Anda di halaman 1dari 17

LBM 4 MARS SGD 10

MANAJEMEN MUTU TERPADU RS


STEP 1

TQM

: suatu konsep manajemen yang telah dikembangkan berbagai

praktek manajemen dan serta usaha meningkatkan dan pengembangan

produktifitas.
CQI
:

menekan pada proses pelayanan untuk memberikan hasil yang optimal.


QC
: suatu system alat untuk menghasilkan barang atau jasa yang

ekonomis sesuai dengan permintaan customer.


Mutu RS : suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa,

manusia proses dan lingkungan yang memenuhi melebihi harapan.


QA??

system

pelayanan

STEP 2
TQM
1. Defiinisi
2. Tujuan
3. Manfaat
4. Unsur
5. Karakteristik
6. Prinsip
7. Sasaran
8. Syarat
9. Faktor yang mempengaruhi
10.
Elemen pendukung
11.
Implementasi TQM
12.
Fase-fase TQM
13.
Aspek yang diukur

QC
1.
2.
3.
4.
5.

Definisi
Tujuan
Manfaat
Peran
Penerapan

yang

berkesinambungan

yang

6. Prinsip gugus kendali mutu

CQI
1.
2.
3.
4.

Define
Tujuan
Manfaat
Teknik

Mutu RS

1. Definisi
2. Faktor yang mempengaruhi
3. Metode
4. Syarat mutu pelayanan yang baik
QA
1. Definisi
2. Prinsip
3. Tujuan
4. Fungsi
5. Implementasi QA di RS
6. Pelaksanaan fungsi pengorganisasian QA
Penerapan QC, TQM di RS
Perbedaan QA dan QC

STEP 6
TQM
1. Defiinisi
2. Tujuan
Tujuan TQM ialah untuk memberikan produk atau jasa berkualitas yang memenuhi
kebutuhan dan kepuasan pasar konsumen berkelanjutan (sustainable satisfaction) yang
pada gilirannya akan menimbulkan pembelian berkesinambungan sehingga dapat
meningkatkan produktivitas produsen mencapai skala ekonornis dengan akibat penurunan
biaya produksi.

Menjadikan semua partisipan organisasi yaitu manajer, karyawan, dan pemasok


memiliki kepedulian yg tinggi terhadap mutu

Menjadikan semua partisipan organsiasi bersemangat tinggi untuk meningkatkan


mutu mereka masing-masing secara berkelanjutan

Menjadikan tuntutan kebutuhan customer sebagai pemacu untuk peningkatan mutu


produk dan jasa yg dihasilkan oleh organisasi

Menjadikan mutu produk dan jasa sarana utama untuk meningkatkan daya saing
organisasi

Menjadikan mutu sebagai upaya utk meningkatkan kemampuan organisasi dlama


menghasilkan aliran dana yang sustainable
Total Quality Management ; Fandi Tjiptono&Anastasia Diana ;1998

3. Manfaat
- Meningkatkan efisisensi pelayanan kesehatan
- Meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan
- Dapat lebih meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan
- Dapat melindungi pelaksana pelayanan dari gugatan hokum
4. Unsur
Terdiri dari unsure yang terdiri atas 3 bagian:
1. Unsur filosofi (filsafat, keyakinan)
2. Unsur struktural, pengorganisasian
3. Unsur spesifik profesi kesehatan

Unsur utama
Unsur utama (Goetsch dan Davis, 1994 pp 14-18):
1. Fokus pada pelanggan
Dalam TQM pelanggan internal dan eksternal merupakan drive. Pelanggan
eksternal menentekan kualitas produk atau jasa yang disampaikan kepada
mereka, pelanggan internal berperan besar dalam menentukan kualitas
manusia, proses dan lingkungan yang berhubungan dengan produk atau
jasa.
2. Obsesi terhadap kualitas
Bila suatu organisasi terobsesi dengan kualitas maka akan berprinsip good
enough is never good enough
3. Pendekatan ilmiah
Diperlukan untuk mendesain pekerjaan dan dalam proses pengambilan
keputusan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan
yang didesain tersebut.
4. Komitmen jangka panjang
Penting untuk mengadakan perubahan budaya agar penerapan TQM
dapat berjalan dengan sukses
5. Kerja sama tim (team work)
Dalam organisasi yang dikelola secara tradisional seringkali diciptakan
persaingan antar departemen yang ada dalam organisasi tersebutagar

