Anda di halaman 1dari 50

ABSORPSI

DOMESTIK DAN
PEREKONOMIAN
TERBUKA

DASAR PENGERTIAN:
KURVA ABSORPSI DOMESTIK:
Kurva yang menunjukkan hubungan antara harga barangbarang domestik dengan keluaran rial yang menjamin
adanya keseimbangan di pasar barang dan keseimbangan
neraca transaksi berjalan (Current Account).
Kurva ini sepintas berkaitan dengan kurva neraca
pembayaran, karena pada dasarnya kita dapat menurunkan
kurva absorpsi domestik ini dari kurva neraca pembayaran
jika kurva neraca pembayaran dianggap hanya terdiri dari
neraca transaksi berjalan.
Kurva necara pembayaran adalah kurva yang menunjukkan
hubungan antara tingkat bunga dengan pendapatan atau
keluaran rial yang menjamin keseimbangan necara
pembayaran.

Dalam model ekonomi makro agregatif terbuka, paling


sedikit dikenal adanya dua macam barang, yaitu barangbarang domestik (domestic good) dan barang-barang dari
luar negeri (foreign good).
Dengan demikian, kita perlu membedakan dua konsep
dasar permintaan agregatif, yaitu permintaan agregatif itu
sendiri dan absorpsi domestik (domestic absorption) atau
pengeluaran total masyarakat (total expenditure).
Konsep pertama, berkaitan dengan permintaan baik oleh
masyarakat dalam negeri maupun luar negeri akan barangbarang domestik

Konsep kedua, berkaitan dengan permintaan masyarakat


dalam negeri akan barang-barang domestik dan barangbarang luar negeri (barang-barang impor).

Tujuan Mempelajari Absorpsi Domestik:


a. Untuk mengetahui keseimbangan ekonomi makro
agregatif dalam jangka pendek dan panjang yang
memenuhi empat pasar yaitu; pasar barang, pasar
uang, pasar tenaga kerja dan pasar luar negeri.
b. Untuk mengetahui komponen dan pengaruhnya
terhadap perilaku permintaan agregatif dan
absorpsi domestik.
c. Untuk mengetahui bagaimana kebijakan ekonomi
baik di dalam negeri maupun luar negeri terhadap
besaran ekonomi tersebut.

PENURUNAN KURVA ABSORPSI


DOMESTIK
Absorpsi Domestik Nominal yaitu: permintaan
nominal masyarakat akan barang-barang domestik dan
barang-barang impor, atau dapat ditulis sebagai berikut.
n
D

n
d

n
i

.. (1.1)

Absorpsi Domestik Riil; yaitu diperoleh dari persamaan


(1.1) dengan cara mendeflasikannya dengan indeks harga
yang berbeda pula.
n
n
n

ad

AD
pa

yd

Yd
pd

Memo: Pd = indeks harga dalam negeri


Pm = indek harga luar negeri
Pa = Pd + (1- )Pm = Indek harga agregatif

mi

Mi
pm

Di mana:

besaran menunjukkan besarnya pengaruh harga dalam


negeri terhadap indeks harga umum (Pa), dan (1- ) atau
merupakan besarnya pengaruh harga luar negeri terhadap Pa

Jika Yd (barang domestik) terdiri dari Yp (masyarakat) dan g


(pemerintah) , sedangkan Mi masih dalam perdebatan.
Artinya Mi untuk negara maju hanya terdiri dari permintaaan
masyarakat saja (bukan termasuk pemerintah) akan barangbarang luar negeri. Karena pemerintah negara maju dianggap
hanya mengkonsumsi barang dalam negeri saja. Namun,
untuk negara kecil, kasus Mi ini masih perlu dipertanyakan.
Selanjutnya, jika Mi dianggap hanya terdiri dari permintaan
masyarakat saja, maka dapat dijabarkan sebagai berikut.

ad . pa
atau :

menjadi:

ad
ad

pd . y d
pd
. yd
pa
pd
.y p
pa

pm .mi

. (1.2a)

pm
.mi
pa

pm
.m p
pa

pd
.g
pa

(12b)

(1.3)

Dari persamaan (1.3) dapat diketahui absorpsi riil masyarakat:

ap

pd
.y p
pa

pm
.m p
pa

(1.4)

Di mana: mp adalah impor riil oleh masyarakat maka ap adalah


absorpsi riil masyarakat

Memo: dengan memanfaatkan persamaan (1.4) maka persamaan


absorpsi domestik (1.3) dapat ditulis kembali menjadi sbb.

ad

pd
.y p
pa

pm
.m p
pa

(1.5).

