Anda di halaman 1dari 4

Patella:

Pada percobaan pemukulan pada bagian petella, kaki bergerak kedepan seolah
menendang, dan pada saat membaca, tendangan atau gerakan kaki lebih kuat. Dari
hasil pengamatan yang telah dilakukan,pada waktu lutut praktikan dipukul, maka
lutut memberikan respon dengan adanya gerakan refleks yaitu dengan
menggerakan lututnya. Refleks pada lutut ini disebut refleks sumsum tulang
belakang, karena saraf penghubungnya terletak di dalam sumsum tulang belakang.
(Indiastuty, 2005) Respon: plantar fleksi kaki karena kontraksi m.quadrisep femoris
Refleks patela (tempurung lutut) adalah refleks sistem saraf berupa refleks
kontraksi otot di sekitar patela sehingga kaki akan terlihat seperti menendang .
Refleks patela disebut juga dengan Knee Pess refleks (KPR). Refleks patela
merupakan refleks tendon dalam dan juga merupakan refleks monosynaptic karena
hanya satu sinaps yang menyeberang untuk melengkapi sirkuit yang memicu
refleks yaitu ketika area di bawah tempurung lutut dipukul dengan palu refleks,
otot paha depan di paha berkontraksi, dan menyebabkan kaki menendang keluar.
Respon ini tidak melibatkan otak , hanya sumsum tulang belakang.

Refleks Biseps. Refleks biseps didapat melalui peregangan tendon biseps pada saat
siku dalam keadaan fleksi. Orang yang menguji menyokong lengan bawah dengan
satu tangan sambil menempatkan jari telunjuk dengan menggunakan palu refleks.
Respons normal dalam fleksi pada siku dan kontraksi biseps.

Trisep
Respon: ekstensi lengan bawah pada sendi siku

Achilles:
Respon : plantar fleksi kaki krena kontraksi m.gastroenemius

BAB VII
Sistem Refleks
Pendahuluan
- Refleks adalah jawaban atas rangsangan.
- Bergantung pada sistem lengkung / lengkung refleks (arcus refleks), terdiri dari:
o Jalur aferen yang dicetuskan oleh reseptor
o Jalur eferen yang mengakyivasi organ efektor
o Hubungan kedua komponen tersebut
- Refleks berhubungan dengan pusat di otak (berfungsi memodifikasi)

- Bila lengkung refleks rusak : refleks hilang


- Bila hubungan pusat terputus (kerusakan traktus piramidalis) : refleks meningkat

1.

a.

Jenis Refleks
Refleks Dalam (Refleks Fisiologis)
= Refleks regang otot
= Refleks tendon
Timbul akibat regangan otot oleh rangsangan (ketok) sebagai jawaban : kontraksi
Refleks Bisep : extremitas superior
= Biseps Pees Refleks (BPR)
Pusat: C5 C6
Cara:
Lengan bawah penderita semifleksi
Tempatkan ibu jari di atas tendon otot biseps ketok
Jawaban: fleksi lengan bawah

Refleks biseps
b. Refleks Triseps : extremitas superior
= Triseps Pees Refleks (TPR)
Pusat: C6 C8
Cara:
- Lengan penderita semifleksi
- Ketok insersio tendon m. triseps (atas olekranon)
- Jawaban: lengan bawah ekstensi

Refleks Triseps
c. Refleks Kuadrisep Femoris : extremitas inferior
= Knee Pees Refleks (KPR)

= Refleks Patella
Pusat: L2, L3, L4
Cara:
- Tungkai di fleksi gantungkan
- Ketok tendon m. kuadriseps femoris (bawah patella)
- Jawaban: kontraksi m. kuadriseps femoris ekstensi tungkai

Refleks patella (KPR)


d. Refleks Tendon Achilles extr. inferior
= Achilles Pees Refleks (APR)
= Refleks Triseps Sure
Pusat: S1, S2
Cara:
- Tungkai bawah fleksi sedikit
- Dorsofleksikan kaki (pegang ujung jari-jari)
- Ketok tendon Achilles
- Jawaban: kontraksi m. triseps sure/ plantarfleksi kaki

Reflaks Tendon Achilles (APR)


2. Refleks Superfisial
a. Refleks Kornea
- Cara:
o Kapas digulung ujungnya sampai runcing
o Suruh pasien melirik
o Sentuh kornea berlawanan lirikan

- Respon: mata berkedip


- Lengkung: aferen N.V1, efferent N.VII

Refleks Kornea