Anda di halaman 1dari 4

Nama

: Evan Benedict Zaluchu

NPM

: 1306447360

Jurusan

: Teknik Komputer

IEEE 802.11 Mesh Network

Protokol IEEE 802.11s adalah protokol jaringan wireless LAN (WLAN). Jaringan pada protokol
802.11s ini memiliki fungsi relay antar divais yang dapat berhubungan langung satu sama lain, tanpa harus
melalui perantara berupa base station. Tujuan yang ingin dicapai dari protokol ini adalah untuk
menyelesaikan masalah-masalah pada jaringan seperti masalah kemacetan dalam laju suatu data serta
degradasi data dalam suatu jaringan. Fitur-fitur yang terdapat pada protokol ini adalah mungkinnya terjadi
kordinasi saat melakukan routing, kontrol terhadap kemacetan, dan fungsi lainnya pada layer MAC.
Dengan hal ini, suatu jaringan nirkabel dengan kecepatan tinggi dapat dibuat dengan mudah, bahkan di
tempat yang tidak memiliki infrastruktur jaringan seperti WLAN access point.
Pada jaringan mesh konvensional masih mengandalkan arsitektur jaringan yang berbasis pohon.
Pada jaringan nirkabel mesh setiap titik akses memikiki jalurnya masing-masing untuk saling terhubung,
serta dapat mencapai area yang tidak dapat dicapai apabila menggunakan kabel Ethernet. Untuk
membuat jaringan mesh, protokol 802.11s ini akan melakukan proses node discovery, dan routing
berdasarkan MAC address. Hal ini memungkinkan alat-alat nirkabel untuk dapat melihat noda-noda mesh,
serta dapat mengalihkan aliran dalam suatu jaringan ke koneksi jaringan yang berdekatan. Untuk jaringan
mesh ini, tiap noda pada mesh harus dapat terkategorikan berdasarkan cara berinteraksinya dengan noda
lainnya, maka pada protokol 802.11 ini, alat-alat yang terhubung dalam suatu jaringan terkategorikan
sesuai dengan kemampuan mereka, antar sebagai client atau sebagai noda. Protokol ini juga memiliki
kemampuan untuk meningkatkan protokol keamanan nirkabel pada spesifikasi 802.11, sehingga
pengguna yang mengaplikasikan jaringan mesh tidak perlu membuat perubahan yang radikal untuk
prosedur enkripsi dan autentikasi di jaringan tersebut.
Konfigurasi suatu jaringan WLAN mesh terdiri dari titik mesh (Mesh Points/ MPs) yang dilengkapi
dengan fungsi WLAN mesh, titik akses mesh (Mesh Access Points/MAPs) dengan fungsi titik akses WLAN,
MP yang berdekatan dengan portal mesh (Mesh Portal/MPP) dengan fungsi gateway, dan stasiun

(STAtions/STAs). Pada konfigurasi ini juga, terdapat Wireless Distribution System (WDS) untuk pertukaran
data antar titik MP, MAP, dan MPP.

Jaringan WLAN mesh juga tersusun atas sebuah arsitektur, yang terdiri dari beberapa fungsi seperti
berikut :
1. Mesh Topology Learning, Routing and Forwarding
bagian ini memiliki fungsi untuk mengeksplorasi noda-noda yang saling berdekatan, untuk
memperoleh metrik dari suatu radio yang menyediakan informasi berdasarkan kualitasnya
2. Mesh Network Measurement
memiliki fungsi untuk menghitung metric radio yang digunakan pada protokol routing, dan
untuk menghitung kondisi suatu radio dalam suatu jaringan WLAN mesh
3. Mesh Medium Access Coordination
bagian ini memiliki fitur untuk mencegah penurunan kemampuan suat jaringan akibat hilang
atau munculnya suatu terminal, pengaturan prioritas, pengaturan kepadatan, dan lain-lainnya
4. Mesh Security
Bagian ini berfungsi sebagai fitur keamanan untuk melindungi frame data yang dibawa dalam
jaringan mesh WLAN, serta sebagai manajemen frame pada fungsi controls eperti pada routing
5. Internetworking
tiap jaringan harus dapat terhubung dengan jaringan lainnya. Bagian ini untuk menjembatani ke
jaringan lainnya. Fingsi ini dapat diterapkan pada MPP yang terletak pada batas suatu jaringan,

serta tiap WLAN harus dapat melakukan broadcast sehingga dapat melakuan forward paket
untuk dikirimkan ke terminal lainnya dalam suatu LAN
6. Mesh Configuration and Management
fungsi ini berperan untuk memasukkan suatu interface WLAN pada konfigurasi otomatis pada
parameter frekuensi radio untuk tiap MP

Pada aplikasinya, ada beberapa elemen-elemen teknologi dari jaringan mesh WLAN yang perlu
diperhatikan, apabila ingin mengadaptasi model protokol tersebut:
1. Routing Technology
Teknologi ini berperan penting dalam menentukan kemampuan dari suatu jaringan mesh WLAN.
Untuk mengoptimalkan protokol routing dari suatu jaringan perlu ditentukan dari model
penggunaan dari jaringan tersebut. Dalam suatu jaringan, penting untuk setiap alat dalam
memiliki sebuah protokol routing, sehingga dapat digunakan secara universal
2. Congestion Control Technology
Dalam suatu jaringan mesh WLAN, diasumsikan suatu paket saling bertukar diantara MP.
Munculnya dari paket-paket pada peralatan relay dapat menyebabkan telatnya suatu transmisi,
dan rendahnya paket yang dapat dilalui. Untuk mencegah masalah ini, perlu diimplementasikan
cara yang lebih efisien, terutama dalam menyesuaikan laju transmisi antar noda-noda melalui
persinyalan
3. Dynamic Frequency Channel Allocation Technology
Pada sistem konvensional, sebuah titik akes memilih suatu frekuensi yang optimal dan

menunggu ijin dari sebuah terminal untuk menggunakan jalur frekuensi tersebut. Sedangkan
pada jaringan mesh WLAN, terdapat konfigurasi jaringan yang telah terdisribusi, sehingga tidak
ada peralatan yang berperan sebagai pusat. Untuk memiliki jaringan yang stabil serta memiliki
kapasitas jaringan yang cukup, suatu jaringan perlu mengimplementasi teknologi alokasi jalur
frekuensi yang dilakukan secara dinamis.

Penggunaan protokol 802.11s lebih kepada penggunaan pada lingkup home network. Seperti
contoh, protokol ini dapat dipakai pada sistem konsol permainan, dimana pengguna dapat merasakan
aplikasi dari suatu jaringan nirkabel tanpa harus memerlukan titik-titik akses tambahan.

Referensi

TechTarget. 2010. 802.11s. [ONLINE] Available at :


http://searchenterprisewan.techtarget.com/definition/80211s. [Diakses 17 November 2016]

Aoki et al. 2006. IEEE 802.11s Wireless LAN MEsh Network Technology. NTT DoCOMO Technical
Journal, Vol 8 no. 2, p13-21.