Anda di halaman 1dari 19

JAWABAN SOAL UAS

JAWABAN NO 1
Pasal 10
1

Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi


kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial,
dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.

Ketentuan lebih lanjut mengenai kompetensi guru sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 11

Sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diberikan


kepada guru yang telah memenuhi persyaratan.

Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang


memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi
dan ditetapkan oleh Pemerintah.

Sertifikasi pendidik dilaksanakan secara objektif, transparan, dan


akuntabel.

Ketentuan lebih lanjut mengenai sertifikasi pendidik sebagaimana


dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan
Pemerintah.
Pasal 12

Setiap orang yang telah memperoleh sertifikat pendidik memiliki


kesempatan yang sama untuk diangkat menjadi guru pada satuan pendidikan
tertentu.
Pasal 13
1

Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menyediakan anggaran untuk


peningkatan kualifikasi akademik dan sertifikasi pendidik bagi guru
dalam jabatan yang diangkat oleh satuan pendidikan yang
diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Ketentuan lebih lanjut mengenai anggaran untuk peningkatan


kualifikasi akademik dan sertifikasi pendidik sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Bagian Kedua
Hak dan Kewajiban
Pasal 14
1.

Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berhak:


a
b
c
d
e
f

g
h
i
j
k

memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan


jaminan kesejahteraan sosial;
mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan
prestasi kerja;
memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas
kekayaan intelektual;
memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi;
memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana
pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan;
memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut
menentukan kelulusan, penghargaan, dan/atau sanksi kepada
peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru,
dan peraturan perundang-undangan;
memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam
melaksanakan tugas;
memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi;
memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan
pendidikan;
memperoleh
kesempatan
untuk
mengembangkan
dan
meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi; dan/atau
memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam
bidangnya.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai hak guru sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 15
(1)

Penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum sebagaimana dimaksud


dalam Pasal 14 ayat (1) huruf a meliputi gaji pokok, tunjangan yang
melekat pada gaji, serta penghasilan lain berupa tunjangan profesi,
tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan maslahat tambahan yang
terkait dengan tugasnya sebagai guru yang ditetapkan dengan prinsip
penghargaan atas dasar prestasi.

(2)

Guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh


Pemerintah atau pemerintah daerah diberi gaji sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.

(3) Guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh
masyarakat diberi gaji berdasarkan perjanjian kerja atau kesepakatan
kerja bersama.

Pasal 16
1

Pemerintah memberikan tunjangan profesi sebagaimana dimaksud


dalam Pasal 15 ayat (1) kepada guru yang telah memiliki sertifikat
pendidik yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan dan/atau satuan
pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat.

Tunjangan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan


setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok guru yang diangkat oleh satuan
pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah
daerah pada tingkat, masa kerja, dan kualifikasi yang sama.

Tunjangan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan


dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan/atau
anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Ketentuan lebih lanjut mengenai tunjangan profesi guru sebagaimana


dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan Peraturan
Pemerintah.
Pasal 17

Pemerintah dan/atau pemerintah daerah memberikan tunjangan


fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) kepada guru
yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh
Pemerintah dan pemerintah daerah.

Pemerintah dan/atau pemerintah daerah memberikan subsidi tunjangan


fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) kepada guru
yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh
masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Tunjangan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan subsidi


tunjangan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara dan/atau
anggaran pendapatan dan belanja daerah.
Pasal 18

Pemerintah memberikan tunjangan khusus sebagaimana dimaksud


dalam Pasal 15 ayat (1) kepada guru yang bertugas di

setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok guru yang diangkat oleh satuan
pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah
daerah pada tingkat, masa kerja, dan kualifikasi yang sama.

Guru yang diangkat oleh Pemerintah atau pemerintah daerah di daerah


khusus, berhak atas rumah dinas yang disediakan oleh pemerintah
daerah sesuai dengan kewenangan.

Ketentuan lebih lanjut mengenai tunjangan khusus sebagaimana


dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan Peraturan
Pemerintah.

Pasal 19
1

Maslahat tambahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1)


merupakan tambahan kesejahteraan yang diperoleh dalam bentuk
tunjangan pendidikan, asuransi pendidikan, beasiswa, dan penghargaan
bagi guru, serta kemudahan untuk memperoleh pendidikan bagi putra
dan putri guru, pelayanan kesehatan, atau bentuk kesejahteraan lain.

Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menjamin terwujudnya


maslahat tambahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Ketentuan lebih lanjut mengenai maslahat tambahan sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan
Pemerintah.
Pasal 20

Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban:

a.

merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang


bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran;

b.

meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan


kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni;

c.

bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis


kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar
belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam
pembelajaran;

d.

menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode


etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika; danmemelihara dan
memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

