Anda di halaman 1dari 5

YOOOO KIRIIIYOOOO, YOOOOO KIRIIII KIRIII YOOOOO teriakan seorang kernet

metro membangunkan ku dari lamunan.


Sergap aku terkejut dengan lingkungan sekitar
Waduuuh, kampreeet! Salah jalan nih, ini sih jalan mau ke kampus!
Sejenak kemudian aku berdiri dari metro dan menandakan pada kernet aku akan
turun di depan.
ADUUUH SI ABAAAANG! kenapa tak kau turun di tempat tadi, baru saja kita turun
penumpang, depan lagi lah bang ada polisi disini. Sergah si kernet dengan suara
khasnya serak-serak sember.
Sejenak aku bengong karena kesadaranku belum cukup pulih, namun suara si
kernet itulah yang memaksaku untuk komposmentis sepenuhnya. Tepat didepan
sebuah MAL aku diturunkan oleh metro yang ku naiki tadi.
YOOOO TAREEEEEEEEK ##$%^&*&^%^$$&*@%^&#%$&^^%%$ suara kernet
kembali membuatku takikardi.
Yah, bila sudah sampai sini, apa boleh buat? Aku harus menaiki jembatan
penyebrangan untuk mencapai metro selanjutnya. Tujuanku adalah KANTOR POS!
ya kantor pos Indonesia. Mau apa aku kesana?

Di kantor pos
Celingak-celinguk aku bingung, ini kali pertama aku ke tempat ini. Karena selama ini
aku menggunakan jasa pos kilat (red: jne, tiki, dkk) untuk mengirim surat atau
barang. Kembali ke topik! Yang aku lakukan di kantor pos adalah mengambil STR.
Ya, STR Dokter Inthrensip atau Surat Tanda Registrasi Dokter Inthrensip. Apa itu
STR? seperti namanya sebuah STR adalah surat yang berisikan bahwa kita sebagai
seorang dokter umum yang telah lulus Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI)
telah terdaftar sebagai dokter umum serta dapat mengikuti program Intrenship.
Apa itu dokter intrhesip: menurut UU dokter inthensip ialah . Saya rasa
penjelasan tentang ini itu cukup. Kembali ke topik!
Aku menulusuri sebuah jalan untuk mencapai pintu masuk kantor ini, didepan pintu
aku melihat seorang satpam yang juga melihat gerak-gerikku yang mungkin
menurutnya cukup mencurigakan.
Siang pak, ada yang bisa saya bantu? satpam itu menyapaku
eh iya, pak. Ini saya mau ambil STR, ke mana yah , pak? aku bertanya kembali
pada pak satpam.

Mas, bisa tanya ke CS (customer sevice) di sebelah sana. Jawabnya sambil


menunjuk ke arah sebuah ruangan berisikan deretan wanita berseragam.

Di Dalam ruang CS
Ada yang bisa saya bantu mas? tanya seorang wanita muda berseragam
disebrang saya.
saya mau ambil STR dokter jawabku singkat dan cepat
oke, silakan tunggu disini! wanita itu mempersilahkan aku duduk
Singkat cerita setelah melakukan proses pemastian berkas dan birokrasi ini itu yang
menurutku agak lebay karena surat selembar gini harus diambil di kantor pos
pusat. Saat aku aku melihat isinya adalah selembar kertas seperti terbuat dari
karton berisikan Namaku dan tanggal pemberlakuan serta tanggal kadaluarsa kartu
ini. Aktif mulai tanggal sekian dan berakhir tanggal.. : Selesai Intrenship. Walah!
Ini bukan STR sejati, ini STR sementara, alias sebelum aku kelar internship aku
belom resmi jadi dokter sejati. Aku ga bisa berpraktik di klinik, di rumah sakit
apalagi buka praktik sendiri di rumah, yang menjadi pertanyaan adalah kapan saya
Intrenship? Nampaknya Cuma Tuhan dan para pengurus Konsil Kedokteran
Indonesia (KKI) saja yang tau. Kami sebagai Pseudokter (atau kerennya fresh
graduated doctor yang cuma bisa ketar-ketir kapan Icip (singkatan dari
Intrenship)bisa dilaksanakan, cuma bisa menunggu dan menunggu kapan kepastian
program ini akan dibuka).
Perjalanan jadi dokter adalah perjalanan yang panjang dan rumit karena kita
dituntut harus mengikuti birokrasi ini itu, mulai dari masa setelah lulus KOASS
sampai mengkituti UKDI saja sudah njelimet ditambah pemberkasannya setelah
lulus untuk membuat STR yang repot pisan. Kita harus membayar sejumlah uang
untuk dibuatkan Sertifikat Kompetensi (SERKOM) yang mana serkom inilah yang
menjadi cikal-bakal STR Intrenship. Untuk membuat serkom seorang dokter umum
harus memiliki, yang pertama tentu saja ijazah dokter (yang mana untuk
mendapatkan ini aja harus bolak-balik admin kampus + biaya tetek-bengek
tentunya), kedua transkrip nilai dokter, ketiga pas foto sekian lembar dan yang
keempat bukti pembayaran dari bank terlampir. (Wualaaah kalo Cuma dibaca yah
keliatannya mudah tapi pas ngurus, beuuuh, pikirin sendiri aja deh). Nah
beruntungnya kampus tercinta membuat panitia (sebenernya panitia ini adalah
orang-orang berhati mulia yang terdiri dari para lulusan batch kelulusan UKDI terkini
yang mau menjadi sukarelawan untuk membantu kemaslahatan bersama, yaitu
mengurus SERKOM). Sebenernya SERKOM ini bisa di urus perseorangan, tapi bakal
jadi tambah ribet karena tiap orang masing-masing harus pergi ke KIDI untuk hanya
membuat SERKOM dan membuat legalisirannya, betapa tidak praktisnya hal itu.