Di sisi lain, jika kasus negara kecil, di mana mi terdiri dari


permintaan masyarakat dan pemerintah akan barang-barang luar
negeri (impor), maka persamaan (1.2) dapat ditulis menjadi sbb.

ad

pd
.y p
pa

pm
.m p
pa

pm
.mg
pa

Di mana: mg adalah impor riil pemerintah

pd
.g
pa

(1.6)

Jika: Absorpsi riil masyarakat (ap) adalah:

ap

pd
.y p
pa

pm
.m p
pa

dan Absorpsi riil pemerintah (ag) adalah:

ag

pm
.m g
pa

pd
.g
pa

Jadi absorpsi domistik adalah absorpsi sektor swasta


dan absorpsi pemerintah yaitu:

ad

ap

ag

..(1.7)

ABSORPSI RIIL MASYARAKAT


Memo:

Absorpsi riil masyarakat terdiri dari

yp dan mp

yp terdiri dari permintaan konsumsi riil (C) dan


investasi riil (I)
Pada perekonomian terbuka, diasumsikan bahwa
absorpsi riil masyarakat (ap) dipengaruhi oleh tingkat
keluaran (output) riil (y), tingkat bunga dalam negeri
(rd), serta nisbah antara harga dalam negeri dan luar
negeri (Pd/Pm) atau yang lebih dikenal sebagai terms
of trade)

Absorpsi riil masyarakat dapat ditulis kembali


sbb.

pd
ap y, rd ,
pm

ap

.. (1.8)

Di mana:
Tingkat keluaran riil mempunyai pengaruh positip terhadap ap,
dengan batasan pada nilai hasrat batas untuk mengkonsumsi
(marginal propensity to absorb = MPA) sbb.

ap
y

. (MPA)

Suku bunga dalam negeri mempunyai pengaruh negatip


terhadap ap. Karena, suatu kenaikan atau penurunan suku
bunga akan mengakibatkan penurunan atau kenaikan
permintaan invstasi, ceteris paribus pada batasan. ap/ rd<0.

Sedangkan, hubungan antara ap dengan Pd/Pa dapat


diamati dan dijabarkan dengan komponenkomponennya sebagai berikut.

yp
mp

yp
mp

Dengan batasan sbb.

yp
ap

0;

mp
ap

pd
ap ,
pm
pd
ap ,
pm

dan

Di mana Pd/Pm adalah harga relatif

.(1.9)

..(1.10)

yp

mp

ap

ap

Di mana:

yp
ap
mp
ap

Hasrat marginal untuk membeli


barang-barang domestik
(Marginal Propensity to Spend on
Domestic Goods)

Hasrat marginal untuk membeli


barang-barang impor (Marginal
Propensity to Spend on Imports)

ABSORPSI RIIL SEKTOR PEMERINTAH


Memo: Pada umumnya, sektor pemerintah dianggap
sebagai variabel eksogen. Akan tetapi, untuk
kasus negara kecil dengan sistem perekonomian
terbuka, kita dapat mendiskripsikan absorpsi riil
dari sektor pemerintah sbb.

ag

pm
.mg
pa

pd
.g
pa

ag

pm
pd
.mg a p
pa
pm

pd
.g
pm

ISTIRAHAT DULU YA
1. Coba jelaskan bagaimana pengaruh
kebijakan moneter terhadap kurva
absorpsi domestik?
2. Bagaimana pengaruh perubahan tingkat
bunga sebagai akibat kenaikan harga
barang-barang domestik terhadap kurva
absorpsi domestik?
3. Bagaimana pengaruh kenaikan harga luar
negeri terhadap kurva absorpsi domestik?

