Anda di halaman 1dari 7

Bab III

Rona Lingkungan Hidup


3.1. KOMPONEN GEOFISIK-KIMIA
3.1.1 Iklim dan Kualitas Udara

3.1.1.1. Iklim
Faktor-faktor iklim yang akan diteliti dalam studi ini adalah curah hujan, temperatur
udara, dan kelembaban udara. Data iklim yang dianalisis berasal dari data sekunder
stasiun pengamatan cuaca terdekat dengan lokasi studi, yaitu :

1. Stasiun Hujan Mbay ( Tahun 1997 Tahun 2005 )


3.1.1.1.1.

Curah Hujan

Curah hujan rata-rata adalah 3.014 mm/tahun. Bulan-bulan yang mengalami puncakpuncak tertinggi adalah November, Desember, dan Januari sampai bulan Pebruari dan
setelah itu bulan kering terjadi pada periode 5 sampai 7 bulan berikutnya. Rata-rata
Curah Hujan bulanan selama kurun waktu 19972005 ditampilkan pada tabel di bawah
ini.
Tabel Rata-rata Curah Hujan Bulanan Selama Tahun 1997-2005 (mm).
Jan
I

Feb
II

159.8

145.3
II

17.4

3.1.1.1.2.

II

127.6
120.2
Ags
I
II

Jul
I

Mar

8.4

16.5

15.2

Apr
II

153.5 163.9
Sep
I
II
32.4

51.0

I
156.1

Mei
II

91.2

32.1

Okt
I
92.5

Jun
II

58.1

12.5

Nov

II
13.4
Des

II

II

II

127.0

151.7

156.6

165.8

189.5

Temperatur Udara

Data temperatur yang dibutuhkan adalah rata-rata bulanan dan tahunan. Berdasarkan
data dari Stasiun Mbay pada tahun 1992-2000 terlihat bahwa suhu rata-rata bulanan
berkisar antara 26,800C 28,730C, sedangkan suhu rata-rata tahunan sekitar
27,420C. Evapotranspirasi rata-rata tahunan adalah 4,635 mm/tahun. Data
temperatur udara dapat dilihat pada tabel 3.3.
Tabel 3.3. Data Temperatur Udara, Kelembaban Relatif, Kecepatan Angin dan
Lama Penyinaran Stasiun Mbay Tahun 1997-2005.

III - 1

No

Th

1
2
3
4
5
6
7
8
9

1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005

Rata-rata

J an

Feb

Mar

April

Mei

J uni

J uli

Agust

Sept

Okt

Nop

Des

Keterangan

23,25
24,30
25,80
25,08
24,80
26,30
26,80
26,30
26,60

23,10
23,90
25,50
24,46
25,20
26,10
26,90
25,90
26,30

23,15
23,80
24,20
23,84
24,60
26,50
26,90
28,00
27,00

24,76
24,30
24,20
24,07
25,10
26,90
27,90
30,50
26,50

24,62
24,50
23,20
23,47
25,50
26,80
28,00
30,00
26,30

25,45
24,50
22,30
23,32
25,60
26,70
27,00
29,50
25,60

22,53
24,30
23,00
23,19
25,60
26,80
27,00
27,20
27,10

21,90
25,20
24,10
23,34
26,60
26,50
26,50
27,80
26,70

23,66
24,60
25,30
23,48
26,30
27,00
27,00
27,30
26,40

24,08
26,50
25,80
23,61
26,20
26,80
26,40
27,70
27,10

24,05
26,00
26,80
26,00
26,80
27,20
27,70
26,70

24,60
26,00
25,60
26,30
27,00
26,80
24,60
26,50

23,76
24,83
24,65
23,79
25,65
26,68
27,03
27,71
26,57

25,47

25,26

25,33

26,03

25,82

25,55

25,19

25,40

25,67

26,02

26,41

25,93

308,08

Sumber : Stasiun Klimatologi Mbay, 2005.