daya saingnya terdongkrak. Tapi persaingan internal tersebut hanya


menghabiskan energi yang seharusnya dipusatkan pada upaya perbaikan
kualitas dan untuk meningkatkan daya saing eksternal. Sementara itu
dalam organisasi yang menerapkan TQM, kerjasama tim, kemitraan dan
hubungan dijalin dan dibina baik antar karyawan perusahaan maupun
dengan pemasok, lembaga2 pemerintah dan masyarakat sekitarnya.
6. Perbaikan sistem secara berkesinambungan
Hal ini agar kualitas yang dihasilkan dapat meningkat.
7. Pendidikan dan pelatihan
Setiap orang diharapkan dan didorong terus belajar. Berlaku prinsip bahwa
belajar merupakan proses yang tidak ada akhirnya dan tidak mengenal
batas usia. Sehingga dengan belajar setiap orang dalam perusahaan
dapat meningkatkan ketrampilan teknis dan keahlian profesionalnya
8. Kebebasan yang terkendali
Karyawan yang melakukan standarisasi proses dan mereka pula yang
berusaha mencari cara untuk meyakinkan setiap orang agar bersedia
mengikuti prosedur standar tersebut.
9. Kesatuan tujuan
Agar setiap usaha dapat diarahkan pada tujuan yang sama
10.Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan
Manfaatnya :
-

Akan meningkatkan kemungkinan dihasilkannya keputusan yang


baik rencana yang lebih baik atau perbaikan yang lebih efektif
karena juga mencakup pandangan dan pemikiran dari pihak2 yang
langsung berhubungan dengan situasi kerja.
- Keterlibatan karyawan juga meningkatkan rasa memiliki dan
tanggung jawab atas keputusan dengan melibatkan orang2 yang
harus melaksanakannya.
Total Quality Manajement,Fandy Tjiptono&Anastasia Diana

5. Karakteristik
1. Fokus kepada pelanggan internal dan eksternal
2. Menggunakan pendekatan pemecahan masalah secara ilmiah
3. Mengidentifikasi akar penyebab masalah untuk perbaikan
4. Menguji coba pendekatan baru dalam peningkatan mutu
5. Peningkatan berkesinambungan
6. Melibatkan semua staf dalam upaya peningkatan mutu Kerja tim
6. Prinsip
1. Customer Focus: fokus setiap usaha selalu pada konsumen.
2.Quality Leadership: kepemimpinan berkualitas tinggi.

3.Stakeholder Focus: fokus pada kepentingan semua pemegang saham, seluruh karyawan
perusahaan, pemasok, konsumen, serta. masyarakat pada umumnya.
4.Integrated Business Strategy: falsafah dan perencanaan kualitas sudah diintegrasikan
dalarn strategi bisnis.
5.Timwork. memelihara kerjasama yang baik dalam tim.
6.Empowerment: kemampuan memberikan kepercayaan dan wewenang

Munurut Hensler dan Brununell ada 4 prinsip utama dalam TQM, yaitu :
1. Kepuasan pelanggan
2. Respek terhadap setiap orang
Karyawan merupakan sumber daya organisasi yang paling bernilai. Oleh
karena itu setiap orang dalam organisasi diperlakukan dengan baik dan
diberi kesempatan untuk terlibat dan berpartisipasi dalam tim
pengambilan keputusan.
3. Manajemen berdasarkan fakta
Setiap keputusan didasarkan pada data. Ada dua konsep pokok yaitu
Prioritas : sutu konsep bahwa perbaikan tidak dapat dilakukan pada
semua aspek pada saat yang bersamaan mengingat keterbatasan sumber
daya yang ada. Sehingga dengan data dapat memfokuskan usahanya
pada situasi tertentu yang vital.
Variasi atau variabilitas kinerja manusia : dengan data dapat memprediksi
hasil dari setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan.
4. Perbaikan berkesinambungan
Konsep yang berlaku disini adalah siklus PDCA yang terdiri dari langkah2
perencanaan, pelaksanaan rencana, pemeriksaan hasil pelaksanaan
rencana dan tindakan korektif terhadap hasil yang diperoleh.
Total Quality Manajement,Fandy Tjiptono&Anastasia Diana

