Anda di halaman 1dari 11

BK KELOMPOK

Oleh: Dra. Endang Raghil WP M.Pd


Materi Kuliah Semester VII BK

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING


SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP PGRI SUMENEP
2009/2010

BK KELOMPOK
Manfaat Mata Kuliah

Setelah mengikuti perkuliahan Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui secara


ringkas tentang apa itu Bimbingan Konseling Kelompok.
Kelompok menurut :
W.YH. Sportt memberikan pengertian kelompok sebagai beberapa orang yang

bergaul satu dengan yang lain.


H. Smith menguraikan : Kelompok adalah suatu unit yang terdapat beberapa
individu, yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya
dengan cara dan atas dasar kesatuan persepsi.

Definisi bimbingan kelompok

Menurut Tohirin (2007: 170) adalah suatu cara memberikan bantuan kepada individu

(siswa) melalui kegiatan kelompok.


Bimbingan Kelompok merupakan sarana untuk menunjang perkembangan optimal
masing-masing siswa, yang diharapkan dapat mengambil manfaat dari pengalaman

pendidikan ini bagi dirinya sendiri (dalam Winkel & Sri Hastuti, 2004: 565).
Dewa Ketut Sukardi (2008: 64) bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang
memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama memperoleh berbagai
bahan dari narasumber tertentu (terutama dari pembimbing/ konselor) yang berguna
untuk menunjang kehidupannya sehari-hari baik individu maupun pelajar, anggota
keluarga dan masyarakat serta untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Tujuan layanan bimbingan kelompok, Winkel & Sri Hastuti (2004:547) adalah menunjang
perkembangan pribadi dan perkembangan sosial masing-masing anggota kelompok serta
meningkatkan mutu kerja sama dalam kelompok guna aneka tujuan yang bermakna bagi para
partisipan. Selain itu bimbingan kelompok bertujuan untuk merespon kebutuhan dan minat
para peserta didik. Topic yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini bersifat umum
(common problem) dan tidak rahasia (Departemen Pendidikan Nasional, 2008).

Tujuan layanan bimbingan kelompok, menurut Tohirin (2007: 172)


Tujuan Umum

Secara umum layanan bimbingan kelompok bertujuan untuk pengembangan


kemampuan bersosialisasi, khususnya kemampuan berkomunikasi perserta layanan (siswa).
Tujuan Khusus
Secara lebih khusus layanan bimbingan kelompok bertujuan untuk mendorong
pengembangan perasaan, pikiran, persepsi, wawasan dan sikap yang menunjang perwujudan
tingkah laku yang lebih efektif, yaitu peningkatan kemampuan berkomunikasi baik verbal
maupun non verbal para siswa.
Manfaat bimbingan kelompok, menurut Dewa Ketut Sukardi (2008: 67)
Diberikan kesempatan yang luas untuk berpendapat dan membicarakan berbagai hal
yang terjadi disekitarnya.
Memiliki pemahaman yang obyektif, tepat, dan cukup luas tentang berbagai hal yang
mereka bicarakan.
Menimbulkan sikapyang positif terhadap keadaan diri dan lingkungan mereka yang
berhubungan dengan hal-hal yang mereka bicarakan dalam kelompok.
Menyusun program-program kegiatan untuk mewujudkan penolakan terhadap yang
buruk dan dukungan terhadap yang baik.
Melaksanakan kegiatan-kegiatan nyata dan langsung untuk membuahkan hasil
sebagaimana yang mereka programkan semula
Manfaat layanan bimbingan kelompok :Menurut Winkel & Sri Hastuti (2004: 565)

mendapat kesempatan untuk berkontak dengan banyak siswa;


memberikan informasi yang dibutuhkan oleh siswa;
siswa dapat menyadari tantangan yang akan dihadapi;
siswa dapat menerima dirinya setelah menyadari bahwa teman-temannya sering
menghadapi persoalan, kesulitan dan tantangan yang kerap kali sama; dan lebih berani

mengemukakan pandangannya sendiri bila berada dalam kelompok;


diberikan kesempatan untuk mendiskusikan sesuatu bersama;
lebih bersedia menerima suatu pandangan atau pendapat bila dikemukakan oleh
seorang teman daripada yang dikemukakan oleh seorang konselor.
KESIMPULAN