3.1.1.1.3. Kelembaban Udara


Kelembaban udara rata-rata bulanan berkisar antara 75.41%, sedangkan ratarata tahuan sekitar 85.00%. Data kelembaban udara dapat dilihat pada Tabel 3.3.
Kelembaban Relatif Rata-Rata Bulanan

Garis Lintang :
GarisBujur
:
Stasiun
:

No

Th

1
2
3
4
5
6
7
8
9

1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005

Rata-rata

3.1.1.1.4.

Tinggi Muka Air Laut :

J an

Feb

Mar

April

Mei

J uni

J uli

Agust

Sept

Okt

Nop

Des

Keterangan

75,80
74,60
83,40
87,60
86,42
78,90
84,35
-

76,40
77,30
80,10
86,50
89,10
91,10
87,60
-

79,20
80,31
92,50
91,30
85,70
77,00
89,00
-

81,80
79,40
83,64
87,14
86,30
92,00
89,60
-

72,30
74,00
80,00
80,40
85,30
84,00
84,70

71,00
74,20
62,30
82,90
82,40
83,57
-

69,80
70,60
79,40
80,40
81,30
80,00
84,50
-

65,00
70,20
82,00
81,20
72,00
72,50
85,00
-

70,80
74,40
81,00
87,52
80,00
85,00
-

65,00
72,00
82,00
84,70
81,40
87,10
-

61,00
76,60
83,00
82,00
81,00
82,80
85,50
-

69,00
77,00
77,80
89,00
79,00
87,90
87,20
-

0,00
71,35
74,91
80,10
85,02
82,36
82,63
86,04
0,00

81,58

84,01

85,00

85,70

80,10

76,06

78,00

75,41

79,79

78,70

78,84

80,99

964,19

Arah dan Kecepatan Angin

Kecepatan angin berdasarkan data pada tabel yaitu rata-rata kecepatan angin bulanan
berkisar antara 3.26 4.25 km/jam, sedangkan rata-rata kecepatan angin tahunan
3.73 km/jam. Arah angin didominasi oleh angin barat (Nopember/DesemberMaret/April) dan angin timur (Mei/juni-September/Oktober). Di antara kedua musim
angin tersebut terdapat angin pancaroba pada bulan Oktober dan April/Mei setiap
tahun.

III - 2

Kecepatan Angin Rata-Rata Bulanan

Garis Lintang :
GarisBujur
:
Stasiun
:

No

Th

1
2
3
4
5
6
7
8
9

1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005

Rata-rata

Tinggi Muka Air Laut :

J an

Feb

Mar

April

Mei

J uni

J uli

Agust

Sept

Okt

Nop

Des

Keterangan

3,89
4,20
3,90
3,89
0,36
3,28
4,00
3,50
3,60

3,60
4,60
4,10
3,60
3,78
3,60
2,90
3,60

3,96
5,80
3,60
3,96
0,36
4,79
2,90
0,40
2,90

4,32
4,50
4,90
4,32
0,36
4,07
3,20
3,50
2,20

4,79
4,50
4,40
4,79
4,39
1,80
2,80
2,90

4,68
5,30
5,20
4,68
0,36
5,11
1,80
1,90
2,50

5,26
5,30
5,90
5,26
5,51
2,50
1,98
2,20

6,23
5,70
6,30
6,23
1,08
6,00
2,20
0,40
2,20

5,94
5,50
5,90
5,94
2,52
5,83
2,50
0,40
1,80

5,25
6,10
6,40
6,00
4,32
6,30
2,00
0,04
1,80

4,70
4,50
5,10
4,80
3,50
5,50
2,10
2,20
2,40

4,40
4,54
4,20
2,80
4,30
1,80
1,80
2,20

4,75
5,05
4,99
4,86
1,74
4,91
2,53
1,82
2,53

3,40

3,72

3,19

3,49

3,80

3,50

4,24

4,04

4,04

4,25

3,87

3,26

44,78

3.1.1.1.5. Kualitas Udara


Pengukuran parameter kualitas udara dilakukan yang diprakirakan akan terkena
dampak baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun parameter yang diukur
meliputi: SOx, Nox. Berdasarkan hasil sampel udara di tiga tempat ternyata bahwa
gas SO2 di udara nihil, sedangkan gas NO 2 di udara berkisar antara 3,01 /m3 4,5
/m3. Nilai ini jauh lebih rendah dari baku mutu udara ambient (Lampiran III SK
Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup
No. : Kep02/MENKLH/I/1988).

