Anda di halaman 1dari 6

RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (RPL)

Bab II

Rencana Pemantauan
Lingkungan Hidup
2.1. TAHAP PRAKONSTRUKSI
2.2.2
Mobilisasi Peralatan Berat dan Material Bangunan

Komponen Geofisik-Kimia
1. Kualitas Udara
a.
Jenis dampak penting
Peningkatan kadar debu dan gas emisi
b.
Sumber dampak penting
Mobilitas kendaraan berat di sekitar lokasi proyek
c.
Parameter lingkungan yang dipantau
SOx, NOx dan debu sesuai PP No. 41 tahun 1999.
d.
Tujuan Pemantauan Lingkungan
Mengevaluasi efektivitas upaya pengelolaan lingkungan.
f.
Metode pemantauan lingkungan
1. Metode pengumpulan data
a. Pengukuran langsung di lapangan.
b. Membandingkan hasil laboratorium dengan baku mutu kualitas udara
ambien (PP No. 41 tahun 1999).
2.
Metode analisis data
Analisis laboratorium dengan metode analisis mengacu pada PP No. 41
tahun 1999 dan Pedoman indeks standar pencemaran udara (ISPU)
menurut Kepmen LH No. 45/1997 & Kepka Bapedal No. 107/1997.
3. Lokasi pemantauan lingkungan
Pemantauan lingkungan dilakukan di jalan yang dilalui kendaraan di sekitar
lokasi tapak proyek .
4. Jangka waktu dan frekwensi pemantauan
1 x selama kegiatan mobilitas peralatan berlangsung
f. Institusi pengelolaan lingkungan hidup
1. Pelaksana: Kapet Mbayl Prop. NTT.
2. Pengawas: Bapedalda Kabupaten Ngada
3. Pelaporan: Bapedalda Kabupaten Ngada
2.
Kebisingan
a. Jenis dampak penting
Peningkatan kebisingan.
b. Sumber dampak penting
Mobilitas kendaraan berat di sekitar lokasi proyek
c. Parameter lingkungan yang dipantau
II - 1

RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (RPL)

Tingkat kebisingan sesuai Kep Men Negara LH No. 48 Tahun 1996 tentang
Baku Mutu Tingkat Kebisingan.
d. Tujuan pemantauan lingkungan
Mengevaluasi efektivitas upaya pengelolaan lingkungan.
e. Metode pemantauan lingkungan
1. Metode pengumpulan data
Pengamatan langsung di lapangan dengan menggunakan
2. Metode analisis data
Membandingkan hasil pengukuran dengan baku mutu tingkat kebisingan
(Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996).
3. Lokasi pemantauan lingkungan
Pemantauan lingkungan dilakukan di tempat lokasi proyek yang sering
dilewati kendaraan proyek
4. Jangka waktu dan frekwensi pemantauan
1 x selama kegiatan mobilitas peralatan berlangsung
f. Institusi pengelolaan lingkungan hidup
1. Pelaksana: Kapet Mbayl Prop. NTT.
2. Pengawas: Bapedalda Kabupaten Ngada
3. Pelaporan: Bapedalda Kabupaten Ngada
2.2.3

Pembukaan
Lahan, pembuatan jalan, Pembuatan Base Camp, Kantor,
Pengambilan pasir, batu untuk pondasi dan jenis perkerasan, penggalian tanah
dan pembuatan saluran drainase, pengurangan, pembuangan, pengangkutan
tanah sisa galian ke lokasi pembuangan, Pengelolaan Quarry, mobilisasi
peralatan
Komponen Geofisik-kimia
1. Kualitas Udara
a. Jenis dampak penting
Peningkatan kadar debu dan gas emisi
b. Sumber dampak penting
Kegiatan Pembukaan
Lahan, pembuatan jalan, Pembuatan Base Camp,
Kantor, Pengambilan pasir, batu untuk pondasi dan jenis perkerasan,
penggalian tanah dan pembuatan saluran drainase, pengurangan, pembuangan,
pengangkutan tanah sisa galian ke lokasi pembuangan, Pengelolaan Quarry,
mobilisasi peralatan.
c.
Parameter lingkungan yang dipantau
SOx, NOx dan debu sesuai PP No. 41 tahun 1999.
d.
Tujuan pemantauan lingkungan
Mengevaluasi efektivitas upaya pengelolaan lingkungan.
e. Metode pemantauan lingkungan
1.
Metode pengumpulan data
a. Pengukuran langsung di lapangan.
b. Membandingkan hasil laboratorium dengan baku mutu kualitas udara
ambien (PP No. 41 tahun 1999).
II - 2

RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (RPL)

2. Metode analisis data


Analisis laboratorium dengan metode analisis mengacu pada PP No. 41
tahun 1999 dan Pedoman indeks standar pencemaran udara (ISPU)
menurut Kepmen LH No. 45/1997 & Kepka Bapedal No. 107/1997.
3. Lokasi pemantauan lingkungan
Pemantauan lingkungan dilakukan di jalan yang dilalui kendaraan di lokasi
tapak proyek .
4. Jangka waktu dan frekwensi pemantauan
3 bulan sekali selama kegiatan konstruksi berlangsung
f. Institusi pengelolaan lingkungan hidup
1.
Pelaksana: Kapet Mbayl Prop. NTT.
2.
Pengawas: Bapedalda Kabupaten Ngada
3.
Pelaporan: Bapedalda Kabupaten Ngada

2.

Kebisingan
a. Jenis dampak penting
Peningkatan kebisingan.
b. Sumber dampak penting
Kegiatan Pembukaan
Lahan, pembuatan jalan, Pembuatan Base Camp,
Kantor, Pengambilan pasir, batu untuk pondasi dan jenis perkerasan,
penggalian tanah dan pembuatan saluran drainase, pengurangan, pembuangan,
pengangkutan tanah sisa galian ke lokasi pembuangan, Pengelolaan Quarry,
mobilisasi peralatan.
c. Parameter lingkungan yang dipantau
Tingkat kebisingan sesuai Kep. Men. Negara LH No. 48 tahun 1996 tentang
Baku Mutu Tingkat Kebisingan.
d. Tujuan pemantauan lingkungan
Mengevaluasi efektivitas upaya pengelolaan lingkungan.
e. Metode pemantauan lingkungan
1. Metode pengumpulan data
Pengamatan langsung dilapangan dengan menggunakan alat Sound Level
Meter.
2. Metode analisis data
Membandingkan hasil pengukuran dengan baku mutu tingkat kebisingan
(Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996).
3. Lokasi pemantauan lingkungan
Pemantauan lingkungan dilakukan di jalan yang dilalui kendaraan di lokasi
tapak proyek
4. Jangka waktu dan frekwensi pemantauan
3 bulan sekali selama kegiatan konstruksi berlangsung
f. Institusi pengelolaan lingkungan hidup
1.
Pelaksana: Kapet Mbay Prop. NTT.
2.
Pengawas: Bapedalda Kabupaten Ngada
3.
Pelaporan: Bapedalda Kabupaten Ngada
II - 3

RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (RPL)

3.

Debit Air
a. Jenis dampak penting
Penurunan debit sungai akibat kegiatan konstruksi dimulai.
b. Sumber dampak penting
Kegiatan Pembukaan
Lahan, pembuatan jalan, Pembuatan Base Camp,
Kantor, Pengambilan pasir, batu untuk pondasi dan jenis perkerasan,
penggalian tanah dan pembuatan saluran drainase, pengurangan, pembuangan,
pengangkutan tanah sisa galian ke lokasi pembuangan, Pengelolaan Quarry,
mobilisasi peralatan.
c. Parameter lingkungan yang dipantau
Debit air sungai
d. Tujuan pemantauan lingkungan
Mengevaluasi efektivitas upaya pengelolaan lingkungan.
e. Metode pemantauan lingkungan
1. Metode pengumpulan data
Pengukuran langsung di lapangan dengan metode pelampung
2. Metode analisis data
Metode formal
3. Lokasi pemantauan lingkungan
Sungai .,.......
4. Jangka waktu dan frekwensi pemantauan
2 x selama kegiatan konstruksi berlangsung
f. Institusi pengelolaan lingkungan hidup
1. Pelaksana: Kapet Mbay Prop. NTT.
2. Pengawas: Bapedalda Kabupaten Ngada
3. Pelaporan: Bapedalda Kabupaten Ngada

4.

