Anda di halaman 1dari 14

Komparator Van Becker

KOMPARATOR
VAN BECKER

Kompetensi Dasar : Setelah mengikuti pembelajaran ini


peserta mampu menjelaskan dan mempraktekan
peneraan ukuran panjang.

EDWIN MASYKURI

Indikator Keberhasilan: peserta mampu menjelaskan


dan mempraktekkan penggunaan Komparator Van
Becker.

BECKER COMPARATOR C 1850


4

Komparator Van Becker


5

Komparator Van Becker


6

Merupakan Standar Tk IV ukuran panjang dan juga


sebagai pembanding.
Berupa batang kuningan yang homogen
berpenampang irisan melintang segi tiga dengan
panjang + 117 cm, ditopang 2 buah titik tumpu
berbentuk pelana.
Salah satu sisi sudut atasnya disayat sebagai
permukaan ukur, dengan pembagian skala
1
mm sepanjang 103 cm.
Digunakan untuk mengkalibrasi ukuran garis
maupun ukuran ujung.

Komparator Van Becker


7

Untuk kalibrasi ukuran garis pembacaannya di lengkapi


sebuah lidah bergaris indeks yang dipasang pada eretan,
yang gunanya untuk membaca garis skala ukuran yang
dikalibrasi.

Untuk kalibrasi ukuran ujung, pembacaannya dilengkapi


dengan 2 buah sensor yang berupa taji batang silinder
terbuat dari besi yang dipasang tegak lurus terhadap
permukaan ukur standar. Satu taji dipasang tetap pada ujung
batang sebelah kiri dan satu lagi pada eretan yang dapat
digeser sepanjang ukuran.

Komparator Van Becker


8

Data Teknis :

Kemampuan Ukur
Skala Terkecil
Nonius
Mikrometer
Metode Kalibrasi
Bahan standar
Koefisien muai panjang
Perlengkapan
Kelas akurasi

Nama

: Komparator Van Becker

No. Seri

:-

Pembuat

: Arnhem, Netherland

: 1030 mm
:1
mm
: 0,1
mm
: 0,01
mm
: Perbandingan langsung
: kuningan
: 18 . 10-6/oC
: eretan bernonius mikrometer
Termometer kembang dengan nilai 1 skala 0,01 mm/meter
: 3, dengan Kesalahan yang diijinkan + ( 5 + 5L) m

Komparator Van Becker

Komparator Van Becker

10
b.

Titik Tumpu

Bagian ini merupakan penopang batang kuningan yang dipasang pada dua titik tumpu

A. Bagian-bagian komparator Van Becker :


a.

Batang Kuningan

Berpenampang irisan melintang segi tiga dengan panjang

sedemikian rupa sehingga lenturan batang kuningan akibat beratnya sekecil mungkin.

+ 117

kuningan dapat bebas mengembang dan menyusut.

Salah satu sisi sudut atasnya disayat sebagai permukaan ukur,

dengan pembagian skala 1 mm sepanjang 103 cm.

Pada tengah-tengah bidang

Pemasangan titik tumpu yang satu dilekatkan kuat terhadap komparator, sedangkan
titik tumpu lainnya diberi kelonggaran sedikit ke arah memanjang agar batang

cm, ditopang 2 buah titik tumpu berbentuk pelana.

Bagian ini menopang batang kuningan pada jarak + 28 cm dari ujung-ujungnya.

atasnya dipasang thermometer

kembang dengan cara ditanam.

Koefisien muai panjangnya 18 . 10-6/oC


28 cm

28 cm

Komparator Van Becker


11

12

c.

Eretan

Bagian ini merupakan pembawa alat baca yang dapat bergerak


sepanjang ukuran.

Alat baca yang dimaksud adalah nonius, mikrometer, taji dan


sebuah lidah-lidah pembaca garis skala.

Bagian ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian utama eretan
yang membawa alat pembaca dan bagian lainnya adalah alat

penyetop eretan yang dilengkapi sekrup pengunci dan sekrup


penyetel nonius yang dilengkapi mikrometer.

