Anda di halaman 1dari 11

DEPO RAWAT INAP DAN DEPO RAWAT JALAN

Depo farmasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan
kesehatan rumah sakit yang berorientasi pada pelayanan pasien khususnya
penyediaan obat dan alat kesehatan. Depo farmasi dibagi 2 yaitu
1.

Depo rawat inap

2.

Depo rawat jalan

Depo farmasi memberikan pelayanan resep obat. Pelayanan resep diperuntukkan


bagi semua pasien rawat inap dan rawat jalan baik Pasien Umum, Maskin, Askes
PNS dan Kerjasama dengan sistem peresepan individual ( individual prescription),
Floor Stock, dan Unit Dose Dispensing. Adapun tempat pelayanan resep dipisahkan
berdasarkan jenis pasien Depo Farmasi memberikan fasilitas pelayanan retur obat
dan alat kesehatan bagi pasien rawat inap yang sudah tidak memakai obat dan alat
kesehatannya lagi.
Selain itu Depo farmasi juga memberikan layanan farmasi klinik yang mencakup
berbagai layanan bidang kefarmasian yang berorientasi lebih pada kepentingan
pasien berupa:
1.

Pusat Informasi Obat

Merupakan pusat informasi obat bagi tenaga kesehatan dan masyarakat umum.
pelayanan informasi obat dilakukan di Ruang PIO Instalasi Farmasi atau dapat
menghubungi melalui Ext. 5811
2.

Konseling

Merupakan pelayanan bagi pasien / keluarga yang ingin bertanya seputar obat dan
penggunaannya. Aktivitas ini dilakukan pada tiap-tiap Depo Farmasi.
3.

Pemantauan Penggunaan Obat

Layanan ini dilakukan secara terpadu melalui Unit Dose Dispensing ( UDD )
A. Metode Distribusi Obat untuk Pasien Rawat Inap
1.

Sistem floor stock lengkap

Adalah suatu sistem pengelolaan dan distribusi obat sesuai dengan yang
ditulis oleh dokter pada resep obat yang disiapkan oleh perawat dan persediaan
obatnya juga berada di ruang perawat dan langsung diberikan pada pasien diruang
rawat inap tersebut. Penggunaan sistem floor stock lengkap dianjurkan untuk
diminimalkan agar menjamin pengemasan control dan identifikasi obat walaupun
sistem ini tetap dipertahankan pada kondisi tertentu seperti :

a. Dalam bagian emergensi dan ruang operasi, dimana obat biasanya harus selalu
cepat tersedia segera setelah mendapat resep dokter.
b. Pada situasi yang dapat mengancam kehidupan pasien, ketersediaan obatobat di sekitar pasien sangat dibutuhkan.
c. Obat-obatan dengan harga rendah dan biasa dipakai(high volume drug) dapat
dikelola dengan cara ini dengan catatan kemungkinan terjadi medication error yang
kecil. Sistem ini sekarang tidak digunakan lagi karena tanggung jawab besar
dibebankan pada perawat yaitu menginterpretasikan resep dan menyiapkan obat
yang sebetulnya adalah tanggung jawab apoteker.
Keuntungan sistem ini yaitu :
a.

Obat yang diperlukan segera tersedia bagi pasien

b.

Peniadaan pengembalian obat yang tidak terpakai ke IFRS

c.

Pengurangan penyalinan resep

d. Pengurangan jumlah personel IFRS


Keterbatasan sistem ini :
a. Kesalahan obat sangat meningkat karena resep obat tidak dikaji langsung oleh
apoteker
b. Persediaan obat di ruang perawat meningkat dengan fasilitas ruangan yang
sangat terbatas
c.

Pencurian obat meningkat

d. Meningkatnya bahaya karena kerusakan obat


e. Penambahan modal investasi untuk menyediakan fasilitas penyimpanan obat
sesuai di setiap daerah perawatan pasien
f.

Diperlukan waktu tambahan bagi perawat untuk menangani obat

g.

Meningkatnya kerugian karena kerusakan obat

2.

Sistem resep individual/permintaan lengkap

Sistem distribusi obat resep individual adalah sistem pengelolaan dan distribusi
obat oleh IFRS sentral sesuai dengan yang tertulis pada resep yang ditulis dokter
untuk setiap penderita. Dalam sistem ini, semua obat yang diperlukan untuk
pengobatan di dispensing dari IFRS. Resep asli dikirim ke IFRS oleh perawat,
kemudian resep itu diproses sesuai dengan cara dispensing yang baik dan
obat siap untuk didistribusikan kepada pasien.

