Anda di halaman 1dari 2

Nama : Novita Arumsari

NIM : 14304244007
Kelas : Pendidikan Biologi Internasional 2014
RESUME METODOLOGI PENELITIAN BIOLOGI
TOPIK 3: PENELITIAN BIOLOGI MENGGUNAKAN DESAIN OBSERVASI
DALAM BENTUK PENELITIAN BIVARIAT
A. Pengertian Penelitian Observasi Bivariat
- Suatu kegiatan yang dilakukan secara sistematis untuk mendiskripsikan fenomenafenomena makhluk hidup di alam yang melibatkan satu variabel bebas dan satu variabel
tergayut.
- Contoh:
1. Kelimpahan (densitas) suatu jenis burung di ketinggian < 200 mdpl dan > 200 mdpl
di Gunung Sumbing.
2. Peneliti ingin mendiskripsikan perbedaan diameter bunga matahari yang tumbuh di
dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi. Ukuran diameter bunga matahari
pada ketinggian tertentu.
B. Tujuan Penelitian Observasi Bivariat
- Untuk mengetahui perbedaan respon yang terjadi pada variabel tergayut akibat adanya
pengaruh variabel bebas dan untuk mengetahui pola hubungan atau pola respon antara
variabel bebas dengan variabel tergayutnya.
- Hubungan antar variabel bebas dan variabel tergayut dapat berupa hubungan sebab akibat
jika hubungan antarkeduanya bersifat asimetris.
Contoh: kandungan hara N dan P di dalam tanah menjadi penyebab terhadap laju
pertumbuhan tanaman.
- Hubungan antara variabel bebas dan tergayut dapat berupa hubungan kecenderungan
apabila hubungan bersifat simetris. Hal ini terjadi jika baik variabel bebas dan variabel
tergayut yang diteliti sebenarnya dipengaruhi oleh variabel penyebab yang lain.
Contoh: seorang peneliti ingin mengetahui hubungan antara frekuensi pernafasan dan
denyut nadi pada anak balita.
C. Teknik Pengambilan Data Penelitian Observasi Bivariat
- Sensus
Apabila penelitian deskriptif dengan data kuantitatif dilakukan secara sensus maka hasil
analisis data secara otomatis akan berlaku pada tingkat populasi, berupa parameter nilai
populasi.
- Sampling
a. Penelitian deskriptif dengan data kuantitatif dapat dilakukan secara sampling dengan
hasil analisis hanya berlaku pada sampel yang bersangkutan.
b. Inferensial, untuk menarik kesimpulan pada tingkat populasi dari sampel acak.
D. Macam Penelitian Observasi Bivariat Berdasarkan Tujuan
1. Penelitian Deskriptif dengan Tujuan untuk Mengetahui Perbedaan Respons yang
Terjadi pada Variabel Tergayut Akibat Adanya Pengaruh Variabel Bebas
- Contoh: penelitian tentang keragaman jarak antar daun terdekat pada pohon jambu
berdasarkan letak ranting pada batang. Dalam penelitian ini, variabel bebasnya
adalah letak cabang pada pohon yang terdiri atas 3 kategori yakni letak ranting pada
cabang bawah, cabang tengah, dan cabang atas. Variabel tergayut berupa jarak antar
daun terdekat pada ranting.

2. Penelitian Deskriptif dengan Tujuan untuk Mengetahui Pola Hubungan atau Pola
Respons antara Variabel Tergayut dengan Variabel Bebasnya
1

Contoh: penelitian untuk menyelidiki perubahan ukuran buah mangga harumanis


berdasarkan ketinggian tempat, maka peneliti akan mendata baik ukuran tinggi
tempat di mana pohon mangga harumanis tumbuh dan besarnya ukuran buah
mangga. Misalnya, pada setiap ketinggian tertentu dan dijumpai sejumlah pohon
mangga harumanis. Data diperoleh dengan mengukur tinggi tempat yang
bersangkutan dari permukaan laut dan mengukur berat masing-masing sebuah
mangga terbesar yang dipetik dari 5 pohon.

