
termasuk
bukti
yang
mendukung penilaian signifikan dan
kesimpulan auditor. Auditor harus
mempersiapkan dokumentasi audit
yang
berisi
dukungan
untuk
temuan,
kesimpulan,
dan
rekomendasi
sebelum
mereka
mengeluarkan laporan.
7.78 Auditor harus merancang
bentuk dan isi dari dokumentasi
audit
untuk
memenuhi
suatu
keadaan
audit
tertentu.
Dokumentasi
audit
merupakan
catatan utama pekerjaan yang
telah auditor lakukan sesuai dengan
standar dan kesimpulan auditor.
Kuantitas, jenis, dan isi dari
dokumentasi audit adalah masalah
pertimbangan profesional auditor.

Pemeriksa harus mempersiapkan


dan
memelihara
dokumentasi
pemeriksaan dalam bentuk kertas
kerja
pemeriksaan.
Dokumentasi
pemeriksaan yang berkaitan dengan
perencanaan,
pelaksanaan,
dan
pelaporan pemeriksaan harus berisi
informasi
yang
cukup
untuk
memungkinkan
pemeriksa
yang
berpengalaman,
tetapi
tidakmempunyai hubungan dengan
pemeriksaan
tersebut
dapat
memastikan
bahwa
dokumentasi
pemeriksaan tersebut dapat menjadi
bukti yang mendukung pertimbangan
dan
simpulan
pemeriksa.
Dokumentasi
pemeriksaan
harus
mendukung opini, temuan, simpulan
dan rekomendasi pemeriksaan

7.79
Dokumentasi
Audit
merupakan elemen penting dari
kualitas audit. Proses penyusunan
dan peninjauan dokumentasi audit

Bentuk
dan
isi
dokumentasi
pemeriksaan
harus
dirancang
sedemikian rupa sehingga sesuai
dengan
kondisi
masing-masing
pemeriksaan.
Informasi
yang
dimasukkan
dalam
dokumentasi
pemeriksaan
menggambarkan
catatan penting mengenai pekerjaan
yang dilaksanakan oleh pemeriksa
sesuai dengan standar dan simpulan
pemeriksa. Kuantitas, jenis, dan isi
dokumentasi pemeriksaan didasarkan
atas
pertimbangan
professional
pemeriksa.
Dokumentasi
pemeriksaan
memberikan tiga manfaat, yaitu:
a. Memberikan dukungan utama
terhadap
laporan
hasil

berkontribusi
terhadap
kualitas
audit. Dokumentasi audit berfungsi
untuk
(1) memberikan dukungan utama
untuk laporan auditor ',
(2)
auditor
bantuan
dalam
melakukan dan mengawasi audit,
dan
(3) memungkinkan untuk meninjau
kualitas audit.
7.80 Berdasarkan GAGAS, auditor
harus
mendokumentasikan
informasi berikut:
a. tujuan, ruang lingkup, dan
metodologi audit;
b. pekerjaan yang dilakukan
untuk mendukung penilaian
yang
signifikan
dan
kesimpulan,
termasuk
deskripsi
transaksi
dan
catatan yang diperiksa;
c. bukti supervisory review,
sebelum
laporan
audit
diterbitkan, dari pekerjaan
yang
dilakukan
yang
mendukung
temuan,
kesimpulan,
dan
rekomendasi
yang
terkandung dalam laporan
audit.
7.81 Ketika auditor tidak mematuhi
persyaratan
Gagas
yang
dikarenakan
hukum,
peraturan,
pembatasan
ruang
lingkup,
pembatasan akses ke catatan, atau
masalah
lain
yang
dapat
berdampak audit, maka auditor
harus
mendokumentasikannya,
termasuk dampak pada audit dan
kesimpulan auditor. Hal ini berlaku
apabila persyaratan wajib dan
persyaratan dugaan wajib ketika
prosedur alternatif yang dilakukan

pemeriksaan.
b. Membantu pemeriksa dalam
melaksanakan dan mengawasi
pelaksanaan pemeriksaan.
c. Memungkinkan pemeriksa lain
untuk
mereviu
kualitas
pemeriksaan.