JAWABAN NO 2
Pentingnya memahami pengertian kompetens guru karena Pendidikan di
Indonesia pada saat ini bisa dikatakan masih tertinggal jauh dengan Negara- Negara
lain yang sedang berkembang, guru merupakan faktor yang sangat dominan dan
penting dalam pendidikan formal pada umumnya karena bagi peserta didik guru
sering dijadikan tokoh teladan, bahkan menjadi tokoh identifikasi diri. Oleh karena
itu, guru seyogyanya memiliki perilaku dan kompetensi yang memadai untuk
mengembangkan peserta didik secara utuh. Guru yang kita kenali, mempunyai
kedudukan yang khusus dalam masyarakat. Perilaku dan penampilannya akan
membekas dan banyak mewarnai kehidupan sekarang maupun masa yang akan
datang. Guru banyak disanjung dan dipuji, tetapi adakalanya dicemooh dan dicerca.
Guru dapat tampil dalam berbagai wajah, dan dapat diamati dalam berbagai wajah

pula. Posisi guru yang khas dihadapan masyarakat dengan beragam perhatian yang
diberikan kepada guru tersebut, menuntut suatu kompetensi yang lebih dibandingkan
dengan profesi lain yang ada di masyarakat, oleh karena itu maka penting memahami
pengertian kompetensi guru karena Guru yang berkompeten akan memberikan
pengaruh baik pada anak didiknya. Anak didik akan termotivasi dan lebih giat lagi
dalam mennggali ilmu pengetahuan yang belum diketahuinya.Kecerdasan intelektual
dan perilakunya sehari-hari merupakan sosok yang menjadi contoh bagi setiap anak
didiknya. Oleh karena itu kompetensi dan profesionalitas guru sebaiknya sudah benarbenar direncanakan, diaplikasikan dan dikembangkan dalam kegiatan proses belajar
mengajar dan kehidupan sehari-hari.

JAWABAN NO 3

a. Kompetensi pedagogik
Kompetensi yang dimaksud disini adalah kemampuan guru mengelola
pembelajaran yang meliputi pemahaman peserta didik,perancangan dari pelaksanaan
pembelajaran,evaluasi hasil belajar dan megembangkan peserta didik
untuk
mengkualifikasikan berbagai kompetensi dimilikinya.
contohnya :
b. Kompetensi kepribadian
Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil,
dewasa, arif dan berwibawa menjadi taladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia.
contohnya:
c. Kompetensi Professional
Kompetensi professional merupakan kemampuan penguasaan materi
pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing
peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional
Pendidikan.
contohnya:
d. Kompetensi sosial
Kompetensi sosial merupakan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk
berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik,
tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
contohnya:
JAWABAN NO 4
a. Secara etimologi
Kompetensi berasal dari bahasa inggris competency yang berarti kecakapan,
kemampuan dan wewenang. Jadi Kompetensi adalah Pemilikan pengetahuan,
keterampilan, kecakapan atau kemampuan sebagai seorang guru dalam menentukan
atau memutuskan sesuatu berdasarkan kekuasaan yang dimilikinya agar proses
pembelajaran dapat berjalan baik., Kompetensi dalam proses interaksi belajar
mengajar dapat pula menjadi alat motivasi ekstrinsik, guna memberikan dorongan
dari luar diri siswa

b. Secara terminology
Pengertian Kompetensi menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut :
a.
Majid (2005:6), menjelaskan kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan
menunjukkan kualitas guru dalam mengajar. Kompetensi tersebut akan terwujud
dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan profesional dalam menjalankan
fungsinya sebagai guru.
b.
Menurut Syah (2000:230), kompetensi adalah kemampuan, kecakapan,
keadaan berwenang, atau memenuhi syarat menurut ketentuan hukum.
Selanjutnya masih menurut Syah, dikemukakan bahwa kompetensi guru adalah
kemampuan seorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara
bertanggung jawab dan layak. Jadi kompetensi profesional guru dapat diartikan
sebagai kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi
keguruannya. Guru yang kompeten dan profesional adalah guru piawi dalam
melaksanakan profesinya.Berdasarkan uraian di atas kompetensi guru dapat
didefinisikan sebagai penguasaan terhadap pengetahuan, keterampilan, nilai dan
sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak dalam
menjalankan profesi sebagai guru.
c.
Depdiknas (2004:7) merumuskan definisi kompetensi sebagai pengetahuan,
keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir
dan bertindak.

JAWABAN NO 5
a. profil
Kata profil berasal dari bahasa Italia, profilo dan profilare, yang berarti
gambaran garis besar. Arti kata profil antara lain Gambaran tampang atau wajah
seseorang yang dilihat dari samping. Arti ini dilihat dari dunia seni. Dalam bidang
komunikasi dan bahasa, berarti biografi atau riwayat hidup singkat seseorang. Arti
inilah yang digunakan dalam Membaca Profil Tokoh.
Jika profil ini di kaitkan dengan guru maka dapat disimpulkan bahwa Profil
Guru ialah gambaran riwayat singkat hidup seseorang yang pekerjaannya mengajar
dan ikut berperan dalam suatu pembentukan sumber daya manusia yang potensial di
bidang pembangunan.
b. profesi
Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian
(keterampilan, kejuruan, dsb) tertentu. Secara sederhana dapatlah diartikan bahwa
syarat-syarat profesi adalah janji atau ketentuan yang harus dimiliki sekaligus
dilaksanakan oleh orang yang memiliki keahlian tertentu (termasuk guru).
c. profesionalisme guru
Profesionalisme guru adalah guru yang memiliki kompetensi profesional.
Kompetensi
profesional yang dimaksud dalam hal ini merupakan kemampuan
guru dalam pengusaan materi pelajaran secara luas dan mendalam.

d.

e.

f.

g.