E. Teknik Analisis Data Penelitian Observasi Bivariat


1. Teknik Analisis Statistika Inferensial Penelitian Bivariat untuk Memperoleh
Perbedaan Dua Nilai Rata-Rata Populasi Jika Salah Satu Diketahui Parameternya
- Teknik analisis statistika parametrik yang digunakan yaitu uji t dan uji z.
- Contoh: peneliti ingin mengetahui apakah ada perbedaan antara rata-rata produksi
kentang lokal dengan kentang yang ditanam di dataran tinggi Dieng yang
didatangkan dari Lembang.
2. Teknik Analisis Data Pembandingan Dua Nilai Rata-Rata Populasi Jika Tidak
Diketahui Parameternya dan Berdasarkan Data Sampel Independen
a. Bila dipenuhi syarat parametrik, menggunakan uji t sampel independen dengan
ragam populasi homogen atau uji t sampel independen dengan ragam populasi
heterogen.
b. Bila tidak dipenuhi syarat parametrik, menggunakan uji Mann-Whitney, maka hasil
pengujian tanpa memperhatikan distribusi populasi.
Contoh: suatu penelitian ingin mengetahui dominasi tumbuhan bawah antara kelompok
herba dan nonherba yang terjadi pada dua tegakan berbeda.
3. Teknik Analisis Data Pembandingan Dua Nilai Rata-Rata Populasi Jika Tidak
Diketahui Parameternya dan Berdasarkan Data Sampel Berhubungan
a. Bila dipenuhi syarat parametrik, menggunakan uji t data sampel berhubungan.
b. Bila tidak dipenuhi syarat parametrik, menggunakan uji peringkat bertanda
Wilcoxon.
Contoh: seorang peneliti ingin mengetahui apakah akibat perubahan musim dari
kemarau ke hujan atau sebaliknya berpengaruh terhadap produktivitas ganggang hijau
pada Waduk Kedungombo.
4. Teknik Analisis Data untuk Pembanding k Nilai Rata-Rata Populasi Jika Salah Satu
Populasi Diketahui Parameternya
- Teknik analisis statistika yang digunakan yaitu uji t dan uji z.
- Contoh: peneliti ingin mengetahui apakah ada perbedaan antara rata-rata produksi
kentang lokal dan kentang yang didatangkan dari Lembang dan Malang, yang
ditanam petani di dataran tinggi Dieng.
5. Teknik Analisis Data Pembandingan k Nilai Rata-Rata Populasi Jika Tidak Ada
Populasi yang Diketahui Parameternya dan Berdasarkan Data Sampel Independen
a. Bila dipenuhi syarat parametrik, menggunakan uji variansi satu jalur.
b. Bila tidak dipenuhi syarat parametrik, menggunakan uji Kruskal Wallis.
Contoh: suatu penelitian observasi ingin bertujuan untuk menyelidiki apakah tipe
mempengaruhi produktivitas tumbuhan bawah yang tumbuh di bawah tegakan yang
bersangkutan. Misalnya yang akan diperbandingkan adalah tegakan Mahagoni, tegakan
Pinus merkusii, dan tegakan Glereside.
6. Teknik Analisis Data Pembandingan k Nilai Rata-Rata Populasi Jika Tidak Ada
Populasi yang Diketahui Parameternya dan Berdasarkan Data Sampel
Berhubungan
a. Bila dipenuhi syarat parametrik, menggunakan uji variansi dua jalur.
b. Bila tidak dipenuhi syarat parametrik, menggunakan uji Friedman.
Contoh: suatu penelitian ditujukan untuk menyelidiki perubahan dominasi golongan
rumput dan yang bukan golongan rumput pada tumbuhan bawah dari suatu tegakan
akibat perubahan musim (musim hujan, musim pancaroba dari hujan ke kemarau, musim
kemarau, musim pancaroba dari kemarau ke hujan).