Anda di halaman 1dari 3

BACALAH SURAH AL-IKHLAS DI 9

WAKTU INI, KHASIAT MENAKJUBKAN


Thursday, September 01, 2016 Captain

SURAT Al Ikhlas, seperti halnya surat-surat yang lain juga memiliki banyak
rahasia yang terkandung di dalamnya. Dinamakan surat Al Ikhlas, karena dia
menyelamatkan orang yang membacanya dari kesulitan dunia akherat, dari
kesulitan sakarotul maut, dari kesulitan kegelapan malam dan dari segala
kesulitan resiko di hari kiamat.
Ternyata ada waktu tertentu yang dianjurkan membaca surat Al-Ikhlas.
Berikut sembilan waktu yang dianjurkan untuk mengamalkan surat AlIkhlas:Pertama:

waktu

pagi

dan

sore

hari

Pada malam hujan lagi gelap gulita kami keluar mencari Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam untuk shalat bersama kami, lalu kami
menemukannya. Beliau bersabda, Apakah kalian telah shalat? Namun
sedikitpun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, Katakanlah. Namun
sedikit pun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, Katakanlah. Namun
sedikit pun aku tidak berkata-kata. Kemudian beliau bersabda, Katakanlah.
Hingga aku berkata, Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan?
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Katakanlah (bacalah surat)
QUL HUWALLAHU AHAD DAN QUL AUDZU BIRABBINNAAS DAN QUL AUDZU
BIRABBIL FALAQ ketika sore dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayatayat ini akn mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan. (HR. Abu

Daud no. 5082 dan An Nasai no. 5428. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa
hadits ini hasan)
Kedua: sebelum tidur
Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap
malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak
tangan tersebut ditiup dan dibacakan Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash),
Qul audzu birobbil falaq (surat Al Falaq) dan Qul audzu birobbin naas
(surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi
pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan
tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.
(HR. Bukhari no. 5017)
Ketiga: ketika ingin meruqyah (membaca doa dan wirid untuk penyembuhan
ketika sakit)
Dari Aisyah radhiyallahu anha, dia berkata, Apabila Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam hendak tidur, beliau akan meniupkan ke telapak tangannya
sambil membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surat Al Ikhlas) dan Muawidzatain
(Surat An Naas dan Al Falaq), kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya
dan

seluruh

tubuhnya.

Aisyah

berkata,

Ketika

beliau

sakit,

beliau

menyuruhku melakukan hal itu (sama seperti ketika beliau hendak tidur,
-pen).

(HR. BukhariKeempat: wirid seusai shalat (sesudah salam)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan padaku untuk


membaca muawwidzaat di akhir shalat (sesudah salam). (HR. An Nasai no.
1336 dan Abu Daud no. 1523. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini
shahih). Yang dimaksud muawwidzaat adalah surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An
Naas sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani. (Fathul Bari, 9/62)
Kelima: dibaca ketika mengerjakan shalat sunnah fajar (qobliyah
shubuh)
Sebaik-baik surat yang dibaca ketika dua rakaat qobliyah shubuh adalah
Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan Qul yaa ayyuhal kaafirun (surat Al
Kafirun). (HR. Ibnu Khuzaimah 4/273. Syaikh Al Albani mengatakan dalam
Silsilah Ash Shohihah bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shohihah
no. 646). Hal ini juga dikuatkan dengan hadits Ibnu Masud yang akan
disebutkan
Laporkan iklan?

pada

point

berikut.

Keenam: dibaca ketika mengerjakan shalat sunnah badiyah maghrib


Aku tidak dapat menghitung karena sangat sering aku mendengar bacaan
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membaca surat pada shalat dua
rakaat badiyah maghrib dan pada shalat dua rakaat qobliyah shubuh yaitu
Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al
Ikhlash). (HR. Tirmidzi no. 431. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits
ini hasan shahih)
Ketujuh: dibaca ketika mengerjakan shalat witir tiga rakaat
Nabi shallallahu alaihi wa sallam membaca pada rakaat pertama:
Sabbihisma robbikal ala (surat Al Alaa), pada rakaat kedua: Qul yaa ayyuhal
kafiruun (surat Al Kafirun), dan pada rakaat ketiga: Qul huwallahu ahad
(surat Al Ikhlash) dan muawwidzatain (surat Al Falaq dan An Naas). (HR. An
Nasai

no.

1699,

Tirmidzi

no.

463,

Ahmad

6/227)

Kedelapan: dibaca ketika mengerjakan shalat Maghrib (shalat wajib)


pada

malam

jumat

Nabi shallallahu alaihi wa sallam biasa ketika shalat maghrib pada malam
Jumat membaca Qul yaa ayyuhal kafirun dan Qul huwallahu ahad.
(Syaikh Al Albani dalam Takhrij Misykatul Mashobih (812) mengatakan bahwa
sanad hadits ini shahih)
Kesembilan: ketika shalat dua rakat di belakang maqom Ibrahim
setelah

thowaf

Lantas Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjadikan maqom Ibrahim antara


dirinya dan Kabah, lalu beliau laksanakan shalat dua rakaat. Dalam dua
rakaat tersebut, beliau membaca Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas) dan
Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun). Dalam riwayat yang lain
dikatakan, beliau membaca Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun) dan
Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas). (Disebutkan oleh Syaikh Al Albani
dalam Hajjatun Nabi shallallahu alaihi wa sallam, hal. 56)
Wasallam.