KESEIMBANGAN AGREGATIF
MAKRO EKONOMI TERBUKA
Permintaan Agregatif
Keseimbangan Pasar Barang dengan
Pendekatan Kurva IS
Keseimbangan Pasar Uang dengan
Pendekatan Kurva LM

Penawaran Agregatif
Keseimbangan Pasar Tenaga Kerja

Permintaan Agregatif Pada


Perekonomian Terbuka
Memo: Permintaan agregatif nominal (ZD) adalah jumlah
permintaan masyarakat dalam negeri akan barang-barang
domestik (Yd) dan permintaan masyarakat luar negeri akan
barang-barang domestik (Xn).atau ZD = Yd + Xn. ..(1.11)
Dimana: Yd adalah sama dengan permintaan agregatif pada
perekonomian tertutup.
Jadi: Permintaan agregatif riil dapat diperoleh dengan cara
membagi variabel-variabel dalam permintaan agregatif
nominal dengan harga dalam negeri (Pd).

ZD
pd

Yd
pd

Xn
pd

Di mana x adalah ekspor riil

zD

yd

(1.12)

Ingat: Sebelumnya kita sudah mengetahui absorpsi domestik


untuk kasus umum (negara besar) pada persamaan (1.5)
dan kasus kusus (negara kecil), persamaan (1.6) di atas.

ad

ad

pd
.y p
pa

pd
.y p
pa

pm
.m p
pa

pm
.m p
pa

pm
.mg
pa

(1.5)

pd
.g
pa

(1.6)

Catatan untuk dingat:: Dalam ekonomi makro, pada umumnya


tidak dibedakan atara yd atau AD dan ad. Penjelasan mengenai
absorpsi domestik yang dimaksud adalah untuk membedakan
permintaan agregatif pada perekonomian tertutup dan terbuka
pada dasarnya adalah berbeda.
Selanjutnya, disini diasumsikan absorpsi riil sektor masyarakat (e)
adalah: barang konsumsi (C) dan Investasi (I) yang diasumsikan
dipengaruhi oleh tingkat pengeluaran riil (y) dan suku bunga (rd)

KESEIMBANGAN PASAR BARANG PENDEKATAN IS


PADA PEREKONOMIAN TERBUKA
Keseimbangan di pasar barang domestik terjadi jika
permintaan agregatif riil (zD) sama dengan keluaran
domestik riil (y) atau dapat ditulis sbb.

zD

pd
y y p e,
pm

y
pd
yw
pm

yp
g

g x
pd
y y p y, rd ,
pm

pd
x yw ,
pm

Jika kondisi keseimbangan di pasar barang dapat dinyatakan


dengan menggunakan absorpsi agregatif, maka dapat ditulis sbb.

pa
a
pd

pm
m x
pd

pd y pa a pd x pm m

Di mana yw = pendapatan riil masyarakat dunia

Jadi: Keluaran domestik sama dengan keseimbangan


nilai absorpsi domestik (Pa.a) ditambah neraca
perdagangan (Pd.x Pm.m).

pd . y

pa .a

pd . x

pm .m

Jika digunakan persamaan Perilaku IS:

pa
e
pd

pm
m
pd

g
. (1.13)

atau dapat ditulis sbb.

pa
e y, rd
pd

pm
pd
m e,
pd
pm

pd
x yw ,
pm

.(1.14)

Ingat: Agar lebih mudah ditafsir, maka dari persamaan (1.14) kita
asumsikan: Pm, Pd, g, dan yw adalah tetap, sehingga kita
masih tetap dapat menurunkan kurva IS pada
perekonomian terbuka sbb.

rd

Memo: Kurva IS bergradien negatif karena


adanya kenaikan suku bunga rd akan
menurunkan absorpsi domestik dan
permintaan riil akan barang-barang
domestik. Akibatnya, untuk tetap dapat
menjaga keseimbangan dipasar barang,
maka keluaran riil harus diturunkan.

