Anda di halaman 1dari 28

Simulasi Terapi Komplementer

(Terapi Massage Aromatherapy)

OLEH : SGD 8
I Gusti Ayu Citra Kusmala Dewi1302105001
Kadek Ikapatria Sandre Putri

1302105003

Putu Prilly Mila Ulandari

1302105015

Luh Anggariasih

1302105023

Ni Putu Juliadewi Eka Gunawati

1302105033

I Dewa Made Surya Wibawantara

1302105034

Ida Ayu Made Sinta Dewi

1302105053

Kadek Verlyanita Septiariani

1302105071

Dyah Pridami Maheswari

1302105083

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
2016
BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar belakang
Setiap individu tidak terlepas dari aktivitas atau pekerjaan untuk memenuhi
kebutuhan hidup. Sebagian aktivitas dan pekerjaan tersebut membutuhkan energi dan
kekuatan otot yang cukup besar sehingga dapat menimbulkan berbagai macam
keluhan, salah satunya adalah nyeri pinggang bawah. Hampir semua orang pernah
mengalami nyeri pinggang. Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah
merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh
yang kurang baik (Maher, Salmond & Pellino, 2002). LBP dapat disebabkan oleh
berbagai penyakit muskuloskeletal, gangguan psikologis dan mobilisasi yang salah.
Menurut Rakel (2002), LBP adalah nyeri punggung bawah yang berasal dari tulang
belakang, otot, saraf atau struktur lain pada daerah tersebut. Dengan demikian LBP
adalah gangguan muskuloskeletal yang pada daerah punggung bawah yang
disebabkan oleh berbagai penyakit dan aktivitas tubuh yang kurang baik (Samara,
2004).
Angka kejadian nyeri punggung bawah di beberapa negara berkemban kurang
lebih 15-20% dari total populasi, yang sebagian merupakan nyeri punggung bawah
akut maupun kronik. Penelitian kelompok studi nyeri PERDOSSI (Perhimpunan
Dokter Spesialis Saraf Indonesia) pada bulan Mei 2002 menunjukkan penderita nyeri
pinggang sebesar 18,37% dari seluruh pasien nyeri. Studi populasi di daerah pantai
utara Jawa Indonesia ditemukan kejadian nyeri punggung bawah sebesar 8,2% pada
pria dan 13,6% pada wanita. Rumah sakit Jakarta, Yogyakarta dan Semarang
kejadiannya sekitar 5,4-5,8%, umur terbanyak 45-65 tahun. Rata-rata angka kejadian
nyeri punggung bawah terjadi pada umur 55-64 tahun (Meliala L, 2003). Sedangkan
prevalensi nyeri punggung bawah di Bali mencapai sekitar 8% dari populasi umum
dan satu dari 1.000 lansia usia 60 tahun. 95% bisa membaik setelah di massage dan
5% lagi merupakan kasus serius sehingga perlu pemeriksaan rutin bahkan tindakan
operasi (Bagus Mahadewa, 2013).
Pedoman AHCPR (Agency for Health Care Policy and Research) untuk
penatalaksanan nyeri akut (1992) menyebutkan bahwa intervensi nonfarmakologis
merupakan intervensi yang cocok untuk pasien yang tidak ingin menggunakan terapi
obat dalam mengatasi nyerinya dan pasien yang merasa cemas karena masih
merasakan nyeri setelah menggunakan terapi farmakologi. Stimulasi kutaneus,
distraksi, relaksasi, imajinasi terbimbing dan hipnosis adalah contoh intervensi

nonfarmakologis yang sering digunakan dalam keperawatan dalam mengelola nyeri


(Potter & Perry, 2005). Saat ini kami mengambil intervensi keperawatan stimulasi
kutaneus.
Stimulus kutaneus adalah stimulasi kulit yang dilakukan untuk menghilangkan
nyeri. Salah satu langkah sederhana dalam upaya menurunkan nyeri dengan
menggunakan stimulus kutaneus adalah dengan melakukan masase dan sentuhan.
Masase dan sentuhan merupakan tehnik integrasi sensori yang mempengaruhi
aktifitas

sistem saraf otonom (Potter & Perry, 2005). Apabila

individu

mempersepsikan sentuhan sebagai stimulus untuk rileks, kemudian akan muncul


respon relaksasi. Relaksasi sangat penting dalam membantu klien untuk
meningkatkan kenyamanan dan membebaskan diri dari ketakutan serta stres akibat
penyakit yang dialami dan nyeri yang tak berkesudahan (Potter & Perry, 2005). Selain
itu rileks juga membantu mengurangi rasa cemas, sehingga mencegah menghebatnya
stimulus nyeri. Salah satu stimulasi kutaneus yaitu dengan back massage. Cara kerja
dari back massage ini menyebabkan terjadinya pelepasan endorfin, sehingga
memblok transmisi stimulus nyeri (Potter & Perry, 2005).
Terapi back massage dapat dikombinasikan dengan pemberian aromatik jahe
dan minyak esensial. Jahe (Zingiber officinale Rosc) termasuk dalam daftar prioritas
WHO sebagai tanaman obat yang paling banyak digunakan di dunia. Rimpangnya
yang mengandung zingiberol dan kurkuminoid terbukti berkhasiat mengurangi
peradangan dan nyeri sendi melalui hambatan pada aktivitas COX-2 yang
menghambat produksi PGE2, leukotrien dan TNF-alpha pada sinoviosit dan sendi
manusia (Nyoman, Nastiti & Dewa, 2011). Sedangkan minyak esensial merupakan
sari pati tumbuhan hasil ekstraksi batang, daun, daun bunga, kulit buah, kulit
kayu, biji atau tangkai tumbuhan yang menghasilkan aromatik tertentu. Minyak
esensial bukanlah minyak sebagaimana minyak sesuai arti katanya, melainkan suatu
bahan yang mirip minyak karena bentuknya lebih cair daripada minyak dan sama
sekali tidak berminyak sehingga tidak meninggalkan bekas pada baju atau kertas
(Rachmi Primadiati, 2002). Minyak esensial merupakan bahan yang sangat mudah
menguap sehingga sering juga disebut volatile oil dan sangat mudah larut dalam
minyak tumbuhan maupun alkohol tetapi sama sekali tidak larut dalam air. Minyak
esensial sangat bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah keluhan badan seperti
pegal, lelah , dan cedera ringan. Minyak atsiri juga bisa digunakan untuk mengatasi
beberapa keluhan lain seperti sulit tidur, demam, mual, sakit kepala, membuat pikiran

menjadi lebih tenang, dan mengatasi gelisah. Berdasarkan uraian diatas kelompok
kami tertarik untuk mengambil terapi back massage, dimana back massage ini baik
digunakan bagi klien yang mengalami nyeri punggung. Selain itu dengan
dikombinasikannya back massage dengan aromatik jahe dan minyak esensial akan
menambah manfaatnya.
1.2

Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Setelah menyusun makalah ini diharapkan mahasiswa mengetahui hal-hal
yang berkaitan dengan terapi massage dan mahasiswa dapat menerapkannya
kepada klien yang mengalami masalah kesehatan yang sama
1.2.2 Tujuan Khusus
Mengetahui konsep teori terapi massage (pengertian, manfaat, jenis, indikasi,

