Anda di halaman 1dari 36

KISWAN

Kita menulis tidak untuk dipahami tetapi untuk


memahami>>>Refleksi atas berbagai sumber

Menu
Skip to content

Beranda

LAPORAN KKA FISIP UMK


BAB I
PENDAHULUAN

1. A.

Latar Belakang

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem


Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 60
Tahun 1999 Tentang Sistem Pendidikan Tinggi menyatakan
bahwa pendidikan tinggi mengembang tugas menyiapkan
peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki
kemampuan akademik dan/atau profesional, sehingga
diharapkan dapat berperan dalam mewujudkan peningkatan
taraf kehidupan masyarakat dan keberhasilan pembangunan
nasional.
Mahasiswa sebagai salah satu segmen masyarakat yang
dalam predikatnya sebagai Agen of change mempunyai
tanggung jawab moral dalam mencerdaskan kehidupan
bangsa dan ikut serta dalam pembangunan Bangsa dan
Negara Indonesia melalui aplikasi Catur Dharma Perguruan
Tinggi yang terdapat empat poin utama yaitu Pendidikan dan
Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, Pengabdian dan

Pembinaan Kepada Masyarakat, dan akhlaqul karimah. Dari


keempat poin tersebut menjadi ciri dan identitas dalam
perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Kendari,
sebagai mahasiswa dituntut untuk belajar guna menjadikan
dirinya sebagai insan pembangunan yang dapat membangun
dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas suksesnya
pembangunan nasional Indonesia.
Mahasiswa sebagai aset bangsa merupakan sumber daya
manusia yang produktif dan potensial, serta akan tumbuh
berkembang sebagai calon-calon pemimpin di masa yang
akan datang, sehingga kebijakan pemerintah melalui
penetapan kurikulum nasional dan kebijakan pengelola
Perguruan Tinggi melalui kurikulum lokal yang sinkron
dengan kebutuhan lapangan kerja sangat diperlukan dalam
rangka penciptaan aset bangsa yang berkualitas. Oleh karena
itu mahasiswa sebelum menyelesaikan studinya perlu
pengenalan dunia kerja yang sesungguhnya melalui kegiatan
Kuliah Kerja Amaliah (KKA).
Pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi meliputi
Pendidikan, Pengajaran, Penelitian, Pengabdian dan
Pembinaan kepada Masyarakat serta Akhlaqul Qarimah agar
semakin ditingkatkan agar peranan Perguruan Tinggi melalui
Catur Dharma Perguruan Tinggi adalah Kuliah Kerja Amaliah
(KKA).
Kuliah Kerja Amaliah (KKA) merupakan salah satu bentuk
pengabdian kepada masyarakat, dimana mahasiswa dapat
berperan dalam pemberdayaan masyarakat dan
mengembangkan diri mahasiswa secara optimal sesuai
bidang keahliannya. Selain itu Kuliah Kerja Amaliah (KKA)

merupakan keterpaduan antara penguasaan materi (teori)


dengan praktek terarah dan terbimbing.
Dalam pelaksanaan program Kuliah Kerja Amaliah (KKA)
mahasiswa dituntut untuk mampu mengidentifikasi,
menganalisis, memecahkan masalah serta mampu
melaksanakan program di bidangnya secara profesional.
Kegiatan Kuliah Kerja Amaliah (KKA) adalah merupakan
bentuk pengabdian kepada masyarakat yang
menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat. Kegiatan
ini dilakukan dengan mempertimbangkan adanya semangat
reorientasi, redenifisasi, dan reposisi dari kegiatan Kuliah
Kerja Amaliah (KKA) mahasiswa.
Kuliah Kerja Amaliah (KKA) adalah salah satu bentuk kegiatan
dalam mengabdikan diri secara langsung kepada
masyarakat, dimana mahasiswa dapat berperan dalam
pemberdayaan masyarakat secara optimal sesuai bidang
keahliannya. Kegiatan Kuliah Kerja Amaliah (KKA) mahasiswa
melatih diri untuk lebih mandiri dalam melakukan
aktivitasnya, khususnya mahasiswa peserta Kuliah Kerja
Amaliah (KKA) kelompok IV angkatan VIII tahun 2012 di Desa
Lamomea Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan
diharapkan dapat menerapkan teori yang diperoleh pada
bangku kuliah dengan praktek yang ada di lapangan.
1. B.