IS = (Pd, Pm, g, Yw)


0

Gambar: Kurva IS Pada Perekonomian Terbuka

Perubahan Kurva IS Pada


Perekonomian Terbuka

Adanya kenaikan pendapatan riil masyarakat dunia (yw), akan


menggeser kurva IS ke kanan. Karena, adanya kenaikan yw,
mengakibatkan kenaikan ekspor riil, dan untuk suku bunga
tertentu, maka kenaikan tersebut akan menyebabkan kenaikan
keluaran riil agar keseimbangan di pasar barang domestik tetap
dapat dipertahankan.

Demikian halnya jika ada penurunan harga barang-barang


domestik, atau kenaikan harga barang-barang impor, maka
akan menggeser kurva IS ke kanan. Hal ini disebabkan karena
adanya penurunan Pd akan menaikan ekspor dan permintaan
domestik riil.

rd

IS2 (Pd, g, x)

IS0 (Pd)
0

IS1 (Pd, g)
y

Gambar: Kurva IS Perekonomian tertutup dan terbuka

Memo: Kurva IS0 dan IS1 adalah kurva IS pada perekonomian


tertutup dan kurva IS2 adalah IS pada perekonomian
terbuka, di mana kurva IS2 nampak semakin jauh dari titik
nol jika dibanding IS pada perekonomian tertutup.

KESEIMBANGAN PASAR UANG PENDEKATAN LM


PADA PEREKONOMIAN TERBUKA
Permintaan uang: L= M =

(y, rd)

Penawaran uang: MS = Mn = kD + kL
Di mana:
L = M = Likuidity of money
y = pendapatan riil masyarakat

rd = tingkat suku bunga


MS = Mn adalah jumlah uang beredar (uang beredar nominal)

kD = kredit yg dikembangkan di dalam negeri (kredit non bank)


kL = kredit dari luar negeri (cadangan devisa bersih)

Memo: masuknya sektor luar negeri dalam perekonomian terbuka


akan nampak pula pada tingkat harga yang digunakan
untuk mendeflasikan uang beredar. Karena itu, disini JUB
riil (M) perlu dideflasikan dengan harga (Pa).
n

M
Pa

Pa

Pd (1

) Pm

Jika mengingat uang beredar juga dipengaruhi oleh reserve


money (RM) atau uang cadangan, maka: M = M (RM).

Jadi keseimbangan di pasar uang (persamaan LM)


adalah: L = M atau dapat ditulis: L(y, rd, ) = M
Jika dikaitkan dengan uang cadangan, maka
persamaan LM dapat diperoleh menjadi:

L = L(y, rd) M(RM)

rd

LM = (M, Pa)

Kurva LM bergradien positip. Karena,


adanya kenaikan suku bunga dalam
negeri (rd) akan menurunkan permintaan
uang riil, dan untuk dapat tetap menjaga
keseimbangan di pasar uang, maka
pendapatan atau keluaran riil (y) harus
dinaikan.

0
Gambar: Kurva LM Perekonomian Terbuka

PENURUNAN KURVA PERMINTAAN


AGREGATIF PEREKONOMIAN TERBUKA
Cirinya:
1) Dalam sistem perekonomian diasumsikan sudah
dikenal dua barang yaitu; barang ekspor dan impor.
2)Dikenal satu macam indeks harga agregat barang
domestik yaitu Pa. Di mana Pa merupakan harga
penyesuaian dari Pd dan Pm. Indeks harga agregatnya
yaitu: Pa = Pd + (1- )Pm atau Pa = Pd + Pm.
3) Dalam perekonomian tertutup, hanya dikenal 1 barang atau Pa
= Pd dan = 1. Dalam Perekonomian terbuka, < 1, ini berarti
adanya perubahan harga dalam negeri (Pd) akan memberikan
pengaruh lebih bersar terhadap besaran ekonomi dalam sistem
perekonomian tertutup daripada dalam sistem perekonomian
terbuka. Sebaliknya.