Komparator Van Becker

Komparator Van Becker


13

14

d.

Taji

Bagian ini merupakan sensor sebagai


alat

bantu

untuk

mengkalibrasi

ukuran ujung.

Terdiri dari dua buah taji yang satu


dipasang tetap pada ujung batang

kuningan dan satu lagi dipasang


pada eretan.

Komparator Van Becker


15

e.

Termometer Kembang (TK)

Bagian ini dipasang dengan cara ditanam pada bagian tengah batang
kuningan agar dapat mendeteksi langsung suhunya.

Terbuat dari thermometer gelas Air Raksa (Hg) yang berskala 0 di


tengah.

Maksud pemasangan TK adalah untuk mempermudah pemakaian


komparator dalam penentuan kesalahan panjang pada suhu
pengamatan.

Rumus pemuaian panjang untuk zat padat


16

L = x Lo x T

= L / (Lo x T )

Lt = Lo ( 1 + x T )

keterangan :

Lo = panjang benda mula-mula

Lt = panjang benda setelah pemuaian

L = Lt - Lo = pertambahan panjang benda akibat pemuaian

= koefisien muai panjang ( /oC atau /oK)

T = T-To = kenaikan suhu ( derajat celcius atau kelvin )

Komparator Van Becker

Komparator Van Becker


17

18

Termometer ini dibuat sedemikian rupa sehingga pada saat dibuat apabila TK
ini menunjuk skala 0, panjang komparator sedapat mungkin kesalahannya 0
(tepat 1000 mm), namun hal yang ideal ini tidak mungkin, sehingga Termometer
Kembang yang terpasang tersebut perlu dikoreksi penunjukan TK.
Contoh

Komparator dibuat dari kuningan dengan Koefisien muai panjang 18 . 10-6/oC,


sehingga apabila panjang komparator 1 m berkembang 0,01 mm, maka
perubahan TK dapat dihitung

L = L.. t
t = L/L.

= 0,01 mm/ {1000 mm x (18. 10-6 /oC)


= 5/9

oC

Jika diketahui pada penunjukan TK = 0. panjang komparator 1000 mm, maka


apabila penunjukan TK = 15, panjang komparator adalah:

1000 mm + (15-0) x 0,01mm = 1000,15 mm.

Lebar 1 skala dibuat = 5/9 oC,

Perubahan 1 skala TK maka panjang batang ukur Komparator Van Becker


berubah panjangnya sebesar 0,01 mm.

Pada TK dicantumkan juga VP (vriespunt = titik beku), untuk menunjukkan


letak skala 0 oC yang sebenarnya.

Pada komparator yang telah dikalibrasi harus dinyatakan pada penunjukkan TK


berapa kesalahan komparator adalah nol yaitu dengan mencantumkan koreksi
penunjukann TK ( CTK)

VP

30

20

10

Negatif

Komparator Van Becker

10

20

30

40

50

Positif

Apabila panjang Komparator tepat 1000 mm dengan TK


menunjuk + 5 (yang seharusnya TK = 0) maka koreksi TK
adalah -5 atau Koreksi TK = TK yang seharusnya dikurangi
penunjukan TK.

Komparator Van Becker

B.

Menentukan Koreksi Termometer Kembang (CTK)

Cara menentukan Koreksi TK adalah dengan membandingkan Komparator

20

21

Van Becker terhadap meter standar yang lebih tinggi kelasnya dan bersertifikasi
(telah diketahui kesalahan dan koefisien muai panjangnya).

Contoh : Diketahui panjang meter standar pada

0oC

Penyelesaian
a.

Panjang standar pada t = 24,8 oC :


L = Lo ( 1 + t x )

(LSo) = 999,884 mm.