Yang dimaksud dengan pengusaan materi secara luas dan mendalam dalam
hal ini termasuk pengusaan kemampuan akademik lainnya yang berperan sebagai
pendukung profesionalisme guru.Kemampuan akademik tersebut antara lain,memiliki
kemampuan dalam menguasai ilmu, jenjang dan jenis pendidikan yang sesuai.
kompetensi guru
kompetensi guru dapat didefinisikan sebagai penguasaan terhadap pengetahuan,
keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan
bertindak dalam menjalankan profesi sebagai guru.
sertifikasi guru
Sertifikasi guru adalah Sebuah Upaya Pemerintah dalam rangka peningkatan
mutu dan uji kompetensi tenaga pendidik dalam mekanisme teknis yang telah diatur
oleh pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, yang
bekerjasama dengan instansi pendidikan tinggi yang kompeten, yang diakhiri dengan
pemberian
definisi guru menurut zakiyah darajat poerwadarminta
Menurut Prof. Dr. Hj. Zakiah Daradjat guru adalah pendidik profesional
karena secara implisit ia telah merelakan dirinya untuk menerima dan memikul
sebagian tanggung jawab pendidikan yang terpikul di pundak para orang tua. Selain
itu, ia juga berpendapat bahwa guru adalah seorang yang memiliki kemampuan dan
pengalaman yang dapat memudahkan dalam melaksanakan peranannya membimbing
muridnya
asah,asih dan asuh
Asah merupakan bagian yang erat dengan kebutuhan stimulasi mental dini.
Kita harus sangat memperhatikan Asah pada saat anak di masa keemasan atau
golden year (4 sampai 5 tahun). Stimulus yang diberikan seperti hal-hal yang
dapat merangsang perkembangan otak anak kita yang meliputi aspek visual,
auditori, verbal, dan taktil untuk meningkatkan serta mengembangkan pada
segi pembelajaran anak.
Asih adalah kebutuhan emosional. Bagi orang tua sangat penting untuk
menimbulkan rasa aman (security emotional) dan rasa nyaman. Dalam
mengembakan pola Asih yang baik , orang tua harus dapat memenuhi
kebutuhan emosional sang buah hati seperti, perhatian, kasih sayang,
mengajarkan tanggung jawab, pujian, menghargai, kemandirian dan
sebagainya. Hal ini sangat penting untuk perkembangan emsional anak kita.
Asuh ialah kebutuhan biomedis sang buah hati. Asuh meliputi asupan gizi saat
di kandungan hingga tumbuh dewasa. Asupan sang buah hati sangat penting
diperhatikan. Asuh juga meliputi kebutuhan tempat tinggal, pakaian yang
nyaman, imunisasi dan sebagainya.

JAWABAN NO 6

e. Kompetensi pedagogik
Kompetensi yang dimaksud disini adalah kemampuan guru mengelola
pembelajaran yang meliputi pemahaman peserta didik,perancangan dari pelaksanaan

pembelajaran,evaluasi hasil belajar dan megembangkan peserta didik


untuk
mengkualifikasikan berbagai kompetensi dimilikinya.
f. Kompetensi kepribadian
Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil,
dewasa, arif dan berwibawa menjadi taladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia.
Yang paling utama dalam kepribadian guru adalah berakhlak mulia. Ia dapat menjadi
teladan dan bertindak sesuai norma agama (iman, dan taqwa, jujur, ikhlas dan suka
menolong serta memilki perilaku yang dapat dicontoh.
g. Kompetensi Professional
Kompetensi professional merupakan kemampuan penguasaan materi
pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing
peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional
Pendidikan. Guru harus memahami dan menguasai materi ajar yang ada dalam
kurikulum, memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang yang koheren
dengan materi ajar, memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait dan
menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
h. Kompetensi sosial
Kompetensi sosial merupakan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk
berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik,
tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Dia harus
sadar bahwa inteaksi guru dengan siswa mesti terus dihidupkan agar tercipta suasana
belajar yang hangat dan harmonis.

JAWABAN NO 7
1. Guru harus mempunyai sikap profesionalisme dalam bersikap dan dalam
melaksanakan tugas mengajar, mendidik, melatih, menilai, mengarahkan dan
mengevaluasi dari proses pembelajaran siswa. Artinya sebagai guru harus menjunjung
rasa kebenaran dan keadilan serta kejujuran dalam setiap pekerjaannya sebagai
seorang guru.
2. Guru membimbing siswa untuk menghayati, memahami, dan mengamalkan
kewajiban serta hak-haknya sebagai individu, anggota sekolah, dan anggota
masyarakat. Artinya guru memiliki kewajiban dalam mendidik peserta didik agar
mereka dapat menjadi seseorang yang berakhlak mulia dalam lingkungannya.
3. Guru mengakui bahwa setiap peserta didiknya memiliki karakter individu dan
masing-masing berhak atas layanan pembelajaran. Artinya guru dapat menghargai
setiap kemampuan dan keunikan yang di miliki oleh masing-masing peserta didiknya
dan dapat mendidik peserta didik dengan kemampuan mereka masing-masing dan
tidak menekan atau memaksakan suatu kemampuan.
4. Guru menghimpun informasi mengenai peserta didik dan menggunakan dengan
sebaik-baiknya guna kepentingan proses pendidikan. Artinya guru tidak
menyalahgunakan informasi tentang peserta didiknya untuk kepentingan pribadi dan
atau untuk menjatuhkan peserta didik tersebut.