4)Semakin besar efek subtitusi (atau semakin besar


elastisitas harga ekspor dan impor), maka akan
semakin datar kurva permintaan agregatif. Karena,
semakin besar substitusinya maka adanya kenaikan
harga dalam negeri akan mengakibatkan semakin
besar kurva IS begeser ke kiri.
5) Dari kurva ini, kita tidak dapat menjelas secara apriori
ke arah mana suku bunga dalam negeri bergeser
ketika perekonomian bergerak atau berubah
sepanjang kurva permintaan agregatif.

6) Kadang kita juga menghadapi situasi yang berbeda


dengan ciri nomor lima,yaitu tergantung dari efek
subsitusi dari perubahan harga Pd dan variabel
lainnya yang mampu merubah besarnya gradien.

LM1 (M0, Pd1) LM0 (M0, Pd0)

rd
rd1
rd0
rd2

Coba Hayooh
Bagaimana Penjelasan?

E1
E0
F

IS0 (yw0, g0, Pd0, Pm0)


IS1( yw0, g0, Pd1, Pm0)

0 y
2 y1

Pd
Pd1

IS2( yw0, g0, Pd1, Pm1)

y0

y
Penjelasan: Ingat Materi Makro 1.

E1

Pd0

E0
AD1

0 y y
2
1

AD0

y0

Keseimbangan awal terjadi di titik E0.


Selajutnya, jika harga naik dari Pd0 ke
Pd1, maka kurva IS dan LM bergeser
ke kiri. Keseimbangan baru terjadi di
titik E1. Akhirnya kurva permintaan
agregatif yang mempunyai gradien
negatif dapat kita turunkan.

PENGARUH PERUBAHAN TINGKAT BUNGA SEBAGAI


AKIBAT KENAIKAN HARGA BARANG-BARANG DOMESTIK
TERHADAP ABSORPSI DOMESTIK
Memo: Seperti dalam analisis sebelumnya, kita dapat melihat
pengaruh harga terhadap tingkat bunga dalam negeri
melalui analisis IS-LM. Namun demikian, kita tak dapat
mengetahui dengan jelas (apriori), ke arah mana
perubahan tingkat bunga sebagai akibat kenaikan
harga barang-barang domestik.
Hal ini disebabkan karena adanya kenaikan harga domestik
mengakibatkan kurva IS bergeser ke bawah dan LM bergeser
ke atas, (lihat contoh di atas dan lihat gambar di bawah ini).
Jika pergeseran kurva IS ke bawah relatif lebih kecil daripada
pergeseran kurva LM, maka adanya kenaikan harga tersebut
mengakibatkan kenaikan tingkat bunga.

rd
rd1
rd0
rd2

Pa
.a r
p
Pd
Pa
y
1
ap
.
Pd

LM1 (M0, Pd1) LM0 (M0, Pd0)

E1
E0
F

IS0 (yw0, g0, Pd0, Pm0)


IS1( yw0, g0, Pd1, Pm0)

0 y
2 y1

Pd
Pd1

IS2( yw0, g0, Pd1, Pm1)

y0

E1

E0

Pd0

0 y y
2
1

AD2

AD1

y0

AD0

rd

0; jika : a

r
p

Asumsi: Efek substitusi adalah


lemah; adanya kenaikan harga
domestik akan mengakibatkan
kenaikan tingkat bunga dan
menurunkan absorpsi domestik
masyarakat.

PENGARUH KEBIJAKAN FISKAL TERHADAP PERGESERAN


KURVA PERMINTAAN AGREGATIF
rd
E1

rd1
rd0

LM0

E0
IS1 (Pd0, g1)
IS0 (Pd0, g0)

0
Pd

Pd0

y0

E0

y1

E1
AD1 (g1)
AD0 (g0)

y0

y1

PENGARUH KENAIKAN HARGA IMPOR TERHADAP


PERGESERAN KURVA PERMINTAAN AGREGATIF
rd
E1
rd1
rd0

LM1(PM1, Pd0)
LM0 (PM0, Pd0)

