Anda di halaman 1dari 10

Sudradjat,Iwan

MembangunSistemTeoriArsitekturNusantara:
MerubahAnganAnganMenjadiKenyataan

ABSTRAK

MakalahinimencobamenjajagikemungkinanuntukmembangunSistemTeori
ArsitekturNusantara,melalui:tinjauantentangdefinisiteoridanTeoriArsitektur
Nusantarasebagaibodyofknowledge;identifikasisistemdansumberTeori
ArsitekturNusantara;Pilihanragamteoridanlingkupproblematisasiyangtepat
bagiTeoriArsitekturNusantara;danpembukaanranahteorisasibaruserta
penentuanstrategipembangunanSistemTeoriArsitekturNusantara.

I.TEORIDANPROSESTEORISASI

1
2
3
4
5
1
2
3

Teorimemangsulitdirumuskandalamdefinisiyangbaku,tetapidapat
dijelaskanmelaluikarakteristiknya.Teoriseringkalidiartikansebagai
seperangkatkonsep,definisidanproposisiyangmenyajikanpandangansistematik
tentangsuatufenomena,peristiwadansituasimelaluiuraiantentanghubungandi
antaravariabelnya,gunamenjelaskandanmemprediksifenomena,peristiwadan
situasitersebut.
Manfaatteoridibuktikanmelaluikemampuannyadalamhal:
Pengorganisasiangagasanataupemikiran;
Prosesgeneralisasi(berpikirinduktif);
Prosesinferensi(berpikirdeduktif);
Pembatasanlingkupstudimelaluiinklusidaneksklusi;dan
Pemeriksaaninotentisitasdalamdata
MenurutStephenP.Borgatti,teoriyangbaikmemilikikarakteristiksebagai
berikut[1]:
MechanismorProcess:Teoriyangbaikmemilikielemendinamisyang
memberikanpemahamantentangproses,mengapasuatusituasiataukondisi
beralihkesituasiataukondisilain.
Generality:Teoriyangbaikbersifatumumsehinggadapatditerapkanpada
lingkupsituasiataukondisiyanglebihluas.
Truth:Padahakekatnyateoritidakdapatdibuktikankebenarannya,karenadua
alasan:(1)Tidakpernahadayangdinamakanpengujianterakhir,karena
kesempatanpengujiansebenarnyatidakterbatas,dansetiaphasilpengujian
berikutnyamungkinsajamembuahkanhasilyangberbedadenganpengujian
sebelumnya.(2)Teorihanyalahdeskripsitentangfakta,dandalamkenyataan
suatufaktatidakhanyadapatdijelaskanolehsatuteori,tetapiolehbeberapa
alternatifteoriyangmemilikivaliditassama.Karenaitu,keberlakuansuatuteori
selalubersifatterbatas,relatifdansementara.

4
5

6
7

Falsifiability:Teoriyangbaikdapatdibuktikankeberlakuannyamelalui
eksperimenataupengumpulandata.
Parsimony:Teoriyangbaikmempunyairumusanketerkaitanyangjelasdan
sederhana.Teoriseringkalidisebutsebagaimodel,dimanaseluruhgagasanyang
terkandungdidalamnyadikemassecarasederhanadengancaramenanggalkanhal
halyangdianggaptidakpenting.
Fertility:Teoriyangbaikmampumembangkitkanbanyakimplikasipadaberbagai
bidang,sehinggadapatmelahirkanpengetahuanbaruataucarapengujianteori
yangbaru.
Surprise:Teoriyangbaikharusmenarikdanmembawacarapemahamanbaru,
sehinggadapatmenghasilkanprediksiyangtakterdugadanmenyenangkan.
Prosesteorisasi(theorizingprocess)adalahprosesiteratifkreasikritikre
kreasiuntukmenghasilkanteoriyangbaik,yangdicirikanolehketujuhkriteria
tersebutdiatas.Prosesteorisasiyangsempurnatidakhanyamenghasilkanteori
yangbaik,tetapijugaindah.Prosesuntukmenghasilkankeindahantersebut
menuntutkepekaandannalurisenitersendiri.
Eksplorasidaneksperimentasiteoritissangatdiperlukanuntukmenjagaagarsuatu
bidangilmuterusberkembangdanmampumempertahankankedudukandan
perannyayangpentingdalammasyarakat.SepertidiungkapkanolehNicholasM.
Graham:theoryisnotaluxury,itisanecessity.[2]