1.3

kontraindikasi, langkah-langkah terapi, masalah yang dapat diatasi)


Manfaat
1.3.1 Bagi Pemerintah
Bagi pemerintah diharapkan mampu lebih mensosialisasikan mengenai terapi
1.3.2

massage serta hal-hal terkait dengan terapi massage


Bagi Masyarakat
Bagi masyarakat diharapkan lebih mengetahui mengenai terapi massage dan

dapat merasakan hasil dari dilakukannya terapi massage


1.3.3 Bagi Perawat
Bagi perawat diharapkan untuk lebih mengenal, memahami dan mempelajari
mengenai terapi massage dan menerapkan terkait terapi massage

BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1 Pengertian Massage

Massage adalah tindakan penekanan oleh tangan pada jaringan lunak, biasanya otot
tendonatau ligamen, tanpa menyebabkan pergeseran atau perubahan posisi sendi guna
menurunkan nyeri, menghasilkan relaksasi, dan/atau meningkatkan sirkulasi. Gerakangerakan dasar meliputi : gerakan memutar yang dilakukan oleh telapak tangan, gerakan
menekan dan mendorong kedepan dan kebelakang menggu nakan tenaga, menepuknepuk, memotong-motong, meremas-remas, dan gerakan meliuk-liuk. Setiap gerakan
gerakan menghasilkan tekanan, arah, kecepatan, posisi tangan dan beda untuk
menghasilkan efek yang diinginkan pada jaringan yang dibawahnya (Henderson, 2006).
Massage (pijatan) adalah suatu pijatan yang di lakukan untuk membantu mempercepat
proses pemulihan dengan menggunakan sentuhan tangan dan tanpa memasukkan obat
kedalam tubuh yang bertujuan untuk meringankan atau mengurangi keluhan atau gejala
pada beberapa macam penyakit yang merupakan indikasi untuk di pijat. Tujuan dari
teknik manipulasi tangan (massage) antara lain adalah rileksasi otot, perbaikan
fleksibilitas, pengurangan nyeri, dan perbaikan sirkulasi darah (Wiyoto, 2011).
Terapi Pijat (massage) merupakan upaya penyembuhan yang aman, efektif, dan tanpa
efek samping, serta bisa dilakukan sendiri maupun dengan bantuan yang sudah ahli
(Firdaus, 2011).
Jadi, massage merupakan suatu tindakan penekanan atau pemijatan untuk
menurunkan nyeri, menghasilkan relaksasi, dan/atau meningkatkan sirkulasi yang
dilakukan pada jaringan lunak yaitu pada otot, tendon atau ligament.
2.2 Manfaat massage
Mengurangi ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan mobilitas
dan rentang kemampuan gerak persendian, merangsang dan mengaktifkan sistem saraf,
meningkatkan kondisi kulit, memperbaiki pencernaan dan fungsi usus, mengatasi nyeri
akut dan kronis, mengurangi pembengkakan, mengurangi stress, menimbulkan relaksasi,
memperbaiki sistem imunitas dan meningkatkan kualitas hidup secara umim.(Hadibroto
dan Alam, 2006)
2.3 Jenis-jenis massage
Bila dilihat dari perkembangannya, massage dibedakan menjadi beberapa macam,
diantaranya: sport massage, segment massage, cosmetic massage, macam massage
lainnya. Perkembangan macam-macam massage yang disebutkan di atas dapat dijelaskan
pengertiannya sebagai berikut:
2.3.1
Sport Massage
Sport massage menururt Bambamng Priyonoadi (2008: 5) merupakan salah
satu jenis massage kesehatan yang khusus diberikan kepada orang-orang yang

sehat badannya terutama olahragawan. Massage ini lebih mengutamakan


kepada pengaruhnya yaitu melancarkan peredaran darah. Berikut tujuan sport
massage secara umum (Bambang Priyonoadi, 2008: 5-6):
a) Untuk melancarkan peredaran darah terutama dorongan terhadap darah
vena menuju jantung.
b) Mempercepat proses pembuangan sisa-sisa pembakaran dan penyebaran
c)

sari-sari makanan ke jaringan.


Merangsang saraf tepi (perifer) untuk meningkatkan kepekaan terhadap

rangsang.
d) Menghilangkan ketegangan saraf, mengurangi rasa sakit,hingga dapat

2.3.2

menidurkan seseorang.
e) Membersihkan dan menghaluskan kulit.
Segment massage
Bambang Priyonoadi (2008: 6-7) mengatakan, segment massage biasanya
digunakan untuk membantu menyembuhkan gangguan atau kelainan fisik,
misalnya: gangguan pada bagian tubuh tertentu yang disebabkan oleh cuaca,
kerja lembur yang berat, paksaan yang menyebabkan trauma, serta kelainan
fisik yang disebabkan karena penyakit tertentu, misalnya: kekakuan persendian
sesudah terjadinya radang sendi (arthritis), kelayuan atau kelumpuhan otot
karena berkurangnya fungsi saraf, keseleo pada sendi, rasa nyeri pada tengkuk,
sakit pinggang atau pegal. Segment massage lebih ditekankan pada
pengaruhnya terhadap persarafan, terutama pusat saraf di ruas-ruas tulang
belakang beserta serabut-serabut sarafnya. Dinamakan segment massage
karena dalam pelaksanaannya dilakukan bagian perbagian, yaitu segment atau
bagian tubuh yang mendapat persarafan dari serabut saraf yang berasal dari
ruas-ruas tulang belakang (saraf spinal). Serabut-serabut saraf spinal ini
masing-masing bertugas mensarafi daerah tubuh tertentu, mulai dari daerah
leher kebawah sampai ke daerah tapak kaki dan tapak tangan. Massage yang
termasuk dalam kelompok ini, misalnya: Shiatsu, Tsubo, Frirage, Xigong,

2.3.3

Needle Massage, Accupunctur, dan Oriental Massage.


Cosmetic massage
Cosmetic massage atau pijat kecantikan biasanya diterapkan khusus untuk
wanita pada bagian muka dan sekitarnya. Manfaat dari pijat ini adalah dapat
meningkatkan kecantikan pada wanita, membantu untuk memperpanjang umur
atau awet muda dari proses penuaan, menghilangkan keriput, membuat elastis

