Anda di halaman 1dari 6

BOTANI FARMASI

JARINGAN PENYUSUN DAUN DIKOTIL DAN MONOKOTIL

DISUSUN OLEH:

PUTRI AMELIA
( G 701 13 069)
YUNITA TIMANG
( G 701 13 129)
RISKY DERMAWATI
( G 701 15 010)
FEBY ARFIYAN SINJAYA
( G 701 15 015)
SAIPUL MAULANA
( G 701 15 020)
MUHLISA NUGRAH
( G 701 15 035)
SITI RADHIYA
( G 701 15 040)
ADE ABIYYATUN MAHDIYYAH ( G 701 15 045)

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2016

Daun terletak di bagian atas tumbuhan dan melekat pada batang. Daun
merupakan modifikasi dari batang. Daun merupakan bagian tubuh tumbuhan yang
paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak
berlangsung di daun. Daun memiliki bentuk dan ukuran tertentu sehingga dapat
melakukan tugas penting, membuat makanan seefisien mungkin. Tumbuhan yang
tumbuh di tempat gelap dan teduh memiliki daun yang lebar agar dapat menangkap
sinar matahari sebanyak mungkin. Didaerah yang banyak hujan, daun sering memiliki
lapisan yang mengkilat dan tahan air. Beberapa daun memiliki duri untuk melindungi
diri, sementara daun lainnya tebal dan kuat untuk bertahan di udara dingin.
Umumnya ada dua tipe daun, yaitu daun dorsiventral dan daun isobilateral.
Daun dorsiventral yaitu apabila jaringan tiang (palisade) hanya terdapat pada sisi atas
dari daun, sedangkan daun isobilateral adalah daun yang mempunyai jaringan tiang
pada sisi atas dan sisi bawah dari daun. Daun dorsiventral biasanya tumbuh
horizontal, permukaan atas tampak lebih cerah dibandingkan permukaan bawah
karena terdapat perbedaan struktur antara daun bagian atas dan daun bagian bawah.
Tipe ini dimiliki oleh hampir semua anggota tumbuhan dikotil, sedangkan daun
isobilateral tumbuh vertical sehingga kedua permukaan daun menerima sinar
matahari dengan intensitas yang sama. Daun isobilateral mempunyai struktur yang
seragam antara permukaan atas dan bawahnya. Tipe Daun ini dijumpai hampir semua
tumbuhan monokotil.
Daun biasanya tersusun oleh berbagai macam jaringan, tetapi secara garis
besar daun tersusun atas jaringan pelindung (epidermis dan derivatnya), jaringan
dasar (mesofil), dan jaringan pengangkut.
1. Epidermis
Epidermis daun terdapat di permukaan atas maupun bawah, umumnya terdiri
dari selapis sel, tetapi ada pula yang terdiri dari beberapa lapis sel (epidermis
ganda). Jumlah lapisan sel epidermis bagian atas biasanya lebih banyak daripada
permukaan bawah. Dinding sel epidermis mengalami penebalan yang tidak merata.
Dinding sel yang menghadap ke luar umumnya berdinding lebih tebal, dapat terdiri
dari lignin, tetapi penebalan itu umumnya terdiri dari kutin. Penebalan kutin ini
membentuk suatu lapisan kutikula yang dapat tipi atau tebal tergantung pada jenis
serta tempat hidupnya.
Stomata sebaga derivate epidermis dapat berada di kedua permukaan daun
(disebut daun amfistomatik) atau salah satu permukaan saja, umumnya dibagian
bawah (daun hipostomatik). Namun pada daun yang terapung stomata hanya
terdapat di bagian atas (daun epistomatik). Letak stomata dapat sejajar dengan

epidermis lainnya (stomata paneropor), tenggelam dibandingkan deretan epidermis


(stomata kriptopor), atau kadangkadang bahkan berada di atas permukaan sel-sel
epidermis seperti pada daun terapun.

Sel-sel epidermis daun tidak mengandung kloroplas, kecuali pada sel penutup.
Namun daun tumbuhan yang tenggelam dalam air, epidermisnya mengandung
kloroplas. Stomata berfungsi sebagai jalan bagi pertukaran gas pada tubuh
tumbuhan dan sebagai pengatur besarnya transpirasi.
2. Mesofil
Mesofil sebagai jaringan dasar terletak antara epidermis atas dan epidermis
bawah. Pada tumbuhan dikotil, mesofil berdiferensiasi menjadi jaringan tiang
(jaringan palisade) dan jaringan bunga karang (jaringan spon).

Sel-sel penyusun jaringan tiang berbentuk silindris, tegak pada permukaan


daun, selapis atau lebih, rapat satu sama lain, dan mengandung kloroplas. Jaringan
bunga karang tersusun oleh sel-sel yang tak teratur, berdinding tipis, lepas, dan
mengandung kloroplas meski jumlah kloroplasnya lebih sedikit dibanding pada
jaringan tiang. Ruang antarsel besar sehingga memudahkan terjadinya pertukaran
gas karena ruang antar sel berhubungan dengan lubang stomata.