Prinsip pokok TQM :

berorientasi dan berfokus pada mutu dan kepuasan pelanggan

komitmen pimpinan dan partisipasi menyeluruh semua karyawan


serta kerjasama tim

pendekatan ilmiah, pendidikan dan latihan dan menyelesaikan


masalah dan mengambil keputusan

peningkatan terus-menerus dengan siklus Deming (siklus PDCA)

Perbaikan sistem manajemen


manajemen mutu pelayanan kesehatan ; Djoko Wijono

7. Sasaran
Sasaran utama : tercapainya derajat kesehatan setinggi-tingginya melalui pelayanan
kesehatan
Sasaran khusus :
Untuk menurunkan angka kematian
Untuk mnurunkan angka kesakitan
Untuk menurunkan angka kecacatan
Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan
Penggunaan obat secara rasional
Efisiensi penggunaan tempat tidur,dll
Sasaran utama dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan adalah
secara umum tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya melalui pelayanan kesehatan.
Secara khusus, sasarannya adalah :
i. Menurunkan angka kematian
ii. Menurunkan angka kesakitan (re admission rate untuk rumah sakit)
iii. Menurunkan angka kecacatan
iv. Penggunaan obat secara rasional
v. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan
vi. Efisiensi penggunaan tempat tidur, dan lain-lain.
Total Quality Manajement,Fandy Tjiptono&Anastasia Diana

8. Syarat
Perusahaan harus meningkatkan mutu
Memenuhi kebutuhan stakeholder
Punya visualisasi kedepan (laba,peningkatan kualitas)
Fokus pada proses
Ciptakan kondisi aktif bagi karyawan
Terapkan sistem rewards dan punishment

Setiap perusahaan/organisasi harus secara terus meneurus melakukan


perbaikan mutu produk dan pelayanan, sehingga dapat memuaskan para
pelanggan.
Memberikan kepuasan kepada pemilik, pemasok, karyawan dan para
pemegang saham.
Memiliki wawasan jauh kedepan dalam mencari laba dan memberikan
kepuasan.
Fokus utama ditujukan pada proses, baru menyusul hasil.
Menciptakan kondisi di mana para karyawan aktif berpartisipasi dalam
menciptakan keunggulan mutu.
elqorni.wordpress.com

9. Faktor yang mempengaruhi


o Faktor sumber daya : tenaga kerja,pembiayaan,alat2 teknologi,cara pelaksanaan
pelayanan
o Faktor interaksi/hubungan komunikasi elemen2 di dalamnya
Tinggi rendahnya mutu sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor :
1) Sumber daya rumah sakit, termasuk antara lain tenaga, pembiayaan,
sarana dan teknologi yang digunakan.
2) Interaksi kegiatan yang digerakkan melalui proses dan prosedur tertentu
dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk menghasilkan jasa
atau pelayanan.
Factor yg dapat menyebabkan kegagalan TQM :

Delegasi dan kepemimpinan yg tidak baik dari manajemen senior


Inisiatif upaya perbaikan kualitas secara berkesinambungan sepatutnya
dimulai dari pihak manajemen dimana mereka harus terlibat secara
langsung dalam pelaksanaannya. Bila tanggung jawab tsb didelegasikan
kepada pihak lain(misalnya kepada pakar yg digaji) maka peluang
terjadinya kegagalan sangat besar

Team mania
Organisasi perlu membentnuk beberapa tim yg melibatkan semua
karyawan. Untuk menunjang dan menumbuhkan kerjasama dalam tim,
paling tidak ada 2 hal yg perlu diperhatikan.
Pertama, baik penyelia maupun karyawan harus memiliki pemahaman
yg babik thd perannya masing2. Penyelia perlu mempelajari cara menjadi
pelatih yg efektif, sedangkan karyawan perlu mempelajari cara menjadi
anggota tim yg baik