LSt = LSo{1+ (24,8-0) x 12,2 . 10-6 /oC }

Koefisien muai panjang bahan meter standar (s) = 12,2 x 10-6/oC. Saat

Lt = 999,884 mm{ 1+ (24,8 x 12,2 . 10-6 /oC ) }

pembandingan, suhu 24,8oC, TK menunjuk : + 5,6. Perbandingan rata-rata:

Lt = 1000,187 mm

Komp Van Becker menunjuk 1000,04 mm

Panjang Komparator pada 24,8 oC : LVt = LSt + 1

a). Jadi koreksi 1 = Penunjukan Standar penunjukan Komp Van Becker


= 1000 mm 1000,04 mm = - 0,04 mm
Lt
Standar

= 1000,147 mm
Penunjukan TK seharusnya (bila tidak ada koreksi) :
TK = (1000,147 -1000) / 0,01 = +14,7, Sedangkan penunjukan TK = +5,6

Komparator Van Becker


Kt

= 1000,187 mm 0,04 mm

Maka Koreksi TK (CTK) = TK -TK = +14,7 - 5,6 = + 9,1

Komparator Van Becker


23

C.

Titik Beku Termometer Kembang (VP) (vriespunt)

Adalah letak titik beku dari Termometer Kembang pada

Komparator Van Becker


24

Misalkan : TK menunjuk : + 2 dan Termometer standard menunjuk : + 25 oC


Maka 25 oC 2

temperatur 0 oC.

VP = TK (9/5 x t)

Berguna pada penentuan suhu komparator (t) dalam

VP

pengujian mistar ukur untuk menghitung koreksi akibat

Sehingga didapat hubungan antara :

beda suhu.
Titik beku (VP) ditentukan dengan membandingkan TK

terhadap termometer standar yang bersertifikat kalibrasi,


yaitu penunjukan TK dikurangi 9/5 x penunjukan
VP = TK (9/5 x t)

D.

Penggunaan Komparator Van Becker dengan Termometer Kembang

Data pada Sertifikat :


- Panjang pada ts

=20oC

Penunjukan TK

2.

Penunjukan termometer dalam Celcius (t)

3.

Titik Beku (VP)

Dengan catatan t harus dikonversi ke oF.

Komparator Van Becker

Komparator Van Becker


25

1.

VP = TK t atau t = TK VP atau TK = VP + t

termometer Celcius.

= 2 (9/5 x 25)= - 43

26

Cara 2
Cari Koreksi TK (CTK) lebih dahulu

Penyelesaian
Cara 1

: LV20 = 999,978 mm

- Penunjukan TK : - 17,2

LVU = LV20 + (TK-TK) x 0,01

= 999,978 + {11,6 - (- 17,2) } x 0,01


= 1000,266 mm
LAU = LVU +

Untuk menguji ukuran A panjang 1 m dengan = 12 . 10-6/oC.

Data pada saat pengujian :

= 1000,266 mm + 0,040 mm

- TK menunjuk (TK) = + 11,6 (pengujian)

= 1000,306 mm

- Perbedaan pembacaan (koreksi) () = + 0,04 mm

Hitung panjang ukuran A pada 28 oC !


catatan :
LVU = Panjang Komparator pada suhu pengujian
LAU = Panjang ukuran A pada suhu pengujian

Suhu Pengujian : t = ts + { TK-TK} x 5/9


= 20 + {11,6 (-17,2)} x 5/9
= 20 oC+ 16oC = 36oC
LA28 = LAU {1 + (28-36) x 12.10-6}
= 1000,306 {1 - 96.10-6}
= 1000,210 mm

TK seharusnya = 999,978 1000


0,01
= -2,2
Koreksi TK (CTK) = -2,2 - (-17,2) = + 15
LVU = 1000 + (TK + CTK) x 0,01
= 1000 + {11,6 + 15} x 0,01
= 1000,266 mm
LAU = LVU +
= 1000,266 + 0,040
= 1000,306 mm
Suhu Pengujian : t = ts + { TK-TK} x 5/9
= 20 + {11,6 (-17,2)] x 5/9
= 20 + 16 = 36oC
LA28
= LAU {1 + (28-36) x 12.10-6}
= 1000,306 x {1 - 96.10-6}
= 1000,210 mm

