Anda di halaman 1dari 5

Nama : Andhika Prayoga

NIM

: 141411033

Kelas : 2B D3 Teknik Kimia

TUGAS PERALATAN INDUSTRI PROSES


DISTILASI MINYAK ATSIRI
Dosen : Ir. Ahmad Rifandi, MSc.
1. Distilasi Minyak Atsiri
Penyulingan Dengan Air
Prinsip Kerja : Ketel penyulingan diisi air
sampai volume hampir setengahnya, lalu dipanaskan. Sebelum
air mendidih, bahan baku dimasukkan dalam ketel.
Bahan baku biasanya yang tidak rusak oleh
panas uap air misalnya bunga atau daun yang
mudah bergerak dalam air.
Gambar 1. Distilasi Minyak Atsiri dengan air

Penyulingan Dengan Uap dan Air

Prinsip Kerja : Ketel diisi air sampai


batas saringan/angsang. Bahan Baku
diletakkan diatas angsang sehingga
tidak kontak langsung dengan air yang
mendidih tetapi berhubungan dengan
uap air. Air yang menguap akan
membawa partikel minyak atsiri dan
dialirkan ke alat pemisah.
Gambar 2. Distilasi Minyak Atsiri dengan air dan uap

Penyulingan Dengan Uap

Pada proses penyulingan untuk memperoleh minyak atsiri, digunakan sistem distilasi
uap. Sistem ini baik digunakan untuk bahan tumbuhan yang mengandung senyawa dengan
titik didih yang relatif lebih tinggi dan keras seperti cengkeh dan kayu manis (Guenther,
1987).
Prinsip

Kerja : Pada sistem ini, air sebagai


sumber uap panas dihasilkan dalam boiler yang
letaknya
penyulingan.

terpisah
Uap

dari
yang

ketel

dihasilkan

mempunyai tekanan lebih tinggi dari


tekanan udara luar.

Gambar 3. Distilasi Minyak Atsiri


dengan uapdengan uap sebaiknya dimulai dengan
Penyulingan
tekanan uap yang rendah (kurang lebih 1 atm), kemudian secara berangsur angsur
tekanan uap dinaikkan menjadi kurang lebih 3 atm. Jika permulaan penyulingan
dilakukan pada tekanan tinggi, maka komponen kimia dalam minyak akan mengalami
dekomposisi. Jika minyak dalam bahan dianggap sudah tersuling, maka tekanan uap
perlu diperbesar lagi yang bertujuan untuk menyuling komponen kimia yang bertitik
didih tinggi (Armando, 2009)
Gambar berikut yang dikutip oleh Folsch memberikan gambaran dari jumlah minyak
atsiri yang dapat diperoleh oleh 1000 kg air distilasi:

Gambar 4. Jumlah minyak yang dapat diperoleh oleh 1000 kg air distilasi pada berbagai jenis
bahan baku
Pada idealnya terdapat diperoleh produk berupa minyak atsiri murni, namun pada
kenyataan masih terdapat air yang terbawa. Sehingga pada distilat, kadar minyak dan air
masih ditinjau dalam penentuan rendemen produk yang dihasilkan.

Gambar 5. Minyak yang dapat diperoleh pada distilat yang berasal industri minyak atsiri
2.

Kebutuhan air untuk distilasi minyak atsiri (distilasi steam/uap)


Hubungan yang membantu ketika menghitung distilasi uap secara teoritis adalah hukum

gas ideal, PV = nRT, dimana P = tekanan, V = volume, n = mol , R = konstanta gas dan T =
suhu. Penting untuk diingat bahwa semua parameter ini mengacu pada molekul gas. Ketika
distilasi melibatkan perubahan cairan menjadi gas dalam volume yang tetap, hukum gas dapat
berguna dalam memprediksi jumlah air yang dibutuhkan untuk menyelesaikan distilasi uap
atau untuk mengetahui proporsi bahan organik dan air. Untuk mendapatkan persamaan yang
lebih praktis, dapat diambil rasio hukum gas ideal untuk air dan bahan organik. Jika hal ini
dilakukan, diperoleh persamaan berikut.

nRT

air

(PV )air
=
( PV )org
Volume bahan pada alat distilasi adalah sama, tetapan gas ideal sama dan suhu proses
distilasi juga sama maka persamaan tersebut dapat disederhanakan menjadi:
Pair n air
=
P org n org
Dari mol yang diperoleh dapat diubah menjadi massa dengan membagi mol dengan
berat molekul untuk mendapatkan massa air/steam yang dibutuhkan.
Contoh:
Kita memiliki 1 g senyawa organik dalam 100 g bahan tanaman terutama terdiri dari
bahan makromolekul selulosa tersebut dan zat terkait lainnya. Diasumsikan bahwa
bahan organik volatil memiliki berat molekul 150 Dalton, tekanan uap 1 kPa dan zat
tersebut tidak larut dalam air. Contoh bahan tersebut ditandai dengan sifat ini termasuk
eugenol dari cengkeh, cinnamaldehyde dari kulit kayu manis atau cuminaldehyde dari
biji jintan. Berapa banyak air yang kita butuhkan untuk mengisolasi semua minyak
alami dari sebagian besar bahan tersebut?
Penyelesaian:
Kita dapat menyederhanakan masalah ini dengan menunjukkan bahwa bahan organik
tidak cukup larut dalam air.
PT =
nRT

air

(PV )air
=
( PV )org

Pair n air
=
P org n org

; PT = water

+ org

mair
Pair Mr air
=
P org m org
Mr org

mair =

Pair . Mr air
P org . Mr org

mair =

100.18
=120 g air atau120 mL
1.150

Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa 1 gram bahan organik diperlukan air sebesar
120 gram atau 120 ml (120 g air/g bahan organik) atau 120 kg air/kg bahan organik

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, Distillation,
http://www.umsl.edu/~orglab/documents/distillation/dist.htm, diakses pada tanggal 8 Juni
2016.
http://tekpan.unimus.ac.id/wp-content/uploads/2014/07/kuliah-distilasi.pdf (Handout online),
diakses pada tanggal 7 Juni 2016.
Macognogy, Phar, (2014), Practical Problems Connected with Essential Oil Distillation.
http://www.epharmacognosy.com/2014/11/practical-problems-connected-with.html,
pada tanggal 7 Juni 2016.

diakses

Nerz-Stormes, Maryellen, Steam Distillation,


http://www.brynmawr.edu/chemistry/Chem/mnerzsto/steam_distillation.htm, diakses
pada tanggal 8 Juni 2016.
Pavia, Donald L., (2005), Introduction to Organic Laboratory Techniques: A Small Scale
Approach, second edition, Belmont (USA): Brooks/Cole-Thomson Training.