5. guru secara perseorangan atau bersama-sama secara terus-menerus berusaha untuk


mengembangkan, menciptakan dan memelihara suasana lingkungan sekolah yang
menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efisien dan efektif bagi pelajar.
Artinya sebagai guru harus ikut membangun lingkungan belajar yang menyenangkan
dan tidak membuat peserta didik merasa tertekan di dalam lingkungan tersebut.
6. Guru menjalin hubungan dengan peserta didik dengan rasa kasih sayang dan
menghindari diri dari tindakan kekerasan fisik yang di luar kewajaran dan kaidah
pendidikan. Artinya sebagai guru tidak boleh semana-mena dalam memberikan
hukuman kepada peserta didik dan harus mempunyai kesabaran dan rasa kasih dalam
mendidik para peserta didik.
7. Guru menjunjung tinggi integritas serta harga diri dan tidak sekali-kali menjatuhkan
martabat peserta didik.
8. Seorang guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun dan penuh
perhatian membina pertumbuhan dan perkembangan anak didik.
9. Guru tidak menggunakan dan menyalah gunakan hubungan serta tindakan profesional
dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan pribadi.

JAWABAN NO 8
Mutu adalah suatu terminologi subjektif dan relatif yang dapat diartikan dengan
berbagai cara dimana setiap definisi bisa didukung oleh argumentasi yang sama baiknya.
Secara luas mutu dapat diartikan sebagai agregat karakteristik dari produk atau jasa yang
memuaskan kebutuhan konsumen/ pelanggan. Karakteristik mutu dapat diukur secara
kuantitatif dan kualitatif. Dalam pendidikan, mutu adalah suatu keberhasilan proses dan hasil
belajar yang menyenangkan dan memberikan kenikmatan. Pelanggan bisa berupa mereka
yang langsung menjadi penerima produk dan jasa tersebut atau mereka yang nantinya akan
merasakan manfaat produk atau hasil dan jasa tersebut.
Dari definisi diatas, maka yang akan harus dilakukan dalam upaya peningkatan mutu
organisasi antara lain :
1. Melakukan tugas dengan tepat waktu,
2. Memberikan akurasi pelayanan yang baik,
3. Bertanggung jawab atas semua yang dilakukan,
4. Membantu untuk melengkapi media pengajaran,
5. Melakukan JOBDES dengan baik,
6. Melaksanakan program kerja PGRI sesuai dengan apa yang menjasdi tanggung jawabnya,
7. Meningkatkan kualitas kerja.
Sebagai wahana pengembangan mutu organisasi, maka sebagai anggota PGRI harus
mampu melakukan hal hal diatas. Kualitas dan mutu organisasi akan dapat tercapai dengan
melakukan hal hal diatas.

JAWABAN NO 9

1)

2)

3)
4)
5)

1.Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan


melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, dan melakukan
pembimbingan dan pelatihan,
2.harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang
kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk
mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
3.menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis,
dan dialogis;
4.mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; dan
5.memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga , profesi, dan kedudukan
sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

JAWABAN NO 10
a. Dengan Meningkatkan mutu pembelajarah.
misalnya dengan menggunakan metode team work. langkah awal untuk membentuk
sebuah team yang baik adalah terlebih dahulu harus memahami tujuan dan misi team
secara jelas. agar tidak ada pertanyaan " mengapa saya berada disini" beberapa peran
penting dalam sebuha team.
pencatat yaitu anggota yang bertugas mendokumentasikan semua kegiatan
yang dilakukan oleh team, termasuk mencatat hal-hal penting hasil rapat.
pencatat waktu bertujuan utn meningkatkan team berjalan sesuai jadwal dll.
b. .melaksanakan pengawasan mutu pendidikan.
c. memperdalam dan memberikan pengertian bahwa persaingan untuk lebih berkembang
dalam bidang ilmu pengetahuan bukan persaingan kekuasaan.
d. melakuka pengajan dengen metode obsevasi lapangan agar daoat meningkatkan minat
belajar setelah melihat tealita dilapangan.

JAWABAN NO 11
1. 1.Rendahnya Kualitas Saran Fisik
Untuk sarana fisik misalnya, masih banyak, buku perpustakaan tidak lengkap.
Sementara laboratorium tidak standar, pemakaian teknologi informasi tidak memadai
dan sebagainya. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri,
tidak memilik perpustakaan, tidak memiliki laboratorium, dll.
2. 2.Rendahnya Kualitas Guru
Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan, kebanyakan guru
belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya
sebagaimana disebut dalam pasal 39 UU No 20/2003 yaitu merencanakan
pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan
pembimbingan, melakukan pelatihan, melakukan penelitian dan melakukan
pengabdian masyarakat.
3. 3.Rendahnya Kesejahteraan Guru
Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendahnya
kualitas pendidikan Indonesia. Berdasarkan survey FGII (Federasi Guru Independen