Tujuan

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Kuliah


Kerja Amaliah (KKA) adalah sebagai berikut:
1. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk
menghayati proses perkembangan sosial dan

permasalahan-permasalahan secara praktis dan


interdisipliner.
2. Mendekatkan universitas kepada masyarakat dan
menyesuaikan Pendidikan Tinggi dengan tuntutan
pembangunan.
3. Membantu pemerintah mempercepat gerak
pembangunan dan mempersiapkan kader-kader
pembangunan yang mencintai pembangunan.
1.

C.

Manfaat

Adapun manfaat yang akan dicapai setelah melaksanakan


Kuliah Kerja Amaliah (KKA) adalah sebagai berikut:
1. Dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam
mengidentifikasi, merumuskan memecahkan masalah
dalam menghadapi tantangan masa depan.
2. Meningkatkan penguasaan, pengembangan dan
penerapan ilmu pengetahuan teknologi dan seni
sebelum mahasiswa menyelesaikan studinya.
3. Terbentuknya hubungan yang harmonis antara
pemerintah dan masyarakat dengan perguruan tinggi
dalam mengatasi berbagai masalah pembangunan.
4. Terbentuknya mahasiswa yang mandiri dan beradaptasi
dengan kehidupan yang nyata di masyarakat.

1. D.

Ruang Lingkup

Adapun ruang lingkup pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah


(KKA) Kelompok IV Angkatan VIII Tahun 2012 adalah Desa
Lamomea yang Berada sekitar 3 Km dari Ibu Kota Kecamatan
Konda Kabupaten Konawe Selatan, yang penduduknya terdiri
dari suku Tolaki Konsel, Muna, Bugis, Makassar, Jawa dan Bali,
namun dengan perkembangan terdapat pula berbagai suku
yang telah saling menyatu, agama yang dianut oleh

masyarakat di dominasi oleh agama Islam dan lainnya agama


Kristen, ruang lingkup kegiatan KKA tersebut mencakup fisik
dan non fisik diantaranya:
1. Lokasi
2. Kelembagaan Desa
3. Personil Pemerintahan
4. Administrasi Desa
5. Saran dan Prasarana dan
6. Lain- lain
1.

E.

Metode Kerja Kuliah Kerja Amaliah (KKA)

Dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Mahasiswa


Universitas Muhammadiyah Kendari Angkatan VIII tahun 2012
diperlukan suatu metode dalam penentuan skala prioritas
yang berhubungan dengan lingkungan masyarakat dengan
meninjau langsung di lokasi yang akan dijadikan sebagai
lokasi realitas pelaksanaan program KKA dan pada tanggal 24
September 2012 pelepasan mahasiswa KKA di Kecamatan
Konda, tanggal 24 September sampai dengan tanggal 07
November 2012 program kegiatan KKA angkatan VIII tahun
2012 berlangsung di Desa Lamomea Kecamatan Konda
Kabupaten Konawe Selatan.

BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI

1. A.

Sejarah Singkat Desa Lamomea

Desa Lamomea adalah salah satu Desa dari 16Desa dan 1


Kelurahan yang berada dalam wilayah Kecamatan Konda

Kabupaten Konawe Selatan yang merupakan desa terluas di


kecamatan Konda.
Desa Lamomea merupakan desa yang terletak di sepanjang
lereng gunung, terdiri atas 4 dusun, yaitu: Dusun I, Dusun II,
Dusun III dan Dusun IV.
Sejak defenitifnya menjadi desa otonom hingga sekarang.
Desa Lamomea baru dipimpin oleh 7 orang kepala desa.
1. B.

Letak Geografis

Desa Lamomea merupakan bagian dari 16 Desa dan 1


Kelurahan dalam wilayah Kota Kecamatan Konda Kabupaten
Konawe Selatan.
Desa Lamomea memiliki luas wilayah 21,09 Km 2, merupakan
wilayah dataran rendah yang berada di sekitar lereng
gunung, sehingga mata pencaharian utama penduduk
bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan.
Adapun jarak Desa Lamomea ke Ibu Kota Kecamatan Konda
adalah 3 Km dan dengan Ibu Kota Kabupaten Konawe
Selatan 45 Km, jarak dari Ibu Kota Propinsi 20 Km. adapun
batas-batas wilayah sebagai berikut:
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Konda Satu
2. Sebelah Timur berbatasan dengan DesaTinesala
3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Konda
4. Sebelah Barat berbatasan dengan Gunung Tapuosu
Adapun gambaran secara umum pada saat pelaksanaan
kegiatan Kuliah Kerja Amaliah (KKA) mahasiswa Universitas
Muhammadiyah Kendari Angkatan VIII tahun 2012 di wilayah
Desa Lamomea Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan
tentang Letak Geografis, Keadaan Demografis, Agama,
Pendidikan, Sosial, Ekonomi, diruaikan pada tabel berikut:

Tabel 2.1. Orbitasi Wilayah dan Jarak Pusat Pemerintahan


No
Indikator
Sub Indikator

1.