II.DEFINISIKERJA:NUSANTARA

Menyadaribetapamembingungkannyapenggunaanperistilahandannama
geografisyangmengacupadawilayahtheIndies,JanB.Avmencoba
menguraikanasalusuldansejarahpenggunaanperistilahanIndonesia,
InsulindedanNusantaradalamartikelnyayangterbitpadatahun1989.[3]
IstilahIndonesiapertamakalidigunakanolehG.W.EarlandJ.R.Loganpada
tahun1850,dalamduaartikelpanjangyangterbitdalamJournaloftheIndian
ArchipelagoandEasternAsia.IstilahIndonesiadijelaskanolehLogansebagai
purelygeographicalterm.whichismerelyashortersynonymfortheIndian
IslandsortheIndianArchipelago(Logan1859:254n).IndianArchipelagoyang
dimaksudmencakupiPhilipina,tetapitidaktermasukNewGuineayangdianggap
sebagaibagiandariMelanesia.Dalamperkembanganselanjutnya,istilah
Indonesiasecaraberangsurmemperolehkonotasietnologisdanpolitis.
IstilahInsulindeadalahciptaanEduardDouwesDekker(Multatuli),muncul
pertamakalidalammanuskripnyayangditulistahun1859danditerimaluasdalam
lingkarankesusasteraan.Istilahtersebutuntukpertamakalinyadigunakandalam
pengertianpolitispadatahun1907.
IstilahNusantaratelahditemukandalaminskripsitahun1305danmanuskrip
berbahasaJawadariabadke14dan15,termasukdalamPararaton,dimanaPatih
GajahmadamengucapkansumpahPalapanya.Maknaawalistilahtersebutsulit
dipastikan,tetapipendudukIndonesiakemudianlebihmengartikanNusantara

sebagaiarchipelagoatauKepulauanIndonesia.Pengertiantersebutkemudian
diperkuatolehSuwardiSurjadiningrat,KiHajarDewantara,danSoekarno.
PenelusuranhistorisyangdilakukanJanB.Avternyatatidakdapatmemberikan
kepastiantentangbagaimanaperistilahantersebutsebaiknyadigunakan,karena
maknasertakonotasinyacenderungberubahdarimasakemasa.
Untukkepentinganpenulisanmakalahini,selanjutnyaistilahNusantaraakan
lebihditafsirkansebagaikesatuangeografisyangkinimenjadibagiandarinegara
RepublikIndonesia,denganrentangdimensihistorisyangpanjang,sejakjaman
praHindu,JamanHinduBudha,JamanIslam,JamanKolonial,Jaman
Kemerdekaan,JamanOrdeLama,JamanOrdeBaru,danJamanReformasi.
KepengaruhanbudayaLokal,HinduBudha,Islam,Kolonial,Nasional,dan
Internasionalakandipandangsebagaihalyangkontinum,bukankutubkutub
dikotomiyangbekerjasecaraterpisah.
Pendefinisiantersebutdiatastentunyamasihjauhdarimemuaskan,tetapisebagai
dasaruntukmelangkahlebihlanjutkiranyacukupdapatdipertanggungjawabkan.

