Anda di halaman 1dari 4

SGD 16

LBM 6

STEP 1
-

Kumbah lambung : mebersihkan lambung dengan cara memasukan dan


mengeluarkan air ke atau dari lambung dengan menggunakan NGT.
Arang karbon
: universal anti dote, berfungsi untuk mencairkan
racun agar reabsorbsi maupun absorbsi dikurangi, dapat diganti dengan teh.
(norit)
Sulfasatropin
: terpai pada efek muskarinik, tapi tidak bisa pada
efek nikotinik.
Intoxikasi karbamat
: keracuanan insektisida yang menghambat
asetilkolinesterase. Bersifat akut, dapat terjadi melalui inhalasi, kontak kulit,
dapat menimbulkan efek neurotoksik, bersifat reversibel.
Intoxikasi
: kemasukan senyawa atau zat kimia yang merugikan dari
fungsi tubuh.

STEP 2
1. Mengapa pasien mengalami keluhan (penurunan kesadaran, muntahmuntah, dan kejang) setelah keracunan pestisida?
2. Interpretasi dari vital sign?
3. Mekanisme terjadi hiperhidrosis, hipersalifasi, tremor pada pasien?
4. Jelaskan mengenai kumbah lambung?
5. Jelaskan efek muskarinik dan nikotinik serta efek toksin terhadap SSP?
6. Bagaimana mekanisme dari intoksikasi karbamat?
7. Kenapa dokter IGD melakukan kumbah lambung & apa maksud dokter
memberikan arang karbonta?
8. Penatalaksanaan intoksikasi?
9. Komplikasi intoksikasi?
10.Macam- macam keracunan?
11.Kenapa diberikan sulfasatropin?
12.Kenapa pada pupil didapatkan miosis dan isokor?

STEP 3
1. Mengapa pasien mengalami keluhan (penurunan kesadaran, muntahmuntah, dan kejang) setelah keracunan pestisida?
Meghambat kolin esterase tidak dapat merubah ke kolin dan asetat
terjadi penumpukan asetil kolin terjadi efek muskarinik(muntah, diare,
salifasi meningkat) dan nikotinik(tremor dan fasikulasi otot), SSP (kejang).
SSP: Menurunkan asetil kolin esterase ( noramalnya asetil kolin dana gaba
seimbang) gaba tidak seimbang dgn asetil kolin mejadikan kejang
terjadi penurunan kesadaran.
SST: mengatur simpatis(eksitasi kerja jantung) dan para simpatis (eksitasi
kelenjar keringat, kelenjar salifa, dll) dapat mempengaruhi hiperperistaltik
pada lambung.
Menginhibisi pada simpatik dan para simpatik(mediasis). Berpengaruh juga
pada jantung, bronchial otot polos, menyebabkan kejang dan keluar keringat
lebih banyak.
Muskarinik : post ganglion (simpatisnya adrenergic, parasimpatinya
kolinergik)
Nikotinik : antara pre ganglion (kolinergik) dan post ganglion
Fisiologis, transport muskarinik dan nikotinik?
Mengapa karbamat dapat menyebabkan muskarinik, nikotinik?
2. Interpretasi dari vital sign?
TD = dikeranakan keracunan karbamat, terjadi vasodilatasi, mempengaruhi
tekana darah turun.
Nadi = kurang dari normal. dikarenakan efek muskarinik, menyebabkan kerja
paru2 lebih berat.
GCS = muntah2 dapat menyebabkan gangguan elektrolit, ada gangguan
perfusi di otak.
3. Mekanisme terjadi hiperhidrosis, hipersalifasi, tremor pada pasien?
- Hiperhidrosis= karena ada efek muskarinik, karena keracunan karbamat
mempengaruhi asetil kolinesterase, menghambat terbentuknya asetat dan
kolin.
Salifa dan keringat tidak dapat dikontrol, jika tersensitasi maka dapat terjadi
hipersalifasi dan hipersalifasi.
- Hipersalifasi = efek muskarinik, beda organ target.
- Tremor
= dapat dari SSP dan SST. Karena berlebihan dari asetil
kolin maka terjadi banyak pertukaran antara Ca dan K
Hubungan kanal ion dan protein G terhadap efek muskarinik dan nikotinik?
Klasifikasi reseptor- reseptor?

