Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PNEUMONIA PADA BALITA

Disusun oleh:
Muhammad Riza
201513031

Program Studi S1 Keperawatan


STIKES WIJAYA HUSADA BOGOR

2015/2016
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik Penyuluhan

: Pneumonia

Sub Topik

: Pneumonia Pada Balita

Sasaran

: Orang Tua Balita

Hari / Tanggal

: Agustus 2016

Tempat

: Puskesmas

Waktu

: 30 Menit

A. TUJUAN
1

Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit diharapkan peserta penyuluhan
dapat memahami tentang Pneumonia Pada Balita. Dan peserta penyuluhan bisa
melaksbalitaan atau menjalankan apa yang sudah di informasikan.

Tujuan Intruksional Khusus (TIK)


Setelah proses penyuluhan tentang Pneumonia Pada Balita, diharapkan peserta
mampu:
a
b
c
d
e

Menjelaskan pengertian tentang pengertian Pneumonia pada balita


Menjelaskan penyebab dari Pneumonia pada balita.
Menjelaskan faktor yang mempengaruhi Pneumonia pada balita.
Menjelaskan tanda dan gejala pneumonia pada balita.
Mengimplementasikan apa yang telah di informasikan.

B. MATERI
Dalam penyuluhan, materi yang disampaikan adalah :
1
2
3
4
5
6
7

Menjelaskan pengertian Pneumonia pada balita


Menjelaskan etiologi Pneumonia pada balita
Faktor yang mempengaruhi Pneumonia pada balita
Menjelaskan patofisiologi pada balita
Menjelaskan klasifikasi Pneumonia pada balita
Tanda dan gejala Pneumonia pada balita
Cara mencegah Pneumonia pada balita

C. STRATEGI PELAKSANAAN
1
2

Metode
Media

: Ceramah , diskusi
: Leaflet

3
4
5
6
7

Alat

: Alat yang digunakan dalam Penyuluhan ini:


Leaflet
Sasaran
: Orang Tua Balita
Waktu
: 09:00 WIB s/d selesai
Tempat: Puskesmas
Materi
: Terlampir

D. PROSES PELAKSANAAN
No

Kegiatan

1.

Pendahuluan

a.

Respon Peserta Penyuluhab

Waktu

Membalas salam

5 menit

a) Penyampaian salam
b) Perkenalan
c) Menjelaskan topik penyuluhan

Memperhatikan

Memperhatikan

Memperhatikan

Memperhatikan

d) Menjelaskan tujuan
e) Kontrak Waktu Pelaksanaan

Penyampaian materi

1.

Memperhatikan penjelasan dan 15 menit

1. Menjelaskan pengertian Pneumonia mencermati materi


pada balita
2. Menjelaskan

etiologi

pada balita
3. Faktor
yang

2. Bertanya/ada respon
Pneumonia
3. Meperhatikan jawaban

mempengaruhi

Pneumonia pada balita


4. Menjelaskan patofisiologi pada balita
5. Menjelaskan klasifikasi Pneumonia
pada balita
6. Tanda dan gejala Pneumonia pada
balita
7. Cara mencegah Pneumonia pada
balita
1.

3. Dis Diskusi (Tanya jawab)

4.

a) Bertanya
b) Menjawab

5 menit

Penutup

a) Memperhatikan

5 menit

a) Menyimpulkan hasil penyuluhan


b) Mengakhiri dengan salam

b) Menjawab salam

MATERI PENYULUHAN PNEUMONIA PADA BALITA


A. Pengertian Pneumonia
Pneumonia adalah suatu peradangan atau infeksi pada paru-paru yang
disebabkan oleh bermacam- macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur dan benda
asing (Staf FKUI, 2006). Pneumonia adalah bentuk infeksi pernapasan pada paruparu yang bersifat akut. Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada
balita di dunia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 melaporkan bahwa
kematian balita di Indonesia mencapai 15,5%. Sampai saat ini, penyakit pneumonia