Indonesia) pada pertengahan tahun 2005, idealnya seorang guru menerima gaji
bulanan sebesar 3 juta rupiah. Pendapatan rata-rata guru PNS perbulan sebesar 1,5
juta, guru bantu 460 ribu, dan guru honorer di sekolah swasta rata-rata 10 ribu perjam.
Dengan pendapatan seperti itu, terang saja banyak guru yang terpaksa melakukan
pekerjaan sampingan.
Dengan adanya UU Guru dan Dosen, barangkali kesejahteraan guru dan dosen
(PNS) agak lumayan. Pasal 10 UU itu sudah memberikan jaminan kelayakan hidup.
Di dalam pasal itu disebutkan guru dan dosen akan mendapat penghasilan yang pantas
dan memadai, antara lain meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji,
tunjangan profesi, dan tunjangan khusus serta penghasilan lain yang berkaitan dengan
tugasnya. Mereka yang diangkat pemkot/pemkab bagi daerah khusus juga berhak atas
rumah dinas.
Tapi kesenjangan kesejahteraan guru swasta dan negeri menjadi masalah lain
yang muncul. Dilingkungan pendidikan swasta, masalah kesejahteraan masih sulit
mencapai taraf ideal. Mereka tidak sanggup untuk menyesuaikan kesejahteraan dosen
dan guru sesuai dengan amanat UU Guru dan Dosen.
4. 4.Rendahnya Prestasi Siswa
Dengan keadaan rendahnya sarana fisik, kualitas guru, dan kesejahteraan guru,
pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. Dalam hal prestasi, 15
September 2004 lalu United Nation for Development Programme (UNDP) juga telah
mengumumkan hasil studi tentang manusia secara serentak diseluruh dunia melalui
laporannya yang berjudul Human Development Report 2004. Didalam laporan
tahunan ini Indonesia hanya menduduki posisi ke 111 dari 177 negara. Apabila
dibanding dengan Negara-negara tetangga saja, posisi Indonesia berada jauh
dibawahnya.
5. 5.Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Kesempatan memperoleh pendidikan masih terbatas pada tingkat Sekolah
Dasar. Data Balitbang Departemen Pendidikan Nasional dan Direktorat Jenderal
Binbaga Departemen Agama tahun 2000 menunjukkan Angka Partisipasi Murni
(APM) untuk anak usia SD pada tahun 1999 mencapai 94,4 % (28,3 juta siswa).
Pencapaian APM ini termasuk kategori tinggi. APM Pendidikan di SLTP masih
rendah yaitu 54,8% (9,4 juta siswa). Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih
sangat terbatas. Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan
menghambat pengembangan SDM secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan
kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan di tempat untuk mengatasi masalah
ketidakmerataan tersebut.
6. 6.Rendahnya Relevasi Pendidikan dengan Kebutuhan
Ketidakrelevannya pendidikan dengan kebutuhan dapat dilihat dari banyaknya
lulusan yang mengganggur. Data BAPENNAS (1996) yang dikumpulkan sejak tahun
1990 menunjukkan angka pengangguran terbuka yang dihadapi oleh lulusan SMU
sebesar 25,47%, Diploma/S1 sebesar 27,5 %, dan PT sebesar 36,6%.
Menurut data Balitbang Depdiknas 1999, setiap tahunnya sekitar 3 juta anak
putus sekolah dan tidak memiliki keterampilan hidup sehingga menimbulkan masalah
ketenagakerjaan tersendiri. Adanya ketidakserasian antara hasil pendidikan dan

kebutuhan dunia kerja ini disebabkan kurikulum yang materinya kurang fungsional
terhadap keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja.
7. 7.Mahalnya Biaya Pendidikan
Pendidikan bermutu itu mahal. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi
mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk menganyam bangku
pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga
Perguruan Tinggi membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali
tidak bersekolah.
Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidaklepas dari kebijakan
pemerintah yang menerapkan MBS (Managemen Berbasis Sekolah). MBS di
Indonesia pada realitanya lebih memakai upaya untuk melakukan mobilisasi dana.
Karena itu, Komite Sekolah/ Dewan Pendidikan yang merupakan organ MOS selalu
disyaratkan adanya unsur pengusaha.
Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah atau tepatnya tidak
karus murah atau gratis. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya?
Pemerintah yang sebenarnya berkewajiban untuk menjamin setiap warganya
memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan
pendidikan bermutu. Akan tetapi, kenyataannya pemerintah justru ingin berkilah dari
tanggung jawab. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi
pemerintah untuk cuci tangan

JAWABAN NO 12
a. Medorong anaka usia agar masuk sekolah baik SD/MI, SMP/MTs maupun pendidikan
lainnya yang sederajat.
b. Meningkatkan partisiasi anak untuk masuk sekolah karena dengan melibatkan anak
bisa menarik perhatian anak yang tidak bersekolah.
c. menurunkan angka putus sekolah.
d. meningkatkan peran serta masyarakat dalam mensukseskan penuntasan wajib belajar
9 tahun. diharapkan masyarakat mampu mendorong putra/i untuk bersekolah dalam
rangka mensukseskan program pemerintah
JAWABAN NO 13
Kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional . Profesional adalah pekerjaan
atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan
kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi
standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik
pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan
pendidikan menengah.
Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama
mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan,

teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada


masyarakat.
fungsi guru dan dosen
guru berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen
pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.
dosen berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran dosen sebagai agen
pembelajaran, pengembang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta pengabdi
kepada masyarakat berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.
tujuan guru dan dosen untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan
mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik
agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara
yang demokratis dan bertanggung jawab.