2.3.4

kulit, dan meningkatkan kualitas bentuk kulit wajah


Macam massage lainnya

Ada beberapa macam massage yang berfungsi sebagai perantarapenyembuhan


cedera dan rasa sakit, diantaranya adalah: erotic massage, sensuale massage,
circulo massage, dan massage untuk merangsang jantung. Beberapa macam
massage diatas sudah tentu masing-masing akan menggunakan cara yang
berbeda-beda, baik mengenai teknik, manipulasi, frekuensi, lamanya waktu
dipijat, dosis dan kekuatan tekanan maupun daerah-daerah yang digarapnya,
selain itu masing-masing pijatanmempunyai tujuan dan manfaat yang berbeda
pula (Bambang Priyonoadi, 2008: 7).
2.4 Definisi Ginger atau Jahe Merah
Jahe merah merupakan tanaman obat dan rempah berupa tumbuhan rumpun berbatang
semu yang berasal dari India sampai Cina dan tersebar di daerah tropis seperti benua
Asia dan Kepulauan Pasifik (Hasanah, dkk., 2004). Tanaman jahe merah tergolong terna,
berbatang semu, beralur, tinggi sekitar 30-60 cm. Rimpangnya bercabang-cabang, agak
melebar, bagian dalamnya berwarna kuning muda dengan ujung merah muda. Rimpang
jahe berkulit agak tebal, berwarna coklat, membungkus daging umbi yang berserat,
beraroma khas, dan rasanya pedas menyegarkan (Matondang, 2006).
2.5 Kandungan Ginger atau Jahe Merah
Komposisi kimia jahe merah terdiri dari minyak atsiri 2-4% yang menyebabkan bau
harum, dimana komponen utamanya adalah zingiberen (35%), kurkumin (18%),
farnesene (10%), serta bisabolene dan b-sesquiphellandrene dalam jumlah kecil, 40
hidrokarbon monoterpenoid yang berbeda seperti 1,8- cineole, linalool, borneol, neral,
dan geraniol. Di samping itu, rimpang jahe merah juga mengandung lemak, lilin,
karbohidrat, vitamin A, B, dan C, mineral senyawa-senyawa flavonoid, enzim proteolitik
yang disebut zingibain, kamfena, limonene, sineol, zingiberal, gingerin, kavikol,
zingiberin, zingiberol, minyak damar, pati, asam malat, asam oksalat (Govindarajan,
1982 dalam Matondong, 2006). Rimpang jahe merah juga mengandung minyak tidak
menguap yaitu oleoresin sampai 3%, merupakan senyawa fenol dengan rantai karbon
samping yang terdiri dari tujuh atau lebih atom karbon. Komponen ini merupakan
pembentuk rasa pedas yang tidak menguap pada jahe. Komponen dalam oleoresin jahe
terdiri atas gingerol, gingerdiols, gingerdiones, dihidrogingerdiones, shagaol, paradols,
dan zingerone (Govindarajan, 1982 dalam Matondong, 2006).
2.6 Manfaat Ginger atau Jahe Merah
Rimpang jahe merah biasa digunakan sebagai obat masuk angin, obat gosok pada
pengobatan penyakit encok dan sakit kepala, bahan obat, bumbu masak, penghangat

tubuh, menghilangkan flu, mengatasi keracunan, gangguan pencernaan, sebagai


antioksidan, antitusif, analgesik, antipiretik, antiinflamasi, menurunkan kadar kolesterol,
mencegah depresi, impotensi, dan lain-lain (Hapsoh, dkk., 2010).
2.7 Langkah-Langkah Massage
STANDAR PROSEDUR

Kompetensi

Aromatherapy Massage

Pengertian

Aromatherapy

massage

adalah

terapi

dengan

menggabungkan penggunaan minyak esensial dan terapi


pijat. Bertujuan untuk menciptakan perasaan tenang dan
rileks melalui pijatan serta aromaterapi dari minyak
esensial.

Tujuan

Indikasi

Mengeluarkan racun tubuh melalui kulit


Menyembuhkan bagian tubuh yg mengalami cidera
Menghaluskan dan melembabkan kulit
Sebagai metode relaksasi dan untuk mengurangi stress
Melancarkan peredaran darah
Melemaskan otot-otot yang kaku
Meningkatkan kualitas tidur

Malaise/kelemahan
Nyeri pinggang/nyeri otot
Penyakit Maag
Pegal/letih
Hipertensi
Memperhalus kulit
Peredaran darah yang kurang lancar

:
- Hipertermi (38oC)
- Thrombosis dan radang pembuluh darah
- Luka memar, tumor tulang
- Varises dan luka yang meradang
- Infeksi kulit
Kontraindikasi

Alat & bahan

Prosedur

Minyak essential ginger


minyak nabati/gel
Kom (tempat mencampur minyak)
Handuk
Alas massage
Bed massage
Ruangan yang nyaman dilengkapi dengan tempat untuk
mandi

Prosedur

Tahap Preinteraksi
1.

Lepaskan aksesori yang tidak dibutuhkan dan cucilah tangan anda sebelum mulai

memeriksa dan keringkan


2.
Persiapkan alat dan bahan
Tahap orientasi
3.
Beri salam, panggil klien dengan namanya dan memperkenalkan diri (untuk
pertemuan pertama)
4.
Menanyakan keluhan/kondisi klien
5.
Jelaskan tujuan tindakan
6.
Jelaskan prosedur dan hal yang perlu dilakukan oleh klien selama pemeriksaan
7.
Berikan kesempatan kepada klien dan keluarga bertanya sebelum kegiatan dilakukan
Tahap kerja
8. Jaga privacy klien
9. Cuci tangan dan dekatkan alat-alat
10. Pilih essential oil yang akan digunakan (minyak esensial ginger)
11. Campurkan 1-2 tetes essential oil ke dalam minyak nabati/gel
12. Tentukan tingkat kenyamanan klien dengan sentuhan ,
Observasi area tubuh yang akan dilakukan massage
Siapkan lingkungan yang nyaman
13. Bantu klien dalam posisi pronasi atau pada posisi yang akan dilakukan pemijatan
14. Bantu klien membuka pakaian dan tutup bagian yang tidak dipijat dengan handuk
untuk mencegah bagian tubuh terpapar udara dingin.
15. Tuangkan oil ke telapak tangan, secukupnya < 15cc untuk mencegah terjadinya
gosokan yang kasar terhadap kulit.
16. Lakukan pemijatan di seluruh bagian tubuh/bagian tubuh tertentu dengan
menggunakan 5 teknik massage

17. Teknik mengusap (efflueurage)

Usapan ringan.

Letakkan kedua telapak tangan di permukaan tubuh dengan

jemari rapat. Dalam sekali gerakan luncurkan kedua tangan kebagian atas tubuh.
Kemudian pisahkan tangan dan kembali ke bawah. Lakukan gerakan kembali

Gerakan melingkar lebar. Letakkan tangan mendatar dengan jemari rapat dan
buat gerakan lingkaran-lingkaran yang saling bertumpuk dengan kedua tangan
secara bergantian. Ketika sampai bagian bawah, gerakkan tangan kembali ke atas

Mengurut seperti gelombang. Setelah mengusap ringan permukaan tubuh,


misalnya punggung, gerakkan tangan turun zig-zag bergelombang menuju bagian
tengah dan sisi tubuh.

18. Teknik menekan (petrissage)

meremas. Dengan satu tangan menekan dan tangan satunya mencengkram tubuh,
angkat jaringan sambil diputar. Lepaskan bagian cengkraman dan lakukan
cengkraman dengan tangan yang satunya lagi. gerakan seolah mengulen adonan.
gunakan tangan bergantian.

Memeras. Gunakan tepi tangan untuk menekan otot sambil bergerak perlahan ke
atas. Tangan satunya mengikuti di belakang, kedua tangan menekan otot secara
bergantian. Efektif dilakukan pada kaki serta lengan bagian depan dan belakang

ibu jari bergerak melingkar. Gunakan ibu jari untuk menekan kulit dan otot
kearah tulang yang ada di bawahnya dengan gerakan berputar.

ibu jari bergerak berputar. Dorong kulit kearah luar dengan ibu jari secara
bergantian dalam gerakan setengah lingkaran atau lurus berirama

19. Teknik menepuk (percusion)

Mencubit. Dengan jemari rapat dan tangan sedikit menekuk, ambil dan cubit
gumpalan tubuh antara jemari dan ibu jari

Meninju. Dengan kepalan longgar, gunakan sisi-sisi tangan untuk memukul-mukul


ringan. Biarkan kepalan tangan memantul di atas daging.