merupakan penyebab utama kematian balita di dunia. Diperkirakan ada 1,8 juta dari
kematian balita diakibatkan oleh pneumonia, melebihi kematian akibat AIDS,
malaria dan tuberkulosis. Di Indonesia, pneumonia juga merupakan urutan kedua
penyebab kematian pada balita setelah diare. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)
melaporkan bahwa kejadian pneumonia sebulan terakhir (period prevalence)
mengalami peningkatan pada tahun 2007 sebesar 2,1% menjadi 2,7% pada tahun
2013.
B. Etiologi Pneumonia
Etiologi pneumonia yaitu bakteri, virus, jamur dan benda asing. Jenis
keparahan penyakit ini di pengaruhi oleh beberapa faktor termasuk umur, jenis
kelamin, musim dalam tahun tersebut, dan kepadatan penduduk. Pneumonia bisa
dikatakan sebagai komplikasi dari penyakit yang lain ataupun sebagai penyakit yang
terjadi karena etiologi di bawah ini :
1. Bakteri
Menurut WHO di berbagai negara berkembang Streptococus pneumonia dan
Hemophylus influenza merupakan bakteri yang selalu ditemukan pada dua
pertiga dari hasil isolasi, yaitu 73,9% aspirat paru dan 69,1% hasil isolasi dari
spesimen darah (Depkes, 2009). Dari seluruh etiologi pneumonia, Streptococcus
pneumonia adalah merupakan etiologi tersering dari pneumonia bakteri dan
yang paling banyak diselidiki patogenesisnya.
2. Virus
Pneumonia virus merupakan tipe pneumonia yang paling umum ini disebabkan
oleh virus influenza yang menyebar melalui transmisi droplet. Cytomegalovirus
yang merupakan sebagai penyebab utama pneumonia virus.
3. Jamur
Infeksi yang disebabkan oleh jamur seperti histoplasmosis menyebar melalui
penghirupan udara yang mengandung spora dan biasanya ditemukan pada
kotoran burung.
4. Protozoa
Ini biasanya terjadi pada pasien yang mengalami imunosupresi seperti pada
pasien yang mengalami imunosupresi seperti pada penderita AIDS.

C. Faktor yang Mempengaruhi Pneumonia


Banyak faktor yang dapat berpengaruh terhadap meningkatnya kejadian
pneumonia pada balita, baik dari aspek individu balita, perilaku orang tua (ibu),
maupun lingkungan. Kondisi lingkungan fisik rumah yang tidak memenuhi syarat
kesehatan dan perilaku penggunaan bahan bakar dapat meningkatkan risiko terjadinya
berbagai penyakit seperti TB, katarak, dan pneumonia.
Rumah yang padat penghuni, pencemaran udara dalam ruang akibat
penggunaan bahan bakar padat (kayu bakar/ arang), dan perilaku merokok dari orang
tua merupakan faktor lingkungan yang dapat meningkatkan kerentanan balita
terhadap pneumonia. Proporsi penduduk di Indonesia yang tinggal di rumah yang
memenuhi persyaratan rumah sehat masih rendah, yaitu 24,9%.
Menurut laporan Riskesdas 2013, penduduk yang tinggal di rumah dengan
atap rumah berplafon hanya 59,4%, dinding terbuat dari tembok hanya 69,6%, dan
lantai bukan tanah 93,1%.3. Perilaku yang dapat menimbulkan risiko pencemaran
udara dalam ruang, seperti penggunaan bahan bakar yang tidak aman (minyak tanah,
kayu bakar, arang, batu bara) dan kebiasaan merokok di dalam rumah, proporsinya
masih cukup tinggi. Sebanyak 64,2% rumah tangga di perdesaan masih menggunakan
arang dan kayu bakar untuk memasak dan 76,6% (dari 28,2% perokok) merokok di
dalam rumah ketika bersama dengan anggota keluarga lainnya.
D. Patofisiologi Pneumonia
Pneumonia yang dipicu oleh bakteri bisa menyerang siapa saja, dari bayi
sampai usia lanjut. Pecandu alcohol, pasien pasca operasi, orang-orang dengan
gangguan penyakit pernapasan, sedang terinfeksi virus atau sedang menurun
kekebalan tubuhnya adalah pneumonia yang paling berisiko. Sebenarnya bakteri
pneumonia itu ada dan hidup normal pada tenggorokan yang sehat. Pada saat
pertahanan tubuh menurun, misalnya karena penyakit, usia lanjut, dan malnutrisi,
bakteri pneumonia akan dengan cepat berkembang biak dan merusak organ paru.
Kerusakan jaringan paru banyak disebabkan oleh reaksi imun dan peradangan.
Selain itu, toksin-toksin yang dikeluarkan oleh bakteri pada pneumonia bakterialis
dapat secara langsung merusak sel-sel sistem pernapasan bawah.