III.TEORIARSITEKTURNUSANTARASEBAGAIBODYOF
KNOWLEDGE

TeoritentangbentukarsitekturdiNusantarasecarasporadistelahdibahasdalam
berbagaiperspektifkeilmuansepertiarkeologi,antropologi,sejarahsenidan
arsitektur;tetapiTeoriArsitekturNusantarasebagaibidangstudiyangterpadu,
sistematis,dankritismasihmerupakanangananganyangjauhdarikenyataan.
KerinduanakanSistemTeoriArsitekturNusantaralahirdarikemandulanvisidan
prestasi,sertaketidakmampuanparaintelektualdiIndonesiauntukmemahami
keragamanfenomenaarsitekturalyangtelah,sedangdanakanterjadidalam
kontekskehidupanbangsayangsangatmajemukdansaratdenganparadoks.
Lebihburuklagi,dilubukhatinyayangpalingdalamparaintelektualsangat
berharapbahwaSistemTeoriArsitekturNusantarasecaralangsungakanturut
membantumemecahkankrisismultidimensionalyangsedangdihadapidunia
arsitekturdankehidupanmasyarakatpadaumumnyadibumiNusantara.Suatuke
naifanyangromantis,sepertiskenariofilmstereotipBollywood.
PerludisadaribahwaSistemTeoriArsitekturNusantaradimaksudkanuntuk
membangunbodyofknowledgeyangmempunyaisikluskehidupanpanjangdan
membutuhkankomitmenilmiahyangkontinu,bukansebagaiintellectual
exerciseyangterfokuspadakepentinganpemecahanmasalahyangbersifatsesaat
dandidorongolehimpulsyanglahirdariduniapraxisataupopulersemata.
EksistensiSistemTeoriArsitekturNusantaradengandemikiantidaktergantung
padamomentumkehadiranmileniumketigaataukrisismoneteryangmelanda
Asia,tetapipadavisi,moral,tanggungjawabsertamotivasiakademikpara
intelektualdalamduniaarsitekturdiIndonesiauntukmembangunbodyof
knowledgedanotoritaspengetahuantentangArsitekturNusantara.

IV.SISTEMTEORIARSITEKTURNUSANTARA

1
2
3

TeoriArsitekturNusantarasebagaibidangkajianilmiahberpumpunpada
pemahamanatasseluruhsekuensspasialhistorisgejalaarsitekturdiNusantara,
sertaprosesprosessintesissekuensspasialhistoristersebutuntukmenghasilkan
rampatandanrumusantentangrealitasarsitekturdiNusantara,sampaibatasyang
masihdimungkinkan.
Implikasidaripandangandiatasadalahbahwastatusdankualitaskeilmiahan
SistemTeoriArsitekturNusantarasangattergantungpadatigahal,yaitu:
Pendalaman,penstrukturandanpengujianatasberbagaisekuensspasialhistoris
gejalaarsitekturdiNusantarasebagaikomponendasarsistem;
Proseskritikdansintesissecaraberkelanjutandiantarakomponendasarsistem
tersebut;
Paradigmakeilmiahan,ideologibudayadanmisisosialyangdianutatau
disepakatibersamaolehparaintelektualyangterlibat.
Ketigahaltersebuthanyamungkindicapaiapabilainfrastrukturpenunjang,
komunitasmasyarakatilmiah,kompetensikepakaran,danwahanakomunikasi
secarabertahapdanterencanadapatdibangundandipeliharasecaraberkelanjutan.
UsahamembangunSistemTeoriArsitekturNusantaratanpamemperhatikanhal
haltersebutdiatashanyaakanterjerumusdalamjebakanaktivitaskosmetisdan
ritusbanalyangcenderungdangkal,menyesatkandanmudahdisalahgunakan
untuktujuantujuanlegitimasipseudoilmiah.

V.SUMBERPENGETAHUANTENTANGTEORIARSITEKTUR
NUSANTARA

Teoriarsitekturtidakharusterdokumentasikandalambentukteksataudokumen
tertulis,meskiteksmerupakandataprimeryangnilaiotentisitasnyatinggi.
Ekstrapolasidariartifakarsitekturaldanbudayatakkalahpentingdalam
pengumpulansumbersumberpengetahuantentangTeoriArsitekturNusantara,
mengingatbahwatradisikesejarahan(penulisandalambentukmanuskrip)dan
pengungkapanpandangandansikap(penulisandalambentukmanifesto)masih
sangatlangka,karenamasyarakatdiNusantaraumumnyatidakpernahsecara
sengajadanpenuhkesadaranberkontemplasitentangarsitekturdanprinsipprinsip
yangmelandasinya.
Sumberpengetahuantentangteoriarsitekturbersifatpolyvalent,sehingga
pembatasanyangterlaluketatpadateksakansangatmengurangiruanggerak
danlingkupcakupanteoriarsitektur.Teoriarsitekturpadamasakinidituntutagar
mampumemberikangambarantentangkompleksitasfenomenaarsitektur,dalam
kaitandengandinamikasertakontekskemasyarakatannya.Dengandemikian,
TeoriArsitekturNusantaraharusbersifatpluralistik,membukadiribagi
inkonsistensi,tidakbersifatreduksionis,tidakmengutamakankontinuitas,serta
tidakberpretensiuntukmeraihidentitasataulabeltertentu.TeoriArsitektur

Nusantaraharusdiposisikansebagaisuatumodasistemproduksibudayayang
berkaitanluasdenganparadigmaberpikir,konsepepistemologis,spiritjaman,dan
kondisisosialpolitikyangdominandalammasyarakatpadajamannya.