Kedua , organisasi harus melakukan perubahan budaya supaya


kerjasama tim tsb dapat berhasil. Apabila kedua hal tsb dapat tidak
dilakukan sebelum pembentukan tim maka hanya akan timbul masalah,
bukannya pemecahan masalah

Proses penyebarluasan (deployment)


Seharusnya pengembangan inisiatif kualitas juga melibatkan manajer,
serikat pekerja, pemasok dan bidang produksi lainnya, karena usaha itu
meliputi pemikiran mengenai struktur, penghargaan, pengembangan
ketrampilan, pendidikan dan kesadaran

Menggunakan pendekatan yg terbatas dan dogmatis


Ada pula organisasi yg hanya menggunakan pendekatan Deming,
pendekatan Juran atau pendekatan Crosby dan hanya menerapkan
prinsip2 yg ditentukan di situ. Para pakar kualitas mendorong organisasi
untuk menyesuaikan program2 kualitas dengan kebutuhan mereka
masing2

Harapan yg terlalu berlebihan dan tidak realitis


Bila hanya mengirim karyawan untuk mengikuti suatu pelatihan selama
bbrp hari, bukan berarti telah membentuk keterampilan mereka. Masih
dibutuhkan waktu untuk mendidik, mengilhami dan membuat para
karyawan sadar akan pentingnya kualitas. Selain itu dibutuhkan waktu yg
cukup lama pula untuk mengimplementasikan perubahan2 proses baru,
bahkan seringkali perubahan tsb memakan waktu yg sangat lama utnuk
sampai terasa pengaruhnya thd peningkatan kualitas dan daya saing
perusahaan

Empowerment yg bersifat premature


Banyak perusahaan yg kurang memahami makna dari pemberian
empowerment kepada para karyawan. Mereka mengira bahwa bila
karyawan telah dilatih dan diberi wewenang baru dalam mengambil suatu
tindakan maka karyawan tsb akan dapat menjadi self-directed dan
memberikan hasil2 positif. Seringkali dalam praktik, karyawan tidak tahu
apa yg harus dikerjakan setelah suatu pekerjaan diselesaikan. Oleh karena
itu sebenarnya mereka membutuhkan sasaran dan tujuan yg jelas shg
tidak salah dalam melakukan sesuatu.
Total Quality Manajement,Fandy Tjiptono&Anastasia Diana

10.
-

Faktor yang mempengaruhi kegagalan


Delegasi dan kepeminpina yang tidak baik dari manajemen senior
Menggunakan pendekatan yang terbatas dan dogmatis
Harapan yang terlalu berlebihan dan tidak realistis

11.
12.

Elemen pendukung
Kepemimpinan
Pendidikan dan pelatihan
Struktur pendukung
Komunikasi
Pengakuan
Pengukuran
Implementasi TQM
Komitmen manajemen senior terhadap perubahan
Penilaian system perusahaan, baik secara interna ataupun eksterna
Pelembagaan focus pada pelanggan
Pelembagaan TQM dalam perencanaan strategi, keterlibatan

karyawan
13.
Fase-fase TQM
fase persiapan
o membentuk tiim
o menyusun pertanyaan visi dan prinsip sebagai pedoman
o Menyusun tujuan umum
Perencanaan
o identifikasi proyek
o komposisi tim
o pelatihan tim
pelaksanaan
o pergantian tim
o umpan balik kepada steering komite
o umpan balik dari karywan
Fase implementasi (proses)
Menurut Goetssch dan Davis, fase implementasi TQM dikelompokkan
menjadi tiga fase, yaitu fase persiapan, fase perencanaan dan fase
pelaksanaan. Masing2 fase terdiri atas beberapa langkah :
1.

fase persiapan
Terdiri atas 10 langkah yg diberi label A sampai J. Sebelum
langkah pertama dapat dimulai, syarat utama yg harus dipenuhi
adalah adanya komitmen penuh dari manajemen puncak atas
waktu dan sumber daya yg dibutuhkan
Langkah A : membentuk Total Quality Steering Committee
Eksekutif puncak menunjuk staf tedekat (bawahan langsungnya)
untuk mjd anggota steering committee. Ia sendiri menjadi
ketuanya