Keuntungan sistem distribusi resep individual :


a.
Semua resep dikaji langsung oleh apoteker yang dapat memberi keterangan
atau informasi kepada perawat berkaitan dengan obat yang dipakai.
b. Memberi kesempatan interaksi profesional antara apoteker-dokter-perawatpenderita.
c.

Pengendalian perbekalan yang mudah

d.

Mempermudah penagihan biaya kepada pasien

Keterbatasan dalam sistem distribusi resep individual :


a.

Kemungkinan keterlambatan sediaan obat sampai ke penderita

b.

Jumlah kebutuhan personel di IFRS meningkat

c.
Memerlukan jumlah perawat waktu yang lebih banyak untuk penyimpanan
obat di ruangan pada waktu konsumsi obat
d. Terjadinya kesalahan obat karena kurang pemeriksaan sewaktu penyiapan
konsumsi.
3. Kombinasi Sistem Resep Individu dan Floor Stock Lengkap
Sistem kombinasi ini biasanya diadakan untuk mengurangi beban kerja IFRS. Obat
yang disediakan di ruang perawat adalah obat yang diperlukan oleh banyak pasien,
setiap hari diperlukan dan biasanya adalah obat yang harganya relatif murah.
Jenis dan jumlah obat yang tersedia di ruangan ditetapkan oleh PFT dengan
masukan dari IFRS dan pelayanan keperawatan.
Keuntungan sistem ini :
a.

Semua resep individu dikaji langsung oleh apoteker

b. Adanya kesempatan interaksi profesional antara apoteker-dokter-perawatpasien


c.

Obat yang diperlukan dapat segera tersedia bagi pasien

d. Beban IFRS dapat berkurang


Keterbatasan sistem ini adalah :
a.
Kemungkinan keterlambatan sediaan obat sampai ke pasien (obat resep
individu)
b.

Kesalahan obat dapat terjadi (obat dari floor stock lengkap)

4. Sistem Distribusi Obat Dosis Unit/Unit Dose Drug Distribution (UDDD)


Obat dosis unit adalah obat yang disorder oleh dokter untuk penderita,
terdiri atas satu atau beberapa jenis obat yang masing-masing dalam kemasan
dosis unit tunggal dalam jumlah persediaan yang cukup untuk suatu waktu
tertentu. Sistem ini memerlukan biaya awal yang besar, akan tetapi keterlibatan
perawat dalam menyiapkan obat tidak begitu tinggi, selain itu mengurangi
kemungkinan adanya kesalahan obat. Unsur khusus yang menjadi dasar semua
sistem dosis unit adalah; obat dikemas dalam kemasan dosis unit tunggal,
didispensing dalam bentuk siap konsumsi, dan untuk kebanyakan obat tidak lebih
dari 24 jam persediaan dosis, diantarkan ke ruang perawatan penderita pada setiap
waktu.

ALUR PELAYANAN DEPO RAWAT INAP


1.

Alur Pelayanan Depo Rawat Inap ( Pasien Jamkesmas, Jampersal, Jamkesda )

a.
Perawat mempersiapkan dan melengkapi kartu obat merah dengan nama, no
rekam medis, ruangan pasien, no bad atau no kamar pasien dan no hape pasien
atau keluarga pasien
b.
Dokter menulis resep obat, alkes dan AMHP beserta jumlah dan dosis di kartu
obat merah, paraf di bubuhkan di akhir penulisan resep hari itu disertai tanda tutup.
c.
Pemilihan jenis dan jumlah obat, alkes dan AMHP oleh dokter berdasarkan
standar formularium Jamkesmas
d.
Perawat menulis nama pasien dan jumlah kartu obat yang akan diserahkan ke
depo pelayanan rawat inap di buku penyerahan kartu obat.
e.
Perawat mengantar kartu obat ke depo pelayanan rawat inap dan meminta
nama, tanggal, jam dan paraf petugas depo pelayanan rawat inap yang menerima
kartu obat tersebut di buku penyerahan kartu obat.
f.
Petugas depo pelayanan rawat inap mencocokkan nama dan jumlah kartu
obat yang diterima dengan yang di tulis di buku penyerahan kartu obat, jika sudah
benar dan sesuai berikan nama, tanggal, jam dan paraf di buku penyerahan kartu
obat tersebut
g.
Petugas depo rawat inap menulis kembali nama dan jumlah kartu obat yang
diterima di buku penerimaan kartu obat dan meminta nama, tanggal, jam dan paraf
perawat yang mengantar kartu obat
h.
Perawat mencocokkan nama dan jumlah kartu obat yang diterima dengan
yang di tulis di buku penerimaan kartu obat, jika sudah benar dan sesuai berikan
nama, tanggal, jam dan paraf di buku penerimaan kartu obat tersebut.