Menetak. Rilekskan pergelangan tangan. Dengan jemari lemas, gunakan sisi-sisi


tangan untuk melakukan pukulan karate. Pantulkan tangan secara bergantian
dengan cepat

Menakup. Satukan jemari membentuk mangkuk seperti hendak mengambil air.


Pukulkan tangan pada kulit. Jika dilakukan dengan benar maka gerakan ini akan
menimbulkan ruang hampa udara dan bunyi hisapan

Tepukan punggung tangan. Rilekskan tangan dan tepukkan punggung tangan


dengan ringan pada kulit. Biarkan jemari lemas dan tidak kaku

20. Teknik menggesek (friction)

Pijatan ini dilakukan dengan menggunakan ujung jari, ibu jari, tumit tangan, serta
sering dilakukan hanya dengan menggunakan satu tangan.

teknik ini dilakukan tanpa atau hanya menggunakan sedikit gerakan peluncuran,.

Gerakan ini terarah pada jaringan secara dalam yang menjadi pusat ketegangan.

21. Menyelesaikan pijatan. Akhiri kegiatan pijatan dengan pijat secara perlahan
22. Ketika dilakukan pemijatan, kaji adanya daerah yang terlihat kepucatan atau
kemerahan. Untuk area yang terlihat kepucatan atau kemerahan tersebut, lakukan
pemijatan lebih intensif untuk merangsang agar aliran darah menjadi lancar.
23. Kaji apakah ada iritasi kulit ketika dilakukan massage
24. Tanyakan respon pasien selama massage
25. Setelah selesai pemijatan, berikan waktu kepada klien untuk rileks dan beristirahat
beberapa saat sebelum bangun
26. Bantu klien mengeringkan lumbrik yang berlebihan dengan handuk.

27.

Membantu pasien berpakaian dan berikan posisi yang nyaman

Terminasi
27. Beritahu klien bahwa tindakan sudah selesai
28. Evaluasi perasaan pasien, simpulkan hasil kegiatan, berikan umpan balik positif
29. Kontrak pertemuan selanjutnya dan berikan klien informasi tindak lanjut
30. Rapikan alat-alat
31. Cuci tangan
Dokumentasi
32. Catat hasil kegiatan di dalam catatan keperawatan dan laporkan hasil pemeriksaan

2.8 Masalah Keperawatan yang dapat diatas


Lanjut usia adalah kelanjutan dari usia dewasa yang merupakan suatu proses alami
yang sudah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa (Nugroho, 2008). Akibatnya jumlah
penduduk lanjut usia semakin bertambah banyak, bahkan cenderung lebih cepat dan
pesat (Nugroho, 2008).
Terapi Pijat (massage) merupakan upaya penyembuhan yang aman, efektif, dan tanpa
efek samping, serta bisa dilakukan sendiri maupun dengan bantuan yang sudah ahli
(Firdaus, 2011). Pijat adalah manipulasi terhadap jaringan lunak, umumnya dengan
menggunakan tangan, untuk menstimulasi dan merelaksasi serta mengurangi stress dan
kecemasan (Craven & Hirnle, 2002). Pijat (massage) juga dapat memperbaiki masalah di
persendian otot, melenturkan tubuh, memulihkan ketegangan dan meredakan nyeri.
Selain itu bisa memperbaiki sirkulasi darah, dan mengurangi kegelisahaan dan depresi.
Salah satu manfaat langsung dari pijat (massage) adalah relaksasi menyeluruh dan
ketenangan, yang dapat memberikan kenyamanan saat tidur.
Jahe/Ginger memiliki beberapa manfaat. Manfaat jahe yang telah diketahui selama ini
antara lain sebagai obat gangguan pencernaan, analgesik, antipiretik, antiradang,
antiemetik, antirematik, meningkatkan ketahanan tubuh, mengobati diare, dan juga
memiliki sifat antioksidan yang aktivitasnya lebih tinggi daripada vitamin E. (Altman
RD, 2011) Efek antiradang jahe dikarenakan komponen aktifnya, yaitu gingerol,
gingerdione, dan zingeron yang menghambat prostaglandin dengan cara menghambat
enzim siklooksigenase. Selain itu jahe juga mampu menghambat enzim lipoksigenase.
Hal itu akan mengakibatkan penurunan leukotrien dan prostaglandin yang merupakan
mediator radang. Efek tersebut sama dengan efek antiradang dari asam mefenamat dan
ibuprofen yang merupakan golongan NSAIDs. Studi lain yang dilakukan di Iran

membuktikan bahwa jahe memiliki efek yang sama dengan ibuprofen dalam mengatasi
gejala-gejala osteoarthritis, termasuk rasa nyeri Hal tersebut serupa dengan hasil
penelitian yang dilakukan di Amerika, dimana ekstrak jahe memiliki efek yang
signifikan dalam mengurangi gejala osteoarthritis pada lutut dan efek yang diberikan
berada dalam tingkat sedang. Percobaan lain yang dilakukan pada tikus di Universitas
Sumatera Utara dalam menguji efek antiradang jahe merah menunjukkan hasil bahwa
ekstrak rimpang jahe merah memiliki efek antiradang yang sama dengan NSAIDs.
( Haghighi M, 2005)
Telah banyak terapis komplementer yang menggunakan dan menerapkan kombinasi
terapi massage dan jahe merah karena kedua terapi tersebut telah teruji manfaat dan
khasiatnya terutama dalam mengatasi masalah keperawatan yaitu nyeri akut. Nyeri
adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan karena adanya
kerusakan jaringan atau potensial kerusakan jaringan atau gambaran tentang kerusakan
jaringan (Smeltzer dan Bare, 2002).
Keluhan nyeri dapat mempengaruhi kebahagiaan, hasrat, harapan, ketenangan pikiran,
kemampuan untuk merasakan kepuasan hidup dan menikmati kehidupannya. Gangguan
lainnya dapat berupa terjadinya penurunan aktivitas dan ketidakpatuhan dalam proses
perawatan serta pengobatan. Sehingga sangat diperlukan kombinasi kedua terapi
komplementer tersebut untuk menunjang terapi farmakologi. Mekanisme penurunan
nyeri ini dapat dijelaskan dengan teori gate control yaitu intensitas nyeri diturunkan
dengan dengan memblok transmisi nyeri pada gerbang ( gate ) dan teori Endorphin yaitu
menurunnya intensitas nyeri dipengaruhi oleh meningkatnya kadar endorphin dalam
tubuh. Dengan pemberian terapi back massage dapat merangsang serabut A beta yang
banyak terdapat di kulit dan berespon terhadap masase ringan pada kulit sehingga impuls
dihantarkan lebih cepat. Pemberian stimulasi ini membuat masukan impuls dominan
berasal dari serabut A beta sehingga pintu gerbang menutup dan impuls nyeri tidak dapat
diteruskan ke korteks serebral untuk diinterpretasikan sebagai nyeri (Guyton & Hall,
2007). Di samping itu, sistem kontrol desenden juga akan bereaksi dengan melepaska
endorphin yang merupakan morfin alami tubuh sehingga memblok transmisi nyeri dan
persepsi nyeri tidak terjadi (Potter & Perry, 2005). jadi intensitas yang dirasakan
mengalami penurunan. Sehingga dengan diberikannya kombinaasi terapi massage dan
jahe merah lansia yang merasakan nyeri sebelumnya akan berdampat pada meningkatnya
kualitas hidup lansia.