Langkah B : membentuk Tim


Steering committee perlu mengadakan suatu sesi pembentukan
tim sebelum memulai kegiatan TQM

Langkah C : pelatihan TQM


Steering committee membutuhkan pelatihan yg berkaitan dengan
filosofif, teknik dan alat2 TQM sebelum memulai aktivitas TQM

Langkah D : menyusun pernyataan visi dan prinsip sbg pedoman


Tujuannya adalah agar dapat menghasilkan dokumen yg singkat
dan bermakna yg
mencerminnkan harapan dan aspirasi
perusahaan

Langkah E : menyusun tujuan umum


Steering committee menyusun tujuan umum perusahaan
berdasarkan pernyataan visi yg telah ditetapkan. Tujuan ini tdd
tujuan strategis dan tujuan taktis

Langkah F : Komunikasi dan Publikasi


Eksekutif
puncak
dan
Steering
committee
perlu
mengkomunikasikan setiap informasi mengenai langkah A-C.
Semua orang dalam organisasi harus memahami visi, prinsip2 sbg
pedoman, tujuan dan TQM

Langkah G : Identifikasi kekuatan dan kelemahan


Informasi ini bermanfaat sbg pedoman dalam melaksanakan
pendekatan terbaik dalam implementasi TQM, juga berguna dalam
menyoroti kekurangan2 yg harus diperbaiki

Langkah H : Identifikasi pendukung dan penolak

Biasanya dilaksanakan
sesudahnya

bersamaan

dengan

langkah

atau

Langkah I : memperkirakan sikap karyawan


Dengan bantuan personalia atau konsultan luar, steering
commitee perlu berusaha memperkirakan sikap karyawan pada
saat ini.

Langkah J : Mengukur kepuasan pelanggan


Steering committee perlu berusaha mendapatkan umpan balik
objektif dari para pelanggan guna menentukan tingkat kepuasan
mereka.

2.

fase perencanaan
Langkah K : Merencanakan Pendekatan Implementasi kemuadian
Menggunakan Siklus Plan/Do/Check/Adjust
Langkah ini dapat dimulai berbarengan dengan langkah G atau
sesudahnya. Pada langkah ini Steering committee merencanakan
implementasi TQM. Langkah ini bersifat ters menerus karena pada
saat proyek berlangsung, informasi2 umpan balik akan
dikembalikan pada langkah ini untuk melakukan perbaikan,
penyesuaian dsb

Langkah L : Identifikasi Proyek


Steering committee bertanggung jawab untuk memilih proyek
awal TQM yg didasarkan pada kekuatan dan kelemahan
perusahaan, personil yg terlibat, visi dan tujuan dan kemungkinan
suksesnya

Langkah M : Komposisi Tim

Sbgn besar tim bersifat fungsional silang yg tdd wakil2 dari


berbagai departemen atau disiplin ilmu sesuai dengan yg
ditangani

Langkah N : Pelatihan Tim


Sebelum tim yg baru terbentuk melaksanakan tugasnya, mereka
harus dilatih terlebih dahulu. Pelatihan yg diberikan harus
mencakup dasar2 TQM dan alat2 yg sesuai dengan proyek yg
ditanganai

3.

fase pelaksanaan
Langkah P : Penggiatan Tim
Masing2 tim mengerjakan proyeknya dengan mengunakan siklus
PDCA sbg model TQM

Langkah Q : Umpan balik kepada Steering Commitee


Tim proyek memberikan informasi umpan balik kepada steering
commitee mengenai kemajuan dan hasil2 yg dicapai. Umpan balik
tasb akan digunakan untuk menentukan apakah perlu dilakukan
penyesuaian atau perubahan

Langkah R : Umpan balik dari pelanggan


Tim proyek khusus disebarkan untuk mengumpulkan informasi
umpan balik dari pelanggan eksternal mapun internal. Survei
formal pelanggan eksternal perlu dilaksanakan setiap tahun.
Kepuasan pelanggan internal thd suatu proses juga perlu dipantau
terus

Langkah S : Umpan balik dari Karyawan


Tim proyek khusus lainnya secara periodic memantau sikap dan
kepuasan karyawan

Langkah T : memodifikasi infrastruktur


Umpan balik yg diperoleh dari langkah Q, R dan S (dari tim proyek,
pelanggan dan karyawan) akan dijadikan dasar oleh steering
committee untuk melakukan perubahan yg diperlukan dalam
infrastruktur perusahaan
Total Quality Manajement,Fandy Tjiptono&Anastasia Diana

14.
15.