1. Bimbingan kelompok: adalah salah satu teknik dalam bimbingan kelompok untuk
memberikan bantuan kepada peserta didik/siswa yang dilakukan oleh seorang

pembimbing/konselor melalui kegiatan kelompok yang dapat berguna untuk


mencegah berkembangnya masalah-masalah yang dihadapi anak.
2. Tujuan layanan bimbingan kelompok: adalah untuk melatih siswa dalam
mengembangkan kemampuan bersosialisasi, dan mewujudkan tingkah laku yang lebih
efektif serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi baik verbal maupun non
verbal.
3. Manfaat layanan bimb kelompok: adalah dapat melatih siswa untuk dapat hidup
secara berkelompok dan menumbuhkan kerjasama antara siswa dalam mengatasi
masalah, melatih siswa untuk dapat mengemukakan pendapat dan menghargai
pendapat orang lain dan dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk dapat
berkomunikasi dengan teman sebaya dan pembimbing
Keuntungan Menggunakan Metode Pendekatan Kelompok

Anak bermasalah dapat mengenal dirinya melalui teman-teman kelompok. Anak dapat
membandingkan potensi dirinya dengan yang lain. Anak dibantu yang lain dalam
menemukan dirinya dan sebaliknya, anak dapat membantu kawannya untuk
menemukan dirinya.

Melalui kelompok sikap-sikap positif anak dapat dikembangkan seperti toleransi,


saling menghargai, kerjasama, tanggung jawab, disiplin, kreativitas, dan sikap-sikap
kelompok lainnya.

Melalui kelompok dapat dihilangkan beban-beban moril seperti malu, penakut, dan
sifat-sifat egoistis, agresif, manja dan sebagainya.

Melalui kelompok, dapat dihilangkan ketegangan-ketegangan emosi, konflik-konflik,


kekecewaan-kekecewaan, curiga-mencurigai, iri hati, dan sebagainya.

Melalui kelompok, dapat dikembangkan gairah hidup dalam melakukan tugas, suka
menolong, disiplin, dan sikap-sikap sosial lainnya.

Metode Bimbingan Kelompok menurut Tohirin (2007: 290).


1. Program Home Room
Program ini dilakukan dilakukan di luar jam perlajaran dengan menciptakan
kondisi sekolah atau kelas seperti di rumah sehingga tercipta kondisi yang bebas dan
menyenangkan. Dengan kondisi tersebut siswa dapat mengutarakan perasaannya seperti

di rumah sehingga timbul suasana keakraban. Tujuan utama program ini adalah agar
guru dapat mengenal siswanya secara lebih dekat sehingga dapat membantunya secara
efsien
2. Karyawisata
Karyawisata dilaksanakan dengan mengunjungi dan mengadakan peninjauan pada
objek-objek yang menarik yang berkaitan dengan pelajaran tertentu. Mereka
mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Hal ini akan mendorong aktivitas
penyesuaian diri, kerjasama, tanggung jawab, kepercayaan diri serta mengembangkan
bakat dan cita-cita
3. Diskusi kelompok
Diskusi kelompok merupakan suatu cara di mana siswa memperoleh
kesempatan untuk memecahkan masalah secara bersama-sama. Setiap siswa
memperoleh kesempatan untuk mengemukakan pikirannya masing-masing dalam
memecahkan suatu masalah. Dalam memlakukan diskusi siswa diberi peran-peran
tertentuseperti pemimpin diskusi dan notulis dan siswa lain menjadi peserta atau
anggota. Dengan demikian akan timbul rasa tanggung jawab dan harga diri.
4.

Kegiatan Kelompok
Kegiatan kelompok dapat menjadi suatu teknik yang baik dalam bimbingan,
karena kelompok dapat memberikan kesempatan pada individu (para siswa) untuk
berpartisipasi secara baik. Banyak kegiatan tertentu yang lebih berhasil apabila
dilakukan secara kelompok. Melalui kegiatan kelompok dapat mengembangkan bakat
dan menyalurkan dorongan-dorongan tertentu dan siswa dapat menyumbangkan