3.1.1.1.6. Kebisingan
Lokasi kegiatan berlangsung letaknya tepat pada daerah studi seingga tingkat
kebisingan pada saat konstruksi akan sangat terasa bising, Dengan demikian
kebisingan yang terjadi berada di bawah batas yang diperbolehkan yaitu 70 dB
(Permenkes RI No. : 416 MENKES/PER/XI/1990).

3.1.2. Evapotranspirasi
Dari data yang diperoleh maka dapat diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut :

III - 3

PERHI TUNGAN EVAPOTRANSPI RASI POTENSI AL

Koefisien albedo (r)

0,25

URAIAN

NOT

Sumber/Rumus

UNIT

Suhu Udara

Data

25,47

25,26

25,33

26,03

25,82

25,55

25,19

25,40

25,67

26,02

26,41

Kelembaban Relatif

Rh

Data

81,58

84,01

85,00

85,70

80,10

76,06

78,00

75,41

79,79

78,70

78,84

3,40

3,72

3,19

3,49

3,80

3,50

4,24

4,04

4,04

4,25

Kecepatan Angin

Data

km/jam

Kecepatan Angin

U2

Ux24/1,6093

mill/hari

Data Penyinaran matahari

nd

Data

J AN

FEB

MAR

APR

MEI

J UN

J UL

AGU

SEP

OKT

NOP

3,87

50,73841629 55,51482011 47,50719775 51,98119265 56,61467719 52,24631828 63,21381967 60,21665735 60,20008699 63,31531308 57,66482322
38,391

42,633

49,526

60,101

58,443

61,328

66,995

70,779

72,300

65,714

55,729

Lama Penyinaran Matahari

ndx8

J am

3,071

3,411

3,962

4,808

4,675

4,906

5,360

5,662

5,784

5,257

4,458

Probabilitas Lama Penyinaran

Tabel

J am

12,522

12,374

12,100

11,852

11,678

11,578

11,652

11,826

12,000

12,274

12,522

Prosentase Penyinaran

n/N

0,245

0,276

0,327

0,406

0,400

0,424

0,460

0,479

0,482

0,428

0,356

Tekanan Uap Air

ea

Tabel

mb

33,600

33,600

33,600

33,600

31,700

33,600

31,700

31,700

33,600

33,600

35,700

Tekanan Uap Sebenarnya

n/N
ed

eaxRh

mb

27,411

28,229

28,560

28,794

25,392

25,557

24,726

23,906

26,808

26,443

28,147

mb

6,189

5,371

5,040

4,806

6,308

8,043

6,974

7,794

6,792

7,157

7,553

0,407

0,420

0,398

0,410

0,423

0,411

0,441

0,433

0,433

0,441

Selisih tekanan uap

De

(ea-ed)

Fungsi Kecep. Angin

f(U)

0.27(1+u2/100)

(1-a )

Data

Radiasi

Ra

Tabel

Fungsi Suhu

f(T)

Fungsi Tekanan Uap


Fungsi Penyinaran

0,426

0,75

0,75

0,75

0,75

0,75

0,75

0,75

0,75

0,75

0,75

0,75

16,157

16,138

15,500

14,362

13,043

12,324

12,643

13,662

14,881

15,819

16,038

11.25x1.0133(T)

15,751

15,708

15,722

15,867

15,824

15,768

15,693

15,737

15,793

15,866

15,947

f(ed)

0,34-0,044Ved

0,110

0,106

0,105

0,104

0,118

0,118

0,121

0,125

0,112

0,114

0,107

f(n/N)