Komparator Van Becker

Komparator Van Becker


27

28

Cara 2
Cari Koreksi TK (CTK) lebih dahulu

Penyelesaian

Data pada Sertifikat :

Cara 1

- Panjang LK = 1000,098 mm

LKU

- Penunjukan TK (TK) : + 16,2

= 999,936 mm

= 1000,098 1000
0,01
= + 9,8
Koreksi TK (CTK) = 9,8 - (16,2) = - 6,4

= LKU +

LKU

= LK + (TK-TK) x 0,01
= 1000,098 + (0 - 16,2 ) x 0,01

- VP = - 36

Untuk menguji ukuran B panjang 1 m dengan = 12 . 10-6/oC.

Data pada saat pengujian :

LBU

TK seharusnya

= 999,936 + ( -0,09)

- TK menunjuk (TK) = 0

= 999,846 mm

- Perbedaan pembacaan () = - 0,09 mm

LBU

Suhu Pengujian : t = { TK-VP} x 5/9

= 1000 + (TK + CTK) x 0,01


= 1000 + {0 + (-6,4)} x 0,01
= 999,936 mm
= LKU +
= 999,936 + (-0,09)
= 999,846 mm

= {0 - (-36)] x 5/9
oC

Hitung panjang ukuran B pada 28

LKU = Panjang Komparator pada suhu pengujian

LBU = Panjang ukuran B pada suhu pengujian

= 20 oC

Suhu Pengujian : t = { TK-VP} x 5/9


= { 0 - (-36 )] x 5/9
= 20 oC

LB28= LBU {1 + (28-20) x 12.10-6}

LB28 = LBU {1 + (28-20) x 12.10-6}


= 999,846 x {1 + 96.10-6}
= 999,942 mm

= 999,846 {1 + 96.10-6}
= 999,942 mm

Komparator Van Becker

Komparator Van Becker


29

30

= 1000,00 + (1,6 - (- 11 ) x 0,01

Cara 2
Cari Koreksi TK (CTK) lebih dahulu
TK seharusnya = 1000,00 1000
0,01
=0
Koreksi TK (CTK) = 0 - (-11) = + 11

= 1000,126 mm

LKU

Penyelesaian

Data pada Sertifikat :


- Panjang LK = 1000,00 mm ; tS = 23,8 oC

Cara 1
LKU

- Penunjukan TK (TK) : = - 11

Untuk menguji ukuran C panjang 1 m dengan = 12 . 10-6/oC.

Data pada saat pengujian :

LCU

= LK20 + (TK-TK) x 0,01

= LKU +

- TK menunjuk (TK) = + 1,6

= 1000,126 + ( -0,02)

- Perbedaan pembacaan () = - 0,02 mm

= 1000,106 mm
Suhu Pengujian : t = tS + { TK-TK} x 5/9

Hitung panjang ukuran C pada 28 oC !

LKU = Panjang Komparator pada suhu pengujian

LCU = Panjang ukuran C pada suhu pengujian

= 23,8 + {1,6 - (-11)] x 5/9


= 30,8

oC

LC28 = LCU {1 + (28-30,8) x 12.10-6}


= 1000,106 {1 33,6 .10-6}

LCU

= 1000 + (TK + CTK) x 0,01


= 1000 + {1,6 + 11} x 0,01
= 1000,126 mm
= LKU +
= 1000,126 + (-0,02)
= 1000,106 mm

Suhu Pengujian : t = tS + { TK-TK} x 5/9


= 23,8 { 1,6 - (-11 )] x 5/9
= 30,8 oC
LC28 = LCU {1 + (28-30,8) x 12.10-6}
= 1000,106 x {1 -33,6.10-6}
= 1000,072 mm