i.
Untuk pengambilan obat pertama kali, petugas depo pelayanan rawat inap
harus memberi no registrasi farmasi depo rawat inap di kartu obat tersebut.
j.
Untuk pengambilan obat pertama, kartu obat diberikan no registrasi farmasi
depo rawat inap
k.
Kartu obat di analasis diarahkan untuk penggunaan 1 hari saja, serta
pertimbangan obat yang masih ada di ruangan seperti obat minum ataupun alkes
l.
Resep obat, alkes dan AMHP yang ditulis di kartu obat disalin kembali pada
blanko resep 2 (dua) rangkap, lengkap dengan no resep, tanggal, nama dokter,
nama, umur, alamat dan no telpon pasien
m.

Input data ke komputer

n.

Obat, alkes dan AMHP disiapkan, diberi etiket, dikemas

o.
Selanjutnya diinformasikan pasien atau keluarga pasien melalui petugas
administrasi ruangan via telepon bahwa obat sudah siap dan dapat diambil, dengan
membawa formulir pengambilan obat dan surat jaminan pelayanan.
p.
Jika pasien belum memiliki formulir pengambilan obat dan surat jaminan
pelayanan (surat-surat belum lengkap), petugas administrasi keabsahan peserta
jaminan masyarakat tidak mampu harus memberikan catatan beserta paraf dan
stempel setiap kali pengambilan obat, diluar jam kerja petugas tersebut confirmasi
keruangan apakah status pasien di ruangan juga sebagai pasien yang
menggunakan jaminan jamkesmas, jampersal dan jamkeda kotim sekitarnya.
q.
Setiap resep dilampirkan 1 lembar surat jaminan pelayanan sebagai
pertinggal di depo rawat inap 18. Kartu obat diserahkan kembali kepada perawat di
ruangan setelah pasien mengambil obat, alkes dan AMHP di hari yang sama
sesegera mungkin oleh petugas depo rawat inap
r.
Petugas depo pelayanan rawat inap menulis nama pasien dan jumlah kartu
obat yang akan diserahkan ke perawat di buku penyerahan kembali kartu obat.
s.
Petugas depo pelayanan rawat inap mengantar kartu obat ke ruangan dan
meminta nama, tanggal, jam dan paraf perawat yang menerima kartu obat tersebut
di buku penyerahan kembali kartu obat.
t.
Perawat mencocokkan nama dan jumlah kartu obat yang diterima dengan
yang di tulis di buku penyerahan kembali kartu obat, jika sudah benar dan sesuai
berikan nama, tanggal, jam dan paraf di buku penyerahan kembali kartu obat
tersebut.
u.
Perawat menulis kembali nama dan jumlah kartu obat yang diterima di buku
penerimaan kembali kartu obat dan meminta nama, tanggal, jam dan paraf petugas
depo rawat inap yang mengantar kartu obat

v.
Petugas depo rawat inap mencocokkan nama dan jumlah kartu obat yang
diterima dengan yang di tulis di buku penerimaan kembali kartu obat, jika sudah
benar dan sesuai berikan nama, tanggal, jam dan paraf di buku penerimaan kembali
kartu obat tersebu
w. Setelah pasien pulang petugas administrasi ruangan menyerahkan kembali
kartu obat, formulir pengambilan obat dan surat jaminan pelayanan ke depo rawat
inap
x.
Semua pemakaian obat golongan narkotik untuk pasien rawat inap dicatat
dalam Formulir Pemakaian Obat Golongan Narkotik yang ditandatangani oleh dokter
yang bersangkutan. Karena sebelum pasien pulang kartu obat akan dikembalikan ke
ruangan maka semua pemakaian obat golongan narkotik dan psikotropika untuk
pasien rawat inap akan dicatat dalam Formulir Pemakaian Obat Golongan Narkotik
dan Psikotropika yang ditandatangani oleh dokter yang bersangkutan tiap bulannya,
ditulis formulir sementara sebagai bukti pertinggal di depo rawat inap (untuk
keperluan administrasi dan pelaporan narkotik dan psikotropika). Dimana pada
Formulir Pemakaian Obat Golongan narkotik dan psikotropika tertera nama pasien,
alamat pasien, nomor rekam medik pasien, ruang rawat, nama dokter, jumlah dan
jenis narkotik dan psikotropika dan yang digunakan.
y.
Adapun prosedur penagihan biaya dilakukan dengan cara : - Semua resep
direkap sesuai nama pasien dan urutan tanggal resep - Total akhir penagihan
perpasien berdasarkan tanggal pasien pulang dari rumah sakit - Data akan
diperiksa ulang oleh petugas dan diparaf, juga ditanda tangani oleh Kepala Instalasi
Farmasi. - Diserahkan kepada Tim verifikasi dengan lampiran copy resep paling
lambat tangal 5 tiap bulan nya - Setelah diverifikasi, berkas akan diserahkan kepada
bagian keuangan Rumah Sakit, paling lambat 6 hari kerja setelah berkas diserahkan
instalasi farmasi. - Selanjutnya bagian keuangan akan membayar sejumlah tagihan
kepada Instalasi Farmasi rumah sakit, paling lambat 3 hari kerja setelah diserahkan
tim verifikasi. - Penagihan dan pembayaran ini akan dilakukan setiap sebulan sekali.
2.