Aspek yang diukur


Standarisasi
1. standar persyaratan minimal, terdiri dari :
standar masukan

unsur
masukan
yang
diperlukan
untuk
dapat
menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu, antara
lain :

a. jenis, jumlah, dan kualifikasi tenaga pelaksana


b. jenis, jumlah, dan spesifikasi sarana
c. jumlah dana (modal)
standar lingkungan
unsur
lingkungan
yang
diperlukan
untuk
dapat
menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu yaitu
garis-garis besar kebijakan, pola organisasi, dan sistem
manajemen yang harus dipatuhi oleh setiap pelaksana
pelayanan kesehatan
standar proses
unsur proses yang diperlukan untuk dapat menyelenggarakan
pelayanan kesehatan yang bermutu yaitu tindakan medis dan
non medis pelayanan kesehatan.

2. standar penampilan minimal


adalah penampilan pelayanan kesehatan yang masih dapat
diterima, atau untuk mengetahui apakah mutu pelayanan
kesehatan yang diselenggarakan masih dalam batas-batas yang
wajar atau tidak.
diukur dengan indikator yaitu :

indikator masukan
indikator proses
indikator lingkungan

indikator keluaran
elqorni.wordpress.com

16.

Penerapan di RS
1) Program Quality Assurance/Quality Improvement
Pada umumnya yang telah dilaksanakan adalah case review, menilai
atau me-review mutu dan kelayakan pemberian pelayanan kepada
pasien. Kegiatan ini terutama telah dilakukan di rumah sakit pendidikan.
Misalnya review kasus bedah, review penggunaan obat, dan lain-lain.
2) Manajemen Mutu Terpadu (TQM)
TQM merupakan suatu sistem manajemen yang melibatkan seluruh
lapisan organisasi dalam mengendalikan dan meningkatkan mutu secara
terpadu. Falsafah dasar TQM adalah perbaikan terus menerus. Perbaikan
terus menerus akan terjadi kalau setiap orang melakukan usaha secara
terus menerus dalam memecahkan masalah yang timbul. Walaupun
manajemen mutu terpadu tersebut Iebih cocok untuk perusahaan
manufaktur, namun ada rumah sakit yang pernah melaksanakan TQM
ini.
3) Gugus Kendali Mutu (GKM)
Merupakan salah satu bentuk penerapan falsafah dasar manajemen
mutu terpadu yaitu melakukan perbaikan terus-menerus. Namun
berlainan dengan TQM, dalam GKM masalah yang dibahas adalah
masalah-masalah yang dihadapi sehari-hari dalam bekerja di tingkat
pelaksana atau operator. Kegiatan GKM ini telah dilaksanakan di
beberapa rumah sakit yang akan dikonversikan menjadi rumah sakit unit
swadana yaitu RS Pasar Rebo, RS Tegalyoso, dan lain-lain. .
4) Program-program khusus
Program khusus ini dilaksanakan di rumah sakit sesuai dengan
kebutuhannya. Misalnya : Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya telah
melaksanakan
pengendalian
infeksi
nosokomial,
RS
Husada
melaksanakan pengukuran derajat kepuasan pasien.
5) Pengembangan standar profesi
Penyusunan dan evaluasi terus menerus standar profesi di rumah sakit.
Total Quality Manajement,Fandy Tjiptono&Anastasia Diana

QC
1. Definisi
suatu system alat untuk menghasilkan barang atau jasa yang
ekonomis sesuai dengan permintaan customer.