1
2
3

TeoriArsitekturNusantaradalamjangkapanjangakanbermanfaatsebagai:
Perangkatrefleksiexpostfactountukdeskripsi,justifikasidanintelektualisasi
fenomenaarsitekturalyangtelahterjadi;
Substansipengajaranteori,sejarahdankritikarsitekturpadaparasglobalmaupun
lokal,untukmempertajamvisidansikapkritismahasiswa/arsitekdalamproses
analisis,produksidaninterpretasigejalagejalaarsitektural.
Landasanbagipenyusunanprogramdankriteriayangharusdipenuhiarsitektur
yangakandibangundalamkonteksmasakinidanmasadepan,sertasumber
inspirasibagipengembangansolusiarsitekturalalternatifdaninkonvensional.

VI.RAGAMUMUMTEORIARSITEKTURNUSANTARA

Apabilateoriarsitekturdipahamisebagaiseperangkatgagasanyangbermaksud
menjelaskanataumenafsirkanberbagaifenomenaarsitektural,makasecaraumum
kitadapatmembedakan4(empat)jenisteoriarsitektur,yakni[4]:
TeoriSosialIlmiah(SocialScientificTheory):TeoriSosialIlmiahumumnya
berupapernyataanpernyataan(statements)tentangsifat,fungsidanpengaruh
arsitekturdalamronakemasyarakatandannilaisosialbudayatertentu,yang
diturunkansecarasistematisdaripengamatanobyektifdanbuktibuktiempiris,
danseringkaliberkaitaneratdenganteorisosialilmiahdaridisiplinkeilmuanyang
lain,seperti:antropologi,arkeologi,sosiologi,sastra,danlainnya.
TeoriNormative(NormativeTheory):TeoriNormatifmempertanyakantentang
bagaimanaseharusnyaarsitekturberperandalamronakemasyarakatansertanilai
sosialbudayatertentu,sehinggapadagilirannyaakanmampumempengaruhi
kepekaanapresiasi,evaluasidanantisipasiterhadapfenomenaarsitekturdimasa
lampau,masakinidanmasamendatang.
TeoriKerja(WorkingTheory):Teorikerjasekaligusbersifatpraktisdan
normatif,berfungsisebagaipedomanuntukmemanducarakerjamerekayang
terlibatdalamprosesproduksiarsitektur,agarsejalandantetapkonsistendengan
prinsipprinsipdantujuanidealyangingindicapai.Teorikerjabisadituangkan
dalambentuktradisi,praktekprofesional,norma,rulesofthumb,metodadan
teknik.
TeoriAkalSehat(CommonsenseTheory):TeoriAkalSehatmerujukpada
pemikirandangagasansubyektifyangditurunkandaripengalamanindividu,
terutamaparaarsitek,dosen,kritikusdansejarawan.TeoriAkalSehatumumnya
tidakdiartikulasikan,tetapisecaraimplisitmendasariberbagaipandangan,
penilaiandantindakanaktoryangbersangkutan.
Meskipunkeempatjenisteoriarsitekturtersebutdiatasmerupakansumberyang
pentingdalamkerangkapemahamanfenomenaarsitektur,tetapiuntuktujuan
kajianyangbersifatilmiah,teoripertamadankeduamemilikinilailebihdibanding
yangketigadankeempat.
ProdukTeoriArsitekturNusantaratidakdapatdihindariakanmencakupikeempat
jenisteoritersebutdiatas.Namun,sebagaisuatuacademicenterprisesecara
purposifpengembanganTeoriArsitekturNusantaraharusdiarahkanpadateori
yangpertamadankedua.