4. Jelaskan mengenai kumbah lambung?


Pasien dimiringkan ke kiri/ kanan ; kepala ditekuk ; posisi trendenburg dan
left lateral decubitus ;
Jika pasien tidak sadar dipasang pipa endetrakeal ; selang dimasukan ke
hidung di olesi jelly ; diukur dari hidung, bawah telinga, sampai proc.
Xypoideus dan beri tanda; kemudian diberi udara/ cairan; kemudian
didengarkan dengan stetoskop pada daerah lambung; bilas lambung.
-

Tujuan :
Untuk mengeliminasi racun yang masuk ke dalam lambung
Mengambil sample cairan dan baha2 yang ada di lambung untuk
menentukan diagnosis medis.

Indikasi dan kontraindikasi :


Indikasi :
Keracunan dan overdosis obat2an
Pasien tidak ada reflek muntah
Gagal dengan terapi emesis
Pasien dalam keadaan sadar

Kontraindikasi :
Resiko cedera jalan nafas
Perdarahan git
Adanya gangguan elektrolit

5. Jelaskan efek muskarinik dan nikotinik serta efek toksin terhadap SSP?
Karena ada perangsangan muskarinik terjadi efek kelemahan otot
medriasis, takikardi, dan hipotensi. SSP menyebabkan nyeri kepala,
mengantuk, lemas cemas, tremor, gang. konsentrasi, depresi pernapasan,
ataksia, koma.
6. Bagaimana mekanisme dari intoksikasi karbamat?
Meghambat kolin esterase tidak dapat merubah ke kolin dan asetat
terjadi penumpukan asetil kolin terjadi efek muskarinik(muntah, diare,
salifasi meningkat) dan nikotinik(tremor dan fasikulasi otot), SSP (kejang).
7. Kenapa dokter IGD melakukan kumbah lambung & apa maksud dokter
memberikan arang karbonat?
Untuk melakukan kumbah lambung , agar racun yang dilambung
tersingkirkan. Arang karbonat dapat menyerap zat2 apapun yang ada
disekitarnya, berfungsi untuk menyerap racun yang ada di tubuh.
Cara penggunaan dan dosis?
8. Penatalaksanaan intoksikasi?

Stabilisasi pasien (sal pernapasan); dekontaminasi, contoh jika


gaster(kumbah lambung); antidotum ada 2 anti muskarinik(atropine) dan
nikotinik(oxime).
Penanganan sebelum di bawa ke RS?
Dapat di beri teh pekat, susu, air kelapa. Untuk memperbaiki elektrolitnya.
9. Px. Fisik dan Px. Penunjang?
Fisik:
- vital sign
- nadi
- GCS
-

Penunjang:
analisi toxsikologi sample 50ml urin.
Radiologi bila adanya aspirasi zat racun.
Analisis gas darah.
Px. fungsi Ginjal dan urin
Ekg untuk mengetahui irama jantung

10.Komplikasi intoksikasi?
11.Macam- macam keracunan?
Ada 5 jenis menurut bahan
- kimia umum : organo fosfat, gas(metan, CO, klorin)
- Mahluk hidup : sengatan/ gigitan
- Bakteri : makanan basi(stapyhlococus), makanan kaleng (Clostridium
botulinum)
- Tumbuhan : jamur dan kecubung
- Makanan : jengkol dan singkong
12.Kenapa diberikan sulfasatropin?
Salah satu obat kgd, diberikan untuk keadaan keracunan, termasuk obat anti
kolinergik untuk menurunkan tonus vagal.
13.Kenapa pada pupil didapatkan miosis dan isokor?
Karena efek muskarinik menyebabkan miosis.
Px. Fisik ?
Neurologi?
Tremor dan kejang apakah sama mekanismenya?
Pyramidal dan ekstrapiramidal?
MAPPING ANNISA