Alur Pelayanan Depo Rawat Inap Pasien umum

a.
Perawat mempersiapkan dan melengkapi kartu obat putih dengan nama, no
rekam medis, ruangan pasien, no bad atau no kamar pasien dan no hape pasien
atau keluarga pasien
b.
Dokter menulis resep obat, alkes dan AMHP beserta jumlah dan dosis di kartu
obat putih, paraf di bubuhkan di akhir penulisan resep hari itu disertai tanda tutup.
c.
Perawat menulis nama pasien dan jumlah kartu obat yang akan diserahkan ke
depo pelayanan rawat inap di buku penyerahan kartu obat.

d.
Perawat mengantar kartu obat ke depo pelayanan rawat inap dan meminta
nama, tanggal, jam dan paraf petugas depo pelayanan rawat inap yang menerima
kartu obat tersebut di buku penyerahan kartu obat.
e.
Petugas depo pelayanan rawat inap mencocokkan nama dan jumlah kartu
obat yang diterima dengan yang di tulis di buku penyerahan kartu obat, jika sudah
benar dan sesuai berikan nama, tanggal, jam dan paraf di buku penyerahan kartu
obat tersebut.
f.
Petugas depo rawat inap menulis kembali nama dan jumlah kartu obat yang
diterima di buku penerimaan kartu obat dan meminta nama, tanggal, jam dan paraf
perawat yang mengantar kartu obat
g.
Perawat mencocokkan nama dan jumlah kartu obat yang diterima dengan
yang di tulis di buku penerimaan kartu obat, jika sudah benar dan sesuai berikan
nama, tanggal, jam dan paraf di buku penerimaan kartu obat tersebut.
h.
Untuk pengambilan obat pertama kali, petugas depo pelayanan rawat inap
harus memberi no registrasi farmasi depo rawat inap di kartu obat tersebut.
i.
Kartu obat di analasis diarahkan untuk penggunaan 1 hari saja, kecuali ada
permintaan khusus dari dokter dan telah mendapat persetujuan dari keluarga
pasien atau pasien, serta pertimbangan obat yang masih ada di ruangan seperti
obat minum ataupun alkes
j.
Jika ada obat, alkes dan AMHP yang perlu dilakukan confirmasi lebih lanjut ke
dokter, kosong stock dan lain sebagainya, informasikan ke perawat diruangan
terlebih dahulu, kemudian tanyakan dan catat kapan obat akan diberikan atau
digunakan
k.
Petugas depo rawat inap harus segera melakukan confirmasi kepada dokter
mengenai obat, alkes dan AMHP yang stock nya kosong dan menginformasikan
stock obat yang ada dari branded lain yang kandungannya sama
l.
Jika dokter yang bersangkutan tidak dapat dihubungi sampai mendekati
waktu obat, alkes dan AMHP akan digunakan atau diberikan, berdasarkan SK
Direktur ( Menyusul ) akan diganti ke generik atau stock yang ada untuk obat,
diberikan jenis dan fungsi yang sama atau mendekati untuk alkes dan AMHP
m. Jika dokter menulis obat, alkes dan AMHP yang belum tersedia di Instalasi
farmasi, berdasarkan SK Direktur ( Menyusul ) dokter harus menuliskan copy resep
yang disetujui komite farmasi dan terapi dan disetujuo oleh Direktur.
n.
Obat, alkes dan AMHP yang diserahkan disalin kembali pada blanko resep 2
(dua) rangkap, lengkap dengan no resep, tanggal, nama dokter, nama, umur,
alamat dan no telpon pasien. Kemudian di input ke computer Selanjutnya diberi