= 1000,072 mm

Penggunaan Komparator Van Becker dengan


termometer biasa
31

Penggunaan Komparator Van Becker dengan


termometer biasa
32

E. PENGGUNAAN KOMPARATOR VAN BECKER DENGAN TERMOMETER BIASA

Apabila termometer kembang pada komparator van becker dalam keadaan


rusak/pecah, maka komparator dapat digunakan tanpa termometer kembang yaitu

Ukuran garis yang akan dikalibrasi diletakkan di atas landasan,


sejajar dengan komparator sedemikian sehingga pada saat garis

Oleh karena itu sertifikat kalibrasi dari komparator meliputi :

skala 0 nonius menunjuk garis skala 0 komparator, garis indeks

28 oC

pada lidah-lidah bertepatan pada garis sekala 0 ukuran.

dari : 0-1 cm, 0-2 cm, ...0-10 cm


0-20 cm, 0-30 cm,.,0-100 cm.

Kemudian pada saat garis skala 0 nonius menunjuk garis skala 100

2. Salah indeks

komparator, garis indeks pada lidah-lidah bertepatan pada garis

3. Ketidakpastian pengukuran.

sekala 100 ukuran.

Penggunaan Komparator Van Becker dengan


termometer biasa
1. Dasar perhitungan Kalibrasi

menggunakan termometer air raksa.

1. Koreksi panjang pada

a. Untuk kalibrasi ukuran garis

Perhitungan kalibrasi didasarkan pada rumus pemuaian akibat


perubahan suhu
Bila suhu KVB dan ukuran panjang (UP) diukur secara tersendiri, maka :
panjang KVB pd suhu t1 : LVt1 =LV28 { 1+ V (t1-28) }
panjang UP pd suhu t2 : LUt2 =LU28 { 1+ U (t2-28) }

Penggunaan Komparator Van Becker dengan


termometer biasa
LU28 {1+ U(t2-28)} =LV28 {1+ V (t1-28)} + CP

L U28

L V28 {1 V (t1 - 28)} C P


{1 U (t 2 - 28)}

L U28 L V28 {1 V (t1 - 28) U (t 2 - 28) ........} C P


L U28 L V28 L V28 { V (t1 - 28) U (t 2 - 28)} C P
Dari sertifikat diketahui : LV28 = LN + CS4

Bila CP adalah selisih panjang hasil pembacaan antara UP dengan KVB.

Maka panjang UP hasil pengukuran adalah :

Maka

LUt2 =LVt1 + CP

L U28 {L N CS4 } {L N CS4 }{ V (t 1 - 28) U (t 2 - 28)} C P

Sehingga : LU28 {1+ U(t2-28)} =LV28 {1+ V (t1-28)} + CP

L U28 L N CS4 Ct C P

Penggunaan Komparator Van Becker dengan


termometer biasa
L U28 {L N CS4 } {L N CS4 }{ V (t1 - 28) U (t 2 - 28)} CP
L U28 L N CS4 Ct CP

Penggunaan Komparator Van Becker dengan


termometer biasa
2.

Menentukan besarnya CP
-

Tempatkan garis indeks KVB pada skala awal UP, kemudian baca selisih
pembacaan pada penunjukan nonius KVB, misalkan 1

Kemudian eretan digeser sampai garis indeks lidah KVB menunjuk tepat
skala berikutnya, lakukan pembacaan seperti langkah sebelumnya,
misalkan 2

Dari kedua langkah tersebut dapat ditentukan selisih panjang yang


besarnya CP = 2 1

Dari persamaan tsb, ada 2 pengabaian :


a.

Hasil kali CS4 dengan koefisien muai nilainya kecil, sehingga dapat
diabaikan.

b.