Orbitasi Desa

Tabel 2.2. Jarak Geografis


No
1

Berada pada lereng gunung, jarak dari


Ibukota Propinsi 20 Km ditempuh
selama1/2 jam. Jarak dari Ibukota
Kabupaten 45 Km, ditempuh selama 75
Menit. Jarak dari Ibukota Kecamatan 3 Km
ditempuh selama 15 Menit.

Indikator
2

1.

Ke Gunung

2.

Ke Laut

3.

Ke Sungai

4.

Ke Pasar

5.

Ke Pelabuhan

6.

Ke Bandara

7.

Ke Terminal

8.

Ke Tempat Hiburan

9.

Ke Kantor Polisi / Militer

10.

Ke Perbatasan Kabupaten

11.

Ke Perbatasan Propinsi

12.

Ke Perbatasan Negara

Sumber data: Kepala Desa dan Sekretaris Desa tahun 2012

Tabel 2.3. Letak Geografis


No

Indikator

1.

Kawasan Hutan

2.

Kawasan Tambang

3.

Kawasan Pantai

4.

Kawasan Perbukitan/Pegunungan

5.

Kawasan Persawahan

6.

Kawasan Perkebunan

7.

Kawasan Peternakan

8.

Kawasan Industri Kecil/Rt

9.

Kawasan Saluran Listrik Tegangan Tinggi

10.

Kawasan Rawan Banjir/Abrasi

11.

Kawasan Industri/Pabrik

12.

Kawasan Perkantoran

Ada

13.

Kawasan Rawa

Ada

14.

Kawasan Perdagangan

Ada

15.

Kawasan Kumuh

Tidak Ad

16.

Kawasan Jasa Hiburan

Ada

17.

Kawasan Wisata

Ada

18.

Kawasan Bantaran Sungai

Ada

19.

Kawasan Longsor

Tidak Ad

Sumber data: kepala Desa, Sekretaris Desa dan Kaur


Pemerintahan tahun 2012
1. C.

Keadaan Demografi

Desa Lamomea pada tahun 2012 penduduk berjumlah 1.592


Jiwa yang terdiri dari 675 Jiwa untuk laki-laki dan 917 Jiwa
perempuan.
Desa Lamomea memiliki 4 (empat) Dusun yaitu: dusun I,
Dusun II, Dusun III, Dusun IV. Pada tahun 2011 jumlah Kepala
Keluarga 495 KK dengan jumlah penduduk 1.465 Jiwa, terdiri
dari laki-laki 698 Jiwa dan 767 perempuan Jiwa. Pada tahun
2012 mengalami peningkatan, sehingga menjadi 515 KK

dengan jumlah penduduk 1.592 Jiwa, terdiri dari laki-laki 675


dan perempuan 917 Jiwa. Lebih jelasnya pada tabel 2.4.
berikut:

Tabel 2.4. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

No
1

Indikator

Tahun 2011

1.

Jumlah Penduduk

1.465 Orang

2.

Jumlah Laki-Laki

698 Orang

3.

Jumlah Perempuan

767 Orang

4.

Jumlah kepala Keluarga

Sumber data: Kepala Desa dan Sekretaris Desa tahun 2012


1. D.

Agama dan Kepercayaan

Penduduk Desa Lamomea pada tahun 2012 berjumlah 1.592


jiwa, yang terdiri dari laki-laki 675 dan perempuan 917 Jiwa
dengan jumlah 515 KK di dominasi menganut Agama Islam
dan lainnya adalah Agama Kristen. Ini terlihat dari aktivitas
masyarakat sehari-hari dalam membangun fasilitas
keagamaan di Desa Lamomea yaitu di bangunnya Masjid
Raya yang permanen dengan berukuran besar yang
bersumber dari sumbangan dan swadaya murni masyarakat
Desa Lamomea.