Terdapat beberpa penelitian yang membuktikan bahwa terapi massage dapat


mengatasi masalah keperawatan yaitu nyeri. Penelitian pertama yang berjudul Pengaruh
Terapi Back Massage Terhadap Intensitas Nyeri Reumatik Pada Lansia Di Wilayah
Puskemas Pembantu Karang Asem menjelaskan bahwa terapi massage merupakan
salah satu terapi komplemeter yang mampu menurunkan intensitas nyeri pada lansia
dengan reuamtik. Hasil dari penelitaan menjelaskan bahwa terjadi penurunan skala nyeri
dari responden yang membuktikan bahwa terapi massage terbukti mampu menurunkan
intensitas nyeri pada lansia dengan rematik. Penelitian kedua yang berjudul Efektivitas
Pemberian Ekstrak Jahe Merah (Zingiber Officinale Roscoe Varr Rubrum) Dalam
Mengurangi Nyeri Otot Pada Atlet Sepak Takraw dimana hasil dari penelitian ialah
tingkat nyeri pada kedua kelompok setelah intervensi sama-sama menurun. Penurunan
lebih besar terjadi pada kelompok perlakuan. Penelitian kedua menjelaskan terapi
massage dengan kombinasi ekstrak jahe merah terbukti terdapat penurunan nyeri otot
pada atlet sepak takraw yang diberikan ekstrak jahe merah sebanyak 3x2 kapsul sehari
selama sepuluh hari. Tingkat nyeri otot atlet sepak takraw berada dalam kategori tingkat
nyeri ringan. Penelitian yang ketiga berjudul The effectiveness of Swedish massage
with aromatic ginger oil in treating chronic low back pain in older adults: A
randomized controlled trial yang meneliti terkait pemberian kombinasi terapi
komplemeter (terapi massage dan minyak jahe merah) terhadap nyeri punggung pada
dewasa. Hasil dari penelitian menjelaskan bahwa pemberian kombinasi terapi
komplementer tersebut terbukti secara signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri.

BAB III
RENCANA SIMULASI

3.1 Langkah-langkah simulasi


SAP terlampir
3.2 Role Play Simulasi Massage
Pembagian peran:
Keluarga:
Nenek Susi

: Ida Ayu Made Sinta Dewi

Pak Mondi

:I Dewa Made Surya Wibawantara

Ibu Mondi

: Putu Prilly Mila Ulandari

Diana

: I Gusti Ayu Citra Kusmala Dewi

Liana

: Sagung Diah Pridami Maheswari

Klinik
Terapis

: Putu Julia Dewi Eka Guna Wati

Terapis

:Kadek Verlyanita Septyarini

Terapis

: Kadek Ika Patria Sandre Putri

Receptionis

: Luh Anggariasih

ROLE PLAY
Pada pagi hari, di Rumah keluarga Pak Mondi semua anggota keluarga sedang sibuk
melakukan rutinitas masing-masing. Istri Mondi sedang sibuk memasak di dapur, anakanaknya yaitu Diana dan Liana sedang bersiap-siap untuk berangkat ke Sekolah. Nenek Susi
(Ibu Pak mondi) sedang duduk santai, ngopi dan sambil mendengarkan siaran radio di teras
rumah.
Nenek Susi

:Pagi-pagi memang paling enak, duduk di teras sambil ngopi dan


mendengarkan Radio.(Dalam siaran terdapat informasi mengenai sebuah
klinik massage yang beralamat di jalan Tukad Taman Sari No 7. Dengan
melakukan Massage dapat merilekskan/menenangkan otot-otot, melancarkan
peredaran darah, tubuh dan mengurangi nyeri)
(Tiba-Tiba datang Ibu Mondi mencari Nenek Susi untuk sarapan pagi. Setelah semua
keluarga kumpul di meja makan, semua binggung karena bapak Mondi belum ada di meja
makan)
Diana

:Ibu, Ayah dimana?

Ibu Mondi

:Tadi sewaktu ibu cari kekamar, ayah sudah bangun dan bilang mau siap-siap
mau kerja.

Liana

:Ibu, kok sampai sekarang belum datang ke meja makan? Apa ayah gak
sarapan? Ayo kita sarapan duluan bu, Liana udah lapar. Ayo bu.

Nenek Susi

:Liana,,, gak boleh seperti itu. Menantu, sana cari dulu suamimu.

(Belum beranjak dari tempat duduknya, tiba-tiba terdengan teriakan ADUH dari kamar
bapak mondi)
Bapak mondi :aduh,,,aduh.
(Semua keluarga kaget, dan semua menuju kamar Bapak Mondi)
Nenek Susi

: Kenapa ini nak? Apanya yang sakit? (Nenek susi kawatir)

Diana

:iya ayah kenapa yah?

Liana

:Ayah sakit ya?

Bapak Mondi :Aduh,,, badan ayah sakit, otot-otot ayah kaku, punggung ayah nyeri.
Ditambah lagi lutut ayah juga nyeri. Kayaknya kecapean kerja.
Nenek Susi

:Dimananya yang sakit? Dimana???

Bapak Mondi : Semua badan pegal-pegal bu.


Ibu Mondi

:Kalau gitu kita kedokter sekarang yuk yah.

Bapak Mondi :Gak Buk,, bapak istirahat di rumah aja.


Nenek Susi

: Ehh,,,ehhh tadi sewaktu nenek dengerin radio di depan tadi, ada informasi
tentang pijat-pijat gitu. Dibilang sama radio pijatnya itu untuk merilekskan
badan. Bagaimana Mon? Kamu kesana saja ya

Bapak Mondi :Gak usah lah bu,,, Mondi istirahat aja.


Nenek Susi

: Tidak,,,Tidak Ibu gak mau tau. Ibu gak mau kamu kenapa-kenapa. Ayo siapsiap sekarang juga kita berangkat. Kalau tidak salah tadi ibu dengar alamatnya
di Tukad Taman Sari.

Bapak Mondi :Aduh,,, Ibu ini kalau udah itu maunya gak bisa dibantah. Iya-iya.
Nenek Susi

:Ini semua kan demi kamu Nak, Anak satu-satunya Ibu dan kesayangan Ibu.

Ibu Mondi

:Iya bu,, kami siap-siap dulu. Tapi anak-anak kalian tetep sekolah ya,, biar
ibu dan nenek yang mengantar ayah.

Diana,Liana

:Yahhhh,,,, Ibu mah iya deh bu.

(Nenek susi, Ibu Mondi dan Bapak Mondi segera bersiap-siap hendak berangkat mencari
tempat klinik massage yang di ceritakan nenek susi. Mereka berangkat
menggunakan taxi. Akhirnya setelah lama mencari, Keluarga Mondi
menemukan alamat yang mereka cari)
Nenek Susi

:Nah,,, yang ini sepertinya alamatnya.