Bila pada penggunaan KVB, suhu t1 = t2 = t, maka :

L U28 L N CS4 L N { V (t - 28) U (t - 28)} CP

L = LUP + 1 = LV + 2 LUP - LV = 2 - 1

L U28 L N CS4 L N { ( V - U )(t - 28)} Cp

dari rumus sebelumnya, LUP =LV + CP, CP = LUP - LV


C P = 2 - 1

PENGGUNAAN KOMPARATOR VAN BECKER DENGAN TERMOMETER BIASA

3. Kalibrasi Ukuran Panjang


a. Untuk kalibrasi ukuran garis

Ukuran garis (misal mistar) yang akan dikalibrasi diletakkan


diatas landasan, sejajar dengan komparator sedemikian

Penggunaan Komparator Van Becker dengan


termometer biasa
Dari hasil pengamatan tersebut akan didapat :

- Penyimpangan panjang pada t : CP= 2 - 1

sehingga pada saat garis skala 0 nonius menunjuk garis skala 0

Koreksi panjang KVB, CS4 dlm mm (sertifikat)

komparator, garis indeks pada lidah-lidah bertepatan pada

Koreksi ke suhu baku : Ct =LV28 {(V U )(t-28)}, dlm mm

garis skala 0 ukuran (mistar), baca 1

Maka panjang Ukuran garis pada suhu 28oC :

Kemudian pada saat garis skala 0 nonius menunjuk garis skala

LU28 = LN + CS4 + Ct + CP

100 komparator, garis indeks pada lidah-lidah bertepatan


pada garis sekala 100 ukuran, baca 2

Penggunaan Komparator Van Becker dengan


termometer biasa

Penggunaan Komparator Van Becker dengan


termometer biasa
b. Untuk kalibrasi ukuran ujung

Misalkan : VB = 18 .10-6 / oC
Koefisien muai panjang ukuran garis yang dikalibrasi (baja) :

= 12 .10-6 / oC ,

komparator dan diapit oleh kedua taji.

Penyimpangan panjang pada suhu 24,64 oC : CP= 2 - 1 = 0,12 mm.

diketahui dari sertifikat :


Koreksi panjang KVB, CS4 = 0,16 mm

Koreksi ke suhu baku : Ct =1000,16 x 6 .10-6 x(-3,36) = - 0,02mm


Maka panjang Ukuran garis pada suhu

Panjang ukuran ujung ditentukan oleh 2 pembacaan garis skala 0


nonius terhadap skala komparator, yaitu saat kedua taji berimpit

Ukuran yang akan dikalibrasi diletakkan diatas permukaan ukur

atau disebut koreksi indeks (Ci ) dan saat ukuran ujung diapit kedua

28oC

taji ().

LU28 = LN + CS4 + Ct + CP

Jadi penyimpangan panjang ukuran ujung hasil pengamatan adalah


CP = ( - Ci)

LU28 = 1000 + 0,16 + (-0,02) + 0,12 = 1000,26 mm

Penggunaan Komparator Van Becker dengan


termometer biasa
Dari hasil pengamatan tersebut akan didapat :
- Penyimpangan panjang pada t : CP= - Ci
-

Koreksi panjang KVB, CS4 dlm mm (sertifikat)

Koreksi ke suhu baku : Ct =LV28 {(V U )(t-28)}, dlm mm

Maka panjang Ukuran garis pada suhu 28oC :


LU28 = LN + CS4 + CP + Ct

Penggunaan Komparator Van Becker dengan


termometer biasa
Misalkan : Cp = -0,10 mm

= 0,05 mm

Koefisien muai panjang ukuran ujung yang dikalibrasi (stainless steel) : = 11,5 .10-6 / oC ,
Penyimpangan panjang pada suhu 24,09 oC : Cp= - Ci = 0,15 mm.
Diketahui dari sertifikat :
-

Koreksi panjang KVB, CS4 = 0,18 mm

Koreksi ke suhu baku: Ct= 1000,18 x6,5 .10-6 x(-3,91) = - 0,03mm

Maka panjang Ukuran ujung pada suhu 28oC :


LU28 = LN + CS4 + Ct + Ci

LU28 = 1000 + 0,18+ (-0,03) + 0,15 = 1000,30 mm

10

Komparator Van Becker

Komparator Van Becker

43

44

F. Salah Indeks

Adalah

kesalahan

alat

yang

diakibatkan

tepat pada garis skala 0 komparator.

oleh

ketidakbenaran penunjukan skala 0 nonius terhadap

Apabila garis skala 0 nonius berada di sebelah kiri garis skala 0


komparator, maka koreksi indeks positif.

skala 0 komparator pada saat kedua taji berimpit.