Pneumonia bakterialis menimbulkan respon imun dan peradangan yang


paling mencolok. Jika terjadi infeksi, sebagian jaringan dari lobus paru, ataupun
seluruh lobus, bahkan sebagian besar dari lima lobus paru (tiga di paru kanan, dan
dua di paru kiri) menjadi terisi cairan. Dari jaringan paru, infeksi dengan cepat
menyebar ke seluruh tubuh melalui peredaran darah.
Pneumonia adalah bagian dari penyakit infeksi pneumokokus invasif yang
merupakan sekelompok penyakit karena bakteri streptococcus pneumoniae. Kuman
pneumokokus dapat menyerang paru selaput otak, atau masuk ke pembuluh darah
hingga mampu menginfiltrasi organ lainnya. Infeksi pneumokokus invasif bisa
berdampak pada kecacatan permanen berupa ketulian, gangguan mental,
kemunduran intelegensi, kelumpuhan, dan gangguan saraf, hingga kematian.
E. Klasifikasi Pneumonia
Klasifikasi dibedakan untuk golongan umur kurang dari 2 bulan dan
golongan umur balita 2 bulan 5 tahun (Said, 2010) :
Golongan umur kurang dari 2 bulan ada 2 klasifikasi yaitu:
1) Pneumonia Berat.
Balita dengan tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam atau nafas
cepat (60X per menit atau lebih). Tarikan dinding dada kedalam terjadi bila
paru-paru menjadi kaku dan mengakibatkan perlunya tenaga untuk menarik
nafas. Balita dengan tarikan dinding dada ke dalam, mempunyai resiko
meninggal yang lebih besar dibanding dengan balita yang hanya menderita
pernafasan cepat. Penderita pneumonia berat juga mungkin disertai tanda-tanda
lain seperti :
a) Napas cuping hidung, hidung kembang kempis waktu bernafas.
b) Suara rintihan
c) Sianosis (Kulit kebiru-biruan karena kekurangan oksigen).
d) Wheezing yang baru pertama dialami.
2) Bukan Pneumonia

Bila tidak ditemukan adanya tarikan kuat ke dalam dinding dada bagian
bawah atau nafas cepat yaitu < 60 kali per menit (batuk, pilek, biasa). Tanda
bahaya untuk golongan umur kurang dari 2 bulan ini adalah : kurang bisa
minum,

kejang,

kesadaran

menurun,

stridor,

wheezing,

gizi

buruk,

demam/dingin.
Golongan umur 2 bulan 5 tahun ada 3 klasifikasi, yaitu :
1) Pneumonia Berat
Bila disertai nafas sesak dengan adanya tarikan dada bagian bawah ke
dalam waktu balita menarik nafas, dengan catatan balita harus dalam keadaan
tenang, tidak menangis dan meronta atau adanya stridor yaitu suara berkerok
secara teratur. Suara ini terjadi karena adanya penyumbatan di daerah
tenggorokan.
2) Pneumonia
Bila hanya disertai nafas cepat dengan batasan :
a) Untuk usia 2 bulan kurang 12 bulan = 50 kali per menit.
b) Untuk usia 1 tahun 5 tahun = 40 kali per menit atau lebih.
3) Bukan Pneumonia
Bila tidak ditemukan tarikan dinding dada bagian bawah kedalam atau
nafas cepat (batuk pilek biasa). Tanda bahaya untuk golongan umur 2 bulan 5
tahun adalah : tidak dapat minum, kejang, kesadaran menurun, stridor, wheezing
dan gizi buruk
F. Tanda dan Gejala Pneumonia
1) Pneumonia yang disebabkan oleh Bakteri
Gejala :
- Rinitis ringan (infeksi atau peradangan pada mukosa hidung)
- Anoreksia (hilangnya nafsu makan)
- Gelisah
- Demam
- Malaise (lelah)
- Nafas cepat dan dangkal ( 50 80 )
- Ekspirasi bebunyi
- Lebih dari 5 tahun, sakit kepala dan kedinginan