Ibu Mondi

:Ibu serius??

Nenek Susi

:Iya, Tukad Taman Sari No 7. Udah bener kan?

Bapak Mondi :Ayo-ayo kita turun saja kalau begitu. Ayah sakit banget ni.
Ibu Mondi

:ayo-ayo. Hati-hati turunnya yah. Sini Ibu bantu

(Bapak Mondi turun dari taxi dipapah oleh istrinya, masuk ke klinik. Sesampainya di dalam
klinik, mereka di sapa oleh petugas reseptionis.)
Reseptionis

:Selamat Pagi Ibu, Bapak,, Ada yang bisa saya bantu?

Ibu Mondi

:Iya Buk, begini buk suami saya sakit buk, punggung dan lututnya nyeri,
selain itu suami saya juga merasa otot-ototnya pegal-pegal buk.

Reseptionis

:O,, begitu pak, kalau begitu bapak bisa melakuka massage/pijat badan buk,
pak.

Ibu Mondi

:Iya Buk, saya mau daftar pijat badan untuk suami saya.

Reseptionis

:Baik Ibuk, saya daftarkan dulu ya.Atas nama siapa yang akan dipijat dan
usianya?

Ibu Mondi

: Suami saya namanya Mondi Wibawantara. Usianya 32 tahun.

Reseptionis

:Baik Ibu Bapak, Disini kami mempunya 3 orang terapis, masing-masing


mempunyai tugas yang berbeda. Terapis Ika nanti akan melakukan pijat di
tangan bapak, selanjutnya terapis Guna akan melakukan pijat di punggung
bapak, dan terapis dedek nanti akan memijat kaki bapak.

Ibu Mondi

:baik Bu.

Reseptionis

:Bapak. Ibu ada yang ingin ditanyakan lagi?

Nenek Susi

:Nanti bisa kami menemani anak saya saat di pijat? Nanti menantu saya
penasaran dan cemburu. Apalagi terapisnya perempuan.

Reseptionis

:Iya Ibu, tapi istrinya saja ya buk, supaya tidak mengganggu terapisnya
bekerja.

Nenek Mondi :Iya buk

Reseptionis

:Bapak, Ibu silakan menunggu di ruang tunggu, nanti kami akan memanggil
nama bapak lagi.

(Keluarga mondi menunggu dengan tenang di ruang tunggu. Selanjutnya Bapak mondi
dipangil untuk masuk ke ruang terapis.)
Reseptionis

:Bapak Mondi Wibawantara,

Bapak Mondi :Saya Mbak.


Reseptionis

:Silakan masuk ke ruang terapis.

Bapak Mondi :Baik Mbak.


(Bapak Mondi masuk bersama dengan Ibu Mondi ke ruang terapis)
Terapis Ika

:Selamat pagi bapak. Siapa yang akan di terapi?

Ibu Mondi

:Ini Buk, suami saya, Bapak mondi.

Terapis Ika

:Bapak, apa ada keluhan pak?

Bapak Mondi :Begini buk, saya merasa nyeri di punggung, sama lutut saya, otot-otot saya
tersa tengang. Pokoknya semua badan saya terasa pegal.
Terapis Ika

:sebelumnya ada peristiwa apa ya pak yang membuat badan bapak terasa
pegal ? apakah bapak baru saja melakukan pekerjaan berat ?

Bapak Mondi :begini bu, tadi sebelum saya berangkat kerja saya terjatuh di kamar mandi
Terapis Ika

: ohh begitu, baik sekarang saya akan melakukan pemijatan pada badan
bapak, sebelumnya ada yang ingin bapak pertanyakan ?

Bapak Mondi : kenapa saya harus dipijat bu ? bukannya akan menambah sakit pada badan
saya karena penekanan dari pijatan itu ? apakah dengan dilakukan pemijatan
bisa menyembuhkan pegal- pegal yang saya rasakan disekitar badan saya ?
Terapis Ika

: jadi begini pak, saya jelaskan dulu mengenai apa itu massage atau terapi
pijat ini ya pak, massage merupakan suatu tindakan penekanan atau pemijatan
untuk menurunkan nyeri, menghasilkan relaksasi, dan/atau meningkatkan
sirkulasi yang dilakukan pada jaringan lunak yaitu pada otot, tendon atau
ligament

Bapak Mondi : jadi dengan saya melakukan pemijatan ini akan dapat mengurangi nyeri dan
pegal yang saya alami saat ini ?
Terapis Ika

; iya pak bisa seperti itu, dimana manfaat dari terapi pijat ini adalah untuk
Mengurangi ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan
rentang kemampuan gerak persendian, merangsang dan mengaktifkan sistem
saraf, meningkatkan kondisi kulit, memperbaiki pencernaan dan fungsi usus,

mengatasi nyeri, mengurangi pembengkakan, mengurangi stress,


menimbulkan relaksasi, memperbaiki sistem imunitas dan meningkatkan
kualitas hidup
Bapak Mondi : waahh ternyata banyak sekali manfaat dari terapi pijat ini ya bu, kalau
begitu sekarang saya yakin dan tidak khawatir lagi dilakukan terapi pijat
Terapis Ika

: iya seperti itu secara umum gambarannya pak, nanti juga dalam pemijatan
akan menggunakan minyak essensial ginger atau jahe merah, dimana
manfaatnya adalah untuk obat masuk angin, obat gosok pada pengobatan
penyakit encok dan sakit kepala, bahan obat, bumbu masak, penghangat tubuh,
menghilangkan flu, mengatasi keracunan, gangguan pencernaan, ada yang
ingin bapak tanyakan lagi?

Bapak Mondi : ohh seperti itu, iya terimakasi bu untuk penjelasannya. Sepertinya tidak ada
pertanyaan lagi bu
Terapis Ika

: baik kalau begitu, sebelumnya bapak apakah memiliki penyakit jantung,


penyakit kulit, atau tumor ?

Bapak Mondi : tidak bu


Terapis Ika

: baik pak, sebelum saya melakukan terapi pijat, coba saya cek dulu bagian
tubuh bapak yang akan dilakukan pemijatan, apakah ada bengkak, memar, dan
suhu panas, karena jika ada hal- hal yang telah saya sebutkan tadi, maka
sebagai kontrainbuasi atau tidak bisa dilakukan terapi pijat pada bapak, saya
cek dulu ya pak

Bapak Mondi : iya bu


Terapis Ika

: baik pak, karena tidak ada salah satu yang saya sebutkan tadi, maka
sekarang bisa saya mulai untuk terapinya. Apakah bapak sudah siap ?

Bapak Mondi : iya sudah bu


Terapis Ika

:Baik Bapak, silakan naik ke tempat tidur, rebahan dengan rileks pak ya,
tidak usa tegang.

Bapak Mondi :Baik Bu


Terapis Ika

:Bapak, sekarang ini saya akan melakukan pemijatan di bagian tangan bapak,
tujuan pemijatan ini untuk melancarkan peredaran darah di tangan bapak,
sehingga peredaran darahnya menjadi lancar dan otot-otot bapak bisa rileks.