pemikirannya. Dengan demikian muncul tanggung jawab dan rasa percaya diri.
5. Organisasi Siswa.
Organisasi siswa khususnya di lingkungan sekolah dan madrasah dapat
menjadi salah satu teknik dalam bimbingan kelompok. melalui organisasi siswa
banyak masalah-masalah siswa yang baik sifatnya individual maupun kelompok dapat
dipecahkan. Melalui organisasi siswa, para siswa memperoleh kesempatan mengenal
berbagai aspek kehidupan sosial. Mengaktifkan siswa dalam organisasi siswa dapat
mengembangkan bakat kepemimpinan dan memupuk rasa tanggung jawab serta harga
diri siswa.
6. Sosiodrama
Sosiodrama dapat digunakan sebagai salah satu cara bimbingan kelompok.
sosiodrama merupakan suatu cara membantu memecahkan masalah siswa melalui
drama. Masalah yang didramakan adalah masalah-masalah sosial. Metode ini

dilakukan melalui kegiatan bermain peran. Dalam sosiodrama, individu akan


memerankan suatu peran tertentu dari situasi masalah sosial.
7. Psikodrama
Hampir sama dengan sosiodrama. Psikodrama adalah upaya pemecahan
masalah melalui drama. Bedanya adalah masalah yang didramakan. Dalam sosiodrama
masalah yang diangkat adalah masalah sosial, akan tetapi pada psikodrama yang
didramakan adalah masalah psikis yang dialami individu.
8. Pengajaran Remedial
Pengajaran remedial (remedial teaching) merupakan

suatu

bentuk

pembelajaran yang diberikan kepada seorang atau beberapa orang siswa untuk
membantu kesulitan belajar yang dihadapinya. Pengajaran remedial merupakan salah
satu teknik pemberian bimbingan yang dapat dilakukan secara individu maupun
kelompok tergantung kesulitan belajar yang dihadapi oleh siswa.

Tahap Pelaksanaan Bimbingan Kelompok


Menurut Prayitno (1995: 40) ada empat tahapan :
Tahap I Pembentukan
Tahap ini merupakan tahap pengenalan, tahap pelibatan diri atau tahap memasukkan
diri ke dalam kehidupan suatu kelompok. Pada tahap ini pada umumnya para anggota
saling memperkenalkan diri dan juga mengungkapkan tujuan ataupun harapan-harapan
yang ingin dicapai baik oleh masing-masing, sebagian, maupun seluruh anggota.
Memberikan penjelasan tentang bimbingan kelompok sehingga masing-masing
anggota akan tahu apa arti dari bimbingan kelompok dan mengapa bimbingan
kelompok harus dilaksanakan serta menjelaskan aturan main yang akan diterapkan
dalam bimbingan kelompok ini.
Jika ada masalah dalam proses pelaksanaannya, mereka akan mengerti bagaimana cara
menyelesaikannya. Asas kerahasiaan juga disampaikan kepada seluruh anggota agar
orang lain tidak mengetahui permasalahan yang terjadi pada mereka
Tahap II Peralihan
Tahap kedua merupakan jembatan antara tahap pertama dan ketiga. Adapun yang
dilaksanakan dalam tahap ini yaitu:
1. Menjelaskan kegiaatan yang akan ditempuh pada tahap berikutnya;
2. Menawarkan atau mengamati apakah para anggota sudah siap menjalani kegiatan pada
tahap selanjutnya;
3. Membahas suasana yang terjadi;
4. Meningkatkan kemampuan keikutsertaan anggota;
5. Bila perlu kembali kepada beberapa aspek tahap pertama
Tahap III Kegiatan

Tahap ini merupakan inti dari kegiatan kelompok. Tahap ini ada berbagai kegiatan
yang dilaksanakan, yaitu:
1.Masing-masing anggota secara bebas mengemukakan masalah atau topik bahasan.
2.Menetapkan masalah atau topik yang akan dibahas terlebih dahulu.
3.Anggota membahas masing-masing topik secara mendalam dan tuntas.
4.Kegiatan selingan
Tahap IV Pengakhiran
Ada beberapa hal yang dilakukan pada tahap ini, yaitu:
1.Pemimpin kelompok mengemukakan bahwa kegiatan akan segera diakhiri.
2.Pemimpin dan anggota kelompok mengemukakan kesan dan hasil-hasil kegiatan.
3.Membahas kegiatan lanjutan.
4.Mengemukakan pesan dan harapan

Group Counseling/Konseling kelompok

Merupakan salah satu bentuk konseling dengan memanfaatkan kelompok : untuk


Membantu
Memberi umpan balik (Feed Back).
Dan pengalaman kerja.
Konseling kelompok dalam prosesnya menggunakan prinsip-prinsip Dinamika