0.1+0.9 n/N

0,321

0,348

0,395

0,465

0,460

0,481

0,514

0,531

0,534

0,485

0,420

mm/C

Rs

(0,20+0,35 n/N) Ra

4,618

4,784

4,876

4,912

4,436

4,293

4,564

5,022

5,487

5,535

5,206

Radiasi yang datang

Rns

(1-a ) Rs

mm/hari

3,464

3,588

3,657

3,684

3,327

3,219

3,423

3,766

4,115

4,151

3,905

Radiasi yang keluar

Rnl

f(T).f(ed).f(n/N)

mm/hari

0,554

0,581

0,651

0,767

0,862

0,892

0,978

1,043

0,946

0,876

Selisih radiasi

Rn

Rns - Rnl

mm/hari

2,910

3,008

3,007

2,917

2,466

2,327

2,445

2,723

3,169

3,275

3,190

1013-0,1055 x Elev.

1013,00

1013,00

1013,00

1013,00

1013,00

1013,00

1013,00

1013,00

1013,00

1013,00

1013,00

595-0,51*T

582,0

582,1

582,1

581,7

581,8

582,0

582,2

582,0

581,9

581,7

581,5

Tabel

0,750

0,750

0,750

0,750

0,750

0,750

0,750

0,750

0,750

0,750

Reduksi Tekanan Uap


Reduksi Temperature

0,714

Faktor Bobot pengaruh


ketinggian dan temperatur
Koefisien
Evapotranspirasi
J umlah Hari
Evapotranspirasi bulanan

Tabel

Eto

c{w.Rn+(1-w)(ea-ed)f(u)}

mm/hari

Data

days

ET'o

Eto x h

mm/bln

0,750

1,100

1,100

1,100

1,100

1,100

1,100

1,100

1,100

1,100

1,100

1,100

4,479

4,342

4,136

4,033

4,235

4,648

4,553

5,028

5,038

5,306

5,285

31

28

31

30

31

30

31

31

30

31

30

138,8

121,6

128,2

121,0

131,3

139,4

141,1

155,9

151,1

164,5

158,5

3.1.3 Letak Geografis Wilayah

Secara geografis Wilayah Kotajogo desa Anakoli mempunyai batas


wilayah sebagai berikut :
1.

Sebelah Utara

: Laut Flores

2.

Sebelah Selatan

: Desa Totomala

3.

Sebelah Barat

: Desa Olaia

4.

Sbelah Timur

: Desa Tendatoto

3.1.4 Aksesibilitas

Untuk mencapai lokasi pekerjaan dari Danga dapat dicapai dengan beberapa alternatif
diantaranya adalah seperti pada tabel berikut :
Tabel Aksesibilitas Menuju Lokasi

No

Sarana

Dari Danga Tujuan Anakoli


Jarak
Waktu (jam)
(Km)

1.
Mobil/motor
Sumber: Team Survey 2006

25

Keterangan

1,5 - 2

III - 4

Kondisi fisik jalan menuju Kotajogo desa Anakoli termasuk dalam kategori rusak
berat, sehingga dalam menempuhnya sangat membutuhkan waktu yang relatif lama,
hamper sebagian besar dibagian bahu jalan sepanjang menuju desa Anakoli ditumbuhi
tumbuhan yang pada akhirnya jalan semakin sempit sehingga kapasitas jalan semakin
berkurang. Dari hasil pengamatan dilapangan jenis atau tipe serta volume kendaraan
yang melewati jalan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

3.1.5

Topografi.

Secara umum permukaan tanah wilayah Kotajogo desa Anakoli sebagian datar yang
mempunyai kemiringan: datar 0 3 %.

3.1.6

Transportasi

Transportasi sangat berperan penting dalam mengembangkan suatu usaha diwilayah


tersebut, oleh karena itu infrastruktur khususnya kondisi fisik jalan harus benarbenar baik agar mendukung transportasi wilayah tersebut dengan wilayah lain. Dari
sosialisasi dan survey yang dilakukan tim konsulutan diperoleh data data sebagai
berikut :

Lebar jalan

: 3,5 m

Jenis perkerasan

1.