Bapak Mondi :jangan terlalu melakukan penekanan ya bu, karena saya rasa di bagian
tangan saya juga agak sakit

Terapis ika

:baik pak, nanti jika bapak merasakan sakit atau tidak nyaman silakan
beritahu saya langsung ya pak, namun saat pemijatan bapak tidak perlu
khawatir dan rileks saja ya pak

Bapak Mondi :baik bu


Terapis Ika

:sebelumnya bapak apakah ada pertanyaan lagi sebelum saya mulai


terapinya?

Bapak Mondi :tidak bu, langsung saja mulai terapinya


Terapis Ika

:baik pak, saya tinggikan dulu tempat tidur bagian atas agar bapak relaks.
Bapak bisa mengangkat lengan baju bapak karena akan saya oleskan minyak

Bapak Mondi : ( mengangkat lengan baju)


Terapis Ika

: (melakukan terapi sesuai SOP)

Terapis Ika

: baik pak, saya sudah selesai melakukan terapi pijat pada bagian tangan,
bagaimana perasaan bapak setelah saya berikan terapi pada bagian tangan ?
apakah masih terasa nyeri atau pegal?

Bapak Mondi : sudah enakan bu, saya sudah bisa menggerakkan sedikit bagian tangan
saya
Terapis Ika

: baik kalau begitu saya panggilkan dulu teman saya ya pak, terapis Guna
yang akan melakukan terapi pijat pada bagian punggung. Tunggu sebentar ya
pak

Terapis Guna memasuki ruang Terapi untuk melakukan terapi pijat pada bagian Punggung
Terapis Guna : selamat pagi pak, benar dengan Bapak Mondi?
Bapak Mondi : iya benar sekali bu
Terapis Guna : baik pak, perekenalkan saya terapis Guna, saya merupakan salah satu
terapis disini yang akan melakukan terapi pijat pada bagian punggung.
Sebelumnya bagaimana kondisi bapak, masih terasa nyeri dan pegal ?
Bapak Mondi : pada bagian tangan setelah diberikan terapi tadi rasanya sudah sedikit enak
dan saya sudah sedikit dapat menggerakkan bagian tangan saya, namun pada
bagian punggung dan kaki saya masih terasa pegal- pegal
Terapis Guna : baik pak, sekarang saya akan melakukan terapi pijat pada bagian punggung
bapak, tujuannya adalah untuk melancarkan sirkulasi darah, sehingga dapat
mengurangi nyeri dan pegal yang bapak rasakan, kira- kira nanti saya akan
lakukan sekitar 15 menit ya pak. Prosedurnya nanti saya akan menggunakan
minyak essensial Ginger dan melakukan pemijatan pada daerah punggung
bapak, nanti bapak yang tenang saja ya pak, jika terasa sakit atau jika ada

perasaan yang tidak enak silakan diberitahu saya ya pak, agar saya bisa
mengurangi penekanannya
Bapak Mondi : baik bu
Terapis Guna : baik untuk pertama bisa saya minta tolong bapak untuk melepas pakaian
atas bapak ? karena saya akan melakukan pemijatan pada bagian punggung
Bapak Mondi : bisa bu ( melepaskan pakaian bagian atas)
Terapis Guna : baik terimakasi pak, sekarang bapak bisa mengatur posisi bapak dalam
posisi tengkurup ya pak, bapak bisa sendiri atau perlu saya atau keluarga
bantu?
Bapak Mondi : iya bu, saya bisa sendiri ( memposisikan dalam posisi tengkurup)
Terapis Guna : baik terimakasi pak, sekarang saya akan meletakkan selimut pada bagian
lain tubuh bapak dan juga akan meletakkan handuk pada bagian bawah
punggung bapak. Sebelum saya mulai terapinya apakah bapak mondi ada
pertanyaan ?
Bapak Mondi :tidak bu, bisa langsung saja mulai terapinya
Terapis Guna :baik kalau begitu saya mulai saja terapinya ya pak ( melakukan terapi
sesuai SOP)
Terapis Guna :bapak Mondi, saya sudah selesai melakukan terapi pijat pada bagian
punggung, sekarang bapak bisa membalikkan badan bapak kembali dalam posisi berbaring
secara normal
Bapak Mondi :baik bu, terimakasi
Terapis Guna :bagaimana perasaan bapak setelah saya berikan terapi pijat pada bagian
punggung ?
Bapak Mondi :jelas enak sekali rasanya bu, pegal saya sudah sedikit hilang, begitu juga
dengan nyeri yang saya rasakan
Terapis Guna :baik pak, terimakasi karena bapak sudah mau bekerjasama selama tindakan
tadi, sekarang bapak silakan digunakan pakaiannya kembali
Bapak Mondi :setelah ini apakah ada pemijatan lagi bu?
Terapis Guna :iya pak, setelah ini akan dilakukan pemijatan oleh terapis Dedek yang akan
melakukan pemijatan pada bagian kaki. Saya panggilkan dulu terapisnya ya pak, tunggu
sebentar
Bapak Mondi : baik bu
Terapis dedek memasuki ruang terapi

Terapis dedek : selamat pagi pak, benar dengan Bapak Mondi?


Bapak Mondi : iya benar sekali bu
Terapis dedek : baik pak, perekenalkan saya terapis Dedek, saya merupakan salah satu
terapis disini yang akan melakukan terapi pijat pada bagian kaki. Sebelumnya
bagaimana kondisi bapak setelah tadi diberikan terapi pada bagian tangan dan
punggung ? apakah masih ada rasa nyeri dan pegal ?
Bapak Mondi :saya rasa sudah semakin membaik bu dari sebelum diberikan terapi,
mungkin saat ini karena belum dilakukan terapi, pada bagian kaki saya terutama masih terasa
pegal
Terapis dedek : baik pak, sekarang saya akan melakukan terapi pijat pada bagian kaki
bapak, tujuannya adalah untuk melancarkan sirkulasi darah, sehingga dapat
mengurangi nyeri dan pegal yang bapak rasakan, kira- kira nanti saya akan
lakukan sekitar 15 menit ya pak. Prosedurnya nanti saya akan menggunakan
minyak essensial Ginger dan melakukan pemijatan pada daerah kaki bapak,
nanti bapak yang tenang saja ya pak, jika terasa sakit atau jika ada perasaan
yang tidak enak silakan diberitahu saya ya pak, agar saya bisa mengurangi
penekanannya
Bapak Mondi : baik bu
Terapis dedek :bapak bisa sedikit ditinggikan celananya pak, nanti saya akan menutupi
dengan selimut dan handuk pada bagian yang tidak dilakukan pemijatan
Bapak Mondi :baik bu ( menaikkan sedikit celana yang dikenakan)
Terapis dedek :baik pak terimakasi, sebelumnya apakah bapak ada pertanyaan sebelum saya
berikan terapinya ?
Bapak Mondi :tidak bu, langsung saja mulai terapinya
Terapis dedek :baik kalau begitu saya mulai saja terapinya pak ( melakukan terapi sesuai
SOP)
Terapis dedek :baik pak saya sudah selesai melakukan terapi pijat pada bagian kaki
Bapak Mondi :baik terimakasi bu
Terapis dedek :bapak silakan dirapikan pakaiannya, apakah ingin dibantu atau dibantu oleh
istrinya pak ?
Bapak Mondi :iya saya bisa sendiri bu, terimakasi
Terapis dedek :kalau begitu saya rapikan dulu alat-alatnya ya pak
Bapak Mondi :iya bu silakan ( sambil membereskan alat-alat)