E0
IS1 (Pd0, PM1)
IS0 (Pd0,

0
Pd

Pd0

y0

E0

y1

PM

0)

y0

E1

y1

Asumsi kasus gambar ini


adalah efek substitusi
lebih besar daripada efek
absorpsi.
Efek dari terms of trade
atau (Pd/Pm)

AD1 (PM1)
AD0 (PM0)

PM1 > PM0

Jika kasus efek substitusi


lebih kecil daripada efek
absorpsi, maka kurva
permintaan akan bergeser
ke kiri. (Lihat contoh diatas)

Penawaran Agregatif Pada


Perekonomian Terbuka
Memo: Pada prinsipnya penawaran agregat untuk
perekonomian terbuka sama dengan penawaran
agregat pada perekonomian tertutup. Bedanya
produsennya dalam perekonomian terbuka lebih
luas (produsen dalam negeri dan luar negeri).
Keseimbangan di pasar tenaga kerja juga sama yakni terjadi
ketika permintaan tenaga kerja sama dengan penawaran
tenaga kerja atau pada ND = NS. .
Keseimbangan
Pasar Tenaga Kerja

ND

W
Pd

W Pd
Ns
.
Pd Pa

NS(Pd/Pa)

ND

NS(Pd/Pa)

ND

PENURUNAN FUNGSI DAN KURVA


PENAWARAN AGREGATIF
Memo: Disamping, diketahui fungsi pasar tenaga kerja,
untuk memperoleh fungsi dan kurva penawaran
agregatif, perlu diketahui pula fungsi produksi (jangka
pendek) dengan asumsi stok modal (K ) adalah tetap.

As

As

ys N , K

Substitusikan

atau dapat ditulis:

As

As

*
a

y s N Pd , P , K
*
d

y s N Pd , P

y s Pd ,

*
d

*
m

P ,K

*
m

P ,K

As = As ( Pd*, + PM*)

Pd
F

Pd1
Pd0

ys0

ys1

Gambar: Kurva Penawaran Agregatif Perekonomian Terbuka

Contoh: Pergeseran kurva penawaran agregatif ke kiri atas


dapat disebabkan oleh:
Pengaruh perubahan harga pengharapan (Pa*) naik akan
mengakibatkan kurva penawaran agregatif ke atas

Pengaruh kebijakan fiskal (misal mengenakan pajak


pendapatan terhadap pekerja atau karyawan.
Pengaruh perubahan dasar tukar (terms of trade)
Contoh: Pergeseran kurva penawaran agregatif ke kanan
bawah dapat disebabkan oleh:
Pengaruh

devaluasi

Perubahan harga pengharapan (Pa*) turun


Subsidi, dll

Keseimbangan Agregatif
Pada Perekonomian Terbuka
Cirinya: Ada 3 komponen secara simultan yang harus
dipenuhi yaitu:
Pasar barang dan pasar uang harus seimbang yang
tercermin dalam IS-LM dan selanjutnya tercermin pada
permintaan agregatif.
Tingkat harga yang diharapkan (Pa*) harus sama
dengan tingkat harga yang diamati
Neraca perdagangan yang sedang berjalan harus
seimbang. Pada kasus ini hanya dicerminkan oleh
keseimbangan antara ekspor dan impor (dengan
asumsi tidak ada aliran kapital.

KASUS PERBEDAAN ABSORPSI


DOMESTIK DENGAN AGREGAT DEMAND
Ada 2 kasus kemungkinan yang dapat terjadi yaitu kasus
normal dan kasus tidak normal.

1. Kasus normal terjadi jika gradien kurva absorpsi domestik


lebih besar daripada gradien kurva permintaan agregatif.
Hal ini terjadi karena tingkat substitusi antara barang
domestik dengan barang impor cukup besar atau indeks
(Pd/Pm) cukup besar.
Artinya, semakin besar tingkat substitusi Pd/Pm, akan
semakin mendatar bentuk kurva permintaan
agregatifnya.
Jika semakin besar tingkat kemampuan substitusi antara
kedua barang tersebut, maka semakin vertikal kurva
absorpsi domestiknya.