Setelah SERKOM jadi, Its not the ending yet, kita masih harus membuat STR
INTRENSHIP, semua bukti legalisir harus di scan dan di unggah ke website KIDI,
sampai selanjutnya kita dapet kabar melalui pos atau sms bahwa STR yang kita
tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Selanjutnya kita harus mengambil STR ini di
kantor pos pusat daerah kotamadya kita, seperti yang saya lakukan saat ini.

Siang itu di rumah


Asyiiiiik STR jadi, kalo jaga-jaga (jaga klinik) bisa kali pikirku dalam hati
Tak lama beep, beep, pesan Line dari GRUP Jagain Klinik kubuka LINE ku
perlahan, dan berisi:
CITO! dibutuhkan dokter pengganti di klinik X belakang penjara
NUSAKAMBANGAN Besok. Jaga 24 jam 9 -9 besoknya, kalo kuat bisa ronde 3 hari.
THP 200-1 juta (sesuai rejeki). UD 100ribu tindakan dan penunjang beda lagi.
Hubungi Gerandong 0876XXXXXXXX.
wuiiiih, emang kalo yang namanya rejeki ga kemana.pikirku menggebu. Seketika
itu pula aku menghubungi contact person yang tertera disana.
Mulai kususun SMS dengan kata-kata ang baik untuk bapak gerandong.
Siang bapak gerandong, saya dr.A. tadi saya mendapat info dari salah seorang
teman saya bahwa bapak membutuhkan dokter jaga untuk klinik X yah pak? Saya
tertarik dengan tawaran bapak dan bisa mengisi klinik tersebut, terimakasih.
Bismillah kirim pekikku dalam hati.
TERKIRIM info dari layar handphone-ku
Beep SMS MASUK
Pasti dari bapak gerandong. Pikirku bahagia, Sambil kubuka handphone ku
perlahan.
Selamat pelanggan setia kami, dengan nomor 008987654321 anda
berkesempatan mendapatkan sebuah mobil sedan. Hubungi 08976xxxxxx untuk
keteranagn lebih lanjut atau lihat website www.acakadut**.blogspot.co.id.
Terimakasih.
Sambil menyipitkan mata aku mengetuk-ngetuk layar touchscreen handphone-ku.
TOBAT PAK! MATI GADA YANG TAU KAPAN?! balasku KESAL pada nomer yang
tertera diatas.
Beep handpone ku berbunyi kembali

SI BAPAK NARIK PULSA BELUM TOBAT JUGA? pikirku kesal, sambil membuka
handphone ku lihat dilayar.
Baik dok, saya tunggu kehadirannya. Tertera nomor berbeda dari nomor bapak
narik pulsa. Wah ini bapak Gerandooong.
Saking bahagianya aku langsung ingin membalas SMS tersebut.
Mulai ku ketik Baik pak saya akan hadir besok sms ini bagai aku kirim ke
konsulen, sangatlah sopan.
Handphone ku bergetar tak lama kemudian, terlihat di layar PESAN GAGAL
TERKIRIM, aku keluar kamar untuk mencari sinyal, khawatir akibat masalah sinyal
pesanku tidak terkirim. Setelah sampai luar aku kirim kembali pesan dan pesan
tidak terkirim kembali.
What the. Pekikku dalam hati. Langsung ku cek pulsa daaaaaan PULSA ANDA
Rp.15 terlihat dilayar.
JADI PULSA GUE DIAMBIL AMA PAPA NARIK PULSA, WHAT THE @$$^&^*(&)*_)#$
$@$@$%!
Hari ini aku JAGAAAAA YEAY! First time aku sebagai dokter umum jaga di sebuah
klinik 24 jam. Saat aku sampai di klinik terlihat plang reklame besar bertuliskan
KLINIK 24 jam Non-stop. Menerima UGD 24 jam, USG, RONTGEN, LABORATORIUM,
SPESIALIS.
Wah! Ini sih klinik gede banget ada berapa dokter yah yang berjaga? pikirku
dalam hati.
Lalu aku memasuki sebuah pintu disebelah kanan seperti tempat resepsionis, ada
seorang wanita yang duduk disana.
Ada yang bisa saya bantu mas? tanya seorang wanita disebrang sana.
Eh iya, anu saya dokter yang mau jaga jam 9 ini jawabku sedikit bingung.
oh dokter? Kenapa lewat sini dok? Baru pertama yah? Lewat UGD aja dok. Jawab
si resepsionis.
Sambil balik badan aku keluar kembali dan masuk lewat pintu bertuliskan UGD.
Sampai depan UGD ada seorang tukang parker ang sekaligus penjaga pintu UGD.
Kenapa, Mas? Sesek? Patah abis jatoh? Mau ke UGD? Tiba-tiba bapak itu nyerocos
tak berhenti.
saya Dokter, pak! Langsung ku selak ocehannya dengan nada sedikit
membanggakan diri.

Si bapak melihat ku dari atas sampai bawah seakan aku mahluk yang baru saja dia
lihat.
Masuk lewat sini saja dok!. Perintahnya sambil membukakan pintu UGD dan
mempersilahkan aku untuk masuk.