Terapis Dedek : Nah,,, bagaimana bapak? Bagaimana perasaannya setelah tadi tim kami
melakukan terapi pijat di tangan, punggung dan kakinya?
Bapak Mondi :Rasanya segar banget badan saya buk, terasa rileks dan santai. Sakinya
sudah berkurang. Bagus sekali pijat ini.
Terapis Dedek :Iya bapak, saya senang bisa membantu. Terimakasih ya pak atas
kunjungannya.
Bapak Mondi :Saya yang berterimakasih buk,,, lain kali saya akan kesini lagi.
Terapis Dedek:Iya bapak.
Bapak mondi dan istrinya keluar dari ruang terapis, dan bertemu dengan Nenek Susi.
Nenek Susi

:Bagaimana nak? Udah baikkan? Udah mendingan?

Bapak Mondi :Mantap buk, badan mondi uadah mendingan dan udah sebuit rileks.
Terimakasih sarannya ya bu.
Nenek Mondi :Nah apa Ibu bilang,,Syukur anak ibu tidak kenapa-napa.
Bapak Mondi :ayok,, sekarang kita pulang ke rumah.
Bapak mondi. Ibu mondi, dan Nenek susi pulang ke rumah dengan gembira.

DAFTAR PUSTAKA
Aslani, M. (2003). Teknik pijat untuk pemula. (Christina Prianingsih, Trans; Mila
Rachmawati & Theresia Vini, Eds.) Jakarta: Erlangga
Astuti, Ambar Dwi Widhi. (2011). Efektivitas Pemberian Ekstrak Jahe Merah (Zingiber
Officinale Roscoe Varr Rubrum) Dalam Mengurangi Nyeri Otot Pada Atlet Sepak
Takraw. Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Altman RD, Marcussen KC. Effects of a ginger extracts on knee pain in patients with
osteoarthritis. American College of Rheumatology. [serial online] 2011 Nov [dikutip 6
Mei

2016];

44(11);

p.2531-8.

Tersedia:

URL:http://www.zinaxin.fi/files/Zinaxin/PDF/Effects-of-a-GingerExtract-on-KneePain-in-Patients-With-Osteoarthritis.pdf
Aditya, Firdaus. (2011). Implementai Teknologi Jaringan Virtual LAN (VLAN) PT.Telkom
Drive IV Semarang. Semarang.
Bambang Priyonoadi. (2008). Sport Massage. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Yogyakarta.
Best T.M, Robin H, Aaron W, Furqan H. (2010). Effectiveness of Sport Massage for Firdaus.
(2011). Terapi pijat untuk kesehatan kecerdasan otak dan kekuatan daya ingat. Buku
Biru : Jogyakarta
Craven, R. F., & Hirnle, C. J., (2002). Fundamentals of nursing: human health and function.
(3rd edition). Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
Dochterman, Joanne McCloskey. 2004. Nursing Interventions Classification (NIC) Fourth
Edition. St. Louis, Missouri: Mosby Elsevier
Guyton A.C. and J.E. Hall 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta: EGC.
74,76, 80-81, 244, 248, 606,636,1070,1340.
Henderson, C., Jones, K.(2006). Buku Ajar Konsep Kebidanan. Jakarta. EGC
Hadibroto,I & Alam, S. (2006). Seluk Beluk Pengobatan Alternatif dan Komplementer.
Jakarta : PT Bhuana Ilmu Populer.
Hasanah, Y dkk. (2004). Budidaya Tanaman Obat dan Rempah. Medan: USU Press. Halaman
17-18.
Hapsoh., Rahmawati. (2010). Modul Agronomi: Budidaya Tanaman Obat-Obatan. Fakultas
Pertanian. Universitas Sumatera Utara.
Haghighi M, Khalvat A, Toliat T, Jallaei S. Comparing the effects of ginger (Zingiber
officinale) extract and ibuprofen on patients with osteoarthritis. Archives of Iranian
Medicine. [serial online] 2005 Oct [dikutip 6 mei 2016 ]; 8(4): p.267-71. Tersedia:
URL:http://www.ams.ac.ir/AIM/0584/006.pdf
Kertia Nyoman, Hemas Nastiti, Ayu Dewa. (2011). Pengaruh Kombinasi Ekstrak
Temulawak, Jahe, Kedelai Dan Kulit Udang Terhadap Fungsi Hati Dan Ginjal
Dibandingkan Dengan Natrium Diklofenak Pada Penderita Osteoartritis. 16(2), 51
62. Yogyakarta: Majalah Obat Tradisional

Kristanto, Thomas., Arina Maliya. Pengaruh Terapi Back Massage Terhadap Intensitas
Nyeri Reumatik Pada Lansia Di Wilayah Puskemas Pembantu Karang Asem.
Meliala. L.KRT, et al. (2003). Nyeri Punggung Bawah. Kelompok. Jakarta: Studi Nyeri
Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI)
Mahadewa, Tjokorda Gde Bagus. (2013). Saraf Prefier Masalah dan Penanganannya.
Jakarta: PT. Indeks
Maher, Salmond, Pellino. (2002). Low Back Syndrome. Philadelpia. FA Davis Company
N. Sritoomma et al. (2014). The effectiveness of Swedish massage with aromatic ginger oil
in treating chronic low back pain in older adults: A randomized controlled trial.
Complementary Therapies in Medicine 2633.
Nugroho, W (2008). Keperawatan Gerontik & Geriatrik, Edisi-3. Jakarta:EGC
Rakel.

(2002).

Nyeri

Pinggang

Bagian

Bawah.

Diambil

Mei

2016

dari

www.nyeripunggungbawah.com
Rachmi Primadiati. (2002). Aromaterapi Perawatan Alami untuk Sehat dan Cantik. Jakarta :
PT Gramedia Pustaka Utama
Recovery of Craven, R F. & Hirnle, C.J (2002). Fundamental Of Nursing; human health and
function. (3rded). Philadelphia: Lippincott
Skelete Muscle From Strenuous Exercise. Clin J Sport Med. Volume 18.5: September 2008:
44-460
Samara D. (2004). Lama dan Sikap Duduk Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Nyeri Pinggang
Bawah. Vol.23 No.2. Jakarta: Fakultas Kedokteran Trisakti
Smeltzer, Suzanne C. dan Bare, Brenda G, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah
Brunner dan Suddarth (Ed.8, Vol. 1,2), Alih bahasa oleh Agung Waluyo(dkk), EGC,
Jakarta.
Potter, P.A., Perry, A.G. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan volume 2. Jakarta:
EGC
Potter, P.A, Perry, A.G. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses,
dan Praktik. Edisi 4. Volume 2. Jakarta: EGC
Potter, P.A, Perry, A.G.Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses, dan
Praktik.Edisi 4.Volume 2.Alih Bahasa : Renata Komalasari,dkk.Jakarta:EGC.2005
Wiyoto, B.T. (2011). Remedial Massage. Yogyakarta: Nuha Medika