Anda di halaman 1dari 18

Rendi Asmara

13 November 2016

Sekitar

10% kematian pada ibu hamil di AS


berhubungan dengan penyakit jantung

Studi

pada 1.000 wanita hamil yang dievaluasi


10 tahun :
75% tanpa komplikasi selama kehamilan
25% dengan komplikasi

Komplikasi yang sering muncul adalah:

Gagal jantung kongestif, termasuk edema paru (12.3%)


Aritmia jantung (6%)
Thromboemboli (1.9%)
Nyeri dada angina (1.4%)
Hipoksemia (0.7%)
Infective endocarditis (0.5%)

Rerata kematian sebanyak 2.7%, rerata abortus spontan 7.7%.

Penyakit

jantung terdiri atas penyakit jantung


bawaan, penyakit jantung yang didapat seperti
penyakit jantung rematik, dan gangguan koroner

Ditemukan

sekitar 1-3% wanita dengan


gangguan jantung setelah dalam kehamilan atau
didiagnosis penyakit jantung saat hamil
Pentingnya

deteksi awal.

Kematian ibu hamil yang berhubungan dengan


gangguan jantung
1. Risiko rendah (< 1%)
(a) Septal defects.
(b) New York Heart Association classes I and II.
(c) Patent ductus arteriosus.
(d) Pulmonary / tricuspid lesions.
2. Risiko sedang (5-15%)
(a) NYHA classes III and IV mitral stenosis.
(b) Aortic stenosis.
(c) Marfans syndrome with normal aorta.
(d) Uncomplicated coarctation of aorta.
(e) Past history of myocardial infarction.
3. Risiko tinggi (25-50%)
(a) Eissenmengers syndrome.
(b) Pulmonary hypertension.
(c) Marfans syndrome with abnormal aortic root.
(d) Peripartum cardiomyopathy.

keadaan kardiomiopati idiopatik,


berhubungan dengan kehamilan
bermanifestasi sebagai gagal jantung karena
disfungsi sistolik ventrikel kiri
biasanya terjadi selama 1 bulan terakhir
kehamilan sampai 5 bulan masa postpartum

pada wanita tanpa penyakit kardiovaskuler lain


(Sliwa et al., 2010)

Diagnosis PPCM adalah suatu diagnosis eksklusi, dapat


tidak disertai dilatasi ventrikel kiri, namun fraksi ejeksi
biasanya selalu <45%

Insidens PPCM adalah sebesar 1:2500-4000 (USA),


1:1000 (Afrika Selatan), 1:300 (Haiti), 1:6000 (Jepang)

jarang tapi komplikasi serius kehamilan


(Sliwa et al., 2013; Pearson et al., 2000; Mishra et al., 2013)

Umur

saat hamil >32 tahun


Multipara (>3 kali hamil)
Kehamilan multifetal
Preeklamsia
Obat-obat pembantu proses melahirkan
Malnutrisi, terutama obesitas (BMI >30)
(Sliwa et al., 2012; Pearson et al., 2000; Ramachandran et al., 2011)

Mekanisme terjadinya masih belum jelas

viral myocarditis,
respon imun terhadap kehamilan yang abnormal,
respon maladaptif terhadap stress hemodinamik kehamilan,
sitokin teraktivasi stress,
ekskresi prolaktin berlebihan,
tokolisis yang lama
(Pearson et al., 2000; Ro & Frishman, 2006; Abboud et al., 2007; Ntusi & Mayosi, 2009)

KMPP : bentuk nonfamilial, nongenetik dari kardiomiopati


dilatasi
(Elliot et al., 2008)

edema tungkai, dyspnoe deffort, orthopnea,


paroxysmal nocturnal dyspnea, dan batuk yang
persisten
(Okeke et al., 2013; Krejci et al., 2014)

tidak nyaman karena kongesti hepar, pusing, nyeri


epigastrium atau dada kiri, dan palpitasi

hipotensi postural, peningkatan tekanan vena


jugularis, murmur regurgitasi yang tidak
ditemukan sebelumnya, serta bunyi gallop S3 dan
S4

(Carson, 2014; Givertz, 2013)

Laboratorium
Peningkatan

BNP

EKG

biasanya normal

kadar BNP plasma atau NT pro-

terkadang normal

Echocardiography
(Sliwa et al., 2013; Pearson et al., 2000; Mishra et al., 2013)

sama

dengan terapi CHF tetapi harus


dipikirkan efek toksisitas pada janin
(McNamara, 2001)

Tujuan

akhir adalah optimalisasi suplai oksigen


dan menjaga cardiac output untuk
meningkatkan prognosis ibu dan anak
(Ramachandran et al., 2011)

Hydralazine dan nitrat mengurangi afterload terapi dasar


wanita hamil dengan PPCM
Nitrogliserin harus diberikan secara parenteral jika tekanan darah

sistolik di atas 110 mmHg


Pemberian dengan titrasi mulai dosis 10-20 g/menit sampai
maksimum 200 g/menit

Diuretik harus digunakan secara hati-hati dan tidak agresif


karena dapat mengurangi peredaran darah plasenta
Diuretik terutama yang digunakan adalah loop diuretic (furosemide)

dan golongan thiazide (hydrochlorothiazide/ HCT)

ACE inhibitors, membantu kerja jantung lebih efisien


Beta blockers, denyut jantung lebih lambat sehingga
recovery time baik

Digitalis, memperkuat kemampuan pompa jantung

Antikoagulan
(American Heart Association)

Bromocriptine

mencegah terbentuknya PPCM


mencegah penurunan kualitas ventrikel kiri dan fungsi sistolik
ketika diberikan bersamaan dengan terapi standar gagal jantung
dilaporkan beberapa kejadian infark miokard sehingga harus
diberikan juga terapi anti-koagulan

Cabergoline

menurunkan kadar prolaktin dengan cepat sehingga


menurunkan kadar NT pro-BNP
memperbaiki LVEF dalam 5 hari setelah pemberian

Kecuali terdapat penurunan kondisi maternal atau fetal, tidak


diperlukan terminasi kehamilan lebih awal

Persalinan darurat tanpa memikirkan umur gestasi, hanya


dipertimbangkan pada PPCM berat dan status hemodinamik tidak
stabil

Melahirkan spontan per vaginam lebih dianjurkan untuk wanita


PPCM dengan kondisi jantung terkontrol dan fetus sehat

Sectio caesarea terencana dianjurkan untuk wanita dalam keadaan


kritis dan memerlukan terapi inotropik atau support mekanis

Pada kala II melahirkan spontan dapat dibantu menggunakan forsep


atau vakum untuk mempersingkat waktu melahirkan dan
mengurangi beban jantung

Kematian

serius

ibu hamil merupakan suatu hal yang

Kardiomiopati

peripartum merupakan
gangguan jantung dengan risiko kematian
tinggi

Pentingnya

deteksi awal ibu hamil dengan


risiko KMPP

Tatalaksana

yang tepat agar keselamatan ibu


hamil dan/atau janin dapat tercapai