JAWABAN NO 14
1. Profesi yang diduduki terkait lembaga sosial yang didirikan dan dikelola sebagai
sarana untuk memberikan layanan penting untuk individu dan masyarakat.
2. Setiap profesi yang bersangkutan dengan luas teridentifikasi kebutuhan fungsi
(misalnya pemeliharaan kesehatan fisik dan emosional, pelestarian hak dan
kebebasan, meningkatkan kesempatan untuk belajar).
3. Profesi kolektif, dan individualitas profesional, memiliki tubuh pengetahuan dan
repertoar perilaku dan keterampilan (budaya profesional) yang diperlukan dalam
praktek profesi; pengetahuan tersebut, perilaku dan keterampilan biasanya tidak
dimiliki oleh non-profesional.
4. Para anggota profesi yang terlibat dalam pengambilan keputusan dalam pelayanan
klien pengetahuan yang valid tersedia, dengan latar belakang prinsip dan teori-teori,
dan whitin konteks dampak yang mungkin pada kondisi terkait lainnya atau
keputusan.
5. profesi ini didasarkan pada satu disiplin ilmu undergriding lebih dari yang menarik
wawasan dasar dan atas yang adalah membangun pengetahuan terapan sendiri dan
keterampilan.
6. profesi ini disusun dalam satu asosiasi profesional yang, dalam batas yang luas dari
akuntabilitas sosial, diberikan otonomi mengendalikan pekerjaan yang sebenarnya
dari profesi dan kondisi Wich mengelilinginya (penerimaan, standar pendidikan,
pemeriksaan dan perizinan, jalur karir , etika dan standar kinerja, dan disiplin
profesional).
7. profesi telah disepakati standar kinerja untuk masuk ke profesi dan untuk contituance
di dalamnya.
8. Persiapan dan induksi untuk profesi disediakan melalui program persiapan protacted,
biasanya di sekolah profesional atau perguruan tinggi atau universitas kampus.
9. Ada tingkat hight kepercayaan publik dan keyakinan dalam profesi dan praktisi
individual, berdasarkan kapasitas menunjukkan profesi untuk memberikan layanan
markelly luar itu Wich dinyatakan akan tersedia.

10. Praktisi individu ditandai dengan komitmen motivasi pelayanan dan seumur hidup
yang kuat untuk kompetensi.
11. Otoritas untuk berlatih dalam setiap kasus individu berasal dari klien atau organisasi
yang mempekerjakan; akuntabilitas kompetensi praktek profesional dalam kasus
tertentu adalah untuk profesi itu sendiri.
12. Ada kebebasan relatif dari langsung pada supervition pekerjaan dan dari evaluasi
publik langsung dari praktisi individu. profesional menerima tanggung jawab atas
nama nya profesi dan bertanggung jawab melalui nya profesi untuk masyarakat.
JAWABAN NO 15
peranan PGRI sebagai organisasi yang menghimpun para guru diperlukan. PGRI
dituntut bisa mengikuti perkembagan terbaru dalam pendidikan. Sehingga dengan demikian
PGRI lebih mudah untuk melahirkan program-program yang sesuai dengan tuntutan masa
kini. Yakni tuntutan pendidikan di bawah gebrakan globalisasi dengan segala dinamikanya.
Artinya dalam konteks kekinian PGRI dituntut mampu menyusun program-program yang
dapat membantu meningkatkan kemampuan guru dalam segala aspek. Mulai dari kamampuan
secara intelektual maupun kamampuan-kemampuan yang lain yang bisa menambah
kecakapan guru. Sebab dengan demikian sebagai organisasi guru, PGRI akan mampu
mambantu meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.
Hal ini merupakan tugas penting PGRI sebagai organisasi guru dalam menyiapkan
guru-guru masa depan. Yakni guru yang betul-betul mampu menjadi tumpuan dalam proses
pembelajaran. Sebab masih diyakini bahwa proses pendidikan sangat ditentukan oleh
keberadaan seorang guru. Maka dalam melakukan proses tersebut profesionalisme seorang
guru menjadi prasyarat wajib menuju pendidikan yang bermutu, pendidikan yang berkualitas.
Yang pada akhirnya juga akan mampu menyiapkan kader-kader yang berkualitas dan siap
berdialektika dengan segala tuntutan keadaan baik yang dihadapi maupun akan diihadapi.

JAWABAN NO 16
Langkah-langkah tesebut sudah bagus, namun kurang dalam hal aplikasinya
(penerapannya). Dengan mengikuti pelatihan, seminar akan mampu meningkatkan kualitas
kerja dan dapat menciptakan suasana belajar yang baru untuk disampaikan kepada peserta
didiknya supaya para peserta didik lebih bersemangat untuk mendengarkan dan memahami
pelajaran tersebut. Sedangkan untuk study lanjut adalah untuk meningkatkan mutu guru
sebagai tenaga pengajar yang harus mencetak siswa yang berkompeten.

JAWABAN NO 17
1.
2.
3.
4.
5.

1 Melayani masyarakat merupakan karier yang akan dilaksanakan sepanjang hayat.


2 .Memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu diluar jangkauan khalayak ramai.
3.Menggunakan hasil penelitin dan aplikasi dari teori ke praktik.
4.Memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang
5.Terkendali berdasarkan lisensi buku dan atau mempunyai persyaratan yang masuk.

6. 6.Otonomi dalam membuat keputusan tentang ruang lingkup kerja tertentu


7. 7.Menerima tanggung jawab terhadap keputusan yang diambil dan unjuk kerja yang
ditampilkan yang gerhubungan denan layanan yang diberikan
8. 8.Mempunyai komitmen terhadap jabatan dan klien
9. 9.Menggunakan administrator untuk memudahkan profesinya relatif bebas dari supervisi
dalam jabatan
10. 10.Mempunyai organisasi yang diatur oleh anggota profesi sendiri
11. 11.Mempunyai asosiasi profesi dan atau kelompok elit untuk mengetahui dan mengakui
keberhasilan anggotanya
12. 12.Mempunyai kode etik untuk menjelaskan hal-hal yang meragukan atau menyangsikan
yang berhubungan dengan layanan yang diberika
13. 13.Mempunyai kadar kepercayaan yang tinggi dari pablik dan kpercayaan diri setiap
anggotanya
14. 14.Mempunyai status sosial dan ekonomi yang tinggi