VII.LINGKUPPROBLEMATISASITEORIARSITEKTUR
NUSANTARA

Arsitektursebagaiunsurbudayayangbersifatuniversalmudahditemukenali,
tetapisangatsulituntukditeorisasikan.Terminologiarsitekturmerujukpada
seni/ilmumerancangdanmembangun,kualitasformaldanestetikbangunan,
sistemkonstruksi,metaforadansimbol,dll.Karenaitusepertidiungkapkanoleh
HannoWalterKruft,definisiyangabstrakdannormatiftentangteoriarsitektur

sangattidakbermanfaatdansecarahistoristidakdapatdipertanggungjawabkan.
[5]Perdebatantentangteoriarsitekturmudahsekaliterjerumusmenjadipolemik
yangberkepanjangan.
Meskipundemikian,berdasarkanlingkupproblematisasinya,teoriarsitektur
menurutEdwardRobbinsdapatdiklasifikasikanmenjadi3(tiga)kelompok[6],
yakni:
TheoryinArchitecture:Kebanyakanteoriarsitekturtergolongkedalam
kelompokini.TheoryinArchitectureumumnyamengamatiaspekaspekformal,
tektonik,struktural,representasional,danprinsipprinsipestetikyangmelandasi
gubahanarsitektur,sertaberusahamerumuskandanmendefinisikanprinsip
prinsipteoritisdanpraktisyangpentingbagipenciptaandesainbangunanyang
baik.Teoriyangtergolongdalamkolompokinicenderungbersifatsuperfisial,
deskriptifdanpreskriptif,kurangdilandasiolehinterpretasidanpemahamanyang
kritisdanmendalam.
TheoryofArchitecture:Teoriyangtergolongdalamkelompokiniberusaha
menjelaskanbagaimanaparaarsitekmengembangkanprinsipprinsipdan
menggunakanpengetahuan,teknikdansumbersumberdalamprosesdesaindan
produksibangunan.Isupokokdisinibukanlahprinsipprinsipumumyang
memandudesain,tetapibagaimanadanmengapaarsitekmendesain,menggunakan
media,danbertindak;sertamengapadiantaramerekabisaterjadikeragaman
historismaupunbudaya.
TheoryaboutArchitecture:Teoriyangtergolongdalamkelompokinibertujuan
menjelaskanmaknadanpengaruharsitektur,mendudukkanarsitekturdalam
kontekssosialbudayanya,memerikanbagaimanaarsitekbekerjasebagaiproduser
budaya,ataumemahamibagaimanaarsitekturdigunakandanditerimaoleh
masyarakat.Dengankatalain,teoriiniberusahamenjelaskanbagaimanaarsitektur
berfungsi,dipahamidandiproduksikansecarasosialdanbudaya.
Teoriyangpertamadankeduamenuntutparateoretisiagarmenguasaiisuisu
tentanggubahanbentuk,struktur,material,metodapenelitiandankomunikasi,
ekonomi,prosesproduksibangunan,dll.Walaupunpengetahuanyangberkaitan
denganpengetahuantentangarsitektursebagaiprosespenciptaantersebutcukup
penting,namuntidakmampumemberikanwawasanyangmemadaitentang
bagaimanaarsitekturberfungsisecarasosialdanbudaya,sepertiyangingin
diungkapkanolehteoriketiga.Parateoritisiyanginginmenjelaskanperan
arsitekturdalamrealitaskehidupanmasyarakatharusmenguasaimetodauntuk
menelitiprakteksosialdanbudaya,sertamenyadaribahwapengetahuantentang
arsitekturdariperspektiforangdalamsajatidakmampumenjelaskanbagaimana
arsitekturdidefinisikandandipahamiolehmasyarakatluas.
Penekananpadadimensidankontekssosialbudayaproduksiarsitekturseperti
yangditawarkandalamteoriketigatampaknyasangatrelevandenganproblema
dantantanganyangdihadapiolehrakyatbanyakdiIndonesiapadasaatini,

sehinggapatutmenjadiprioritasdidalammembangunSistemTeoriArsitektur
Nusantara.