Kualitas Air
a. Jenis dampak penting
Penurunan kualitas air sungai akibat penggunaan air akibat kegiatan konstruksi
berlangsung
b. Sumber dampak penting
Kegiatan Pembukaan
Lahan, pembuatan jalan, Pembuatan Base Camp,
Kantor, Pengambilan pasir, batu untuk pondasi dan jenis perkerasan,
penggalian tanah dan pembuatan saluran drainase, pengurangan, pembuangan,
pengangkutan tanah sisa galian ke lokasi pembuangan, Pengelolaan Quarry,
mobilisasi peralatan.
c. Parameter lingkungan yang dipantau
PH, kekeruhan, alkalinitas, BOD, COD, residu tersuspensi, kesadahan.
d. Tujuan pemantauan lingkungan

II - 4

RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (RPL)

Untuk mengetahui kandungan suspensi yang terkandung dalam air dan


mencegah terjadinya penurunan kualitas air permukaan.
e. Metode pemantauan lingkungan
1. Metode pengumpulan data
Pengambilan dan pengukuran langsung di lapangan.
2. Metode analisis data
Analisis kimia sesuai dengan PP 82 Tahun 2001.
3. Lokasi pemantauan lingkungan
Sungai .
4. Jangka waktu dan frekwensi pemantauan
2 x selama kegiatan konstruksi bendung berlangsung .
f. Institusi pengelolaan lingkungan hidup
1. Pelaksana: Kapet Mbay Prop. NTT.
2. Pengawas: Bapedalda Kabupaten Ngada
3. Pelaporan: Bapedalda Kabupaten Ngada

5.

Pekerjaan Sarana dan Prasarana


a. Jenis dampak penting
Peningkatan kadar debu akibat gas buang kendaraan serta debu akibat
pekerjaan konstruksi.
b. Sumber dampak penting
Kegiatan Pembukaan
Lahan, pembuatan jalan, Pembuatan Base Camp,
Kantor, Pengambilan pasir, batu untuk pondasi dan jenis perkerasan,
penggalian tanah dan pembuatan saluran drainase, pengurangan, pembuangan,
pengangkutan tanah sisa galian ke lokasi pembuangan, Pengelolaan Quarry,
mobilisasi peralatan.
c. Parameter lingkungan yang dipantau
Penigkatan debu ..
d. Tujuan pemantauan lingkungan
Mengevaluasi efektivitas upaya pengelolaan lingkungan.
e. Metode pemantauan lingkungan
1. Metode pengumpulan data
Pengukuran langsung di lapangan dengan metode pelampung
2. Metode analisis data
Metode formal
3. Lokasi pemantauan lingkungan
Di sekitar wilayah yang akan terkena dampak konstruksi
4. Jangka waktu dan frekwensi pemantauan
2 x selama kegiatan konstruksi berlangsung
f. Institusi pengelolaan lingkungan hidup
1. Pelaksana: Kapet Mbay Prop. NTT.
2. Pengawas: Bapedalda Kabupaten Ngada
3. Pelaporan: Bapedalda Kabupaten Ngada

II - 5

RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (RPL)

2.3
2.3.1.

TAHAP PASCA KONSTRUKSI


Pengoperasian Gedung, Jalan, serta Drainase setempat
Komponen Geofisik-kimia

1. Kesuburan Tanah
a. Jenis dampak penting
Peningkatan kesuburan tanah.
b. Sumber dampak penting
Pengoperasian Gedung, Jalan, serta Drainase wilayah setempat
c.
Parameter lingkungan yang dipantau
Pengoperasian sarana yang telah dibangun
d.
Tujuan pemantauan lingkungan
Untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.
e.
Metode pemantauan lingkungan
1.
Metode pengumpulan data
Pengamatan langsung di lapangan
2. Metode analisis data
Formal
3. Lokasi pemantauan
Lahan-lahan pertanian Daerah desa Anakoli kota Jogo
4. Jangka waktu & frekwensi pemantauan
2 (dua) kali setiap tahun selama operasi berlangsung.
f.
Institusi pengelolaan lingkungan hidup
1.
Pelaksana: Kapet Mbay Prop. NTT.
2.
Pengawas: Bapedalda Kabupaten Ngada
3.
Pelaporan: Bapedalda Kabupaten Ngada

II - 6