Pada saat kedua taji berimpit, garis skala 0 nonius seharusnya

Salah indeks hanya diperuntukan bagi kalibrasi ujung,

Apabila garis skala 0 nonius berada di sebelah kanan garis skala 0


komparator, maka koreksi indeks negatif.

karena menggunakan sensor berupa taji.

Koreksi

ini

selalu

ditambahkan

secara

aljabar

terhadap

pembacaan.

Penghitungan kesalahan bagian


45

46

Sebuah ukuran yang panjangnya L yang dibagi


dalam beberapa bagian yang sama (seperti dalam
cm atau desimeter), maka kesalahan masingmasing bagiannya dapat dihitung dengan cara
sebagai berikut:

1)
2)

Apabila bagian tersebut merupakan desimeter dari


ukuran 1 m. maka yang akan kita uji yaitu berturutturut: d1, d2, d3, ........ d10

3)

Setiap desimeter tersebut dibandingkan dengan desimeter


sembarang yang sama atau lebih baik akurasinya sebagai
acuan, seperti desimeter dari komparator. yang kita sebut dk.
Sehingga kita dapatkan beberapa persamaan kesalahan
sebagai berikut :
d 1 - d k = p1
d 2 - d k = p2
d 3 - d k = p3

10) d10 - dk = p10

dimana dn dan dk belum diketahui harga


sebenamya, yang diketahui baru harga
nominalnya.

11

47

48

Karena = = 1 + 2 + 3 + . . . + 10
Maka 10 dk = L - pn dk = 0,1 (L - pn)

L = panjang keseluruhan ukuran panjang yang diuji

pn = selisih tiap desimeter ukuran dn, terhadap desimeter acuan dk

Bila harga dk disubsitusikan dalam persamaan (1), (2), .......


(10),
maka kita dapatkan panjang masingmasing desimeter tersebut, yaitu :

Prosedur Pengujian Ukuran Panjang


dengan menggunakan Komparator Van Becker
50

A.

Persiapan Pengujian

1.

Amati kesempurnaan dari standar komparator van Becker dari segi kebersihan dan
fungsi dari masing-masing komponennya, kondisikan agar seperti yang diinginkan.

2.

Periksa apakah sekrup micrometer dan termometer kembang masih berfungsi


dengan baik, kondisikan agar tercapai seperti yang diinginkan.

3.

Letakkan mistar ukur berdampingan dengan komparator van Becker dalam satu
meja , sedemikian rupa sehingga kedua-duanya benar-benar sejajar baik secara
vertical maupun horizontal

4.

Diamkan keduanya di dalam ruang laboratorium sehingga diyakini bahwa suhu


keduanya benar-benar telah sama (dalam pengujian sesungguhnya 24 jam)

49

12

Prosedur Pengujian Ukuran Panjang


dengan menggunakan Komparator Van Becker
51

Prosedur Pengujian Ukuran Panjang


dengan menggunakan Komparator Van Becker

B. Pelaksanaan Pengujian

52

a.

Aturlah agar antara lidah indicator dari komparator van Becker dan
garis skala dari mistar ukur yang diuji benar-benar hampir berimpit
atau satu garis.

b.

Kencangkan sekrup pengikat dan tepatkan garis pada lidah indicator


van Becker pada garis skala nol mistar ukur dengan memutar sekrup
micrometer ke kiri atau ke kanan, kemudian amati , baca , catat data
tersebut.

c.

Tempatkan antara skala nol dari skala nonius dan garis skala nol
utama van Becker (SU) dengan cara memutar sekrup skala nonius
micrometer, amati, baca, catat data tersebut ;

d.