495 KK

1. E.

Sarana Pendidikan

2. Pendidikan Formal
Sarana pendidikan formal di Desa Lamomea masih perlu di
lakukan pengembangan, di wilayah ini hanya terdapat 1
(Satu) Sekolah Dasar (SD), yang kondisinya sangat
sederhana dan strategis dan mudah di jangkau karena
berada ditengah-tengah pemukiman penduduk atau berada
di Ibu Kota Desa Lamomea.
1. Pendidikan Non Formal
Untuk mengantisipasi kondisi pendidikan formal maka
pemerintah dan masyarakat Desa Lamomea membangun dan
menyiapkan saran pendidikan non formal yaitu terdapat 1
unit taman Kanak-Kanak (TK), kepedulian pemerintah
terhadap pendidikan dapat dilihat dengan dibangunnya
gedung TK yang permanen melalui dana Program PNPM dan
di dukung swadaya dan gotong royong masyarakat.
Adapun data tingkat perkembangan pendidikan masyarakat
Desa Lamomea pada Tahun 2011. Penduduk buta huruf
sudah terbilang rendah, yaitu 7 Jiwa. Komposisi tingkat
pendidikan terbesar pada tahun 2011 adalah tamat
SD/Sederajat sebanyak 125 orang, tamat SMP tahun 2011
sebanyak 180 orang, tamat SMA 200 orang, tamat D-3
sebanyak 17 orang tahun 2011 dan pada tamat S1 pada
tahun 2011 sebanyak 21 orang, untuk lebih jelasnya dapat
dilihat pada tabel 2.5 berikut.

Tabel 2.5. Tingkat Pendidikan Masyarakat


No
Indikator

Tahun 2010
1

1.

Jumlah Penduduk Buta Huruf

4 Orang

2.

Jumlah Penduduk Tidak Tamat SD/Sederajat

3 Orang

3.

Jumlah Penduduk Tamat SD/Sederajat

109 Orang

4.

Jumlah Penduduk Tamat SMP/Sederajat

153 Orang

5.

Jumlah Penduduk Tamat SMA/Sederajat

175 Orang

6.

Jumlah Penduduk Tamat D-1

Orang

7.

Jumlah Penduduk Tamat D-2

Orang

8.

Jumlah Penduduk Tamat D-3

9 Orang

9.

Jumlah Penduduk Tamat S1

18 Orang

Sumber data: Kepala Desa dan Sekretaris Desa Tahun 2012


Pada tahun 2012 jumlah Prasarana Pendidikan Di desa
Lamomea tidak mengalami perubahan, sedangkan pada
tahun 2011 jumlah Prasarana pendidikan SD/Sederajat 1
Buah, Taman Kanak-kanak sebanyak 1 Buah, dan Lembaga
Pendidikan Agama 1 Buah. Untuk lebih jelasnya di uraikan
pada tabel berikut.

Tabel 2.6. Prasarana Pendidikan


No
Indikator

Tahun 2011
1

1.

SD/Sederajat

1 Buah

2.

Taman Kanak-Kanak

1 Buah

3.

Lembaga Pendidikan Agama

4.

Jumlah Lembaga Pendidikan Lain (Kursus /


Sejenis)

Buah

Buah

Sumber Data: Kepala Desa dan Sekretaris Desa Lamomea


Tahun 2012
1. F.

Ekonomi Masyarakat

Adapun kelembagaan ekonomi masyarakat pada tahun 2011


dan tahun 2012 di Desa Lamomea dapat di lihat pada tabel
2.10 berikut:
Tabel 2.7. Kelembagaan Ekonomi masyarakat pada tahun
2011 dan 2012 di Desa Lamomea dapat dilihat pada tabel 2.7
berikut:
Tabel 2.7. Kelembagaan Ekonomi

Jum
No
1
1.

Pasar

Indikator

Tahun 2011

3
Tidak ada

2.

Lembaga Koperasi/Sejenisnya

Tidak ada

3.

Toko/Kios

Ada

4.

Warung Makan

Ada

5.

Angkutan

Ada

6.

Pangkalan Ojek

Ada

7.

Pelabuhan Kapal Semi Permanen

Tidak Ada

Sumber Data: Kepala Desa dan Sekretaris Desa Lamomea


Tahun 2012

BAB III
IDENTIFIKASI MASALAH

1. A.

Bidang Administrasi Pembangunan

Dalam bidang pembangunan Desa Lamomea secara umum


permasalahan dijumpai serta yang dihadapi pada saat
pelaksanaan kegiatan KKA Mahasiswa Universitas
Muhammadiyah Kendari Angkatan VIII tahun 2012 sebagai
berikut :
1. Masih kurangnya Partisipasi serta kesadaran masyarakat
dalam berbagai kegiatan pembangunan dan kegiatan
keagamaan.
2. Desa Lamomea masih banyak kekurangan baik dari segi
fisik maupun Nonfisik diantaranya fisik pembuatan
Papan Nama desa, pembangunan masjid, pengecetan
pagar balai desa, posyandu, sarana Olahraga, serta
papan monografi sedangkan nonfisik seperti
Administrasi Desa Lamomea masih belum lengkap.
3. Wilayah Desa Lamomea yang cukup luas dengan sarana
pemerintahan yang cukup lengkap. Namun 1 Dusun
yang dikategorikan daerah terpencil karena jarak dari
jalan poros 5 Km.
4. Desa Lamomea adalah Desa baru sekitar 28 tahun
Definitif sehingga aparat pemerintah Desanya terlalu
paham masalah Administrasi desa.
5. B.