2. Tujuan
- untuk menyediakan produk dan pelayanan yg memuaskan permintaan costumer dan
mendapatkan kepercayaan custumer
untuk menyetir perusahaan kearah keuntungan yg lebih besar melalui pengukuran2

seperti perbaikan prosedur kerja, mengecilkan kecacatan, mengurangi pembiayaan


dan memenuhi pesanan yg lebih menguntungkan
untuk menyediakan produk dan pelayanan yg memuaskan permintaan
costumer dan mendapatkan kepercayaan custumer
untuk menyetir perusahaan kearah keuntungan yg lebih besar melalui
pengukuran2 seperti perbaikan prosedur kerja, mengecilkan kecacatan,
mengurangi
pembiayaan
dan
memenuhi
pesanan
yg
lebih
menguntungkan
membantu pekerja memenuhi potensi mereka untuk mencapai tujuan
perusahaan dengan tekanan khusu pada area seperti penyebaran
kebijaksanaan dan kegiatan sukarela
Manajemen RS, dr Suparto

3. Peran
membantu mengatasi masalah kesalahan produk diseluruh bagian yg terlibat. Masalahnya
adalah realibility, penampilan, kemampuan pelayanan, kesesuaian atau banyak factor dari
pelanggan
4. Penerapan
1.
1.
2.
3.

pelatihan

pendidikan

dan

Untuk pemahaman
ttg TQC

memantapkan
standar2 dlm kegiatan QA

Menjaga mutu / konsistensi mutu


tetap tinggi

penerapan konsep
PDCA / proses quality control
story
4.
Penerapan
manajemen by policy
5.
Penggunaan
metode pemecahan masalah
dan statistic (antara lain : the
seven tools of TQC)
6.
kegiatan
gugus
kendali mutu

selengkapnya

Siklus
control-peningkatan
pemeliharaan terus-menerus

dan

Komitmen dan penyebaran


Cara sistematik dan ilmiah dalam
peningkatan mutu
Keterlibatan
atau
kepesertaan
semua petugas khususnya lini
depan dalam peningkatan mutu

manajemen mutu pelayanan kesehatan ; Djoko Wijono

5. Prinsip gugus kendali mutu


- Merupakan kegiatan kelompok buakn individu
- Masalah yang dibahas adalah masalah pekerjaan yang nyata ada di
-

tempat kerja
Terkendali, jangan

persoalan yang sama dan terulang terjadi


Perbaikan kerja

CQI

sampai

menyelesaikan

atau

membahan

1. Definisi
system pelayanan yang berkesinambungan yang menekan pada
proses pelayanan untuk memberikan hasil yang optimal.
2. Tujuan
a. Tujuan antara : keketahuannya mutu pelayanan
b. Tujuan akhir : makin meningkatnya mutu pelayanan
3. Manfaat
- Dapat lebih meningkatkan efektifitas pelayanan kesehatan
- Lbh meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan
- Dapat lebih meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap
-

pelayanan kesehatan
Dapat melindungi pelaksanaan

pelayanan

dari

kemungkinan

munculnya gugatan hukum


4. Teknik
Menyesuaikan permintaan mutu yang memuaskan
Perkembangan
Proses perbaikan yang sesungguhnya

Mutu RS

1. Definisi
suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa,
manusia proses dan lingkungan yang memenuhi melebihi harapan.
2. Faktor yang mempengaruhi
a. Man
b. Money
c. Methode
d. Machine
e. Motivation
f. Markets
g. Managemen
3. Metode
Peningkatan sumber daya

Reorganisasi
Penguatan atau pemantapan manajemen
Standar dan pedoman
Pemberdayaan pasien dan haknya
dll
4. Syarat mutu pelayanan yang baik
- Pasien mendapat pelayan yang cepat
- Diagnose dan terapi yang tepat
- Keramahtamhan yang cukup
- Pelayanan apotek yang cepat dan biaya yang terjangkau
- Sistem administrasi yang tidak berbelit-belit
QA
1. Definisi
Menjamin kualitas mutu suatu produk (jasa pelayanan) sedemikian
rupa sehingga pelanggan (pasien) dapat membeli, mendapatkan
dengan penuh keyakinan dan mempergunakannya untuk waktu yang
lama dengan keyakinan dan kepuasan.
2. Prinsip
3. Tujuan
4. Fungsi
5. Implementasi QA di RS
Pelaksanaan fungsi pengorganisasian QA

STEP 4