VIII.MEMBUKARANAHBARUBAGITEORISASI
ARSITEKTURNUSANTARA

Kesulitanuntukberteorisasitentangrealitasarsitekturdanmenemukanlandasan
teoritisbagiproduksiarsitektur,telahmenyebabkanparateoritisiberpalingdari
isunyatayangdihadapinyadanberalihpadarujukandiluarranaharsitektur.
Banyakparateoritisiarsitekturakhirnyaterlibatdalamkegiatanintelektualdengan
meminjamwacanateorisosialdanteorihumanistikkontemporer(semiotika,
pascamodernisme,pascastrukturalisme,dekonstruksi,feminisme,dll)yang
membahasisuisudisekitarperiferiarsitektur,tanpakomitmenterhadaparsitektur
sebagairealitasfisikdansosialbudayayangseharusnyamenjadiintipermasalahan
mereka.Parateoritisiarsitekturterseretdalamprosesintelektualisasiyangabstrak
dancenderungmembentuklingkaraneliteyangsalingberkomunikasidengan
bahasaeksklusif,sehinggamenutupdiriterhadaprealitasyangpenuhdengan
problemadantantangan,yangurgensinyasemakintinggi.Menurutistilahyang
digunakanEdwardRobbins,padaakhirnyamerekamelakukantheorizingonto
architecture,bukatheorizingarchitecture.[7]
Kinisemakindirasakanperlunyateoriarsitekturyangberakardanberpijakpada
bumiarsitekturdanpraktekarsitekturalitusendiri.RichardSennetmenekankan
pentingnyateorisasitentangprosesproseshabitasidanbermukim(processesof
habitationanddwelling).[8]Pertentanganantaratheoria(understanding)dan
poesis(making)atauantarateoridanpraktek,yangberakardaripemahaman
budayaYunani,perlusegeradijembatani.Teoriteoriarsitekturmodernhingga
kinihanyamembahasseparuhbagiandariprosesarsitektural,yakniprosesgestasi
atauterbentuknyabangunan(strukturgramatik,tipologidanmorfologi,styles,
strategidesain)tetapikurangmemperhatikanseparuhbagianyanglainnya,yakni
proseshabitasidanbermukimyangmelibatkanpengalamankomunitasyang
tinggalatauhidupdalamsuatubangunan,tempatataulingkungan.
Melaluiteorisasitentangproseshabitasidanbermukimdiharapkanaspekpoesis
akanmendapatperhatiandanpenguatan,tidaklagiditerlantarkan.Namunhal
tersebutbukanlahlangkahyangmudah,karenamenuntutpergeseranpumpunan
intelektualdanadanyasikapsertakemampuanmenilaisecarakritis,dimana
penggunaataupenghunibangunanditempatkansebagaikritikusterhadap
arsitekturtempatmerekaberadaataubermukim.Dengandemikianhubungan
antarateoritisidenganobyekarsitekturdanmanusiapenghunimemerlukan
pendefinisiankembali.
Hubunganhierarkisantarateoritisisebagaipengamat,penafsirdanpenilai
(spectators)yangmemilikiprivilegeuntukmelaksanakanpowerofgazedengan
parapemain(actors)dalamsebuahbangunantheoriaatautheatronharusdiubah

menjadihubunganyangnonhierarkis.[9]Kebiasaanteoritikusuntukmengambil
sudutpandangdariatasdengandemikianharusdigantikandengansudutpandang
daribawah.Teoriarsitekturyangselamainicenderungmenjadiinstrumen
dominasidanlegitimasikekuatanelitekritisiharusdiubahmenjadisaranauntuk
melayanikepentinganmasyarakatumum,terutamakelompokkelompokmarginal
yangmengalamiopresidaneksploitasidalamsistemyangkemasyarakatanyang
penuhdenganketimpangandanketidakadilan.
MenurutLindaPollak,paradigmabarudiperlukanuntukmenghapuskandikotomi
antarateoridanpraktek.[10]Melaluirekonseptualisasitentanghubunganteoridan
praktek,palingsedikitdapatdikenalitigakemungkinanpraktekarsitektural,
yakni:praktekteori(practicesoftheory),praktekdesain(practicesofdesign)dan
praktekbermukim(practicesofdwelling),dimanaketiganyatidaklagi
membentukstratifikasiyanghierarkis,tetapiberuparantaihorisontalyangsaling
berkaitanerat,dimanapraktekdidefinisikandandiartikulasikansecararefleksif.