JAWABAN NO 18
a. A.Lebih mementingkan pelayanan kemanusiaan yang ideal dibandingkan dengan
kepentingan pribadi.
b. B.Seorang pekerja professional, secara aktif memerlukan waktu yang panjang untuk
mempelajari konsep-konsep serta prinsip-prinsip pengetahuan khusus yang
mendukung keahliannya.
c. C.Memiliki kualifikasi tertentu untuk memasuki profesi tersebut serta mampu
mengikuti perkembangan dalam pertumbuhan jabatan.
d. D.Memiliki kode etik yang mengatur keanggotaan, tingkah laku, sikap dan cara kerja.
e. E.Membutuhkan suatu kegiatan intelektual yang tinggi.
f. F.Adanya organisasi yang dapat meningkatkan standar pelayanan, disiplin dalam
profesi serta kesejahteraan anggotanya.
g. G.Memberikan kesempatan untuk kemajuan, spesialisasi, dan kemandirian.
h. H.Memandang profesi suatu karier hidup (alive career) dan menjadi seorang anggota
yang permanen.

JAWABAN NO 19
1.

2.

3.

1.Konten pendidikan guru, berkenaan dengan materi yang harus diberikan kepada para
mahasiswa, bagaimana cara memberikannya, bagaimana memadukan berbagai materi
tersebut sehingga bermakna, termasuk juga bagaimana perluasannya agar mahasiswa
memiliki peta kognitif yang akan membantu mereka melihat hubungan antara domain
pengetahuan keguruan dengan penggunaanya secara praktis di lapangan untuk
mendorong para siswanya belajar.
2.Proses pembelajaran, berkenaan dengan penyusunan kurikulum yang sejalan dengan
kesiapan mahasiswa dan mendasar pada materi serta proses pembelajaran praktis yang
mampu menimbulkan pemahaman mahasiswa melalui kreativitas aktifnya dalam kelas.
3.Konteks pembelajaran, yang berkenaan dengan penciptaan proses pembelajaran
kontekstual guna mengembangkan keahlian praktis mahasiswa. Konteks pembelajaran

ini harus diterapkan baik dalam domain-domain materi ajar maupun melalui
pembelajaran di komunitas professional (sekolah).

JAWABAN NO 20
1. 1.Guru harus selalu mempunyai tenaga untuk siswanya. Guru yang baik akan memberi
perhatian pada siswa di setiap obrolan atau diskusi yang dilakukan dan punya
kemampuan mendengar dengan seksama.
2. 2.Seorang guru harus mempunyai tujuan yang jelas. Ciri guru profesional adalah
menetapkan tujuan setiap pelajaran secara jelas dan bekerja guna memenuhi tujuan dalam
setiap kelas.
3. 3.Mempunyai keterampilan untuk mendidik agar murid disiplin. Guru harus mempunyai
keterampilan disiplin yang efektif. Hal ini agar bisa memberi promosi atas perubahan
perilaku positif di dalam kelas.
4. 4.Mempunyai keterampilan manajemen di dalam kelas yang baik. Guru harus mempunyai
keterampilan manajemen di dalam kelas yang baik serta bisa memastikan agar perilaku
siswa menjadi baik saat siswa belajar dan bekerja sama.
5. .5.Guru harus bisa berkomunikasi secara baik dengan orang tua murid. Seorang guru
harus menjaga komunikasi yang baik dengan orang tua dan bisa membuat mereka selalu
mengerti tentang informasi yang sedang terjadi.
6. 6.Guru mempunyai ekspektasi yang tinggi pada muridnya. Guru profesional memiliki
ekspektasi besar pada siswa serta memacu semua siswa untuk terus bekerja dan
mengerahkan potensi terbaik yang mereka miliki.
7. 7.Mempunyai pengetahuan perihal kurikulum. Guru harus mempunyai pengetahuan yang
mendalam mengenai kurikulum sekolah dan standar yang lain. Guru dengan sekuat
tenaga akan memastikan bahwa pengajaran yang mereka lakukan sudah memenuhi
standar-standar tersebut.
8. 8.Mempunyai pengetahuan .mengenai subyek yang diajarkan. Meskipun sudah jelas,
namun terkadang diabaikan. Guru profesional memiliki pengetahuan yang sangat baik
dan antusiasme terhadap subyek yang diajarkan. Guru tersebut selalu siap untuk
menjawab semua pertanyaan dan menyimpan berbahai bahan yang menarik bagi siswa.
9. 9.Guru selalu memberikan yang paling baik bagi anak didik di dalam proses pengajaran.
Ciri guru profesional adalah selalu bergairah dalam mengajar dan bekerja bersama dengan
anak didik. Guru akan merasa gembira ketika bisa mempengaruhi siswa dalam
kehidupannya dan memahami efek yang mereka miliki.