Bidang Administrasi Perkantoran

Administrasi yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan KKA


yaitu administrasi dalam arti sempit meliputi kegiatan catatmencatat, surat-menyurat, pembukuan, pemetikan,

pengagendaan dan penyusunan laporan yang bersifat teknis


ketatausahaan, adapun permasalahan yang dihadapi dalam
bidang administrasi perkantoran antara lain :
1. Buku agenda, Buku data induk penduduk dan buku
aparat pemerintah desa tidak terisi.
2. Belum tersedianya Papan Nama Balai Desa, Data
Monografi, Papan Nama lorong, dan Posyandu .
3. Data umum dan data pemerintahan desa belum
sepenunya dilengkapi sehingga menyulitkan bagi
mahasiswa KKA untuk memperoleh data pelaporan
kegiatan.
4. C.

Bidang Sosial Kemasyarakatan

Dalam pelaksanaan KKA di Desa Lamomea terdapat berbagai


permasalahan yang dihadapi dalam bidang social
kemasyarakatan antara lain sebagai berikut :
1. Selama pelaksanaan KKA keaktifan dan partisipasi
masyarakat dalam mengikuti program-program kegiatan
secara langsung masih kurang kesadaran serta
pemahamannya.
2. Dalam pelaksanaan KKA ada beberapa kegiatan social
belum sepenuhnya mendapat respon dari masyarakat.
3. Dalam pelaksanaan KKA ada diantaranya kelompok
masyarakat memiliki sifat individualistik.
4. Antusias masyarakat dalam mengikuti kerja bakti dan
gotong royong bersama masih kurang, disebabkan
karena jalinan ukhwah serta silahturahmi masih kurang.
5. Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya
partisipasi dan dukungan masyarakat adalah faktor
pelaksanaan kegiatan setiap hari dan malam.
Masyarakat mayoritas adalah petani.

BAB IV
PELAKSANAAN PROGRAM

1. A.

Bidang Administrasi Pembangunan

Pelaksanaan dalam bidang administrasi di Desa Lamomea


adalah sebagai berikut:
1. Melakukan penataan, pembersihan halaman dan
pengecetan pagar balai desa, pengecetan papan nama
balai desa serta tiang volly dan papan nama jalan.
2. pembuatan Papan monografi Desa Lamomea.
3. Melaksanakan kegiatan bakti sosial selama pelaksanaan
KKA pada sarana-sarana pemerintahan seperti: Balai
Desa ,Masjid Dan Posyandu.
4. Pembuatan Papan Nama Balai desa.
5. Pembenahan dan pengadaan sarana prasarana
olahraga.
6. Pembuatan Papa Nama jalan.
7. B.

Bidang Administrasi Perkantoran

Pelaksanaan dalam bidang administrasi perkantoran pada


Kantor Desa Lamomea antara lain :

1. Mengisi dan mendata data keluarga


2. Membuatkan RPJMDes dan RKP Desa
3. Mengisi Buku Data induk Penduduk, Data Aparat serta
buku agenda desa .
4. Menyusun dan membantu memperbaiki arsip dan
administrasi kantor desa.

1. C.

Bidang Sosial Kemasyarakatan

Dalam pelaksanaan KKA berbagai kegiatan sosial


kemasyarakatan yang dilaksanakan di Desa Lamomea
bekerja sama dengan unsur pemerintah. PKK dan lembaga
keagamaan antara lain :
1. Melaksanakan kegiatan bakti sosial/gotong royong
melalui kegiatan kerja bakti setiap hari minggu, dan
pengecoran pondasi Masjid Raya Lamomea
2. Membantu kader Posyandu dalam pelayanan kesehatan
ibu dan balita.