Lapen

Rambu lalu lintas

Alinyemen vertikal

Alinyemen horisontal

Perlengkapan jalan

Bentuk dan ukuran jalan

:: 2,5 %
:
:

CL
2,5%

2,5%

1,5

1,5

III - 5

3.1.7.
Hidrologi
3.1.7.1. Air Permukaan
A. Debit
Dari hasil pengumpulan data sekunder lapangan debit sungai ......... sangat kecil yang
diakaibatkan karena musim kemarau yang berkepanjangan sehingga air sungai relatif
hampir kering. Dari hasil pengukuran debit saat itu diperoleh sebesar 0,0012 m 3/det.

B. Kualitas Air
Berdasarkan hasil analisis kualitas air dari sampel air Sungai yang diambil meliputi
aspek fisik dan aspek kimia (disesuaikan dengan kualitas air Golongan D) sebagai
berikut :

B.1.

Aspek Fisik

Hasil analisis aspek fisik kualitas air Sungai ....... yang diperoleh, ditunjukkan pada
tabel sebagai berikut :
Tabel 3.5. Hasil Analisis Aspek Fisik Kualitas Air 2007
No

Parameter

Hulu

Hilir 1

Hilir 2

Hilir 3

Hilir 4

1.

Suhu Udara

27 0C

26 0C

27 0C

27,5 0C

28 0C

2.

Suhu Air

26 0C

26 0C

26 0C

26,5 0C

27 0C

3.

Bau

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

4.

Rasa

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Keterangan : suhu udara dan air diukur di lapangan; bau dan rasa diobservasi di lapangan

Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa kualitas air Sungai memenuhi kriteria
kualitas air golongan D (air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian, dan dapat
dimanfaatkan untuk usaha perkotaan, industri, pembangkit listrik tenaga air)
(Lampiran Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 20 Tahun 1990).

B.2.

Aspek Kimia

dari hasi analisis yang dilakukan berdasarkan beberapa aspek kualitas air sungai ......
memenuhi kriteria kualitas air golongan B (air yang dapat digunakan sebagai air baku
air minum) (Lampiran Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 20 Tahun 1990).
III - 6

Peruntukan air Sungai ...... untuk air irigasi, tetapi berdasarkan kriteria di atas juga
memenuhi untuk air baku air minum. Kualitas air (aspek kimia) Sungai ........... dapat
dilihat pada tabel.
Tabel 3.6. Hasil Identifikasi Aspek Kimia Kualitas Air Sungai ........., 2006.

No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Parameter

Satuan

Hulu/as
bendung

pH
7,2
Nitrat sebagai
mg/l
0,3124
N(NO3-)
Nitrit sebagai
mg/l
0,0025
N(NO2-)
Kesadahan
mg/l
68,06
COD
mg/l
32,0
BOD
mg/l
4,2
Alkalinity
mg/l
161,28
Amoniak (NH3)
mg/l
0,0057
Timbal (Pb)
mg/l
Nihil
Tembaga (Cu)
mg/l
0,0956
Seng (Zn)
mg/l
0,3761
Kadmium (Cd)
mg/l
0,0522
Cr
mg/l
Nihil
Besi (Fe)
mg/l
0,0662
Sumber : Hasil Analisis Aspek Kimia Laboratorium

Hilir 1
(Torok
Golo)

Hilir 2
(Satar
Lahing)

Hilir 3
(Beangencung)

Hilir 4
(Koak)

7,3
0,1583

7,18
0,1029

7,22
0,0197

7,32
0,1152

0,0039

0,0019

0,0005

0,0032

132,12
200,18
264,24
328,3
48,0
16,0
48,0
80,0
2,4
5,2
2,4
4,6
181,44
171,36
191,52
191,52
0,0214
0,0162
0,011
0,016
Nihil
Nihil
Nihil
Nihil
0,0433
0,0408
0,0278
0,0229
0,2506
0,4581
0,4404
0,2908
0,0322
0,0282
0,0289
0,0282
Nihil
Nihil
Nihil
Nihil
Nihil
0,4327
0,3672
0,0802
Kimia Analitik Fak Sains & Teknik Undana, 2006

III - 7