Anda di halaman 1dari 4

Dokumen Artikel Penelitian ini milik penulis/peneliti yang diserahkan sebagian (judul dan Abstrak) hak ciptanya kepada

Universitas Airlangga untuk


digunakan referensi dalam penulisan artikel ilmiah.

Tim Peneliti : Prof. Dr. David S. Perdanakusuma, dr., Sp.BP(K)

Degloving Injury 1996


Abstrak :

Page 1

Dokumen Artikel Penelitian ini milik penulis/peneliti yang diserahkan sebagian (judul dan Abstrak) hak ciptanya kepada Universitas Airlangga untuk
digunakan referensi dalam penulisan artikel ilmiah.

Tim Peneliti : Prof. Dr. David S. Perdanakusuma, dr., Sp.BP(K)

Degloving Injury

Page 2

Dokumen Artikel Penelitian ini milik penulis/peneliti yang diserahkan sebagian (judul dan Abstrak) hak ciptanya kepada Universitas Airlangga untuk
digunakan referensi dalam penulisan artikel ilmiah.

Tim Peneliti : Prof. Dr. David S. Perdanakusuma, dr., Sp.BP(K)

Page 3

Dokumen Artikel Penelitian ini milik penulis/peneliti yang diserahkan sebagian (judul dan Abstrak) hak ciptanya kepada Universitas Airlangga untuk
digunakan referensi dalam penulisan artikel ilmiah.

Tim Peneliti : Prof. Dr. David S. Perdanakusuma, dr., Sp.BP(K)

David S Perdanakusuma

Degloving injury adalah suatu keadaan dimana jaringan kulit dan subkutis tersobek secara paksa dari
dasarnya yang berupa fascia sebagai akibat trauma keras dan mendadak/shearing force. kelainan ini
sering dihubungkan dengan morbiditas yang tinggi, kasus ini merupakan masalah yang penting dan perlu
mendapat perhatian. Dalam pemeriksaan pertama kasus dengan multipel trauma, kelainan degloving ini
sering terlewatkan terutama yang jenis closed degloving. Kalaupun kelainan ini terdiagnosis tapi dalam
hal penanganannya tidak cukup memadai, terutama dalam penilaian vitalitas jaringan sering sulit dan
mengelabui.

Akibat dari masalah ini dapat meningkatkan morbiditas bahkan dapat menyebabkan kematian dan bila
ditinjau dari segi biaya rumah sakit juga meningkat. Perlu kiranya mengenal hal yang menyangkut
patogenesis, diagnosis dan penanganan dari degloving injury ini dalam menghadapi kasus trauma di unit
gawat darurat. Diharapkan dengan ini dapat dicegah meningkatnya morbiditas maupun mortalitas yang
seharusnya tidak perlu terjadi.
Keyword :
degloving, trauma, jaringan kulit

Page 4

Anda mungkin juga menyukai