Anda di halaman 1dari 2

DASAR TEORI

Tekanan darah adalah tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung


memompakan keseluruh tubuh. Umumnya semakin rendah tekanan darah,
semakin
sehat anda untuk jangka panjang (kecuali dalam kondisi tertentu ketika
tekanan darah
sangat rendah merupakan bagian suatu penyakit).
Darah mengambil oksigen dari dalam paru-paru. Darah yang mengandung
oksigen ini memasuki jantung dan kemudian dipompakan keseluruh bagian
tubuh
melalui pembuluh darah yang disebut arteri. Pembuluh darah yang lebih
besar
bercabang-cabang menjadi pembuluh-pembuluh darah yang lebih kecil
hingga
berukuran mikroskopik, yang akhirnya membentuk jaringan yang terdiri dari
pembuluh-pembuluh darah yang sangat kecil yang disebut kapiler. Jaringan
ini
mengalirkan darah ke sel-sel tubuh dan menghantarkan oksigen untuk
menghasilkan
energi yang dibutuhkan demi kelangsungan hidup. Kemudian darah yang
tidak
beroksigen kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena, dan dipompa
kembali
ke paru-paru untuk mengambil oksigen lagi.
Mekanisme perkembangan hipertensi esensial yang diketahui sampai
sekarang melalui :
a. Vasokontriksi yang terlalu sering dan atau terlalu lama disebabkan
jawaban system saraf simpatis yang terlalu berlebihan terhadap pacuan dari
luar.
b. Vasokontriksi karena tertimbunnya ion Ca di dalam sitoplasma otot polos
pada
tunika media akibat kelainan membran.
c. Hipervolemi yang disebabkan oleh kelainan ginjal genetic yang meretensi
ion
Ca dan air. Hipervolemi menyebabkan naiknya curah jantung sehingga
menaikkan tekanan darah (TD). Kenaikan TD akibat hipervolemi akan
menekan dinding pembuluh darah ( menaikkan tekanan transmural )
sehingga
secara miogenik otot pembuluh darah akan berkontraksi. Dengan demikian
akan
terjadi vasokontriksi. Kedua hal tersebut makin lama akan mngakibatkan

hipertrofi otot polos di tunika media sehingga dinding vasa menjadi lebih
tebal.
Jika vasa dinding ini berkontraksi maka tingkat pengecilan lumen menjadi
lebih
tebal sehingga lumen pembuluh darah menjadi lebih kecil daripada kalau
dinding vasa tidak tebal pada tingkat kontraksi yang sama. Akibat
vasokontriksi
yang tebal adalah kenaikan TD yang lebih tinggi disbanding yang tidak tebal.

Vasokontraksi pada umumnya dapat ditimbulkan secara reflex dengan


memasukkan satu tangan ke dalam air dingin. Kalau hal ini menyebabkan
kenaikan TD yang tinggi berarti :
a. Saraf simpatis mengadakan jawaban yang berlebihan
b. Dinding pembuluh darah sudah mulai menebal yang menandakan adanya
permulaan hipertensi.
Percobaan ini dinamakan cold pressure test. Menurut Hines (1940) cit.
Best & Taylor (1961), jika pada percobaan ini tekanan diastole naracoba naik
20
mmHg atau lebih maka ia termasuk hiperreaktor. Kalau kenaikan kurang dari
10
mmHg termasuk hiporeaktor.
Kenaikan tekanan diastole pada cold pressure test dihubungkan dengan
terjadinya hipertensi dikemudian hari (dikerjakan pada orang dengan
tekanan
darah normal yang tekanan diastolenya < 100 mmHg).