2. Kasus kedua yang tidak normal;


Jika gadien kurva absorpsi domestik lebih kecil daripada
gradien kurva permintaan agregatif.
Hal ini terjadi karena jika tingkat substitusi antara barangbarang domestik dan barang-barang impor relatif kecil.
Kurva permintaan agregatif semakin vertikal sedangkan
kurva absorpsi domestik semakin mendatar.

Pd

Kasus
Normal

ad
0

Pd

AD
y

Kasus Tidak
Normal

AD

ad
y

Pd

CA

yD

AS
Defisit
E

Pd E
ys
0

AD
yE

ad
yF

Keseimbangan agregatif perekonomian terbuka jangka pendek

Ket: Pada tingkat harga Pd E : absorpsi domestik (ad) lebih


besar daripada permintaan agregatif (AD), sehingga terjadi defisit
neraca perdagangan (current account) sebesar EF atau YE-YF.

Kasus Normal
CA

Pd

AS

yD

Pd E

AD

ys
0

ad
yE =yF

Keseimbangan agregatif perekonomian terbuka jangka panjang

Pada titik E terjadi keseimbangan jangka panjang.Artinya


terjadi keseimbangan permintaan (AD) dan penawaran (AS)
serta current accaount (CA) atau absorpsi domestik (ad).

Kasus Normal
CA

Pd

AS

yD

Pd1

Defisit

Pd E

AD1

ys

AD0

ad1

yG

ad0
0

yE

yF

Keseimbangan ekonomi makro pengaruh kebijakan moneter ekspansif

Keseimbangan awal di titik E. Dampak JUB naik kurva


absorpsi domestik (ad), dan kurva agregat demand (AD)
bergeser ke kanan, sehingga keseimbangan baru agregatif
bergeser dari titik E ke titik F serta defisit sebesar FG.

Kasus Normal
Pd

CA

AS1
AS0

PdH
yD

PdF

F
E

Pd E

AD2
AD1

ys
ad0
0

ad1

AD0

yE yF
Pengaruh kenaikan harga impor jangka panjang

Harga impor naik dari PdE ke PdF, berdampak pada keluaran riil
naik (yE-yF) dan surplus neraca perdagangan (CA) sebesar
(yEYF). Selanjutnya JUB ikut naik dan mendorong yd dan ad ke
kanan. Akhirnya, Pm naik, berdampak AS0 bergeser ke AS1.

PENGARUH EKSPANSI MONETER TERHADAP


NECARA TRANSAKSI BERJALAN
Asmusi:

Kurva permintaan agregatif dan absorpsi domestik kasus yang


normal. Dengan kata lain, kurva permintaan agregatif lebih mendatar
daripada kurva absorpsi domestik.
Adanya ekspansi moneter mengakibatkan kurv permintaan agregatif
dan absorpsi domestik bergeser ke kanan. Namun, pergeseran kurva
absorpsi domestik ke kanan jauh lebih besar.
Hal ini karena adanya ekspansi moneter (pada tingkat harga tertentu
misal pada Po), sebagian mengalir ke luar negeri melalui kenaikan
impor. Jadi adanya ekspansi moneter mendorong kenaikan absorpsi
domestik riil.
Misal JUB naik sebesaar Rp1, maka sebagian dari kenaikan itu, akan
berupa kenaikan permintaan impor riil, misalkan 25 sen. Akibatnya
permintaan agregatif akan barang domestik tinggal 75 sen.

Pd

P0

Defisit transaksi
berjalan (FG)

H
aD (M0)
0

y0

yD (M0)
y1

yD (M1)
aD (M1)
y2 y3

Pengaruh ekspansi moneter terh. Keseimbangan Neraca Transaksi Berjalan)


Pada tingkah harga Po, terjadi perbedaan anatra keluaran riil (y2) yg harus dicapai
untuk mempertahankan keseimbangan nerca transaksi berjalan dg keseimbangan
aktual pada tingkat keluaran (y1).

Thanks