harga, diinformasikan harganya kepada pasien atau keluarga pasien melalui


petugas administrasi ruangan via telepon
o.
Obat, alkes dan AMHP disiapkan. diberi etiket, dikemas lalu di buatkan kuitansi
(rangkap dua) dengan nomer yang sama di blanko resep dan di stempel. Obat,
alkes dan AMHP serta Kuitansi asli diserahkan atau diantar ke keluarga pasien atau
pasien setelah melakukan pembayaran dan setelah menandatangani blangko resep
rangkap 2 (dua). Copy kuitansi beserta blanko resep sebagai pertinggal di depo
rawat inap
p.
Kartu obat diserahkan kembali kepada perawat di ruangan setelah pasien
mengambil obat, alkes dan AMHP di hari yang sama sesegera mungkin oleh petugas
depo rawat inap
q.
Petugas depo pelayanan rawat inap menulis nama pasien dan jumlah kartu
obat yang akan diserahkan ke perawat di buku penyerahan kembali kartu obat.
Petugas depo pelayanan rawat inap mengantar kartu obat ke ruangan dan meminta
nama, tanggal, jam dan paraf perawat yang menerima kartu obat tersebut di buku
penyerahan kembali kartu obat.
r.
Perawat mencocokkan nama dan jumlah kartu obat yang diterima dengan
yang di tulis di buku penyerahan kembali kartu obat, jika sudah benar dan sesuai
berikan nama, tanggal, jam dan paraf di buku penyerahan kembali kartu obat
tersebut.
s.
Perawat menulis kembali nama dan jumlah kartu obat yang diterima di buku
penerimaan kembali kartu obat dan meminta nama, tanggal, jam dan paraf petugas
depo rawat inap yang mengantar kartu obat
t.
Petugas depo rawat inap mencocokkan nama dan jumlah kartu obat yang
diterima dengan yang di tulis di buku penerimaan kembali kartu obat, jika sudah
benar dan sesuai berikan nama, tanggal, jam dan paraf di buku penerimaan kembali
kartu obat tersebut
u.
Setelah pasien pulang petugas administrasi ruangan menyerahkan kembali
kartu obat ke depo rawat inap
v.
Semua pemakaian obat golongan narkotik untuk pasien rawat inap dicatat
dalam Formulir Pemakaian Obat Golongan Narkotik yang ditandatangani oleh dokter
yang bersangkutan.
w. Karena sebelum pasien pulang kartu obat akan dikembalikan ke ruangan maka
semua pemakaian obat golongan narkotik dan psikotropika untuk pasien rawat inap
akan dicatat dalam Formulir Pemakaian Obat Golongan Narkotik dan Psikotropika
yang ditandatangani oleh dokter yang bersangkutan tiap bulannya, ditulis formulir
sementara sebagai bukti pertinggal di depo rawat inap (untuk keperluan
administrasi dan pelaporan narkotik dan psikotropika).Dimana pada Formulir

Pemakaian Obat Golongan narkotik dan psikotropika tertera nama pasien, alamat
pasien, nomor rekam medik pasien, ruang rawat, nama dokter, jumlah dan jenis
narkotik dan psikotropika dan yang digunakan.
x.
Jika pasien belum memiliki dana yang cukup, sedangkan pelayanan tetap
harus dilaksanakan, akan ada prosedur lebih lanjut
ALUR PELAYANAN DEPO RAWAT JALAN
1.

Alur Pelayanan Resep Pasien Umum

a.

Pasien mengambil nomor dan menuliskannya pada resep.

b.

Resep diserahkan kepada petugas farmasi.

c.

Petugas farmasi membaca resep kemudian diberi harga.

d.
Petugas farmasi memberikan tanda bukti pembayaran kepada pasien setelah
pasien membayar resep.
e.

Jika terdapat obat yang tidak tersedia di depo maka dibuat copy resep.

f.

Jika sudah dibayar, maka dilakukan pengkajian resep

g.
Jika sudah sesuai, obat disiapkan sesuai resep oleh petugas farmasi sesuai
dengan Protap Penyiapan Obat.
h.
2.
a.