Kelompok
(Group Dynamic).
Beberapa pendekatan kelompok, menurut jenisnya :

1. Psikoterapi kelompok:
Psikoterapi Kelompok merupakan bantuan yang diberikan oleh psikoterapis
terhadap Klien untuk mengatasi disfungsi kepribadian dan interpersonalnya dengan
menggunakan interaksi emosional dalam kelompok kecil. Karena itu psikoterapi
kelompok lebih MemFokuskan pada ketidaksadaran, menangani pasien yang
Mengalami gangguanneurotik atau problem emosional berat lain,dan biasanya
dilakukan untuk jangka panjang.
2. Konseling kelompok:
Konseling kelompok merupakan kelompok terapeutik yang dilaksanakan untuk
membantu klien mengatasi masalah yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.
Konseling kelompok umumnya ditekankan untuk proses remedial dan pencapaian
fungsi-fungsi secara optimal. Konseling kelompok mengatasi klien dalam keadaan
normal,yaitu tidak sedang mengalami gangguan fungsi-fungsi kepribadian. Pada
umumnya Konseling diselenggarakan untuk jangka pendek atau menengah.
3. Kelompok latihan dan pengembangan

Kelompok latihan dan pengembangan merupakan pendidikan kesehatan mental


dan bukan kelompok terapeutik. Biasanya digunakan untuk melatih sekelompok orang
yang berkeinginan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan tertentu,
misalnya

peningkatan

keterampilan

sosialNya,

cara

kehidupan

kesendirian,

menghadapi pensiun dan hari tua, orang tua tanpa Patner, dan sebagainya.
Tujuanya secara umum bersifat antisipatif dan pencegahan terhadap
Kemungkinan timbulnya hambatan jika hal tersebut benar-benar dialami.

4. Diskusi kelompok terfokus


Diskusi kelompok terfokus (focus group discusion) merupakan kegiatan
diskusi, tukar pikiran beberapa orang mengenai topik-topik khusus yang telah
disepakati oleh anggota kelompok. Topik-topik yang dibicarakan menjadi bahan yang
diminati dan disepakati oleh anggota kelompok. Peserta diskusi tidak harus memiliki
masalah sebagaimana topik yang dibicarakan,tetapi ada minat untuk partisipasi dalam
diskusi.
5. Self-Help
Self-help merupakan forum kelompok yang dijalankan oleh beberapa orang
(sekitar 4-8 orang) yang mengalami masalah yang sama, dan mereka berkeinginan
untuk saling tukar pikiran dan pengalaman sehubungan dengan cara mengatasi
masalah yang dihadapi, dan cara mengembangkan potensinya secara optimal. Selfhelp ini dapat diselenggarakan tanpa tenaga profesional.
Kelompok

ini

misalnya

untuk

kalangan

alkoholik

yang

berkeinginan

menghentikan kebiasaanya, orang tua tanpa patner, dan sebagainya.

Tujuan Konseling Kelompok


Tujuan teoritis : Berkaitan dengan tujuan yang secara umum dicapai melalui proses

konseling.
Tujuan operasional : Disesuaikan dengan harapan klien dan masalah yang dihadapi
klien (PIETROFESA dkk. 1978).

Secara Prinsipil Konseling Kelompok Merupakan:


Hubungan antara konselor dengan beberapa konselee.
Berfokus pada pemikiran dan tingkah laku yang disadari.
Terdapat faktor-faktor yang merupakan aspek terapi bagi konselee.
Memberikan dorongan dan pemahaman kepada klien, untuk memecahkan masalah
yang dihadapi klien.

Macam-Macam Kelompok
Situasi yang dihadapi individu, terbagi menjadi dua macam
1.Situasi kebersamaan
2. Situasi kelompok sosial
AD1.Situasi kebersamaan artinya suatu situasi berkumpulnya sekumpulan individu

secara bersama-sama.
Situasi kebersamaan menimbulkan kelompok kebersamaan yaitu : suatu kelompok
individu yang berkumpul pada suatu ruang dan waktu yang sama tumbuh dan

A.
B.
C.
D.

mengarahkan tingkah laku secara spontan.