BAB V
FAKTOR PENDUKUNG DAN FAKTOR PENGHAMBAT

1. A.

Faktor Pendukung

Dalam pelaksanaan kerja mahasiswa KKA Angkatan Ke-VIII


UMK Kendari tahun 2012 yang dilaksanakan selama 45 hari di
Desa Lamomea Kecamatan Konda Kab. Konawe Selatan,
dengan adanya dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak
dan peran serta masyarakat yang menjadi factor pendukung
pelaksanaan Kerja Mahasiswa KKA sehingga program dapat
terlaksana dengan baik diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Adanya dukungan dari Ibu Camat Konda, Bapak Kepala


Desa Lamomea dan Stafnya, Tokoh masyarakat, Tokoh
Agama, Pengurus PKK, Ketua LPM dan Tokoh Pemuda
baik moril maupun materil.
2. Tersedianya fasilitas umum seperti kantor Desa, Rumah
Ibadah (mesjid), Sekolah, TPA, tempat pembinaan
Majelis Talim dan lain sebagainya yang dapat di jadikan
sebagai tempat mensosialisasikan program.
3. Letak kantor desa yang berada di tengah- tengah
pemukiman dan berdekatan dengan posko KKA, sangat
mendukung dan memperlancar kegiatan serta
memudahkan dalam melakukan kegiatan dan koordinasi
dengan pemerintah desa.
4. Ketertiban dan keamanan Desa Lamomea adalah
kondusif merupakan penunjang bagi terlaksananya
program kerja mahasiswa KKA secara maksimal.
5. Potensi wilayah Desa Lamomea yang luas dan subur
sangat berpeluang untuk dikembangkan perkebunan.
6. Data tingkat perkembangan masyarakat dilihat dari
berbagai aspek yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi
sudah cukup maksimal.
7. Terjalinnya komunikasi dan silahturahmi yang baik oleh
masyarakat Desa Lamomea, khususnya para remaja
sehingga kegiatan KKA UMK mendapat respon yang
sangat positif.
1.

B.

Faktor Penghambat

Selain faktor penunjang tersebut diatas juga terdapat faktor


penghambat dalam melaksanakan KKA di Desa Lamomea
Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan antara lain :
1. Dukungan dan kesadaran serta partisipasi masyarakat
dalam menjaga memelihara kebersihan masih sangat
minim, terutama pada fasilitas Pemerintah, sehingga

terlihat di beberapa tempat masih kotor dan tidak


tertata dengan baik.
2. Pemasangan lampu jalan belum sepenuhnya
dilaksanakan oleh masyarakat, sehingga pada malam
hari terlihat gelap.
3. Terbatasnya anggaran/dana yang tersedia mahasiswa itu
sendiri dalam melaksanakan program-program yang
telah direncanakan.
4. Waktu KKA yang relative singkat serta cuaca yang
kurang mendukung.
Namun kendala-kendala dan hambatan tersebut di atas,
dapat diatasi dengan segala kesungguhan dan kesabaran
serta keikhlasan dalam mengemban tugas sebagai
mahasiswa peserta kuliah kerja amaliah (KKA) kelompok IV
angkatan Ke-VIII UMK Kendari tahun 2012 di Desa Lamomea
Kecamatan Konda Kabupaten konawe selatan sehingga
semua program yang telah direncanakan dengan pemerintah
desa dapat terlaksana dengan baik.

BAB VI
PENUTUP

1. A.

Kesimpulan

Berdasarkan uraian dan hasil pelaksanaan program yang


dikemukakan pada bab sebelumnya, maka selaku mahasiswa

peserta kuliah Kerja Amaliah (KKA) Fakultas Ilmu Sosial Dan


Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Kendari Angkatan VIII
Tahun 2012 di Desa Lamomea telah melaksanakan programprogram sesuai jadwal dan waktu yang telah terlaksana
dengan baik. Maka dapat kami simpulkan bahwa :
1. Adanya partisipasi dan dukungan sepenuhnya dari
semua pihak baik Camat Konda, Kepala Desa Lamomea
dan Aparatnya, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, LPM,
BPD, unsur PKK, Karang Taruna, Remaja Mesjid serta
seluruh lapisan masyarakat Desa Lamomea.
2. Masyarakat Desa Lamomea pada umumnya tergolong
masyarakat tingkat perekonomiannya baik dimana
mayoritas penduduknya bermata pencaharian petani.
3. Pelaksanaan kuliah Kerja Amaliaah (KKA) adalah
merupakan implementasi dari catur dharma perguruan
tinggi Universitas Muhammadiyah Kendari.
4. Pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA) mahasiswa UMK
berorientasi pada pengabdian masyarakat, bidang
administrasi pembangunan, bidang administrasi
perkantoran, bidang social kemasyarakatan, bidang
pendidikan dan keagamaan.
5. Masyarakat Desa Lamomea sangat menjunjung tinggi
dan memegang erat Norma Agama, dan Adat istiadat
yang telah ada.
6. Adanya kerja sama yang baik dari seluruh peserta KKA
kelompok VIII maupun kelompok mahasiswa KKA
lainnya.