IX.STRATEGIPEMBANGUNANSISTEMTEORIARSITEKTUR
NUSANTARA

Pepatahmengatakan:Romatidakdibangundalamsehari.Berbagaipersiapan
awaldanlangkahlangkahstrategisperluditempuhuntukmemulaipenyusunan
pondasiyangkuatbagipembangunanSistemTeoriArsitekturNusantarayang
menuntutkomitmenjangkapanjangdanberkesinambungan.Antaralain:
1.Pembentukaniklimakademikyangkondusif,melalui:
pengembangankepakarandanlaboratoriumkajianteoriarsitektur
mainstreamingteoriarsitekturkedalamkurikulum,dan
pembentukanresourcecenter.
2.Pembentukankomunitasmasyarakatilmiah,lembagakajiansertaforum
komunikasiberskalaregional,nasionaldaninternasional.
3.Standardisasiprosedurkeilmiahan:
pengumpulan,pengolahandandiseminasiinformasi
metodapendekatandananalisis
formatpenyajianilmiah
4.Penyediaansaranapublikasiilmiahdanpeerreview.
5.Konsensustentangparadigma,kerangkaumumdansubstansidasarSistem
ArsitekturNusantara.

KEPUSTAKAAN

Av,JanB.(1989),Indonesia,InsulindeandNusantara:DottingtheIsand
CrossingtheT,BKI,Deel.145,2e&3eaflevering,h.220234.
Bogatti,StephenP.(1996),ThinkingTheoretically,
http://www.analytictech.com/mb313/theorizing.htm.
Gelernter,Mark(1995),SourceofArchitecturalForm:ACriticalHistoryof
WesternDesignTheory,MenchesterUniversityPress.

Graham,NicholasM.(1977),TheFormandFunctionofArchivalTheory,The
KatharineSharpReview,No.4,Winter.[
http://edfu.lis.uiuc.edu/review/winter1997/graham.html]
Johnson,PaulAlan(1994),TheTheoryofArchitecture:Concepts,Themesand
Practices,VanNostrandReinhold.
Kruft,HannoWalter(1994),AHistoryofArchitecturalTheory:FromVitruviusto
thePresent,PrincetonArchitecturalPress.
Lesnikowski,Wojciech(1987),OntheChangingNatureofTheoriesof
Architecture:VitruviustoVenturi,InlandArchitect,September/October,pp.28
38.
McQuail,Denis(1987),MassCommunicationTheory:AnIntroduction,2nded.,
London:SagePublications.
Pollak,Linda(1995),Practices,GSDNews,Summer,h.89.
Robbins,Edward(1995),ArchitectureandTheory,GSDNews,Summer,h.78.
Sennet,Richard(1995),Theory,GSDNews,Summer,pp.46.
Sudradjat,Iwan(1991),AStudyofIndonesiaArchitecturalHistory,Unpublished
PhDThesis,DepartmentofArchitecture,UniversityofSydney,Australia
[1]StephenP.Bogatti(1996),ThinkingTheoretically,
http://www.analytictech.com/mb313/theorizing.htm
[2]NicholasM.Graham(1977),TheFormandFunctionofArchivalTheory,
TheKatharineSharpReview,No.4,Winter.
[http://edfu.lis.uiuc.edu/review/winter1997/graham.html]
[3]JanB.Av(1989),Indonesia,InsulindeandNusantara:DottingtheIsand
CrossingtheT,BKI,Deel.145,2e&3eaflevering,h.220234.
[4]AdaptasidariDenisMcQuail(1987),MassCommunicationTheory:An
Introduction,London:SagePublication,h.45.
[5]HannoWalterKruft(1994),AHistoryofArchitecturalTheory:From
VitruviustothePresent,PrincetonArchitecturalPress,h.2.
[6]EdwardRobbins(1995),ArchitectureandTheory,GSDNews,Summer,h.
7.
[7]Ibid.
[8]RichardSennet(1995),Theory,GSDNews,Summer,h.46.
[9]DalambahasaYunani,terminologitheoriamerujukpadabangunantheatron,
aplaceforlookingat.Ibid.h.4.
[10]LindaPollak(1995),Practices,GSDNews,Summer,h.8.