- Kurang dari 2 tahun vomitus dan diare ringan


- Leukositosis ( gejala kenaikan jumlah leukosit)
- Foto thorak pneumonia lobar
2) Pneumonia yang disebabkan oleh Virus
Gejala :
- Batuk
- Rinitis ( infeksi atau peradangan pada mukosa hidung)
- Demam ringan, batuk ringan, dan malaise sampai demam tinggi, batuk
hebat
dan lesu.
- Ronkhi basah ( suara nafas yang terputus-putus saat inspirasi akibat udara
yang
melewati cairan dalam saluran nafas.)
- Penurunan leukosit
3) Pneumonia yang disebabkan oleh Mikroplasma
Gejala :
- Demam
- Mengigil
- Sakit kepala
- Anoreksia ( hilangnya nafsu makan)
- Mialgia ( nyeri otot)
- Rinitis ( infeksi atau peradangan pada mukosa hidung)
- Sakit tenggorokan
- Batuk kering berdarah
- Area konsolidasi pada pemeriksaan thorax
G. Cara Mencegah Pneumonia
Pencegahan pneumonia selain dengan menghindarkan atau mengurangi
faktor resiko dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan, yaitu dengan pendidikan

kesehatan di komunitas, perbaikan gizi, pelatihan petugas kesehatan dalam hal


memanfaatkan pedoman diagnosis dan pengobatan pneumonia, penggunaan
antibiotika yang benar dan efektif, dan waktu untuk merujuk yang tepat dan segera
bagi kasus yang pneumonia berat. Peningkatan gizi termasuk pemberian ASI
eksklusif dan asupan zinc, peningkatan cakupan imunisasi, dan pengurangan polusi
udara didalam ruangan dapat pula mengurangi faktor resiko.(Kartasamita, 2010).
Menurut Kartasamita (2010), usaha untuk mencegah pneumonia ada 2 yaitu:
Pencegahan Non spesifik, yaitu:
1) Meningkatkan derajat sosio-ekonomi.
2) Menurunkan kemiskinan.
3) Meningkatkan tingkat pendidikan.
4) Menurunkan angka balita kurang gizi.
5) Meningkatkan derajat kesehatan.
6) Menurunkan morbiditas dan mortalitas.
7) Lingkungan yang bersih, bebas polusi.
Pencegahan Spesifik
1) Cegah berat bayi lahir ringan (BBLR).
2) Pemberian makanan yang baik/gizi seimbang.
3) Berikan imunisasi
Vaksinasi yang tersedia untuk mencegah secara langsung pneumonia
adalah vaksin pertussis (ada dalam DTP), campak, Hib (haemophilus influenzae
type b) dan pneumococcus (PCV). Dua vaksin diantaranya, yaitu pertussis dan
campak telah masuk ke dalam program vaksinasi nasional di berbagai negara,
termasuk Indonesia. Sedangkan Hib dan pneumokokus sudah dianjurkan oleh
WHO dan menurut laporan, kedua vaksin ini dapat mencegah kematian 1.075.000
balita setahun. Namun, karena harganya mahal belum banyak negara yang
memasukkan kedua vaksin tersebut ke dalam program nasional imunisasi.
I.

Evaluasi
Pada saat evaluasi akan memberikan pertanyaan kepada para peserta sebagai
berikut:
1. Apa pengertian dari Pneumonia?
Pneumonia adalah suatu peradangan atau infeksi pada paru-paru yang
disebabkan oleh bermacam- macam penyebab seperti bakteri, virus, jamur
dan benda asing
2. Sebutkan apa saja penyebab dari terjadinya Pneumonia!

Bakteri

Virus

10

Jamur
Protozoa

3. Sebutkan apa saja faktor dari terjadinya Pneumonia!


Lingkungan sekitar
Kondisi fisik bayi sejak lahir
Pengetahuan orang tua
Perilaku orang tua
Status gizi

DAFTAR PUSTAKA

http://digilib.ump.ac.id/files/disk1/19/jhptump-a-arifrokhma-920-2babii.pdf

Unicef/WHO. Pneumonia: the forgotten killer of children. Geneva: The United Nations
Childrens Fund/World Health Organization; 2006.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan riset kesehatan dasar 2007. Jakarta:
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset kesehatan dasar 2013. Jakarta: Badan
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia;
2013.

A.Gylys B, Wedding ME. (2009). Medical Terminology Systems A Body

System Approach.
Behram, Kleigman, Alvin. (2000). Ilmu Kesehatan Balita Edisi 15. Jakarta

: EGC.
Betz, Sowden. (2002). Buku Saku Keperawatan Pediatri Edisi 3. Jakarta:

EGC.
Bukchech, Gloria, et al (2012). Nursing International Classification. Lowa

: Mosby.
Carpenito. (2008). Ilmu Keperawatan Balita Edisi 3. Jakarta : EGC.
http://documents.tips/documents/laporan-pendahuluan-pneumonia560d5bbc6a31a.html