Catat pembacaan komparator van Becker pada garis skala nol

CERAPAN PENGUJIAN METER BAJA/MISTAR UKUR

53

DENGAN KOMPARATOR VAN BECKER


Pemakai alat
Alamat

:
:
Spesifikasi Alat

Data Kalibrasi

Jenis
Merek/Buatan
Model/Type
No. Serie

:
:
:
:

Tanggal
Berlaku Sampai
Lokasi
Suhu Ruangan

:
:
:
:

Kapasitas/Daya Baca
Kelas

:
:

Kelembaban
Koreksi TK Van Becker
Titik Beku

(CTK)
(VP)

:
:
:

Koef muai panjang mistar ukur


Koef muai panjang Van Becker

(1)
(2)

:
:

/C
/C
Dalam milimeter

Metoda I : Dengan menggunakan Termometer Kembang (TK)


Pembacaan
Skala
KiriKanan
LM
0
100

Vn
0
0
100

Vn-V0

TK
T

Pembacaan
Skala
Kanan-Kiri
LM
0
100

Vn'
0
100

'
Vn'-V0'

TK
T'

Pembacaan
Rata-rata CP

Suhu
Rata2
C

1/2(+')

tR *)

Koreksi V
Becker 28C

Koreksi
Perubahan
Suhu 28C

Koreksi Mistar Ukur


28C

Cv *)

C28 *)

CM=CP+CV+C28

e.

Baca dan catat suhu ruangan pada termometer gelas dan penunjukan
termometer kembang komparator van Becker dan nyatakan data tersebut
sebagai

f.

Lakukan pembacaan untuk garis ukur pertama (100 mm) dari mistar ukur
dengan cara sebagaimana langkah a , b , c , d dan e

g.

Lakukan pembacaan untuk garis ukur berikutnya (200 mm) dari mistar
ukur yang diuji dengan cara sebagaimana langkah a , b , c , d

h.

Lakukan pembacaan sebagaimana f dan g untuk garis-garis ukur (300 mm)


dan seterusnya sehingga mencapai garis ukur maksimum dari mistar ukur
yang diuji.

i.

Lakukan pembacaan menurun sebagaimana langkah a , b , c , d dan e.

Metoda I : Dengan menggunakan Termometer Kembang (TK)


Pembacaan
Pembacaan
Pembacaan
Skala
Skala

TK
'
TK
Rata-rata CP
Kiri-Kanan
Kanan-Kiri
LM
Vn Vn-V0
T
LM
V n'
Vn'-V0'
T'
1/2(+')
0
0
0
0
16,5
0
0
19
0
0
0
100
100
100
0,55 16,5 100
0,27
19
0,41
0,55
0,27
200
200
200
0,41 16,5 200
0,87
19
0,64
0,41
0,87
300
300
300
0,33 16,5 300
0,46
19
0,395
0,33
0,46
400
400
400
0,46
17
400
0,58
18,5
0,52
0,46
0,58
500
500
500
0,26
17
500
0,68
18
0,47
0,26
0,68
600
600
600
0,45
17
600
0,82
18
0,635
0,45
0,82
700
700
700
0,58 17,5 700
0,72
18
0,65
0,58
0,72
800
800
800
0,59 17,5 800
0,68
17,5
0,635
0,59
0,68
900
900
900
0,59 17,5 900
0,53
17,5
0,56
0,59
0,53
1000
1000
1000
0,85 17,5 1000
0,85
17,5
0,85
0,85
0,85

Dalam milimeter
Suhu
Koreksi
Koreksi V
Koreksi Mistar Ukur
Rata2
Perubahan Suhu
Becker 28C
28C
C
28C
tR *)
Cv *)
C28 *)
CM=CP+CV+C28
29,31

0,000

0,000

0,000

29,31

0,011

-0,002

0,419

29,31

0,021

-0,003

0,658

29,31

0,032

-0,005

0,422

29,31

0,042

-0,006

0,556

29,17

0,052

-0,007

0,515

29,17

0,062

-0,008

0,689

29,31

0,124

-0,011

0,764

29,17

0,140

-0,011

0,764

29,17

0,158

-0,012

0,705

29,17

0,103

-0,013

0,940

Keterangan :
*)
54

13

55

TERIMA KASIH

14