Pada daun tumbuhan anggota monokotil, mesofil tidak berdiferensiasi


menjadi jaringan tiang dan jaringan bunga karang, tetapi tersusun atas sel
parenkim yang struktur dan ukurannya seragam.
3. Jaringan pengangkut
Tangkai daun memiliki struktur anatomi yang mirip dengan batang. Bagian
Kosta dan vena pada daun merupakan lanjutan dari batang tetapi memiliki arah
tumbuh menyamping, sehingga letak berkas pengangkut terbalik dengan berkas
pengangkut pada batang. Xilem pada berkas pengangkut di batang terletak di
sebelah dalam floem sedang pada daun xylem berada di atas floem.

Susunan xilem sama seperti pada batang, terutama di ibu tulang daun
terdiri dari trakea, trakeid, serabut, dan parenkim. Semakin kecil berkas
pengangkut semakin sederhana susunannya. Floem juga terdiri dari buluh tapis, sel
pengiring, dan parenkim floem, kecuali pada Pteridophyta dan Gymnospermae
floem tanpa sel pengiring.
Sel-sel yang mengelilingi berkas pengangkut menunjukkan morfologi
berbeda dengan sel-sel mesofil yang lain. Sel-sel tersebut mungkin lebih besar,
lebih tebal dindingnya, dan kloroplasnya lebih sedikit. Sel-sel ini membentuk
selubung berkas pengangkut yang dapat melebar ke permukaan atas dan bawah
daun sampai mencapai epidermis.
Struktur Jaringan Penyusun Daun Tumbuhan Dikotil
Struktur dan fungsi daun tumbuhan dikotil dan monokotil ada beberpa
perbedaan. Bentuk daun tumbuhan dikotil bermacam-macam, bertangkai daun, dan
urat daunnya menyirip atau menjari. Perhatikan gambar anatomi jaringan penyusun
daun dikotil berikut.

Epidermis, letaknya pada lapisan permukaan atas dan bawah daun. Fungsi
jaringan epidermis daun adalah untuk melindungi lapisan sel di bagian dalam
dari kekeringan dan menjaga bentuk daun agar tetap. Ciri-cirinya yaitu terdiri
dari satu lapis sel kecuali tanaman Ficus (tanaman karet).
Kutikula, letaknya pada permukaan atas dan bawah daun. Fungsi kutikula
daun adalah untuk mencegah penguapan air melalui permukaan daun. Ciri
jaringan ini adalah tersusun oleh zat kutin.

Stomata, letaknya di permukaan atas dan bawah daun. Fungsi stomata adalah
sebagai jalan masuk dan keluarnya udara. Sedangkan sel penjaga stomata
berfungsi sebagai pengatur membuka dan menutupnya stomata. Cirinya
berupa mulut daun pada epidermis dengan dua sel penutup.

Rambut dan kelenjar, terletak di permukaan atas dan bawah daun.


Fungsinya untuk tempat pengeluaran. Jaringan ini termasuk alat tambahan
pada epidermis.

Mesofil, terletak diantara lapisan epidermis atas dan bawah. Fungsi mesofil
daun adalah untuk tempat berlangsungnya fotosintesis. Mesofil daun terdiri
dari sel parenkim, banyak ruang antarsel. Kebanyakan berdiferensiasi menjadi
jaringan palisade (jaringan tiang) dan spons (jaringan bunga karang). Sel-sel
jaringan tiang berbentuk silinder, tersusun rapat, dan mengandung klorofil.
Sel-sel jaringan bunga karang bentuknya tidak teratur, bercabang- cabang dan
berisi kloroplas, susunannya renggang.

Urat daun, terletak pada helai daun. Fungsinya untuk ransportasi zat. Cirinya
berupa menyirip atau menjari.

Struktur Jaringan Penyusun Daun Tumbuhan Monokotil


Daun tanaman monokotil berbentuk seperti pita dan pada pangkalnya terdapat
lembaran yang membungkus batang, serta urat daunnya sejajar. Struktur dan fungsi
daun tumbuhan monokotil dapat dijelaskan sebagai berikut.

Epidermis dan kutikula, terletak di lapisan permukaan atas dan bawah daun.
Fungsi jaringan ini adalah melindungi lapisan sel di bagian dalam dari kekeringan
dan mencegah penguapan air melalui permukaan daun. Ciri-ciri jaringan ini yaitu
terdiri dari satu sel dengan penebalan dari zat kutin.
Stomata, terletak berderet di antara urat daun. Fungsi stomata ini adalah sebagai
jalan masuk dan keluarnya udara. Stomata merupakan mulut daun dengan dua sel
penutup.
Mesofil, letaknya pada cekungan diantara urat daun. Jaringan ini merupakan
tempat embuat zat makanan melalui fotosintesis. Ciri-ciri mesofil pada monokotil
adalah tidak mengalami diferensiasi, bentuknya seragam kecuali mesofil berkas
pengangkut lebih besar, kloroplasnya lebih sedikit, dan dindingnya lebih tebal.
Urat daun, letaknya pada helai daun. Fungsinya sebagai transportasi zat. Ciri urat
daun atau tulang daun tumbuhan monokotil adalah sejajar