Obat diserahkan kepada pasien oleh petugas farmasi disertai informasi obat
Alur Pelayanan Resep Pasien Jamkesmas
Pasien mengambil nomor dan menuliskannya pada formulir resep Jamkesmas.

b.
Pasien menyerahkan formulir resep disertai dengan Surat Jaminan Pelayanan
(SJP) dan Surat Keabsahan Peserta (SKP) Jamkesmas.
c.

Petugas farmasi memeriksa kelengkapan berkas tersebut.

d.
Apabila terdapat kekurangan berkas maka pasien diminta untuk melengkapi
kekurangan tersebut.
e.
Resep yang telah memenuhi persyaratan adminstrasi, dilakukan pengkajian
resep sesuai dengan Prosedur Tetap Pengkajian Resep.
f.
Jika sudah sesuai, kemudian oleh petugas farmasi disiapkan obat-obatannya
sesuai dengan Protap Penyiapan Obat.
g.
Pemberian obat-obatan diutamakan obat generik tetapi apabila tidak ada obat
generiknya maka ditanyakan kepada dokter konsulennya apakah bisa diganti
dengan obat lain dengan indikasi yang sama atau jika memang harus dengan obat

tersebut maka diresep harus diberi keterangan mengenai diagnosis penyakit dan
alasan diberikan obat tersebut serta harus ditandatangani oleh dokter spesialis.
Obat tersebut harus mendapatkan persetujuan dari direktur atau wadir pelayanan
apakah obat diberikan sesuai resep atau tidak.
h.
3.

Obat diserahkan kepada pasien oleh petugas farmasi disertai informasi obat
Alur Pelayanan Resep Peserta Askes

a.
Pasien mengambil nomor dan menuliskannya pada resep yang dibuat rangkap
dua dan telah diverifikasi oleh PT. ASKES serta telah dilengkapi Surat Jaminan
Pelayanan (SJP) PT. ASKES.
b.

Petugas farmasi memeriksa kelengkapan berkas tersebut.

c.
Apabila terdapat kekurangan berkas maka pasien diminta untuk melengkapi
kekurangan tersebut.
d.
Petugas farmasi melakukan entry data Selain itu, dilakukan pengecekan
apakah obat dalam resep termasuk dalam Daftar Plafon Harga Obat (DPHO) ASKES
atau tidak.
e.
Obat yang tidak termasuk dalam Daftar Plafon Harga Obat (DPHO) PT. ASKES di
buat copy resep.
f.
Untuk obat yang terdapat dalam Daftar Plafon Harga Obat (DPHO) PT. ASKES
tetapi melebihi peresepan maksimal dan untuk obat-obat khusus harus dilengkapi
dengan protokol terapi yang ditanda tangani oleh dokter yang memberikan terapi
dan disetujui oleh PT. ASKES.
g.
Apabila obat telah mendapat persetujuan dari petugaS PT. ASKES maka
dilakukan pengkajian resep. Jika sudah sesuai, kemudian oleh petugas farmasi
disiapkan obat-obatannya
h.
Obat diserahkan kepada pasien oleh petugas farmasi disertai informasi obat
sesuai dengan Protap Penyerahan Obat.
4.

Alur Pelayanan Resep Peserta Jamsostek

a.
Pasien menyerahkan resep disertai dengan berkas persyaratan kepada
petugas farmasi (foto copy surat jaminan dari Jamsostek dan foto copy Kartu
Peserta Jamsostek).
b.

Petugas farmasi memeriksa kelengkapan resep dan berkas tersebut.

c.
Apabila ada kekurangan berkas maka pasien diminta untuk melengkapi
kekurangan berkas tersebut.

d.
Resep yang telah lengkap kemudian diverifikasi apakah obat termasuk dalam
daftar obat Jamsostek atau tidak.
e.
Obat yang tidak termasuk dalam daftar obat Jamsostek diberi harga dan
ditanyakan kepada pasien, apakah akan dibeli atau tidak.
f.
Apabila semua obat telah mendapat persetujuan dari pasien baik yang
termasuk daftar obat Jamsostek atau tidak, maka dilakukan pengkajian resep sesuai
dengan Prosedur Tetap Pengkajian Resep. Jika sudah sesuai, kemudian oleh petugas
farmasi disiapkan obat-obatannya sesuai dengan Protap Penyiapan Obat
g.
Obat diserahkan kepada pasien oleh petugas farmasi disertai informasi obat
sesuai dengan Protap Penyerahan Obat.

syafira atsary di 18.05