JAWABAN NO 21
pendidikan alamia(informal)
Pendidkan Informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.
Pelaksanaan pendidikan berlangsung tidak dengan cara-cara artificial, melainkan
secara alamiah atau berlangsung secara wajar, oleh sebab itu pendidikan dalam
keluarga disebut pendidikan informal
pendidikan formal

pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstuktur dan berjenjang


yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
JAWABAN NO 22
Pentingnya psikologi pendidikan bagi guru merupakan sebuah kebutuhan. Psikologi
pendidikan yang merupakan ilmu terapan dari dua disiplin ilmu yang berbeda antara
psikologi dan pendidikan. Seorang guru harus menguasai kedua disiplin ilmu (irisan ilmu
antara psikologi dan pendidikan) tersebuGuru dalam menjalankan perannya sebagai
pembimbing, pendidik dan pelatih bagi para peserta didiknya, tentunya dituntut memahami
tentang berbagai aspek perilaku dirinya maupun perilaku orang-orang yang terkait dengan
tugasnya, terutama perilaku peserta didik dengan segala aspeknya, sehingga dapat
menjalankan tugas dan perannya secara efektif, yang pada gilirannya dapat memberikan
kontribusi nyata bagi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah.
Di sinilah arti penting Psikologi Pendidikan bagi guru. Penguasaan guru tentang
psikologi pendidikan merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai guru, yakni
kompetensi pedagogik. Muhibbin Syah (2003) mengatakan bahwa diantara pengetahuanpengetahuan yang perlu dikuasai guru dan calon guru adalah pengetahuan psikologi terapan
yang erat kaitannya dengan proses belajar mengajar peserta didik.

JAWABAN NO 23
Revolusi informasi telah mengubah sistem komunikasi dunia kini, sebaran jaringan
informasi yang tersimpan dalam internet membuktikan bahwa kini dunia kian sempit, tidak
ada lagi batas-batas geografis yang menghalangi kita untuk berinteraksi dengan dunia global,
akses ke dunia global pun menjadi sangat mudah, efisien dan fleksibel.
JAWABAN NO 24
pengaruh timbal balik antara teknologi dan pendidikan adalah saling menguntungkan.
Yaitu pendidikan akan terus mengembangkan teknologi yang telah ada menuju suatu
kesempurnaan, sedangkan dengan teknologi maka pendidikan akan cenderung lebih efektif
dan efisien dalam mencari informasi.

JAWABAN NO 25
menurut pendapat saya ada beberapa alasanmengapa perlu adanya reformasi
pendidikan yaitu karena adanya banyak kritik ditujukan terhadap dunia pendidikan, baik
menyangkut penyelenggaraannya, kualitas guru, mahalnya biaya, rendahnya kualitas guru
maupun tidak sesuainya antara kebutuhan dunia kerja dengan kemampuan tamatan lembagalembaga pendidikan. oleh sebab itu perlu adanya reformasi pendidikan untuk menyelesaikan
permasalahan-permsalah tersebut

JAWABAN NO 26

1. Menguasai bahan belajar


2. Mengelola program belajar-mengajar
3. Mengelola Kelas
4.

Menggunakan media/sumber
5. Menguasai landasan-landasan kependidikan.
6. Mengelola interaksi belajar-mengajar
7. Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran.
8. Mengenal fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan di sekolah.
9. Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah.
10. Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil penelitian pendidikan guna keperluan
pengajaran.
JAWABAN NO 27

Pada hakikatnya etika merupakan dasar pertimbangan dalam pembuatan keputusan


tentang moral manusia dalam interaksi dengan lingkungannnya. Secara umum etika
diartikan sebagai suatu disiplin filosofis yang sangat diperlukan dalam interaksi
sesama manusia dalam memilih dan memutuskan perilaku yang sebaik-baiknya
berdasarkan timbangan moral-moral yang berlaku. Sebagai acuan pilihan perilaku,
etika bersumber pada norma-norma moral yang berlaku. Sumber yang paling
mendasar adalah agama sebagai sumber keyakinan yang paling asasi, filsafat hidup.
Dengan etika kerja, suasana dan kualitas kerja dapat diwujudkan sehingga
menghasilkan kualitas pribadi dan kinerja yang efektif, efisien, dan produktif. Etika
kerja lazimnya dirumuskan atas kesepakatan para pendukung pekerjaan itu dengan
mengacu pada sumber-sumber dasar nilai dan moral.
Kata etos sebenarnya bersumber dan memiliki pengertian yang sama dengan etika,
yaitu sumber-sumber nilai yang dijadikan rujukan dalam pemilihan dan keputusan
perilaku. Etos kerja lebih merujuk pada kualitas kepribadian pekerjaan yang tercermin
melalui unjuk kerja secara utuh dalam berbagai dimensi kehidupannya. Dengan
demikian etos kerja lebih merupakan kondisi internsal yang mendorong dan
mengendalikan perilaku pekerja ke arah terwujudnya kualitas kerja yang ideal
Secara etimologis, kode etik berarti pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis
dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Dengan kata lain, kode etik
merupakan pola aturan atau tata cara etis sebagai pedoman berperilaku. Etis berarti
sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang dianut oleh sekelompok orang atau
masyarakat tertentu.Dalam kaitannya dengan istilah profesi, kode etik merupakan tata
cara atau aturan yang menjadi standar kegiatan anggota suatu profesi.. Sauatu kode
etik menggambarkan nilai-nilai professional suatu profesi yang diterjemahkan ke
dalam standar perilaku anggotanya. Nilai professional paling utama adalah keinginan
untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat.

JAWABAN NO 28
pendidikan masa kini perlu diubah untuk menyiapkan generasi muda yang siap
menyongsong perubahan dunia yang begitu cepat.Pendidikan perlu menyeimbangkan
penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dengan tetap memegang nilai-nilai
tradisional yang relevan dan modern. Dalam menghadapi perubahan pendidikan untuk
mempersiapkan generasi muda dunia yang lebih baik, seruan saling belajar, berbagi, dan
bekerjasama di antarorganisasi dan negara mencuat.