1. B.

Saran

Sesuai hasil pelaksanaan dan kesimpulan diatas, bahwa


pelaksanaan mahasiswa KKA Kelompok IV Angkatan Ke-VIII

UMK Kendari tahun 2012 di Desa Lamomea Kecamatan Konda


Kabupaten Konawe Selatan. Maka dapat disampaikan saran
sebagai berikut:
1. Kuliah Kerja Amaliah (KKA) sangat sesuai dengan
kebutuhan masyarakat, oleh karena itu pelaksanaan KKA
senantiasa diprogramkan oleh pihak UMK Kendari,
karena bermanfaat baik bagi masyarakat maupun
mahasiswa itu sendiri.
2. Agar pelaksanaan KKA berlangsung dengan baik maka
diharapkan pada pembekalan lembaga UMK Kendari
yang diberikan kepada mahasiswa perlu lebih di
tingkatkan.
3. Bagi rekan-rekan mahasiswa peserta KKA maupun yang
akan dating agar senantiasa kerja sama yang baik
antara pemerintah, tokoh masyarakat, Tokoh Agama,
LPM, BPD, unsur PKK, Karang Taruna, Remaja Mesjid
serta seluruh warga masyarakat.
4. Kepada pemerintah dalam melaksanakan berbagai
kegiatan pembangunan agar memanfaatkan potensi
yang ada serta senantiasa memberdayakan masyarakat
sehingga tujuan pembangunan dapat tercapai dan
masyarakat merasa ikut memiliki.
5. Pemerintah Kecamatan Konda dan pemerintah Desa
Lamomea selaku penentu kebijakan senantiasa menjalin
hubungan serta kerjasama yang baik antara pihak
sekolah dan perguruan tinggi demi tercapainya tujuan
pendidikan nasional.

LAPORAN AKHIR

KULIAH KERJA AMALIAH (KKA) ANGKATAN KE VIII


DESA LAMOMEA KECAMATAN KONDA
KABUPATEN KONAWE SELATAN

KELOMPOK IV

1. 1.

FIRMANSYAH

STAMBUK :

20908083
2. 2.

KISWAN

STAMBUK :

20908029
3. 3.

SAID SALAM

STAMBUK :

20908051
4. 4.

HIJRANUDDIN

20908022

STAMBUK :

5. 5.

LAODE ASRUDIN ZAM

STAMBUK :

20908031
6. 6.

RIDWAN

STAMBUK :

20908118
7. 7.

ABD. RINUS

STAMBUK : 20908408
8. 8.

HENI SARIPA

STAMBUK :

20908095
9. 9.

SELMI EKA SAPUTRI

STAMBUK :

20908471
10.

10.

MUBASSYIRAH

STAMBUK : 20908105
11.

11.

RESTI. M

STAMBUK : 20908120
12.

12.

ROSMAIDAR

STAMBUK : 21108179

PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KENDARI
2012
LEMBAR PENGESAHAN

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama

: kelompok IV (Empat)

Program Studi

: Ilmu Pemerintahan

Fakultas

: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

(FISIP)
Lokasi

: Desa Lamomea
Kecamatan Konda
Kabupaten Konawe Selatan

Waktu pelaksanaan

: 45 (Hari), 24 September

07 November 2012
Menyatakan bahwa apa yang tertulis dalam laporan ini
adalah sesuai dengan kegiatan kami dalam melaksanakan
Program Kuliah Kerja Amaliah (KKA)

Kendari, 12 November 2012


Menyetujui:
Kepala Desa Lamomea
Koordinator Desa

SUKRI
HAKIM

FIRMA

NSYAH
Stb. 20908083

Mengetahui:
Dosen Pembimbing

MUH. NASIR, S.Sos, M.Si

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT, karena


berkat rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat
menyelesaikan penulisan tugas laporan pelaksanaan

kegiatan Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Angkatan VIII Fakultas


Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah
Kendari (UMK) Tahun Akademik 2012 di Desa Lamomea
Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan
laporan pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Amaliah (KKA) ini
masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu, diharapkan
saran dan masukan yang positif sehingga dapat
disempurnakan sesuai dengan apa yang diharapkan.
Laporan pelaksanaan Kegiatan Kuliah Kerja Amaliah
(KKA) Angkatan VIII ini disusun berdasarkan realita yang telah
direncanakan sebelumnya disesuaikan dengan kondisi
objektif yang ada di Desa Lamomea Kecamatan Konda
Kabupaten Konawe Selatan sebagai tempat pelaksanaan
Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Angkatan VIII Tahun 2012 agar
dapat dijadikan informasi bagi civitas akademika pada
umumnya serta pihak-pihak yang berkompeten.
Dengan berakhirnya pelaksanaan Kegiatan Kuliah
Kerja Amaliah (KKA) ini, maka dengan segala kerendahan hati
penyusun mengucapkan terima kasih atas bantuan yang
telah diberikan, baik bantuan moril, maupun materi
khususnya kepada yang terhormat:
1. Bapak Dr. Rifai Nur, M.Hum, selaku Rektor Universitas
Muhammadiyah Kendari.
2. Bapak Drs. Muh. Arsyad, S.Sos, M.Si, selaku Dekan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
3. Bapak Muh. Nasir, S.Sos, M.Si, selaku Ketua Program
Studi Ilmu Pemerintahan.

4. Ibu Iklima Salmia, S.Sos, selaku Camat Konda beserta


Stafnya yang telah memberikan Izin serta bantuan
selama pelaksanaan KKA.
5. Bapak Sukri Hakim, selaku Kepala Desa Lamomea yang
telah memberikan Izin serta bantuan selama
pelaksanaan KKA.
6. Semua pihak dan rekan-rekan Mahasiswa KKA Angkatan
VIII Tahun 2012 yang telah berpartisipasi aktif dalam
membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan KKA
selama berada di lokasi sampai penyusunan laporan ini.
Semoga Allah SWT, menerima jasa kita semua dan
memberikan balasan yang setimpal kepada kita semua,
Amin.
Kami menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari
kesempurnaan. Maka dari itu penulis sangat mengharapkan
saran dan kritik dari berbagai pihak untuk melengkapi dan
menyempurnakan laporan ini, sehingga dapat dijadikan
acuan dan landasan berfikir untuk pembangunan di masa
yang akan datang.
Kendari, 12 November 2012

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN
SAMPUL .
i
LEMBAR
PENGESAHAN
ii
KATA
PENGANTAR
.. iii
DAFTAR
ISI .
. v
DAFTAR
TABEL
.. vii

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

1
2. Tujuan

3
3. Manfaat

. 3
4. Ruang Lingkup

4
5. Metode Kerja KKA
. 4
BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI
1. Sejarah Singkat Desa Lamomea
.. 5
2. Letak Geografis
.. 5
3. Keadaan Demografis
. 7
4. Agama dan Kepercayaan
. 8
5. Sarana
Pendidikan
.. 8
1.

Pendidikan Formal
. 8

2.

Pendidikan Non Formal


9

3.

Ekonomi Masyarakat
10

BAB III IDENTIFIKASI MASALAH


1. Bidang Administrasi Pembangunan
. 12
2. Bidang Administrasi Perkantoran
.. 12
3. Bidang Sosial Kemasyarakatan
. 13
BAB IV PELAKSANAAN PROGRAM
1. Bidang Administrasi Pembangunan
. 14
2. Bidang Administrasi Perkantoran
.. 14
3. Bidang Sosial Kemasyarakatan
. 15
BAB V FAKTOR PENDUKUNG DAN FAKTOR
PENGHAMBAT
1. Faktor Pendukung
.. 16
2. Faktor Penghambat
17
BAB VI PENUTUP
1. Kesimpulan

.. 18
2. Saran

.. 19

LAMPIRAN
LAMPIRAN
20

DAFTAR TABEL

Nomor
Tabel
Halaman
1. 2.1. Orbitasi Wilayah dan Jarak Pemerintahan
.

2. 2.2. Jarak Geografis


..

3. 2.3. Letak Geografis


..

4. 2.4. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis


Kelamin..

5. 2.5. Tingkat Pendidikan Masyarakat


.

6. 2.6. Prasarana Pendidikan

1o

7. 2.7. Kelembagaan Ekonomi


.

11

Tentang iklan-iklan ini


Bagikan ini:

Twitter

Facebook

Terkait

TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN (CSR)dalam "Tak Berkategori"


SOAL DAN JAWABAN MATA KULIAH PERUBAHAN SOSIALdalam "Tak Berkategori"
Keseimbangan Ekologi Pemerintahandalam "Tak Berkategori"

Posted on 11 Desember 2012 by khyswan Tandai permalink.

Navigasi pos
AD/ART HIMP2KAN >>> Kiswan
Berikan Balasan

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. Tema Chalkboard.


Ikuti

Ikuti Kiswan
Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.
Bergabunglah dengan 335 pengikut lainnya
Daftarkan saya

Buat situs dengan WordPress.com