Dokumentasi pemeriksaan juga harus


memuat informasi tambahan sebagai
berikut:
a. Tujuan,
lingkup,
dan
metodologi
pemeriksaan,
termasuk kriteria pengambilan
uji-petik
(sampling)
yang
digunakan.
b. Dokumentasi pekerjaan yang
dilakukan untuk mendukung
simpulan dan pertimbangan
profesional.
c. Bukti tentang reviu supervisi
terhadap
pekerjaan
yang
dilakukan.
d. Penjelasan
pemeriksa
mengenai standar yang tidak
diterapkan beserta alasan dan
akibatnya.

dalam keadaan tidak cukup untuk


mencapai tujuan standar.
7.82
Organisasi
Audit
harus
menetapkan
kebijakan
dan
prosedur untuk penyimpanan yang
aman atas dokumentasi audit untuk
waktu yang cukup untuk memenuhi
persyaratan hukum, peraturan, dan
administrasi.
Prosedur
penyimpanan tersebut baik untuk
dokumentasi audit (yang berupa
kertas, elektronik, atau media
lainnya), integritas, aksesibilitas,
dan retrievability dari informasi
yang
mendasari
dapat
dikompromikan jika dokumentasi
diubah, ditambahkan, atau dihapus
tanpa sepengetahuan auditor, atau
jika dokumentasi hilang atau rusak.
Untuk dokumentasi audit yang
dipertahankan secara elektronik,
organisasi audit harus membangun
sistem informasi kontrol untuk
mengakses
dan
memperbarui
dokumentasi audit.

7.83 Berdasarkan Gagas, bahwa


organisasi audit federal, negara
bagian, dan pemerintah daerah dan
kantor akuntan publik yang terlibat
untuk melakukan audit sesuai
dengan Gagas bekerja sama dalam
program audit kepentingan umum
sehingga
auditor
dapat
menggunakan karya orang lain dan
menghindari duplikasi usaha .
Tunduk pada hukum dan peraturan
yang
berlaku,
auditor
harus
membuat individu yang tepat, serta
dokumentasi audit tersedia untuk
permintaan auditor atau pengulas
lain
untuk
memenuhi
tujuan
tersebut. Penggunaan pekerjaan

Dokumentasi
pemeriksaan
memungkinkan dilakukannya reviu
terhadap
kualitas
pelaksanaan
pemeriksaan,
yaitu
dengan
memberikan
dokumentasi
pemeriksaan
tersebut
kepada
pereviu,
baik
dalam
bentuk
dokumentasi tertulis maupun dalam
format
elektronik.
Apabila
dokumentasi
pemeriksaan
hanya
disimpan
secara
elektronik,
organisasi pemeriksa harus yakin
bahwa
dokumentasi
elektronik
tersebut dapat diakses sepanjang
periode
penyimpanan
yang
ditetapkan
dan
akses
terhadap
dokumentasi
elektronik
tersebut
dijaga secara memadai.
Organisasi
pemeriksa
harus
menetapkan kebijakan dan prosedur
yang wajar mengenai pengamanan
dan
penyimpanan
dokumentasi
pemeriksaan selama waktu tertentu
sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Organisasi pemeriksa harus menjaga
dengan baik dokumentasi yang
berkaitan
dengan
setiap
pemeriksaan. Organisasi pemeriksa
harus mengembangkan kebijakan
dan
kriteria
yang
jelas
guna
menghadapi
situasi
bila
ada
permintaan dari pihak ekstern yang
meminta
akses
terhadap
dokumentasi,
khususnya
yang
berhubungan dengan situasi di mana
pihak
ekstern
mencoba
untuk
mendapatkannya
secara
tidak
langsung
kepada
pemeriksa
mengenai hal-hal yang tidak dapat
mereka peroleh secara langsung dari
entitas yang diperiksa. Kebijakan

auditor oleh auditor lain dapat


difasilitasi oleh pengaturan kontrak
untuk
audit
Gagas
yang
menyediakan akses penuh dan
waktu yang tepat kepada individu
yang tepat,.
7.84
Organisasi
Audit
harus
mengembangkan
kebijakan
mngenai permintaan oleh pihak
eksternal
untuk
mendapatkan
akses
ke
dokumentasi
audit,
terutama ketika pihak eksternal
mencoba
untuk
mendapatkan
informasi secara tidak langsung
melalui auditor yang tidak langsung
dari entitas yang diaudit. Dalam
mengembangkan
kebijakan
tersebut, organisasi audit harus
menentukan
apa
hukum
dan
peraturan yang berlaku.

dimaksud perlu mempertimbangkan


ketentuan
peraturan
perundangundangan
yang
berlaku
bagi
organisasi pemeriksa atau entitas
yang diperiksa