Kelompok ini disebut juga dengan massa atau crowd.
Menurut Kinch, ciri-ciri massa adalah :
Bertanggung jawab dalam waktu yang
relatif pendek.
Para pesertanya berhubungan secara fisik (misalnya, berdesak-desakan).
Kurang adanya aturan yang terorganisir.
Interaksinya bersifat spontan.
AD2.Situasi kelompok sosial artinya suatu situasi ketika terdapat dua individu atau

lebih mengadakan interaksi sosial yang mendalam satu sama lain.


Situasi kelompok sosial tersebut menyebabkan terbentuknya kelompok sosial artinya
suatu kesatuan sosial yang terdiri atas dua atau lebih individu yang telah mengadakan
interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur sehingga di antara individu itu sudah
terdapat pembagian tugas, struktur dan norma-norma tertentu.
Secara umum, kelompok sosial tersebut diikat oleh beberapa faktor sebagai

berikut :
A. Bagi anggota kelompok : ada suatu tujuan yang realistis, sederhana, dan memiliki nilai
keuntungan bagi pribadi.
B. Masalah kepemimpinan dalam kelompok cukup berperan dalam menentukan kekuatan
ikatan antar anggota.
C. Interaksi dalam kelompok secara seimbang merupakan alat perekat yang baik dalam
membina kesatuan dan persatuan anggota.[
Situasi Kelompok sosial dapat menimbulkan bermacam-macam kelompok sosial
1. Charles H. Cooley membagi kelompok menjadi :
a. Kelompok primer (primary group),artinya suatu kelompok yang anggotaanggotanya mempunyai hubungan/interaksi yang lebih intensif dan lebih erat antar
anggotanya.
b. Kelompok sekunder (sekundery group), artinya suatu kelompok yang anggotaanggotanya saling mengadakan hubungan yang tidak langsung, berjauhan dan
formal, dan kurang bersifat kekeluargaan.

2. Crech dan Curtchfield membagi kelompok menjadi :


a. Kelompok Stabil adalah kelompok yang strukturnya terus tetap , tidak berubah
dalam jangka waktu yang cukup lama.
b. Kelompok Tidak Stabil adalah kelompok yang mengalami perubahan progresif
meskipun tanpa terdapat variasi-variasi yang cukup penting dari situasi eksternal.
3. French membagi kelompok menjadi :
a. Kelompok terorganisir adalah kelompok yang menunjukkan secara tegas lebih
memiliki kebebasan sosial, perasaan kita, saling ketergantungan, kesamaan
berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, motivasi, frustrasi, dan agresi terhadap
anggota kelompok lain.
b. Kelompok tidak terorganisir adalah kelompok yang sedikit sekali kemungkinan
bahwa individu akan dipengaruhi oleh apa yang dikerjakan orang lain

Definisi Dan Ciri-Ciri Kelompok Sosial


Definisi Menurut :
Muzafer Sherif
Kelompok sosial adalah suatu kesatuan sosial yang terdiri dari dua atau lebih
individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur,
sehingga di antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur, dan norma-

norma tertentu.
Newcomb, Turner, dan Converse
sejumlah orang-orang, dilihat sebagai kesatuan tunggal, merupakan satu
kelompok sosial, tetapi kita terutama mempunyai perhatian terhadap interaksi
kelompok dan terhadap ciri-cirinya yang relatif stabil.
Ciri-ciri Kelompok Sosial Menurut:

Muzafer Sherif
1. Adanya dorongan/motif yang sama pada setiap individu sehingga terjadi interaksi
sosial sesamanya dan tertuju dalam tujuan bersama.
2. Adanya reaksi dan kecakapan yang berbeda di antara individu satu dengan yang lain
3.

akibat terjadinya interaksi sosial.


Adanya pembentukan dan penegasan struktur kelompok yang jelas, terdiri dari
peranan dan kedudukan yang berkembang dengan sendirinya dalam rangka mencapai

tujuan bersama.
4. Adanya penegasan dan peneguhan norma-norma pedoman tingkah laku anggota
kelompok yang mengatur interaksi dan kegiatan anggota kelompok dalam merealisasi
tujuan kelompok.
1.
2.
3.
4.

George Simmel
Besar kecilnya jumlah anggota kelompok sosial.
Derajat interaksi sosial dalam kelompok sosial.
Kepentingan dan wilayah.
Berlangsungnya suatu kepentingan.

5. Derajat Organisasi.

Thank you for your attention